my prince or my boss

my prince or my boss
episode 15



Berdebar..


Tatapan yang semakin dalam membuat keduanya tak bisa lepas, richard melihat setiap inci wajah nada yang cantik dan manis, membuat richard tak bisa mengedipkan matanya dilihatnya bibir nada yang tampak indah tidak terlalu tipis dan tebal membuat adrenalin richard meninggi dan ingin segera mengecup bibir gadis kecilnya itu..


Sementara nada melihat spasang mata indah yang saat ini juga menatapnya, hidung yang mancung dan bibir yang sangat indah sangat jarang dimilki oleh pria membuat nada ikut hanyut dengan ketampanan wajah richard.


Tapi hal itu tak bertahan lama..


"Tuan.." ucap bram


Bram tiba-tiba masuk kedalam ruangan membuat kedua manusia itu tersadar dan sangat terkejut membuat mereka segera duduk tegap di sofa, nada membenarkan kemeja nya dan richard melonggarkan sedikit dasinya.. jantung keduanya berdebar kencang membuat mereka salah tingkah..


Bram yang melihat pemandangan manis itu melebarkan matanya dan segera menutup kembali pintu ruangan dan melangkah kembali keruangannya..


"Sepertinya aku telah melakukan kesalahan" gumam bram sambil melangkah menuju ruangannya.


Sementara itu..


Kedua manusia sedang salah tingkah dengan apa yang barusan terjadi kepada mereka..


"Mm... i..ini cobalah ice cream ini sangat enak..!"ucap nada dan memberikan ice cream kesukaannya.


"Ba..baiklah.." jawab richard mengambil ice cream dari nada


Richard memakan ice cream pemberian nada, dan richard menganggukkan kepalanya ketika merasakan ice cream itu..


"Bagaimana? Enak kan?" Tanya nada dengan perasaan senang.


"Iya ini enak, tidak terlalu manis.. sepertinya aku akan menyukainya.." jawab richard


"Benarkah.? Kalau begitu ice cream itu kurelakan untuk mu.." ucap nada dan tersenyum senang


Richard terpesona dengan senyum indah yang menghiasi wajah cantik nada dan richard membalasnya denga satu senyuman..


"Berjanjilah padaku untuk tidak bersedih lagi..!" Ucap richard


Perkataan richard membuat nada diam sejenak untuk mencerna perkataan richard tapi setelah itu nada melihat kearah richard dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum sangat manis, mereka berdua pun menikmati ice cream bersama sambil tertawa dan melupakan sejenak kesedihan maupun pekerjaan yang menumpuk...





Disis lain..


Disebuah ruangan yang terlihat seperti sekret tempat dimana orang orang tertentu berkumpul, terlihat beberapa pria tampan sedang duduk sambil mendengarkan lagu dan bermain billiard.. pria itu adalah albert dan kedua teman nya..


"Apakah kau yakin rencana mu akan berhasil?" Tanya alios


"Tentu saja.. besok dia akan datang padaku.." jawab abert dengan senyum smirk khasnya


"Apakah kau tidak keterlaluan? " ucap nathan


"Tentu saja tidak,. Aku sangat yakin dia akan bersujud padaku.." ucap albert


"Kita lihat saja seberapa lemahnya gadis kecil mu itu al.." ucap alios


"Aku pastikan kaliam akan melihat tontonan menarik besok.. dia pasti akan berlutut padaku.." ucap sombong albert


"Dasar pria sombong.." ucap nathan sambil tersenyum


"Hey al.. jika kau berhasil besok.. kau harus traktir kita yaa..." ucap alios


"semua bisa diatur, pilih saja tempat yang kalian inginkan.. besok setelah gadis itu berlutut padaku.. kita akan segera merayakannya.." ucap albert


Entah apa yang direncanakan oleh albert tetapi sudah sangat jelas bahwa albert sangat menginginkan nada berlutut dikakinya dan menuruti permintaannya untuk meninggalkan richard dan menjadi kekasihnya..


Albert adalah pria yang sangat ambisius, semua hal yang di inginkannya harus segera ia dapatkan.. semua disebabkan oleh perlakuan kedua orangtuanya yang menuruti keinginannya sejak kecil dan juga status pangeran yang membuatnya semakin leluasa untuk berbuat seseukanya.. albert akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang ia suka bukan karna cinta tapi hanya untuk dijadikan mainan nya..





