
Ice cream..
Keesokan harinya nada terbangun masih dengan posisi semalam, tubuh nada sangat lemas dan matanya bengkak akibat menangis semalaman.. ia pun berdiri dan segera mandi.. karna mengingat dia harus masuk kerja..
Nada telah siap dengan memakai kemeja berwarna biru dan rok abu abu serta rambut yang terikat dan make up yang terlihat natural..
ilustrasi style nada.
nada memulai langkahnya menuju mobilnya, saat keluar kamar dan menuruni tangga langkah nada terhenti..
"Maaf nona, sarapan telah disiapkan.." ucap jhon
"Tidak john, aku tak ingin makan.. oh iya dimana mereka?" Ucap nada
"Tuan dan nyonya telah berangkat ke amsterdam pukul 5 pagi tadi nona.." jawab john
"Baiklah.. lebih baik mereka tidak ada disini... aku berangkat dulu john.." ucap nada
"Baik nona hati hati dijalan.." ucap john dan memberi hormat.
Nada melanjutkan langkahnya menuju mobil yang telah terparkir di depan pintu utama rumahnya segera nada masuk dan melajukan mobilnya menuju kantor.
Hari ini nada sangat tidak bersemangat seperti biasanya, setelah sampai di kantor nada pun segera mengerjakan pekerjaannya..
Tak lama richard pun datang,seperti biasa semua pegawai langsung berdiri dan memberi hormat begitu pun nada yang menyadari kedatangan richard ia pun ikut memberi hormat..
Langkah richard terhenti di depam nada..
"Siapa yang menyuruh mu mengerjakan presentasi itu disini, kembali keruangan ku sekarang..!" Ucap richard kepada nada
"Baik tuan.." jawab nada tanpa bantahan
Richard melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh bram..
Setelah masuk dalam ruangan richard dan bram sedikit berbincang dan tak lama nada pun datang..
"Permisi tuan bisakah saya masuk.." ucap nada
"Masuk lah.." ucap richard
Nada pun menaruh dokumen dokumen dan leptopnya di atas meja yang biasa dipakainya untuk bekerja..
Richard yang melihat tingkah nada yang tak biasa nya pun heran, begitupun dengan bram yang ikut heran melihat tingkah nada yang tak bersemangat hari ini..
"Nada bisakah kau ambilkan dokumen ku pada manager roger..! "ucap richard
"Baik tuan.." ucap nada
Nada pun pergi ke ruangan manager roger, setelah nada pergi...
"Bram apa kau melihat matanya?" Tanya richard
"Sepertinya dia habis menangis semalaman tuan.." jawab bram
"Apa yang membuatnya seperti itu bram? Apa kau tau?" Ucap richard
"Mungkin karna kedatangan kedua orangtua nya tuan, saya membaca artikel tentang keluarganya tuan.." ucap bram
"Benarkah? Lalu kenapa dia menangis dan terlihat sedih bram?" Ucap richard
"Saya tidak tahu tuan, mungkin saja terjadi masalah keluarga yang membuatnya bersedih.." ucap bram
"Hmm.. begitu ya.. kira kira apa yang bisa ku lakukan untuk nya bram...?" Tanya richard
"Anda harus membuatnya bahagia tuan.." jawab singkat bram
"Apa kau bercanda bram? Bahkan untuk membuat diriku bahagia saja aku tidak tau lalu kau menyuruhku membuat gadis kecil itu bahagia.. aku tidak tau cara nya bram.." ucap richard
"Hahaha (tertawa) baiklah baiklah maafkan aku tuan.. " ucap bram
"Apakah aku harus membawanya jalan jalan bram? Tapi sepertinya aku akan terlihat aneh dihadapannya.." ucap richard kebingungan
"Nona nada sangat menyukai ice cream tuan.. bagaimana jika anda memberikan dia ice cream.." ucap bram
"Benar juga tapi dari mana kau bisa tau dia suka ice cream bram?" Tanya richard
"Anda pernah menyuruh saya mendapatkan data data tentang nona nada tuan, dan dari data itu dikatakan nona nada sangat suka dengan ice cream tuan.." jawab bram
"Bagus sekali bram.. kau adalah sahabat terbaik ku.. kalau begitu cepat kau belikan ice cream dengan rasa kesukaanya..!" Ucap richard senang
"Tapi maaf tuan, saya tidak tahu rasa ice cream yang disukai nona nada.." ucap bram
"A..apa? Bagaimana bisa kau tidak tau bram... " ucap richard yang kembali bingung
"Tenang tuan aku akan segera menanyakan kepada nona nada rasa ice cream kesukaannya.." ucap bram
"Tidak tidak bram, dia akan mengira aku aneh karna menyuruhmu menanyakan rasa ice cream kesukaannya.." ucap richard
"Jadi tuan?" Tanya bram
"Belilah semua rasa ice cream di toko ice cream itu bram dan bawa semua ice cream itu kesini.." ucap richard
"Baik tuan.. kalau begitu saya akan pergi sekarang.." ucap bram
"Baik pergilah dan hati hati bram.." ucap richard
Bram pun pergi untuk membeli ice cream, setelah bram pergi richard kembali fokus dengan pekerjaannya.. tak lama nada pun kembali dengan membawa dokumen.
"permisi tuan.. ini dokumen nya.." ucap nada
"Baiklah letakkan saja diatas meja.." jawab richard yang fokus dengan dokumennnya..
Nada meletakkan dokumen itu diatas meja richard dan kembali fokus dengan pekerjaannya.. diam diam richard memperhatikan nada, tentu saja nada tidak menyadarinya..
