my prince or my boss

my prince or my boss
Episode 1



Nada satifa menuruni tangga menuju ruang makan.. terlihat beberapa pembantu sedang menantinya.. di lihatnya kue ulang tahun yang berucapkan selamat ulang tahun anak ku telah siap di meja makan. Nada yang saat itu melihatnya langsung lesu dan duduk dihadapan kue itu dan langsung meniup lilin nya..


"Nona selamat ulang tahun (memberikan nada hadiah) -john


"Ayolah john, aku bukan anak kecil lagi.. bilang pada mereka aku tidak butuh barang barang ini.." - nada


Nada yang kesal langsung pergi menuju kampusnya dengan membawa mobil kesayangannya. John adalah pelayan setia keluarga nada hanya terdiam dan melihat nona kecilnya pergi begitu saja.


nada satifa


aku mengendarai mobilku menuju kampus, aku kesal dan sangat kesal..


"bisa bisa nya mereka tidak ada saat ulang tahun ku. Apa pekerjaan itu lebih penting dari anaknya.." omelku didalam mobil .


Nada memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke kelasnya..


Di kelas nada bertemu dengan kedua sahabat nya gladies dan clara, nada mengenal mereka pada saat pindah kesini.. gladies dan clara adalah anak dari temannya ayah nada.


"Ada apa nad?" -gladies


"Aku kesel banget, dihari penting ku ayah dan ibu ku ga datang.." -nada


"Kasian.. udah ga usah di fikirin, gimana kalo kita pesta aja malam ini?" -clara


"Yaudah ayo kita pesta.." -nada


Tanpa berfikir panjang nada menerima ajakan dari clara, nada yang berfikir itu hanya pesta biasa dia pun hanya tenang tenang saja.. clara dan gladies akan menjemput nada saat jam 9 malam.


Kelas pun dimulai, semua bersiap untuk belajar.. Nada walaupun sedang kesal tapi dia tetap fokus pada mata kuliahnya hari itu.


.


.


.


Jam 9 malam..


Clara dan gladies menjemput nada, nada yang saat itu memakai dress tertutup keluar dari rumah nya kaget melihat kedua temannya berpakaian serba minim itu..


“ka..kalian kok..?” –nada


Nada ditarik oleh clara masuk kedalam mobil, mereka pun bergegas pergi.. dalam perjalanan nada penasaran akan dibawa kemana dirinya oleh kedua sahabatnya ini.


Ternyata mereka telah sampai.. ya sampai di club malam, nada yang kaget saat itu pun hanya terdiam mengikuti mereka, setelah masuk nada yang tak terbiasa dengan suara musik yang begitu keras hanya bisa menutup kupingnya, nada merasa tidak nyaman karena nada baru pertama kali masuk ke dalam club malam ini.


“guys.. aku udah siapin pesta ulang tahun untuk nada.”- clara


“pesta? Pesta apa??” –nada


Nada yang ditarik ke lantai dua oleh clara hanya bisa mengikutinya dan terdiam melihat sekelilingnya, nada sangat merasa tidak nyaman.


{{ Nada Satifa}}


Aku telah sampai dilantai dua, clara dan gladies mengajak ku masuk ke dalam ruangan yang isinya hanya sebuah kursi sofa yang sangat besar dan meja yang diatasnya sudah menyediakan minuman beralkohol, aku diajak untuk duduk dan aku menuruti mereka.


“nad, kamu ga perlu takut kok, kita ga akan jual kamu..(tertawa)” – clara


“iya clar, tapi kita mau ngapain sihh?”-nada


“udah kamu duduk dan liat aja nanti..” –gladies


“iya nad, ini hadiah yang kita udah siapin buat kamu..”-clara


“o..oke..” –nada


Clara tampak menghubungi seseorang lewat telfon, setelah menutup telfonnya clara pun tersenyum dan duduk di sebelah nada, saat ini nada berada ditengah..


Tok...


Tok...


Tok..


Pintu diketuk, beberapa pria bertubuh kekar dan ideal itu masuk kedalam ruangan, mereka tidak memakai baju hanya memakai celana pendek yang sangat ketat.. salah satunya membawa kue ulang tahun, mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nada..


