
Spontan..
Richard yang melihat nada telah tertidur pun membiarkannya, richard kembali fokus dengan pekerjaannya..
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, richard tersadar setelah melihat jam ditangannya dan melihat ke arah nada yang masih terlelap dalam tidurnya.
Tok..
Tok..
Bram masuk dalam ruangan..
"Maaf tuan, apa tuan akan kembali kerumah sekarang?" Ucap bram
"(Melihat kearah nada) apa yang harus ku lakukan dengan gadis kecil ini bram?" Ucap richard
"Bagaimana jika kita bawa ke pulang saja tuan?" Ucap bram
"Hmmm... ide bagus, baiklah biarkan aku menggendongnya.. (beranjak dari duduk nya dan menggendong nada) bram bawakan barang barangku dan gadis kecil ini.." ucap richard yang sudah menggendong nada ala bride style yang kini sudah keluar ruangan menuju mobil diikuti oleh bram..
Untung saja saat ini seluruh pegawai telah pulang, perusahaan tampak sepi jadi richard pun tak perlu kawatir tentang pandangan orang..
"Dia bahkan tidak bangun saat aku menggendongnya.. dasar gadis kecil.. untung saja kau memiliki boss seperti ku yang tidak nakal..." gerutu richard sambil menggendong nada
Sesampai diluar gedung perusahaan, mobil mewah richard telah terparkir, bram segera membuka pintu bagian belakang untuk richard, richard pun mendudukan nada di dalam mobil nya dan nada masih hanyut dalam tidurnya, richard menutup pintu mobil dan memegang pundaknya..
"Gadis ini kecil tapi tubuhnya sangat berat.." gerutu richard yang langsung masuk kedalam mobil lewat pintu sebelah.
Bram yang mendengar keluhan bossnya itu hanya tertawa kecil dan masuk dalam mobil, bram melajukan mobil itu menuju rumah richard.
■Rumah Richard■
Mobil mewah richard pun telah sampai di rumah, bram dan richard keluar dari mobil, richard kembali menggendong nada yang belum terbangun..
Kedatangan richard disambut oleh seluruh pelayan dirumah itu, para pelayan menunduk memberi hormat..
"Smith, tugaskan pelayan wanita untuk menggantikan pakaian gadis ini..!" Ucap richard kepada kepala pelayan
Para pelayan yang mendengar perkataan majikannya itu terkejut, karna baru pertama kali majikannya membawa seorang wanita pulang kerumah..
"Baik tuan.." jawab smith
"Bram berikan tasnya kepada pelayan saja, biarkan mereka yang membawa ke kamar dan kau pulanglah untuk beristirahat.." ucap richard.
"Baik tuan (memberikan tas nada ke pelayan wanita) saya permisi.." ucap bram dan segera pergi.
Richard melanjutkan langkahnya menuju salah satu kamar dirumahnya, kamar itu adalah kamar khusus tamu, richard menidurkan nada di tempat tidur dan menyelimutinya..
"Tidak bisakah kau tidak menyusahkan ku sehari saja..." gerutu richard sambil melihat wajah polos nada.
Richard tersenyum melihat nada yang saat ini sedang tertidur, rambut nada menutupi wajah richard yang melihat itu pun tak membiarkannya ia segera menyingkirkan rambut itu dari wajah nada, dilihatnya wajah nada yang sangat jelas membuat richard tak bisa hilangkan fokusnya saat ini..
"Dia sangat cantik.." ucap batin richard
Tanpa disadari tangan richard bergerak dan berniat untuk mengelus wajah nada yang tengah tertidur tapi tiba tiba..
Tok..
Tok..
Ketukan pintu menyadarkan richard, ia segera berdiri dan membuka pintu.. dilihatnya dua pelayan wanita yang membawa pakaian baru untuk nada.
"Maaf tuan, kami ditugaskan untuk menggantikan pakaian nona yang ada didalam.." ucap pelayan wanita
"Kalau begitu kerjakan lah.." ucap bram dan langsung pergi ke kamarnya.
Kedua pelayan itu memberi hormat kepada richard dan langsung masuk ke kamar nada untuk menjalankan tugas mereka.
■kamar richard■
Richard pov..
Entah apa yang kurasakan saat ini, jantung ku berdetak cepat membuat ku sedikit sesak.. aku yang tengah duduk diatas tempat tidur pun terus memegang dadaku, rasanya sangat aneh..
