my prince or my boss

my prince or my boss
episode 19



Masa Lalu Menyakitkan


Tatapan yang semakin dalam membuat keduanya membeku, entah apa yang dipikirkan oleh mereka saat ini, yang jelas saat ini keduanya saling terpesona dengan pemandangan dihadapan mereka..


Kriiingg...kringg... (ponsel richard berbunyi)


Suara dari ponsel richard membuat fokus mereka buyar, richard segera mengambil ponselnya dan beranjak dari duduknya untuk menjauh dari nada, sementara itu nada salah tingkah mencoba untuk bersikap baik baik saja seperti tak terjadi sesuatu nada melanjutkan makannya..


Tak lama richard kembali duduk disofa..


"Siapa yang telfon?" Tanya nada


"A..itu bram, dia menanyakan soal pekerjaan.." jawab richard


"Oohh.." ucap nada yang lanjut memakan pizza nya


Mereka berdua melanjutkan makan dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, richard mengatakan nada sudah saatnya pulang dan richard pun mengantarnya..




Sesampainya di depan rumah nada..


"Jangan lupa memberi makan junior kita..! Besok aku akan melihatnya lagi.." ucap nada


"Iya iya cerewet.. sudah sana.." ucap richard


Nada pun keluar dari mobil dan segera masuk kedalam rumah sememtara itu richard pun segera melajukan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.





Sinar matahari masuk di celah celah tirai jendela, seorang gadis telah terbangun dari tidurnya dengan meregangkan badannya tak lupa ia tersenyum dan beranjak dari tempat tidurnya untuk bersiap menuju kantonya.. siapa lagi kalau bukan nada..


Hari ini seperti biasa, nada mengikat rambutnya memakai atasan kemeja ungu dan rok pendek putih serta make up yang natural seperti biasanya, nada bergegas untuk berangkat..






Sesampai dikantor nada mengerjakan pekerjaannya, ditengah fokusnya telfon dimeja kerjanya berbunyi..


"Hallo.." sapa nada


"Keruangan ku! " ucap richard dan mematikan telfon


"Dasar.. sifatnya tetap saja seperti itu.." gerutu nada


Nada pun segera pergi menuju ruangan richard..


Tok..


Tok..


Tok..


"Masuklah.." perintar richard


Nada pun masuk..


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya nada


"Iya, bisakah kau mencarikan ku dokumen tentang proyek pembangunan departemen store.." perintah richard


"Baik tuan.." jawab nada


Nada pun segera mencari apa yang diminta oleh richard dan segera kembali keruangan richard setelah ia mendapatkannya..


"Permisi tuan, ini yang anda minta.." ucap nada


"Baiklah.. taruh saja disitu..! " perintah richard


Nada menaruh dokumen itu diatas meja richard..


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan.." ucap nada


Perkataan nada hanya di jawab anggukan oleh richard, nada segera keluar dari ruangan richard. Nada merasa aneh dengan sikap richard pagi ini, sudah lama sekali dia tidak sedingin ini kepada nada..


Nada pov


Aku berjalan keluar dari ruangannya, entahlah.. perasaan ku mengatakan ada yang aneh dengan richard, sudah sangat lama richard tidak sedingin ini kepadaku.. apa yang terjadi? Semalam sepertinya aku tidak melakukam kesalahan apapun, semenjak dia membersihkan wajahku malam itu sepertinya dia menjadi dingin.. ada apa.?


Ah.. sudahlah.. tidak peduli, aku lanjut kerja saja.. agar bisa cepat pulang dan beristirahat.. hari ini pekerjaan tidak terlalu banyak mungkim aku bisa menyelesaikan nya sebelum jam makan siang..


Nada pov end


Nada kembali fokus dengan pekerjaannya, benar saja richard tampak sibuk dengan jadwal rapatnya hari ini bahkan dia sangat jarang berada di kantor.. nada pun tidak peduli kemana boss nya pergi difikiran nya hanya pulang dan istirahat..


Kringgg...kringg.. (ponsel nada berdering)


"Haloo.." sapa nada


"Apa kau akan datang?" Ucap albert


"Al..albert.." ucap nada terkejut


"Ya.. ini aku.." ucap albert


"Bisakah kau tidak mengganggu ku walau hanya sebentar saja?" Ucap kesal nada


"Tentu saja tidak bisa.. cepatlah aku menunggu mu disini..! Jangan membuat kesabaranku menghilang.." ucap albert


"Baiklah, aku akan kesana.. Dasar makhluk astral.." ucap nada kesal


"Hey.. apa kau bilang tadi......" ucapan albert terpotong


Nada langsung menutup telfon dan segera pergi ke cafe xx untuk menemui albert disana karna kebetulan saat ini sudah waktu jam makan siang..