Nada yang melihat itu sangat terkejut, hanya bisa terdiam melihat apa yang ada dihadapannya saat ini, tidak bisa mengedipkan matanya.. nada kali ini benar benar tidak menduga tahun ini dia mendapatkan hadiah seperti ini..


“selamat ulang tahun nada sayang.. (memeluk nada)”- gladies dan clara


“ma..makasih sa..sahabatku.. apa kalian yakin dengan hadiah ini?” –nada


“ya nada, aku sengaja menyewa 6 pria gigolo ini untuk mu, untuk hadiah mu, mereka adalah gigolo-gigolo paman ku yang paling spesial..”-clara


“ya nada, ayo ditiup lilinnya..” –gladies


“okee... lets party...”-gladies


...


...


{{nada satifa}}


Para gigolo itu mulai mendekat, aku melihat kedua sahabatku yang sangat menikmati permainan mereka.. aku dan dua orang gigolo ini hanya minum beberapa minuman yang telah terpampang dimeja.. aku yang mengalihkan perhatian dua gigolo ini agar tidak menggoda ku, aku hanya bersulang dengan mereka..


Kedua sahabatku sepertinya sudah lupa dengan keberadaan ku, aku sangat tidak nyaman sekarang aku ingin keluar dari sini.. minuman apa ini sangat tidak enak...


Kepalaku merasa pusing, sepertinya aku telah mabuk..


Aku keluar dari ruangan itu menuju toilet..


(dalam hati)


“aku sudah tak tahan lagi sekarang, oh tidak sepertiya aku mabuk.. aku terlalu banyak minum akibat gigolo itu.. dimana kamar mandinya..”


Aku pun masuk ke dalam toilet untuk mencuci muka ku..


.


.


.


Sepertinya mabuk yang nada alami sekarang bertahan lama, bahkan setelah mencuci mukanya dia masih tetap mabuk.. nada keluar dari toilet bermaksud untuk menuju keruangan itu lagi..


Tapi..


Setelah nada masuk, dia hanya melihat satu pria disana yang sedang duduk di sofa.. nada pun duduk disebelah pria itu..


“dimana kedua sahabatku? (mabuk)”-nada


Pria itu hanya melihat heran kearah nada..


“hey gigolo.. aku bertanya padamu.. dimana.. sahabatku?(mabuk)”-nada


“gigolo?”


“iya kau gigolo yang disewa sahabatku clara.. sudah ingat kan... sekarang dimana mereka?”-nada


“aku tidak tau.. hei nona sepertinya anda telah salah masuk ruangan..”


“salah masuk ruangan? Tidak mungkin.. hei gigolo aku itu anak yang pintar.. tidak mungkin lah aku lupa..”-nada


“apa bisa anda keluar sekarang nona?”


“jadi kau mengusirku? Bahkan dihari ulang tahunku seorang giolo pun mengusirku.. apa ini sungguhan?” –nada


“hei nona sepertinya kau harus keluar..”


“tidak.. apa kamu marah padaku karna tak bisa melayani ku wahai gigolo?” –nada


Pria itu hanya menatap heran gadis dihadapannya saat ini, tapi siapa sangka pria ini sepertinya telah tersihir aura kecantikan seorang nada satifa..


“baiklah sekarang kau boleh melayani ku..ayo cepat layani aku!! (menarik baju pria itu)”-nada


“hei nona, jangan seperti ini..”


“kenapa? Apa aku tidak cantik dan seksi? Ayolah tuan gigolo kamu bisa melakukannya sekarang..”-nada


Nada mendekatkan dirinya dan membisikkan sesuatu kepada pria itu..


“aku masih perawan loh..(berbisik)”-nada


Pria itu tersenyum mendengar bisikan dari nada dan langsung menarik senja di pangkuannya..


“baiklah jika kau memintanya tuan putri..”


Saat ingin mencium nada yang berada dipangkuannya, ekspresi nada menunjukkan hal lain sepertinya dia ingin.....


Uuwweeekkkkkk...(nada memuntahi pria dihadapannya)


“brengsek wanita ini..(melempar nada ke sofa)”


Nada saat itu langsung tak sadarkan diri..


Bersambung.....