■ruangan richard■


Semua ice cream telah dihabiskan oleh nada karna richard hanya menyukai satu rasa ice cream saja dan akhirnya nada dengan senang hati menghabiskan yang lainnya..


"Apa kau sangat menyukai ice cream?" Tanya richard


"Tentu saja, ice cream adalah penyemangatku.." jawab nada


"Bagaimana bisa? Itu kan hanyalah susu dan cream yang dibekukan? " tanya richard kepo


"Rasa manis dan dingin yang telah berpadu itu membuat pikiran orang yang memakannya menjadi tenang dan gembira.." jawab nada


"Benarkah?" Tanya richard


"Iya benar, saat aku sedih dan banyak masalah, aku selalu mencari ice cream dan memakan dalam jumlah yang banyak agar rasa sedih ku menghilang..." jawab nada


"Hal apa yang membuat mu sedih?" Tanya richard


Pertanyaan richard membuat nada melihat kearah richard dan segera menundukkan kepalanya..


"Itu.. bukanlah hal yang penting.." jawab nada dengan nada pelan


"Benarkah? Kalau begitu teruslah bersemangat seperti ini.. aku tidak suka jika kau bersedih..." ucap richard dan mengelus kepala nada


Richard pun beranjak dari duduknya bukan karna marah pada nada yang tidak bercerita kepadanya tapi karna jantungnya berdebar sangat kencang apalagi tangannya yang ikut spontan mengelus kepala nada.. richard melangkah menuju meja kerjanya dan memakai jas nya kembali


Nada yang tiba tiba mendapat perlakuan manis dari richard pun sangat terkejut dan bingung tetapi hatinya sangat merasa nyaman dengan perlakuan manis richard, nada yang mengetahui richard telah melangkah ke meja kerjanya pun melihat ke arah richard yang berdiri dan sedang memakai jas nya..


"Lanjutkan lah pekerjaan mu..! Jika sudah waktu pulang kantor.. pulanglah dan jangan tertidur disini..! Itu sangat merepotkan ku.. dan aku tidak akan kembali ke kantor karna aku akan rapat di luar.." ucap richard


Richard pun pergi dari ruangannya dan meninggalkan nada sendiri..


"Apakah dia memilki dua kepribadian? Baru saja beberapa menit dia sangat manis kepadaku kemudian baru saja dia kembali dengan sifat juteknya itu.." gerutu nada yang melihat richard telah pergi.


Karna perasaan nada yang sudah menjadi senang dan bersemangat ia pun melanjutkan pekerjaannya dengan sangat fokus..





Dalam mobil richard


Richard melonggarkan dasi nya dan mengatur nafas nya untuk menenangkan debaran yang kini menerpa jantungnya..


"Huuhh... aku bisa gila jika berlama lama dengan gadis kecil itu.." gerutu richard


Perkataan richard didengar oleh bram yang sedang menyetir, bram pun sedikit tertawa melihat kelakuan boss nya itu..


"Hey bram bisakah kau hentikan tawa mu itu! " ucap richard kesal


"Baiklah baiklah.. maafkan aku.." ucap bram


"Bisakah kau bersikap seperti biasa bram? Disini hanya kita berdua, aku sangat tidak tahan jika harus bersikap seperti seorang boss untuk mu.." ucap bram


"Baiklah baiklah aku akan jadi sahabat mu kali ini.." ucap bram


"Kau adalah sahabat terbaik ku bram.." ucap richard


Richard pun membuka jas dan dasinya.. richard yang saat ini sedang duduk dikursi belakang pun tiba tiba pindah ke kursi depan..


"Hey..hey apa yang kau lakukan? Kau bukan anak kecil lagi yang bisa seenaknya pindah tempat duduk! Kaki panjang milik mu itu akan mengenai wajah tampan ku..." ucap bram kesal


"Hahahaha.. (tertawa) lebih baik kau menjadi asisten ku saja bram, saat menjadi asisten kau sangat pendiam tidak seperti saat menjadi sahabat ku kau sangat cerewet.." ucap richard


"Sudahlah.. berhenti membahas itu..! Sekarang kita mau kemana?" Tanya bram


"Bagaimana kalo kita ke hotel? Aku sudah lama tidak tidur bersama sahabatku, terakhir kita tidur bersama hanya saat kita kecil saja.." ucap jahil richard


"Hentikan richard..! Kau sangat menggelikan..!" Ucap bram kesal


"Hahahah..(tertawa) baiklah baiklah kita ke club biasa saja lagipula hari ini jadwal rapat kan tidak ada.." ucap richard


"Oke lets gooo..." ucap bram


Bram pun melajukan mobil mereka menuju club langganan mereka, tentu saja club bintang lima yang sangat terkenal dijerman, setelah sampai mereka pun keluar dari mobil kemudian segera masuk kedalam club untuk mencari table dan memesan beberapa minuman..


