my prince or my boss

my prince or my boss
episode 21



First Kiss..


"Senangnya aku bisa berteman dengan mu.." ucap albert tersenyum


"Biasa aja kali.. tapi.. kau ga punya maksud terselubung kan? Atau ada rencana jahat lainnya yang akan kau lakukan terhadap ku? " tanya nada


"Tentu saja tidak.. aku benar benar tulus ingin menjadi teman mu..." jawab albert


"Kenapa kau ingin menjadi temanku? Yang ku tau kau sangat membenci ku dulu.." ucap nada


"Karena.... kau membuat ku sadar.. bahwa tidak semua hal bisa ku lakukan dengan mengatas namakan kekuasaan atau pun harta... jadi.. aku berfikir untuk menjadi pribadi yang lebih baik.. aku juga sadar bahwa semua manusia memiliki hak yang sama untuk hidup.. sementara... selama ini.. banyak orang yang telah ku renggut hidup ataupun kebahagiannya.. karna ambisi dan sifat ego ku.." ucap albert


"Aku percaya padamu... ayo semangat kita harus bersama sama menjadi pribadi yang lebih baik lagi.." ucap nada menyemangati albert


"Terima kasih karna sudah memaafkanku.." ucap albert tersenyum


"Baiklah.. apakah kita harus merayakannya?" Tanya nada


"Merayakan? Merayakan apa? Bukannya tidak ada yang ulang tahun?" Jawab albert bingung


"Dasar bodoh... hahahah ( tertawa).. maksudku, kita merayakan pertemanan kita ini.. gimana?" Ucap nada antusias


"Baiklah kalau begitu aku yang akan memilih tempatnya..." ucap albert


"Baiklah aku akan serahkan padamu... kalau begitu aku harus kembali bekerja waktu makan siangnya telah habis.." ucap nada


"Aa.. baiklah aku akan mengabari mu nanti.. " ucap albert


"Baiklah akan ku tunggu.. kalau begitu aku pergi dulu ya.." ucap nada beranjak dari duduknya


"Baiklah.. sampai jumpa.." ucap albert tersenyum ke arah nada


"Sampai jumpa.." balas nada dengan senyum indahnya.


Nada pun melangkah pergi meninggalkan albert yang masih duduk sambil melihat nada yang melangkah meninggalkannya, hati albert sangat senang saat ini membuat senyuman manis terukir diwajah tampannya.. begitu pun nada perasaannya pun senang karna albert tidak akan menjahili nya lagi.. albert memutuskan untuk pergi ketika nada sudah tak berada di kantin..






Disisi lain, sebuah ruangan yang penuh dengan beberapa orang dengan mengenakan setelan jas mahal yang saat ini sedang duduk melingkari meja rapat, tentu saja perhatian orang orang tidak luput dari seseorang yang baru saja memasuki ruangan, pria yang tampak gagah dengan setelan jas mahalnya serta wajah tampan nya yang membuat siapa saja yang melihat menjadi terpesona.. siapa lagi kalau bukan tuan richard walden oscar dan asisten setianya..


Richard dan bram pun duduk ditempat yang telah disediakan, setelah menghadiri acara lelang yang baru saja selesai richard memutuskan untuk langsung menuju tempat rapat yang diadakan oleh group william..


10 menit berlalu, rapat tak kunjung dimulai.. hingga sekretaris kepercayaan group william pun berdiri dan memberikan informasi terkait rapat..


"Mohon maaf, para hadirin yang telah hadir.. maaf kan kami atas keterlambatan mulainya rapat hari ini, seperti yang kita ketahui bahwa rapat tidak bisa dimulai apabila tuan albert william selaku CEO group william tidak berada ditempat.. beliau terlambat karna terjadi suatu masalah yang tak bisa ditunda, saat ini beliau sedang menuju kesini maka dari itu kami memohon agar para hadirin bisa mengerti atas keterlambatan mulai nya rapat ini.. terima kasih.." ucap sekretaris grup william


Semua orang diruangan itu pun mengangguk setuju dan menerima..




