my prince or my boss

my prince or my boss
episode 13



MILIK KU..


"Tuhan.. tolong aku.. bagaimana caranya aku bisa keluar dari situasi ini.." ucap batin nada


Albert terus memandangi nada dengan tatapan sinis, amarah terlihat jelas dimata albert..


"Gadis kecil.. kali ini kau tak bisa lepas dari ku.." ucap albert dan tersenyum smirk


"Ma..maafkan aku, waktu itu aku hanya salah orang.. maaf kan aku.." mohon nada pada albert


"Oh jadi kau sudah mengingatku? Kalau begitu bagaimana jika kita bermain sebentar nona nada satifa.." Ucap albert


"Aku mohon lepaskan aku.. maafkan aku.." ucap nada memohon


"Kau berhutang banyak maaf kepadaku dan juga kau membuat banyak kesalahan kepadaku.. hal itu cukup membuat ku kesusahan dari 4 bulan yang lalu nona nada.." ucap albert


"Kalau gitu maaf maaf maaf maaf.. aku mohon maaf kan aku.. apa itu sudah cukup.." ucap nada


"Masih belum cukup, aku akan memaafkan mu jika kau putus dari richard dan jadioh kekasihku.." ucap albert


"Apaa? (Terkejut) ba..bagaimana bisa? Aku..aku tidak bisa putus dari richard dan.. dan juga aku tidak mau jadi kekasih mu.." ucap nada


"Kenapa? Kau bahkan tidak mencintai richard kan? Semua sangat terlihat jelas dari mata mu.. richard hanya memanfaatkan hubungan kalian agar dia tidak menikah dengan angela.." ucap albert


Perkataan albert sangat membuat nada terkejut, karna semua yang dikatakan albert sangat benar dan nada pun hanya diam seribu bahasa..


"Benar kan? Jadi putus lah dengan richard.. itu adalah cara agar aku memaafkan mu.." ucap albert


Tiba tiba tangan nada ditarik oleh seseorang yang saat ini berdiri disamping nada, albert dan nada terkejut dan spontan melihat ke arah orang itu... siapa lagi kalau bukan richard..


"Sayang, aku sudah katakan tadi jangan terlalu lama di toilet! Ayo kita segera kembali ke kantor, ada rapat penting yang harus ku hadiri.." ucap richard kepada nada dan tak menghiraukan keberadan albert.


"Ba..baiklah.." jawab nada mengangguk


Richard pun memegang tangan nada sambil melangkah menuju ruang makan di ikuti nada, mereka meninggalkan albert sendirian..


Saat ini albert sangat kesal karna richard telah membawa nada, albert mengepal kuat tangannya..


♤flashback♤


Dimeja makan, richard yang tengah mengobrol dengan nicolas dan stella pun terus memikirkan nada yang sudah cukup lama berada di toilet begitu pun dengan albert.. richard pun mengambil ponsel disakunya..


"Maaf paman bibi, aku harus menelfon sekretaris ku dulu.. " ucap richard


"Baik.. silakahkan nak.." jawab nicolas


Richard pun meninggalkan ruang makan, richard hanya berpura pura ingin menelfon padahal ia ingin menjemput nada di toilet..


Setelah richard sampai ditoilet, ia melihat nada yang sedang disandarkan di dinding oleh albert.. richard melihat wajah nada yang sedang ketakutan tanpa berfikir panjang ia langsung menghampiri nada dan menarik tangan nada agar terlepas dari albert..


Saat itu difikiran richard hanyalah kesal karna ia melihat pemandangan yang sangat ia benci, richard hanya tak suka jika miliknya diganggu oleh orang lain..


Tanpa berfikir panjang richard segera menghampiri mereka dan menarik tangan nada agar menjauh dari albert.


"Sayang, aku sudah katakan tadi jangan terlalu lama di toilet! Ayo kita segera kembali ke kantor, ada rapat penting yang harus ku hadiri.." ucap richard kepada nada dan tak menghiraukan keberadan albert.