Dentuman suara musik dan beberapa botol alkohol yang telah tersaji diatas meja kini menemani dua pria tampan itu.. sambil meneguk minuman mereka pun berbincang..


"Aku bertanya sebagai sahabatmu, apa kau jatuh cinta dengan nada?" Tanya bram


"kau yakin tidak menyukainya? Kau sangat peduli padanya hari ini.." ucap bram


"Ya.. i..itu hanya karna aku atasannya.." ucap richard


"Hahaha..(tertawa) benarkah? Kau sangat tidak adil.. aku sudah menjadi bawahan mu selama bertahun tahun tapi kau tak pernah memberikan ku ice cream.."ucap jahil bram


"Jika kau mau ice cream aku akan memberikanmu uang dan pergi belilah sendiri! " ucap richard


"Jika kau tidak menyukai nya, apa bisa nada untuk ku saja?" Ucap jahil bram


"Apa kau gila? Hentikan niat konyol mu itu bram.." ucap kesal richard


Bram sangat tahu bagaimana cara membuat sahabatnya itu jujur tentang perasaan karna itulah bram berpura pura meminta nada pada richard..


"kau kan tidak mencintainya, jadi aku boleh mengambilnya dari setelah kontrak kalian habis bukan?" Ucap bram


"Kau sangat menjengkelkan bram.." ucap kesal richard


"Ada apa? Apa kau jatuh cinta padanya?" Ucap bram


"A..aku iya aku sedikit mencintainya.." ucap richard terpaksa


"Hahaha(tertawa), akhirnya kau jujur juga.." ucap bram senang


"Hentikan mempermainkan ku bram..!! "ucap richard yang kini kesal setelah mengetahui sahabatnya mempermainkan dia


"Baiklah.. aku hanya ingin memastikan sahabatku ini masih menyukai wanita atau tidak.." ucap bram


"Hahaha.. yang benar saja bram, aku masih menyukai wanita.. dan masih normal.." ucap richard


"Hey.. kau sudah 6 tahun lebih menjomblo, jelas saja aku sangat kawatir kau akan terkena penyakit..." ucap bram tertawa


"Ha..ha.. apa kau sadar kau bahkan menjomblo lebih lama dari ku tuan bram..." ucap richard


Bram yang sedang tertawa pun tiba tiba terdiam karna mengingat ia yang lebih lama menjomblo dari richard...


"Hahahahah... sekarang siapa yang terkena penyakit..?" Ucap richard tertawa


"Hey, a..aku tidak berpacaran karna sibuk dengan pekerjaan yang selalu kau berikan..!" Ucap bram menyangkal


"Benarkah? A..kalau begitu aku akan membebaskan mu dari pekerjaan.. aku sangat takut jika sahabatku ini menjadi homo.." ucap richard


"Bukan nya bagus jika aku menjadi homo.. aku akan menjadikan mu kekasih ku.." ucap jahil bram


"Hentikan fikiran kotormu itu bram! " ucap richard


"Ada apa? Bukannya kau selalu mengajak ku untuk tidur bersama? Baiklah malam ini aku akan tidur bersama denganmu.." ucap jahil bram


"Jangan seperti ini bram.. kau sangat menjijikan.. " ucap richard


Bram yang melihat richard sudah sangat jiji dengan tingkah jahilnya itu pun tertawa puas..


"Dasar bodoh.." ucap richard tertawa


Tak lama candaan kedua sahabat itu pun berhenti karna kedatangan dua wanita cantik dan seksi yang menghampiri mereka..


"Tuan richard.. sudah lama sekali anda tidak berkunjung.." ucap wanita 1


"Kau juga tuan bram sudah lama sekali tidak kesini.." ucap wanita 2


Kedua wanita itu duduk disebelah richard dan bram, duduk dengan posisi menggoda bersadar di dada dan tangan yang memeluk pinggang..


