
ZONA NYAMAN..
Pagi hari yang sangat cerah, sinar matahari mulai memasuki celah celah jendela tampak dua sejoli yang tengah tertidur pulas siapa lagi kalau bukan nada dan boss nya itu tuan richard oscar.
Mereka berdua tak menyadari bahwa sedari tadi mereka tidur berpelukan selayaknya pasangan sungguhan..
Bram yang memasuki ruang rawat sahabat sekaligus boss nya itu pun terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini dan membiarkan mereka tertidur dengan posisi seperti itu..
"Sudah lama sekali richard tak semanis ini, semenjak kepergian ibunya.. " gumam bram
Bram tidak ingin mengakhiri pemandangan manis itu, ia memilih untuk membaca beberapa dokumen perusahaan di sofa sambil menunggu dua sejoli itu terbangun.
●
●
Tak lama pintu terbuka tanpa ada suara ketukan, hal itu mengagetkan bram seketika bram langsung berdiri dan melihat siapa yang datang..
"Apa apaan ini ?" Ucap Edward
"Maaf tuan, tuan richard sedang tertidur.." jawab bram
"Dasar anak bodoh... " ucap richard kesal dengan nada yang sedikit keras
Dua sejoli yang tengah tertidur pun kaget dengan suara bentakan dari edward, mereka terbangun dengan posisi yang masih sama..
Nada yang kaget melihat posisi mereka pun langsung bangun dari tidurnya dan langsung duduk, beda hal nya dengan richard ia seakan tak peduli dengan keberadaan ayahnya itu.
"Sayang.. ayo tidur lagi, aku sangat lelah karna semalam.." ucap richard yang langsung memeluk kembali nada, nada kembali ke posisi tidur.
"Dasar anak kurang ajar.. sudah berapa kali ayah bilang wanita ini tidak cocok untuk mu..!" Ucap edward kesal
"Ayah.. ini rumah sakit jangan berteriak kalau tidak anda akan dibawa satpam keluar dari rumah sakit karna membuat keributan.." ucap richard santai sambil memeluk nada
"Kurang ajar kamu..! " ucap edward
Tak lama datang ibu tiri richard dan angela.
"Paman, ada apa semua ini kenapa richard masih dengan wanita itu..?" Ucap angela kesal
"Hmm.. masalah lain datang.." gerutu richard
"Hei kekasih ku, ini saat nya peran mu.." bisik richard ke telinga nada
Nada yang mendengar bisikkan richard pun kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.. "aku harus ngapain..?" Ucap batin nada..
"Okee nada kamu pasti bisa..!"ucap batin nada. Nada pun kembali di posisi duduk.
"Maaf ayah ibu apakah kalian masih mau membuat keributan disini? Jika iya, silahkan ayah dan ibu kembali ke rumah, aku dan richard masih butuh waktu untuk tidur.. setelah baikan aku dan richard akan datang menemui kalian berdua.." ucap nada dengan nada yang serius.
Edward dan lidia yang mendengar ucapan nada pun kesal dan tanpa berpamitan, mereka keluar dari ruang rawat itu dan pergi.
"Dasar wanita j*l*ng, berani sekali kau mengusir paman dan bibi seperti itu.." ucap angela kesal
"Tuan bram apakah anda bisa memanggilkan satpam untuk wanita asing ini, dia sangat berisik.. aku dan kekasih ku butuh tidur saat ini..." ucap nada sinis
"Apa kau bilang...! Wanita asing.."- ucap kesal angela
"Iya wanita asing.." ucap nada yang langsung turun mendekati angela, nada memasang muka sinis nya selayaknya harimau yang akan menerkam mangsanya.
"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan sebutan wanita asing? " ucap nada yang masih berjalan mendekati angela.
Angela yang takut dengan tatapan sinis nada pun hanya bisa melangkah mundur, tak disadari engela sudah keluar dari ruang rawat richard.
"Dasar wanita ja..." ucapan angela terpotong.
Nada langsung menutup pintu ruangan dan langsung menguncinya.. angela yang tak terima dengan perlakuan nada hanya mengoceh diluar dan terus mengetuk pintu namun tak dipedulikan nada.
Bram yang melihat perlakuan nada terhadap tuan dan nyonya oscar ditambah angela membuat bram tak bisa berkata kata bahkan ia tak mampu mengedipkan matanya saat ini..
"Bravo...bravo...(tepuk tangan)" ucap richard yang telah duduk di atas kasurnya.
"Bahkan sepagi ini hidup mu sudah sangat menjengkelkan... kau bahkan melanggar kontrak karna memeluk ku.." ucap nada santai yang sepertinya melupakan keberadaan bram.
Richard mendekati nada yang sedang minum dan memegang kedua bahu nada yang sedang minum.