"Ba..baiklah.." jawab nada mengangguk


Richard pun memegang tangan nada sambil melangkah menuju ruang makan di ikuti nada, mereka meninggalkan albert sendirian..


♤flashback off♤


Richard masih memegangi tangan nada dan memasang wajah kesal tapi kali ini berbeda tidak satupun kata keluar dari mulut richard, richard hanya diam tentu saja hal itu disadari nada yang sesekali melihat wajah richard, nada pun tau kalau richard sedang kesal tapi juga merasa aneh karna richard tidak memarahinya seperti biasa..


■ruang makan■


Richard dan nada telah sampai diruang makan, mereka langsung memberi hormat pada nicolas dan stella dan richard masih terus memegangi tangan nada.


"Maafkan aku paman bibi, seperti nya aku dan nada harus segera kembali.. ada rapat penting yang harus aku hadiri.." ucap richard


"Yahh sayang sekali, padalah aku masih ingin mengobrol bersama nada kekasihmu.." jawab stella


"Maaf kan kami paman bibi.. lainkali kita akan bertemu lagi.." ucap nada


"Baiklah baiklah.. lainkali jika kami undang kalian harus datang yah.." ucap nicolas


"Baik paman, kalau begitu kami permisi dulu.." ucap richard yang memberi hormat dan di ikuti nada


(Note: hormat yang dimaksud membungkukkan badan ya..)


Richard dan nada pun pergi menuju mobil mereka, selama perjalanan menuju mobil richard hanya diam dan masih terus memegangi tangan nada, sampai akhirnya mereka sudah di depan mobil richard melepaskan tangan nada dan segera masuk kedalam mobil dan di ikuti nada.. richard pun melajukan kendaraan nya..


Selama perjalanan, mereka berdua hanya diam dan fokus dengan fikiran masing masing.. richard yang masih tetap diam membuat nada sedikit kebingungan karna richard setiap kesal selalu memarahinya tapi berbeda kali ini richard hanya diam..


"Ini sangat aneh, kenapa dia tidak berbicara sedikit pun padaku, biasanya dia cerewet.. ini aneh.. aku harus bertanya padanya.." ucap batin nada


Nada pun memberanikan diri untuk bertanya pada richard..


"Apa kau marah padaku..?" Tanya nada


Richard hanya diam..


"Baiklah, aku minta maaf tapi (terpotong)" ucap nada


Tiba tiba richard memberhentikan mobilnya, itu membuat nada terkejut.., richard pun membalikkan badannya dan menatap tajam nada.


"Kau adalah milik ku.. MILIK KU.. jadi jangan biarkan siapa pun menyentuh mu..! Ucap richard penuh penekanan disetiap katanya.


Nada yang melihat wajah sinis richard, tatapan tajam dan mendengar perkataan richard pun menjadi takut..


"Ba..baik.." jawab nada menunduk


Richard kembali ke posisinya dan kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan..


Kali ini nada sudah tak berani berbicara dengan richard lagi.. mereka pun kembali diam dan fokus dengan fikiran masing masing..


Sesampainya di perusaan, richard segera keluar dari mobil di ikuti oleh nada dibelakangnya mereka menuju ruangan CEO..


■ruangan CEO■


"Bram majukan semua jadwal rapat hari ini.. !" Perintah richard pada bram


"Baik tuan.." ucap bram


Bram segera mengkonfirmasi beberapa klien untuk memajukan jadwal rapat mereka yang masih 4 jam lagi menjadi sekarang..


"Tuan, mari kita keruang rapat.." ucap bram


Richard pun pergi dengan bram menuju ruang rapat, kali ini richard tak mengajak nada bahkan sedari tadi richard tidak menghiraukan keberadaan nada.. nada pun kembali dengan pekerjaanya, kali ini ia memindahkan semua pekerjaan presentasi nya yang ada didalam ruangan richard ke meja kerjanya..


Nada memulai pekerjaannya kembali..





Di sisi lain..