10 menit
20 menit
Suasana ruangan sangat sepi nada fokus dengan pekerjaannya sementara richard yang saat ini duduk dimeja kerjanya tak bisa fokus dan sesekali melihat nada, gerakan richard tak bisa tenang dalam duduknya richard ingin memecahkan suasana sepi ini tapi ia tak tau harus seperti apa..
Richard memperbaiki posisi duduknya dan duduk dengan penuh wibawa..
"Uhukk..uhuk.." richard pura pura batuk
"Dia bahkan tidak peduli.. "gerutu batin richard
"Hey.. "panggil richard pada nada
Nada pun melihat ke arah richard dengan muka datar, richard yang melihatnya pun mengurungkan niat untuk mengacak nada berbicara..
"Ti..tidak jadi.. " ucap richard
Nada pun kembali fokus dengan pekerjaannya..
"Wahh .. dia sangat berbeda hari ini, entah apa yang terjadi padanya semalam sehingga dia bisa begitu sedih hari ini.." ucap batin richard
Richard pun mengirim pesan pada bram..
DALAM CHAT
"hey bram, kau dimana?"-richard
"Aku sedang di kedai ice cream tuan.."-bram
"apakah masih lama?"-richard
"Pesanan ice cream nya baru saja selesai tuan, saya akan kembali sekarang tuan"-bram
"Baiklah.. dan cepat lah bram..!"-richard
"Baik tuan.."-bram
Richard pun kembali meletakkan ponselnya di meja dan melihat kembali nada yang masih tetap fokus..
"Nada.." panggil richard
"Iya ada yang bisa saya bantu tuan?" Jawab nada
"Bisakah aku meminta mu untuk mengambilkan dokumen pada manager roger lagi dan membuat kan ku kopi ?" Ucap richard
"Baiklah.." ucap nada tanpa bantahan
Nada pun pergi dari ruangan untuk melakukan perintah dari bossnya itu.. richard pun berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mundar mandir..
Tak lama bram pun datang..
"Akhirnya kau datang juga bram.. cepat letakan ice cream itu dimeja kerja nya.." ucap richard
"Baik tuan..." ucap bram
Bram meletakkan semua ice cream yang dibelinya di meja yang dipakai nada untuk kerja..
"Sudah tuan.." ucap bram
"Baiklah.. terima kasih bram, kembalilah keruangan mu.." ucap richard
"Baik tuan saya permisi.." ucap bram
Bram meninggalkan ruangan richard dan kembali ke ruangannya, richard pun segera duduk dikursinya dan berpura pura fokus dengan pekerjaannya..
Nada pun tiba..
"Tuan, ini dokumennya dan kopi yang anda pesan tuan.." ucap nada
"Ah.. iya terima kasih letakan saja di meja.." ucap richard yang pura pura fokus dengan dokumennya
Nada meletakkan dokumen dan kopi di atas meja richard dan kembali melangkah ke meja kerjanya..
Nada terkejut melihat ice cream yang sangat banyak diatas mejanya..
"Woaahhhh... benarkah ini? Apa ini mimpi? Apa ini untuk ku? "Ucap nada terkejut dan senang
Richard yang tengah berpura pura fokus dengan pekerjaannya pun tersenyum melihat gadis kecilnya terkejut dan sangat senang..
"Apa semua ice cream ini untuk ku? Lalu bagaimana semua ini bisa disini? Siapa yang memberikannya? Ucap nada
Nada pun tersadar dan melihat kearah richard yang sedang fokus dengan dokumen dihadapannya.. nada melangkah mendekati richard..
"Apakah semua ini anda yang memberikannya ?" Tanya nada
"Makan lah semua itu untuk mu..!"jawab richard
Benarkah? Wahh terima kasih..." ucap nada senang
Nada pun segera melahap ice cream yang tersedia untuknya dengan penuh hati, nada pun menjadi gembira kembali rasa sedihnya telah terlupakan dengan adanya ice cream yang diberikan oleh richard..
Richard pun ikut senang melihat gadis kecilnya telah kembali, richard terus memperhatikan nada yang memakan ice cream..
"Syukurlah.. dia telah kembali.." ucap batin richard dan senyum yang terbit diwajah tampannya
Richard beranjak dari tempat duduknya dan melangkah mendekati nada, kini richard pun berdiri dihadapan nada..
"Apakah enak?" Tanya richard
"Tentu saja, kemari lah (menepuk sofa untuk duduk disebelahnya) dan rasakan betapa enaknya semua ice cream ini..!" Ucap nada
"Tidak perlu, aku hanya memastikan kau menyukainya.. apakah ada rasa yang tidak kau sukai? "ucap richard
"Kurasa semuanya sangat enak.." ucap nada
"Lalu yang mana rasa kesukaan mu.." tanya richard
"Ah.. aku sangat menyukai rasa vanila almond ini.. kemarilah kau harus merasakannya tuan!" Jawab nada
"Tidak perlu.. aku tidak terlalu suka makanan manis.." ucap richard menolak
"Ayolah kau harus merasakannya..!" Ucap nada
Richard melangkah kembali ke meja kerjanya, Nada segera berdiri dan menarik tangan richard secara tiba tiba nada berniat membujuk richard untuk duduk dengannya tapi hal itu membuat keseimbangan richard hilang dan akhirnya richard pun terjatuh di ikuti oleh nada yang tangannya juga tertarik oleh richard..
Akhirnya mereka berdua pun jatuh di sofa dengan posisi richard dibawah dan nada diatasnya, wajah mereka sangat dekat dan mata mereka saling menatap satu sama lain membuat keduanya membeku saat ini..
Bersambung..