"Bram, apa kau liat kehebatan kekasihku..?" Ucap richard
Nada yang mendengar perkataan richard pun sadar bahwa sedari tadi bram tidak beranjak dari posisi nya saat ini. Nada yang kaget tidak sengaja menyemburkan air dari dalam mulutnya ke wajah richard..
"Aku lupa tuan bram ada disini..." ucap nada yang tak merasa bersalah.
"Nadaa..."ucap richard kesal sambil mengelap wajahnya.
"Maa..maafkan aku... aku tak sengaja..." ucap nada
Nada yang spontan melihat wajah bossnya basah akibat ulahnya itu tanpa berfikir panjang langsung mengelap dengan tangan nya.
"Apa yang kau lakukan... hentikan dasar gadis kecil bodoh...!" Ucap kesal richard
"Aku membantu mu membersihkan semuanya tuan..." ucap nada yang masih mengelap wajah richard
Bram yang melihat tingkah laku kedua sejoli itu pun hanya bisa tertawa..
"Hahahahaha...." tawa bram pecah.
Richard dan nada yang mendengar tawa dari bram pun kesal dan memberhentikan aktifitas mereka kemudian kedua sejoli itu melihat sinis ke arah bram..
"HENTIKAN INI TIDAK LUCU..!"Ucap kompak nada dan richard
Membuat bram terdiam menutup mulutnya seketika dan mengangkat satu tangannya menunjukkan simbol OK dengan jarinya..
Nada Prov.
Seperti itulah kejadian pagi hari ini, richard memutuskan untuk kembali bekerja dan keluar dari rumah sakit walaupun tuan bram dan aku sudah melarang ia untuk keluar tapi itulah richard manusia keras kepala yang tetap bersi keras untuk keluar dari rumah sakit..
Aku dan tuan bram tidak bisa lagi membantahnya, akhirnya ia pun keluar dari rumah sakit tanpa istirahat ia langsung menuju perusahaan..
Semenjak kepulangan richard dari rumah sakit pekerjaan diperusahaan menumpuk dan banyak komtrak kerjasama yang tertunda sehingga richard disibukkan dengan pekerjaannya dan tak memiliki waktu untuk mengganggu ku lagi.. ya baguslah akhirnya aku memiliki waktu untuk menikmati hidupku..
●
●
●
Sebulan semenjak kejadian dirumah sakit aku menjalani kehidupan yang sangat normal tanpa ada gangguan sedikit pun dari boss ku yang menjengkelkan itu, bahkan ketika aku diminta untuk mengantarkan dokumen keruangannya richard hanya bersikap selayaknya boss biasa yang fokus dengan laptop dan dokumen dokumennya. tentunya hal ini membuat aku nyaman karna tak ada lagi yang mengganggu hidup..
Nada prov end
Nada yang saat ini sedang mengerjakan beberapa pekerjaan di mejanya mendengar telfon dimeja kantornya berbunyi..
"Hallo ada yang bisa saya bantu?" Sapa nada
"Keruangan saya sekarang! " ucap richard dan mematikan telfon nya.
Tok...tok...tok
"Masuk..!" Ucap richard pada nada
Nada pun masuk keruangan richard dilihatnya richard yang tengah duduk melihat dokumen ditangannya, kemudian mengisyaratkan nada untuk segera duduk dikursi kosong yang berada dihadapannya.. nada mengerti maksud richard dan segera duduk..
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Ucap nada
"Aku akan berikan kau tugas untuk presentasi minggu depan..." ucap richard
"A..apa? Tap..tapi.." ucap nada yang terkejut
"Tidak ada tapi, jadi hari ini kau bekerja diruangan ku saja aku akan membantu mu menyiapkan presentasinya..." ucap richard..
"Ba..baik tuan..." ucap nada yang tidak ingin membantah.
Saat ini nada dan richard sangat fokus mengerjakan presentasi untuk minggu depan, richard mengajarkan beberapa hal mengenai materi yang akan dipresentasikan nada minggu depan tanpa menolak nada memperhatikan serius apa yang dikatakan oleh richard.. walaupun sesekali nada terpesona dengan wajah tampan richard apalagi saat ini richard sudah tidak mengenakan jas nya, ia hanya memakai kemeja putihnya saja..
"Apa kau lapar?" Ucap richard memecahkan fokus nada yang sedang presentasi di leptopnya
Nada terdiam karna terkejut dengan pertanyaan richard yang mendadak... sampai akhirnya terdengar bunyi...
Brrrghhh... (bunyi perut lapar)
Richard yang mendengar suara itu pun tertawa sedikit sambil melihat nada yang sedang malu memegang perutnya.. muka nada memerah saat ini karna malu..