Disebuah club bintang lima, terlihat 3 orang lelaki yang tengah duduk dan beberapa minuman alkohol dihadapan mereka, mereka tengah berbincang.. mereka adalah Albert, Nathan dan Alios..


Albert sudah berteman lama dengan nathan dan alios semenjak mereka kecil mereka selalu bersama, tentu saja mereka bertiga sangat tampan, Nathan adalah pewaris tunggal keluarga Brasco yang saat ini menginjak posisi ke 3 keluarga yang berpengaruh dijerman setelah keluarga william dan oscar pada posisi 1 dan 2, keluarga brasco memeliki beberapa club malam mewah buntang lima dijerman sementara itu, Alios osaka blasteran jerman jepang ini adalah pewaris tunggal keluarga Osaka keluarganya berada di posisi 4 setelah keluarga nathan walaupun diposisi 4 keluarga osaka sangat berpengaruh di jepang..


"Ayolah albert dia hanyalah gadis biasa, sangat tidak pantas untuk kau perjuangkan.." ucap nathan pada albert yang tengah meneguk minumannya..


"Kau bahkan bisa dapat wanita yang lebih baik dari dia albert... ini tidak seperti dirimu kawan..!" Ucap alios dan meneguk minumannya.


"Hentikan albert, bahkan dia adalah kekasih richard.. apa kau akan memperparah perang dingin antara kalian berdua.." ucap nathan


"Aku tidak peduli nat, aku benci melihat wanita itu bersama richard, seharusnya dia adalah milik ku sejak awal.." ucap albert dan meneguk minumannya.


"Apakah masalah antara kau dan richard belum selesai ?" Tanya alios


"Hentikan menyebut namanya aku sangat benci dengannya.." ucap albert


"Jadi apa rencana mu untuk merebut gadis itu?" Tanya nathan


"Aku baru saja mendapatkan ide yang membuat dia mencari dan mendatangi ku.." ucap albert dengan senyum smirknya.


Mereka terus berbincang sambil meminum beberapa alkohol dihadapan mereka, bahkan saat ini mereka pun bermain dengan beberapa wanita di club itu..





Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, richard dan bram sedang dalam perjalanan menuju perusahaan..setelah selesai dengan rapat terakhir hari ini


■dalam mobil■


"Tuan bagaimana jika kita langsung ke rumah tuan ?" Tanya bram yang sedang fokus mengendarai


"Tidak bram, kita ke perusahaan saja..! Apakah gadis kecil itu sudah pulang bram?" Jawab richard


"Saya tidak tahu tuan, mungkin nona nada telah kembali karna ini sudah pukul 10 malam.." ucap bram


"Mungkin saja.. aku harus mengambil dokumen di ruangan ku bram.." ucap richard


"Baik tuan.." ucap bram


Richard dan bram pun menuju ke perusahaan..


Sesampainya diperusahaan richard dan bram segera menuju ruangan richard untuk mengambil dokumen yang tertinggal..


Setelah sampai dilantai 17 richard dan bram melangkah menuju ruangan CEO, richard dan bram terkejut dengan apa yang dilihat mereka saat ini..


"Gadis kecil ini.." ucap richard tersenyum


Mereka melihat nada yang sedang tertidur dimeja kerjanya..


"Sepertinya dia sangat lelah bekerja tuan..." ucap bram


"Iya bram, dia sangat kerja keras akhir akhir ini, aku jadi kasian memarahinya tadi..." ucap richard


"Apa yang harus kita lakukan? Apa anda akan membawanya pulang tuan?" Tanya bram


"Tidak bram aku tidak mau dia mengacaukan rumah ku lagi.." jawab richard


"Jadi apa kita membiarkannya tidur disini?" Ucap bram


"Tentu saja tidak bram... aku akan membangunkan nya.. ambilkan aku air bram..!" Ucap richard


"Baik tuan.." ucap bram dan segera mengambil air


Bram membawakan air dalam gelas..