Nada mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan perusahaan..





■cafe xx■


Nada memasuki cafe dan mencari keberadaan albert, dilihatnya albert yang sedang duduk didekat jendela, nada pun menghampirinya dan langsung duduk dihadapan albert..


"Sudah datang.." sapa albert dengan senyum manisnya


"Hentikan basa basi mu itu..! Dan cepatlah aku sedang sibuk.." ucap ketus nada


"Oke..oke nona nada, tapi sebaiknya kita harus memesan makanan terlebih dahulu.." ucap albert


"Ck..terserah mu saja.." ucap nada


Albert memanggil pelayan, salah satu pelayan menghampiri meja mereka dan memberikan menu cafe..


"Saya coffe latte dan pasta saja.." ucap albert


"Saya air mineral saja.." ucap nada


"Baik, silakan ditunggu tuan.. nyonya.." ucap pelayan dan pergi


"Sudah lama tidak bertemu.." ucap albert


"Ck.. hentikan omong kosong mu itu.." ucap nada


"Sudah kuduga, kau pasti tidak mengetahuinya.. hmm, akui saja.." lanjut albert


"Hey.. aku bahkan belum menjawabnya.. aku tau jawabannya.." ucap nada


"Benarkah? Lalu apa yang tidak bisa ku beli dengan uang ku?" Tanya albert


"Mudah... Oksigen.." jawab nada


"O..oksigen?" Tanya albert bingung


"Ck..ck.. kau ini memang bodoh ya.. karna kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan oksigen dan semua orang bisa mendapatkan oksigen baik yang memiliki kekuasaan atau tidak semuanya memilikinya.." jawab nada yang sedikit sombong


"Kau benar.. aku bahkan tidak berpikir kearah situ.." ucap albert takjub


"Baiklah.. apa kau bisa melepaskan ku sekarang? " ucap nada


"Tentu saja.. aku tidak akan mengganggu mu lagi.." ucap albert tersenyum


"Baiklah kalau begitu.. aku akan pergi sekarang .." ucap nada dan beranjak dari tempat duduk


Saat nada ingin melangkah meninggalkan albert tangan nada ditahan oleh albert..


"Tunggu nada.." ucap albert


Tapi diwaktu yang sama seorang pria memegang tangan nada yang satu nya lagi, membuat nada terkejut dan melihat kearah pria itu..


"Ayo kita pergi.." ucap richard


"Ri..richard.." ucap nada terkejut..


♤FLASHBACK ON♤


kedua pria tampan memasuki sebuah kafe.. ya mereka adalah richard dan bram yang berniat untuk makan siang sepulang dari meeting dengan perusahaan lain..


"Tumben sekali,.. kita makan disini richard.." ucap bram


"Aku melihatnya di IG jika tempat ini memiliki makanan yang enak bram.." ucap richard


"Benarkah? Kalau begitu kita harus mencobanya.. tapi sepertinya sangat ramai disini.." ucap bram


"Iya sangat ramai.." ucap richard


"Ah.. itu ada tempat didekat jendela (menunjuk ) "ucap bram


"Baiklah.. kita duduk disana saja.." ucap richard


Bram dan richard pun melangkah menuju tempat yang kosong didekat jendela, tanpa sengaja mereka melihat nada dan albert, richard melihat albert yang saat ini memegang tangan nada..


Tanpa berpikir panjang richard segera menghampiri mereka dan memegang tangan nada yang satunya lagi..


"Ayo kita pergi.." ucap richard


"Ri..richard.." ucap nada terkejut


♤FLASHBACK OFF♤


Saat ini posisi nada berada ditengah kedua pria yang sama sama memegang tangannya, entah mimpi apa nada semalam hingga mendapatkan situasi seperti ini, kedua pria tampan dan memiliki kekuasaan besar sedang merebutkannya.. nada melihat kedua wajah pria itu yang saat ini sedang bertatapan satu hal yang nada tau bahwa tatapan mereka seperti tatapan penuh kebencian satu sama lain..


Wajah albert dan richard sama sama tampak kesal dan marah entah apa yang dipikiran mereka saat ini, genggaman mereka terhadap tangan nada pun semakin kuat seakan tidak membiarkan nada untuk pergi..


Richard pun menarik tangan nada dan membawa nada pergi dari cafe itu.. richard menyuruh bram membawa mobil nada kekantor, sementara nada menaiki mobil richard, dalam perjalanan ke kantor richard dan nada hanya diam, sesekali nada melihat richard yang sedang menyetir wajahnya sangat kesal tatapannya begitu tajam saat ini, entah apa yang akan dilakukan richard setelah sampai dikantor..