"Apa besok aku harus ke dokter?" Tanya richard pada diri sendiri
"Ada apa dengan dadaku (mengelus dada)" ucap richard pada diri sendiri
Bayangan wajah gadis kecil yang sedang tertidur tadi melintas di fikiranku.., aku tak membiarkan bayangan gadis itu menetap lama difikiranku... aku herusaha menyadarkan diri ku sendiri..
"Sepertinya aku harus mandi.." ucap richard
Setelah selesai mandi aku memutuskan untuk bertemu smith dan menyuruhnya untuk menjaga gadis kecil itu untuk tidak pergi sebelum aku bangun..
Setelah bertemu smith, aku pun tidur walaupun jantung ku masih terus berdetak kencang.
Richard pov end
●
●
●
Pagi hari..
Richard masih tertidur pulas di tempat tidurnya sedangkan nada..
Cahaya matahari yang masuk dari celah tirai jendela membangunkan gadis yang tengah tertidur manis itu..
Nada membuka perlahan matanya, ia merasa badannya terasa segar sambil meregangkan tubuhnya mata nada pun terbuka lebar melihat ruangan asing yang saat ini ia tempati..
"Astaga.. ini dimana? Aku dimana? Tidak.. tidak.." ucap nada panik yang langsung membuka selimut nya dan melihat dirinya
Nada melebarkan matanya karna melihat ia saat ini telah memakai piyama tidur dan tak memakai pakaian kemarin..
"Apa yang terjadi? Kenapa aku pakai piyama? Apa yang kulakukan semalam?" Ucap nada yang semakin panik.
Nada langsung beranjak dari tempat tidurnya, mencari pakaian miliknya tapi tidak ditemukan..
"Baju ku dimana? Apa yang terjadi? Kenapa aku tak ingat apa apa? Apa aku dijual? Dasar nada bodoh" ucap nada yang kesal pada dirinya..
Nada membuka pintu kamarnya untuk mengintip, ia tak melihat seorang pun dan memutuskan untuk keluar kamar, nada berjalan sambil mengendap endap melihat sekitar tapi tak ada satu pun orang..
Sampai langkahnya terhenti di tangga, ia melihat kelantai bawah dan merasa takjub dengan rumah yang saat ini di pijak..
"Wooaaahh... rumahnya lebih mewah dari rumahku..." gumam nada melihat sekitar
Ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah, nada berjalan sambil melihat lihat sekitar sampai akhirnya ia dikagetkan oleh seorang pelayan..
"Selamat pagi nona.. sarapan telah dihidangkan mari saya antar..." ucap pelayan wanita
Nada yang kebingungan pun tetap mengikuti pelayan itu.. langkah nada terhenti saat memasuki ruang makan, ia melihat seluruh pelayan yang tengah berdiri menyambut kedatangannya dan fokus nada tertuju pada hidangan makanan yang sangat mewah dan banyak..
"Woaahh.." gumam nada.
"Selamat pagi nona.." sambut seluruh pelayan kepada nada.
Salah satu pelayan membukakan satu kursi untuk nada duduk, tanpa berkata nada pun duduk dan langsung menyantap hidangan yang tersedia..
"Enaknya..." ucap batin nada bahagia
Nada terus memakan hidangan dihadapannya itu sampai ia melupakan semua hal yang membuatnya panik sejak tadi..
■ kamar richard ■
Ponsel richard berbunyi..
Richard yang mendengar suara ponselnya pun terbangun dan langsung mengangkat telfonnya..
"Bicaralah.." ucap richard dengan sura serak
"Maaf tuan jika saya menganggu, klien dari australia sudah menetapkan jadwal rapat dengan perusahaan kita, pada pukul 10 pagi ini rapat akan dimulai tuan.." ucap bram
"Memang ini jam berapa?" Tanya richard
"Ini sudah pukul 9 pagi tuan.." jawab bram
"Baiklah 30 menit lagi aku akan sampai disana.." ucap richard
"Baik tuan.." ucap bram dan langsung mematikan telfonnya..
Richard pun telah beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mandi..
Setelah selesai mandi, richard memilih memakai setelan jas biru, kemeja putih dan sepatu birunya.. rambut yang telah tertata rapi.. richard pun telah siap, ia beranjak dari kamarnya menuju lantai bawah.
Ilustrasi style richard
Saat menuruni tangga richard mendengar keributan yang berasal dari pintu utama, tanpa basa basi richard menuju ke asal keributan itu..
Richard terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini, beberapa pelayan berusaha menahan nada yang memaksa untuk pergi, pelayan bersikap seperti itu karna perintah dari richard semalam sebelum ia tertidur, ia memerintahkan pelayannya untuk tidak membiarkan nada pergi sebelum ia bangun..