"Ini tuan..(memberikan gelas berisi air)" ucap bram


Richard menerima gelas itu dan langsung mencipratkan air ke wajah nada, nada yang tengah tidur pulas menjadi gelisah karna air yang mengenai wajahnya..


"Apa ini.. hujan.. hujan..." ucap nada yang bangun mengusap wajahnya namun masih menutup matanya.


Nada perlahan membuka matanya, dilihatnya bram dan richard yang sedang memegang gelas berisi air. Nada menjadi kesal akibat perlakuan richard..


"Akhirnya bangun juga.." ucap richard


"Apa tidak ada cara lain untuk membangunkan selain menggunakan air... lihat lah wajahku dan baju ku kini basah akibat perbuatan mu.." ucap kesal nada


"Bram ambil dokumen yang ketinggalan diruangan ku dan kita akan segera pulang.." ucap richard


"Baik tuan.." ucap bram segera mengambil dokumen diruangan richard.


Nada masih kesal dan merapikan barang barangnya, ia pun beranjak dari tempat duduknya..


"Terima kasih tuan telah membangunkan saya.. (tersenyum paksa)" ucap nada memberi hormat pada richard dan segera pergi..


Richard yang melihat nada melangkah pergi pun hanya tersenyum sangat puas kali ini.. rasa marah richard hari ini pun hilang akibat wajah kesal nada yang menurut richard sangat menggemaskan..


Bram datang membawa dokumen dan menghampiri richard..


"Tuan, dimana nona nada?" Ucap bram yang tak melihat keberadaan nada


"Dia telah pergi bram, pergi dengan kesal.." ucap richard yang sedikit tertawa.


Bram yang melihat richard hanya menggelengkan kepalanya..


"Baiklah ayo bram kita pulang.." ucap richard dan melangkah pergi


Bram mengikuti richard, bram yang melihat richard tersenyum saat ini pun sangat senang karna baru pertama kalinya richard tersenyum semenjak kejadian 6 tahun yang lalu..





■rumah nada■


Nada yang telah sampai dirumah segera menuju kamarnya untuk mandi dan tidur karna ia saat ini sangat lelah, namun langkah nada terhenti karna apa yang terlihat dihadapan nya saat ini...


"Ayah...ibu..?" Ucap nada


Ayah dan ibu nada yang saat ini sedang duduk di sofa pun menyambut kedatangan nada dengan senyumanan..


"Kemarilah nak dan duduklah..! "ucap harry ayah nada


Tanpa menjawab nada langsung menuruti permintan ayahnya dan duduk dihadapan mereka berdua..


"Ibu sangat bangga padamu nak.." ucap laura ibu nada


Nada masih terdiam dan merasa bingung dengan perkataan ibunya..


"Apakah semua itu benar nak? Kau sedang menjalin hubungan dengan putra keluarga Oscar? Ayah mendengar nya sewaktu rapat di jepang minggu lalu.." ucap harry


"Iya nak, apakah itu benar? Jika benar itu sangat bagus untuk perkembangan perusahaan keluarga kita nak.." ucap laura


Mendengar perkataan dari kedua orangtua nya nada menahan emosinya bahkan menahan air mata nya juga..


"Ayah sangat bangga padamu.. teruslah memiliki hubungan dengan putra keluarga oscar itu nak agar perusahaan kita bisa terus maju.." ucap harry


"Cukup!!! Aku bilang cukup!! Jadi ini alasan kalian pulang untuk menemui ku? Kalian bahkan tidak pulang selama 3 tahun dan bahkan kalian tidak menanyakan keadaan ku? Kalian benar benar keterlaluan..." ucap nada yang emosi


Nada pun berlari menuju kamarnya dan meninggalkan harry dan laura, nada sudah tak tahan menahan amarah nya saat ini bahkan butiran airmata pun telah jatuh dari mata indah nada..


Nada masuk dalam kamar dan bersandar di tempat tidurnya, nada hanya bisa menangis sejadi jadinya karna kali ini ia sudah tak mampu menahannya lagi..



bersambung...