"Ma..maafkan saya.." ucap nada tersenyum pada richard
"Baiklah kita break dulu aja, kau ingin makan apa? Aku akan telfon bram untuk bawakan kita makanan..." ucap richard
"Benarkah?(antusias)" ucap nada tersenyum gembira
Richard mengambil ponselnya dan menelfon bram..
"Bram bisakah kau bawakan aku makanan sekarang?" Ucap richard
"Baik tuan.. anda ingin memesan apa?" Jawab bram
"Spageti yang seperti biasa saja bram...oh dan bawakan makanan juga untuk nada!" Ucap richard
"Nona nada ingin makan apa tuan?" Tanya bram
"Hey, kau ingin makan apa?" Tanya richard pada nada
"Aku.. a..aku, bisakah aku yang berbicara pada tuan bram?" Ucap nada
Richard memberikan ponselnya pada nada..
"Halo, tuan bram.." ucap nada
"Halo nona, nona anda ingin makan apa?" Tanya bram
"Maafkan aku tuan bram, bisakah anda membawakan saya burger big 2, cola, french fries 1, rice and chiken ball 2... ah jangan lupa ice cream vanila.." jawab nada
"Baik nona, akan saya bawakan.." ucap bram
"Terima kasih tuan bram..." ucap nada tersenyum dan mematikan telfonnya.
Richard yang mendengar nada memesan makanan yang sangat banyak hanya memasang muka terkejut dan sedikit tertawa..
"Kau yakin bisa makan semua itu?" Tanya richard
"Tentu saja.. aku biasa memakan semua itu.." jawab nada santai
"Ck.. gadis kecil yang rakus.." ucap richard
Nada hanya membalas ucapan richard dengan tatapan kesal dan kembali fokus dengan pekerjaannya, richard yang melihat tingkah sekretarisnya itu hanya tertawa kecil..
Kedua manusia itu kembali dengan fokus mereka masing masing..
Tok..tok..tok
Ketukan pintu membuyarkan fokus mereka..
Setelah mengetuk pintu bram memutuskan untuk masuk dan menyapa boss nya..
"Maaf tuan saya agak lama.." ucap bram memecahkan fokus richard dan nada.
"Tidak apa apa tuan bram.. (spontan langsung berdiri menghampiri bram) apakah anda menemukan makanan yang saya pesan?" Ucap nada tersenyum
"Iya nona, ini (berikan bungkusan pada nada)" ucap bram
"Waaww.. terima kasih tuan bram (tersenyum)" ucap nada langsung mengambil pesanannya tanpa memperdulikan boss nya itu, ia segera membuka bungkusan dan segera memakannya.
Richard yang melihat tingkah sekertarisnya itu hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit tertawa.
"Tuan ini pesanan anda.." ucap bram memeberikan pesanan richard
"Iya bram terima kasih.. apa kau sudah makan?" Ucap richard
"Sudah tuan, baiklah tuan saya akan kembali ke ruangan saya.." ucap bram memberi hormat dan pergi.
Nada dan richard menikmati makan siangnya, richard yang makan santai sambil melihat dokumen sangat berbeda dengan nada yang sangat fokus dengan makanannya bahkan ia terlihat seperti orang yang sangat kelaparan saat ini, membuat richard yang melihat kepadanya sedikit ilfil dan menggelengkan kepalanya..
"Memangnya kau sudah tak makan berapa lama?" Ucap richard membuyarkan fokus makan nada.
"Memangnya kenapa? Wajar saja aku sangat lapar tuan, semua isi kepalaku dan seluruh energi ku sudah ku tuangkan kedalam presentasi itu..." jawab nada yang masih dengan memakan makannya
"Ya.ya ya makanlah yang banyak.." ucap richard yang kembali dengan aktifitas nya..
Nada tidak peduli jika richard menjadi ilfil dengan nya karena porsi makannya yang banyak, bahkan sedikit pun ia tak malu menurutnya hal itu wajar dan sangat sering ia lakukan..
Tak lama kemudian makanan nada telah habis..
"Woahh enaknya.. perutku kenyang.. (mengusap perut) " ucap nada
"Ck.. dasar gadis kecil rakus.. " ucap richard
"Biarin aja... hmmm.. aku mengantuk.. hooaaammm(menguap) " ucap nada
"Hei apakah kau ini ular.. dasar.." ucap richard menggelengkan kepalanya
"Tuan apa aku bisa beristirahat? Aku sangat mengantuk..." ucap nada yang sudah menunduk dimeja dan menutup wajahnya
Richard tidak menghiraukan perkataan nada, ia hanya menoleh sangat terkejutnya ia tpyang telah melihat sekretaris kecilnya itu tertidur dimeja..
"Ck.. dia benar benar ular.." ucap richard dengan senyum nya melihat tingkah nada.
Nada pun terlelap dalam tidurnya...
Bersambung...