"Ada apa ini?" Ucap richard yang membuat mereka berhenti.
Nada pun membalikkan badannya melihat darimana asal suara itu, nada terkejut bahwa dihadapan nya adalah richard..
"Ma..maaf tuan.. kami..(terpotong)" ucap smith
Richard mengangkat satu tangannya yang berarti berhenti berbicara..
"Ikut aku.." ucap richard kepada nada
Richard melanjutkan langkahnya menuju mobil yang telah terparkir di depan pintu utama, tanpa membantah nada mengikuti kemana richard pergi..
■diperjalanan menuju perusahaan■
"Karna aku tak mungkin meninggalkan mu sendirian.." jawab richard
"Maafkan aku telah membuat keributan di rumah mu tadi.." ucap nada menunduk
"Memangnya ada apa denganmu? Kenapa kau ingin kabur?" Tanya richard
"Aa..i..itu aku pikir aku telah dijual.. mangkanya aku berusaha kabur.." ucap nada menunduk
♤FLASHBACK♤
Setelah selesai makan nada memutuskan untuk bertanya pada kepala pelayan yang telah berdiri dibelakangnya, nada pun berdiri dan menghampiri smith si kepala pelayan..
"Maaf... apa aku boleh bertanya?" Ucap nada
"Iya silahkan nona.." jawab smith
"Apa kau melihat pakaian yang ku kenakan kemarin?" Ucap nada
"Iya nona, pakaian anda telah selesai dicuci dan telah kami antar ke kamar anda.." jawab smith
"Terima kasih.. apa aku boleh bertanya lagi?" Ucap nada
"Iya silakan nona.." jawab smith
"Dimana tuan atau nyonya rumah ini?" Tanya nada
"Tuan sedang tidur nona.." jawab smith
"Wah kesempatan kabur nih.." ucap batin nada
"Baiklah kalau begitu, saya akan mandi dulu..." ucap nada
"Baik nona..." ucap smith
Nada pun pergi dari ruang makan dan segera kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap..
Setelah selesai nada kembali turun ke lantai bawah dan menuju pintu utama, dilihatnya banyak pelayan yang telah berdiri dan berjaga dengan langkah santai nya iya menuju pintu utama untuk pergi..
Pada saat nada ingin melangkah keluar, ia ditahan oleh beberapa pelayan..
"Maaf nona, anda tidak di izinkan untuk pergi.." ucap pelayan 1 menahan nada
"Tolong lepaskan..! Saya ingin pulang..." ucap nada sambil memberontak
"Maaf nona kami hanya mengikuti perintah..." ucap pelayan 2
"Aku..aku akan berikan kalian imbalan jika kalian melepaskanku.. " ucap nada
"Maaf nona, anda harus segera kembali ke kamar anda.. " ucap pelayan 3
Smith yang datang karna mendengar keributan di pintu utama sangat terkejut melihat gadis yang dibawa majikannya itu sedang memberontak..
"Maaf nona.. tuan telah memerintahkan untuk tidak mengizinkan anda pergi dari rumah ini sebelum tuan bangun..." ucap smith
"Heyy.. apa kalian tidak kasihan padaku? Aku bahkan tidak tau rumah ini milik siapa? Aku bahkan tidak tau siapa tuan kalian, jadi aku mohon biarkan aku pergi.." rengek nada
"Maaf nona.. " ucap smith
Smith memberi isyarat pada pelayan yang menahan nada untuk membawa nada ke kamarnya..
"Tidak..tidak tolong lepaskan aku..." ucap nada memberontak
Para pelayan masih tetap menahan nada yang semakin memberontak, entah apa yang saat ini dipikirkan nada.. saat ini di fikirannya hanya berfikir untuk segera pulang...
Nada saat ini telah membuat keributan di pintu utama yang membuat richard mendengar keributan itu dan langsung menghampiri mereka..
"Ada apa ini?" Ucap richard yang membuat mereka berhenti.
Nada pun membalikkan badannya melihat darimana asal suara itu, nada terkejut bahwa dihadapan nya adalah richard..
"Ma..maaf tuan.. kami..(terpotong)" ucap smith
Richard mengangkat satu tangannya yang berarti berhenti berbicara..
"Ikut aku.." ucap richard kepada nada
Richard melanjutkan langkahnya menuju mobil yang telah terparkir di depan pintu utama, tanpa membantah nada mengikuti kemana richard pergi..