"Long time no see mr. Richard" ucap wanita 1


"Aku sangat sibuk akhir akhir ini.." ucap richard


"Benarkah? Sepertinya kau kelelahan tuan.. apa kau butuh pijatan ekstra ku.." ucap wanita 1


"Pijatan ekstra..?" ucap richard


"Iya biarkan malam ini aku memainkan nya..(menyentuh bagian sensitif richard) " goda wanita 1


"Hey richard.. pergilah.. aku juga seperti akan sibuk malam ini dan jangan mengganggu ku.." ucap bram yang sedari tadi sudah tergoda dengan wanita disampingnya


"Kau pergilah dulu.." ucap richard


"Baiklah aku akan pergi.." ucap bram


Bram pun pergi dengan wanita itu menuju sebuah hotel untuk melampiaskan nafsu nya dan meninggalkan richard berdua dengan wanita satunya..


"Apa kau tidak ingin bermain malam ini tuan?" Ucap wanita 1


"Kalau begitu berikan aku pijatan ekstra mu.." ucap richard


Richard dan wanita itu segera pergi ke salah satu hotel untuk melampiaskan nafsu mereka..


Setelah kejadian 6 tahun lalu, richard sudah biasa melakukan hal ini..





Disisi lain..


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, nada masih berkutat dengan pekerjaannya..


"Sudah jam 9 (melihat jam tangan) aku harus segera pulang jika tidak pria itu akan memarahi ku karna tertidur disini.." ucap nada pada dirinya sendiri


Nada merapikan dokumen dan menutup leptopnya, nada bersiap untuk kembali kerumah.. setelah selesai berkemas ia pun melangkah menuju luar gedung dan masuk ke dalam mobilnya untuk segera kembali ke rumah karna dirinya sangat lelah saat ini..





Disebuah kamar hotel yang tertutup rapat, terdengar suara desahan yang bersautan dari seorang pria dan wanita yang kini berada diatas sang pria siapa lagi kalau bukan richard dan seorang wanita yang bertemu dengan nya di club..


Ya.. mereka berdua melakukan permainan romantis bersama, richard yang saat ini hanyut oleh godaan yang diberikan oleh wanita di atasnya kini, richard yang telah membuka matanya pun sangat terkejut dengan yang dilihatnya saat ini, wanita yang sedang menggodanya terlihat seperti nada gadis kecilnya, spontan richard bangun dari posisi tidurnya dan mendorong wanita itu sehingga menjauh darinya..


"A..ada apa tuan? Apa aku melakukan kesalahan?" Tanya wanita 1


Richard segera duduk dan memakai kemejanya, richard pun berdiri dan memulai langkahnya menuju pintu keluar..


"Tu..tuan.." ucap wanita 1


"Aku akan mengirimkan upah mu.." ucap richard dingin


Richard pergi dari hotel itu dengan mengendarai mobilnya sendiri..


■dalam mobil■


Richard yang tampak kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi itu, mengerutkan dahinya..


"Kenapa gadis itu tiba tiba muncul? Sial.. apa aku telah jatuh cinta kepadanya?" Ucap richard pada diri sendiri..


"Ini sudah hampir jam 10 malam (melihat jam tangan), apa gadis kecil itu sudah kembali kerumahnya.. apa aku harus mengirimi nya pesan..?" Ucap richard


Richard mengirimkan pesan kepada nada..


♤dalam chat♤


"Hey.. apa kau sudah dirumah?"-richard


"Iya aku sudah dirumah.."-nada


"Baguslah.. aku hanya ingin memastikan kau tidak akan membuatku repot malam ini.."-richard


Richard merasa lega karna sudah mengetahui nada telah dirumahnya, ia pun segera pulang untuk beristirahat..


Sementara itu diwaktu yang sama..


■kamar nada■


Nada yang sedang melihat ponselnya dan membalas pesan dari richard pun mengerutkan dahinya seperti sedang kesal dengan pesan yang dikirimkan oleh boss nya itu..


"Apa apaan pria ini mengirimi ku pesan hanya untuk memastikan aku tidak membuatnya repot malam ini, dia benar benar pria dengan dua kepribadian.. dasar pria yang aneh..


Semoga saja besok kepribadian nya berubah menjadi baik kepada ku.. sudahlah.. lebih baik aku tidur.." gerutu nada yang kesal


Nada pun bersiap untuk memulai mimpi indahnya malam ini, ia terlelap dengan cepat dan tak membalas pesan yang dikirim oleh richard..


Bersambung..