▪▪


30 menit kemudian, albert memasuki ruangan dan disambut oleh semua orang yang berada didalam ruangan dengan berdiri dan menunduk untuk memberi hormat, tapi tidak dengan seseorang.. ya.. orang itu adalah richard, richard masih tetap duduk dan menatap tajam albert yang kini menatapnya balik dengan tatapan yang sama.. entah dendam seperti apa yang telah tertanam didalam diri kedua pria itu.. suasana pun kembali normal dan rapat pun dimulai..






2 jam berlalu, rapat telah selesai dengan hasil bahwa group oscar lah yang mendapat kesempatan kerjasama dengan group william, semua orang pun berdiri dan bersalaman satu sama lain untuk berpamitan, hingga albert dan richard pun tak sadar bahwa saat ini mereka saling berhadapan dan melihat satu sama lain.. dengan senyum smirk dar kedua pria itu, mereka pun melangkah maju dan bersalaman.. tentu saja mereka melakukan itu untuk formalitas..


"Selamat atas keberhasilan anda tuan richard.." ucap albert


"Sama sama tuan albert.. semoga proyek kerjasama ini berjalan lancar.." ucap richard


Kedua pria itu pun selesai bersalaman, tanpa basa basi richard membalikkan badannya dan melangkah keluar ruang rapat dan bram mengikutinya tapi sebelum itu ia memberi hormat dengan menundukan kepalanya kepada albert..


□dalam mobil richard□


"Bram.. antar aku ke apartemen saja.. aku lelah.." ucap richard sambil menyandarka kepalanya.


"Baiklah.." jawab bram


Dalam perjalanan bram dan richard tidak banyak bicara, bram sangat mengetahui kondisi dar sahabatnya itu, karna itu bram tidak membantahnya dan menuruti permintaan richard..


Bram tahu bahwa richard masih terbawa perasaannya 6 tahun lalu, walaupun richard terlihat baik baik saja sekarang tapi bram sangat tahu betapa hancurnya diri richard semenjak kejadian 6 tahun lalu itu..


Sesampai di apartemen, richard menyuruh bram untuk kembali kerumahnya untuk beristirahat.. setelah itu richard pun masuk ke apartemennya.. saat didalam apartemen richard langsung membuka jas dan dasi nya..



Tingtong..


Tingtong..


Tingtong... (bunyi bell apartemen richard)


Karna mendengar bunyi bell richard pun beranjak dari duduknya berjalan ke arah pintu dengan sempoyongan.. richard pun membuka pintu dilihatnya nada yang sedang berdiri dan tersenyum..


"A..aku.. aku kesini untuk.." ucapan nada terpotong


Dengan sangat tibatiba richard mencium bibir nada, nada terkejut dengan perlakuan richard.. nada memberontak agar dilepaskan oleh richard tapi... itu tidak berhasil dan yang terjadi sebaliknya richard semakin mencium dan memeluk nada dengan erat.. tanpa tersadar tetesan airmata jatuh membasahi pipi nada, mata nada yang terbuka lebar itupun melihat richard menutup matanya tapi airmatanya keluar begitu saja..



"Apa yang terjadi?" Tanya batin nada.


Kini nada tidak peduli richard menciumnya, nada berhenti memberontak dan membiarkan richard menciumnya.. perlahan richard pun melepas ciumannya dan langsung memeluk erat nada..


"Jangan pergi..... kumohon..." ucap richard menangis


"Ap..apa yang terjadi richard?" Tanya nada


"Jangan seperti ini kumohon.. ini sangat sakit.." ucap richard menangis


"Jangan pergi.. tetaplah disini...!" Ucap richard menangis


"Baiklah aku akan tetap disini.. aku tidak akan pergi.. jadi berhentilah bersedih.." ucap nada


Namun ucapan nada tak dijawab richard, richard masih tetap memeluk nada sampai akhirnya nada melihat bahwa richard telah tertidur.. nada pun membopong richard masuk ke apartemen dan membawa ke kamarnya untuk ditidurkan..