♤FLASHBACK OFF♤
"Hahahahaha...(tertawa) bahkan jika aku menjual mu kau tidak akan laku dipasaran... badan mu itu terlalu kecil.. jika aku menjual mu yang bertubuh kecil ini mereka akan menyangka aku menjual anak dibawah umur.." ucap richard
"Hey.. ini penghinaan..." ucap nada kesal dan memalingkan wajahnya dari richard
Richard yang melihat nada yang kesal kepadanya hanya tertawa kecil melihat nada yang kesal padanya..
"Apa kau sudah mandi?" Tanya richard
"Tentu saja, bisakah tuan turunkan aku di halte bus didepan sana..." ucap nada
"Tidak, kau akan ikut aku untuk rapat dengan klien sekarang..." ucap richard
"Apa? Oh tidak.. bagaimana ini aku bahkan belum selesai menyelesaikan presentasi ku, kenapa anda tak memberitahu ku jika rapatnya dimajukan..." ucap panik nada
"Dasar bodoh... ini bukan rapat minggu depan, ini rapat yang lain.. kau hanya perlu duduk dan tulis poin penting saja.." ucap richard
"Tap..tapi apakah bisa aku kerumah untuk mengganti baju ku?" Ucap nada
"Tidak.. kita sudah tak ada waktu.." ucap richard
"Tap.. tapi pakaian ku yang ini sudah ku pakai kemarin.." ucap nada
Richard mengambil ponsel disaku nya dan menelfon bram
"Bram.. bisa kau siapkan pakaian untuk nada, dia akan ikut kita rapat hari ini..." ucap richard
"Baik tuan saya akan siapkan..." jawab bram
Richard mematikan telfonnya,
Pukul 9.30 richard dan nada sampai di perusahaan, kedatangan richard telah ditunggu oleh bram..
"Tuan, saya sudah siapkan semua nya diruangan anda.." ucap bram
"Oke makasih bram..." jawab richard
Richard melanjutkan langkahnya menuju ruangannya diikuti bram dan nada dibelakangnya..
■ruangan richard■
"Pakailah ini.. (memberikan bingkisan yang berisi pakaian pada nada) " ucap richard
"Baiklah..(mengambil)" ucap nada dan pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya.
Nada mengganti pakaiannya, kali ini yang membelikannya bram..
Nada pun mengganti pakaiannya, Saat ini penampilam nada terlihat lebih dewasa dan seksi.. dengan Kemeja putih dan rok berwarna biru yang sangat cocok dengan dirinya.. tak lupa kali ini ia mengikat rambut panjangnya itu..
Ilustrasi style nada
Setelah selesai nada segera kembali keruangan richard..
■ruangan richard■
Richard dan bram sedang berdiskusi beberapa dokumen yang akan dibahas ketika rapat nanti, mereka berdua sangat fokus..
Nada masuk keruangan richard..
"Aku sudah siap.." ucap nada
Perkataan nada membuat fokus richard dan bram buyar, mereka berdua melihat kearah nada..
Richard dan bram terpesona dengan gadis dihadapan mereka saat ini..
"Waw.. nona baju itu sangat cocok sekali untuk anda.." ucap bram
Mendengar perkataan bram, nada tersipu malu... beda dengan bram yang langsung memuji nada yang dilakukan richard hanya melihat dan tak berbicara apapun..
"Gadis kecil ini, selalu ada cara membuat ku terpesona dengan nya..." ucap batin richard..
Tentu saja richard yang diam itupun ikut terpesona dengan nada saat ini.. sayangnya fokus nya buyar ketika bram menepuk pelan pundaknya..
"Tuan.. ini sudah waktunya.." ucap bram
"Aaa.. i..iya ayo kita pergi.." ucap bram yang telah berdiri dan akan mengambil jas nya yang ia lepas tadi..
"Tunggu sebentar tuan..." ucap nada mendekati richard
Tanpa izin dari richard nada spontan memperbaiki dasi richard yang terlihat miring, tentu saja membuat richard membeku dan terdiam karna wajah nada yang sangat dekat dengan wajahnya..
Richard memperhatikan wajah nada yang sangat fokus memperbaiki dasinya itu..
Jantung richard berdetak cepat lagi dan nafas yang mulai terasa sesak.. namun hatinya sangat senang bisa melihat wajah nada saat ini..
"Gadis ini... kau harus tahan richard.... dia hanya gadis kecil.." ucap batin richard
Nada pun tanpa sadar melihat wajah richard.. dan saat ini mereka benar benar beratatapan sangat dekat..
Bersambung...