Sesampai dikantor richard dan nada keluar dari mobil, richard langsung menggandeng tangan nada ia tak peduli karyawan kantor melihat mereka.. nada terus ditarik richard menuju ruangannya..


"Richard hentikan.. bisakah kau melepaskan ku? Tangan ku sudah sakit ditarik olehmu..." ucap nada memohon


Richard tidak menghiraukan nada, dia terus menarik nada hingga keruangannya, dan akhirnya mereka didalam ruangan richard.. richard mendudukan nada dikursi.. dengan kesal richard melepas jas nya dan dasinya..


Nada yang melihatnya hanya bisa terdiam, kali ini nada merasa richard benar benar marah padanya..


Richard melangkah mendekati nada yang sedang duduk, richard membungkukan badannya menaruh kedua lengannya di samping kursi sehingga nada terkurung diantara kedua lengannya, richard menatapnya dengan tatapan tajam, nada hanya terdiam dan melihat wajah kesal richard..



"Apa yang kau lakukan dengannya?" Tanya richard kesal


"A..a..aku.." jawab nada takut


"Apa yang kau lakukan dengannya? " bentak richard membuat nada semakin takut


"A..a..aku..aku.. hanya.. ber..bertemu dengannya.." jawab nada terbata karna ketakutan


"Sudah ku bilang.. KAU ADALAH MILIK KU.. jangan biarkan siapapun menyentuh mu..! " bentak richard


Richard pun beranjak dari posisinya dan membelakangi nada..


"Keluar..!!" Ucap richard


"KELUAR DARI SINI..!! " bentak richard


Bentakan richard membuat nada sangat takut hingga meneteskan airmatanya, nada pun segera keluar dari ruangan richard..


Setelah nada keluar, richard memukul meja kerjanya dengan penuh amarah dan mengacak rambutnya richard benar benar hilang kontrol saat ini.. ia benar benar marah..


Disisi lain..


Nada yang barusan keluar dari ruangan richard pun mencoba untuk memberhentikan tangisannya, nada mengelap setiap tetesan airmata yang jatuh dari mata indahnya..


"Nada.. " panggil bram


"Tuan bram.." ucap nada


"Ikutlah dengan ku.. ada yang ingin ku beritahu.." ajak nram


"Baiklah.." jawab nada


Nada pun mengikuti bram, bram dan nada pergi ke cafe didepan kantor.. setelah sampai mereka segera duduk dan memesan minuman.. bram memberikan tisu kepada nada..


"Menangislah.." ucap lembut bram


Tangisan nada pun pecah, nada yang saat ini menangisi rasa takutnya dan rasa kecewa nya terhadap richard yang sangat keterlaluan memperlakukannya, nada merasa richard benar benar tidak menghargai nya dan benar benar mengganggap dirinya adalah sebuah mainan..


"Maafkan richard.." ucap lembut bram


"Kenapa aku harus memaafkannya?" Tanya nada


"Karna richard pun sama takutnya dengan mu saat ini.." jawab bram


"M..maksudnya?" Tanya nada.


"Dia hanya takut kehilangan mu.. dia seperti itu karna suatu alasan.." jawab bram


"Takut kehilangan? Tidak mungkin.. selama ini dia hanya menganggap ku mainannya.." ucap nada


"Tidak nada, dia sangat menyayangi mu hanya saja.. dia tidak tau harus melakukan apa.. mangkanya dia sangat takut kehilangan mu.." ucap bram


"Semua itu tidak masuk akal.. dia sangat mengekang ku.. jika dia menyayangi ku dia tidak akan keterlaluan seperti ini.." ucap nada


"Dia punya alasan nada.." ucap bram


"Apa alasannya?" Tanya nada


"Dia mungkin tidak semarah ini.. jika pria yang bersama mu tadi bukanlah albert.." jawab bram


"Memangnya ada apa dengan albert? Ada apa dengan mereka?" Tanya nada


"Richard sangat membenci albert...... 6 tahun lalu richard memiliki seorang kekasih yang dicintainya.. tapi hubungan mereka kandas karna orang ketiga..... orang itu adalah albert.. richard menemukan albert sedang bermesraan dengan kekasihnya di apartemen milik albert... dulu richard dan albert adalah sahabat sejak kecil mereka sangatlah akrab.. tapi karna hal itu terjadi mereka pun saat ini saling membenci.. mangkanya ketika melihat mu bersama dengan albert tadi dia sangat marah.. "jawab bram


"Sekarang aku mengerti kenapa dia semarah ini.. lalu apa yang harus aku lakukan tuan bram? " tanya nada


Bersambung...


HAPPY..... NEW......YEAR......