Nada pun telah berhasil membopong richard ke kamar dan menidurkannya di tempat tidur..


"Aahhh.. dia sangat berat.. pinggangku sakit.. " ucap nada sambil melihat richard yang telah tertidur.


Saat nada ingin pergi, tangan nada ditahan oleh richard.. nada pun terkejut dan membalikkan badannya, melihat richard yang masih menutup matanya nada melihat wajah richard sangat gelisah seperti sedang bermimpi buruk..


Nada memutuskan untuk duduk di tepi tempat tidur untuk menemani richard dan memandangi wajah richard yang semakin gelisah, airmatapun jatuh dari mata indah richard yang membuat nada semakin penasaran apa yang membuat boss nya menjadi sangat lemah seperti ini..


"Apakah ada yang terjadi? Sampai dia harus mabuk seperti ini.." ucap batin nada


Nada terus memandangi wajah tampan richard sampai tak sadar nada membelai lembut wajah tampan richard.. tiba tiba tangan richard memegang tangan nada yang kini berada di pipinya..


"Aku mohon jangan seperti ini.. jangan tinggalkan aku.. ibu.." ucap richard yang mengigau.


"Ibu? " tanya batin nada


"Ibu ku mohon jangan tinggalkan aku... aku tak bisa hidup tanpamu.. aku mohon ibu.." ucap richard yang masih lelap dalam tidurnya


"Aku rasa dia memimpikan ibu nya.. aku tau betapa rapuh nya dia saat ini.." ucap batin nada


Nada tetap membiarkan richard menggenggam tangannya, nada pun tertidur dengan posisi duduk disamping richard dengan tangan yang dalam genggaman richard.





Pagi hari, sinar matahari memasuki celah celah tirai yang menutupi jendela yang membuat richard terbangun dan perlahan membuka matanya dan merasakan terdapat tangan diwajahnya masih dengan kepala yang pusing sehabis mabuk richard membuka matanya dan melihat nada yang tertidur begitu manis dengan posisi duduk disampingnya, perlahan richard mengangkat tangan nada yang berada di wajahnya..


"Apa gadis ini semalaman bersamaku? Masuk darimana dia? " tanya batin richard


Ingatan richard belum pulih sepenuhnya, tapi richard tidak peduli saat ini dia hanya ingin memandangi wajah gadis kecilnya yang tengah tertidur.. senyuman pun terukir diwajah tampan richard..


"Aku semakin ingin menjadikanmu milik ku nada.." ucap batin richard


Mata richard terus memandangi nada seperti ia tak ingin pemandangan dihadapannya itu berlalu begitu saja.. richard memperhatikan setiap inci wajah cantik nada..


Nada pun sedikit bergerak yang membuat richard mengetahui bahwa nada akan segera bangun, richard pun berpura-pura tidur richard tak ingin nada tahu bahwa sedari tadi richard memandangi wajah nada..


Nada pun tersadar, dan membuka matanya dilihatnya richard masih tertidur..


"Aahh.. aku ketiduran.. untung aja aku yang duluan bangun.. hmmmm... dia masih tertidur... " ucap nada pada diri sendiri.


"Aku akan membuatkan sup hangat untuknya agar mabuknya mereda.." ucap nada


Nada pun perlahan beranjak dari tempat tidur dan melangkah perlahan keluar dari kamar, sementara richard membuka satu matanya untuk mengintip gerak gerik nada yang kini telah keluar dari kamarnya.


Richard pun tersenyum bahagia entah sudah berapa lama ia tak merasakan perasaan bahagia seperti ini.. richard pun duduk dan memandang jendela sambil memegang dadanya yang kini berdegup kencang..



bersambung..