my prince or my boss

my prince or my boss
episode 18



Ice cream dan dirinya..


Setelah selesai makan siang bersama nenek greta, richard dan nada pun meminta izin untuk pulang.. nada dan richard pun keluar dari rumah dan masuk dalam mobil..


■Dalam mobil■


"Kenapa kau menyetujinya..? Aku tidak ingin hari libur ku digunakan untuk belajar pada nenek mu..!" Ucap kesal nada


"Semua adalah kesalahan mu.. andai saja kau tidak bilang mie instan dan telur goreng itu nenek greta tidak akan menyuruhmu belajar padanya..!" Ucap richard


"Tap..tapi memang hanya itu yang ku bisa.. selain itu aku tidak tau harus menjawab apa.." ucap nada


"Sudahlah.. nenek greta mungkin akan kembali ke amsterdam beberapa minggu lagi, jadi bersabarlah untuk minggu depan .. aku akan menemanimu dan memberimu gaji yang setimpal untuk ini.." ucap richard


"Hhmmm... baiklah.." jawab nada dengan lesu


" baiklah ayo kita ke kedai ice cream untuk merayakan keberhasilan mu kemarin.." ucap richard


"Ah iya benar.. aku sampai lupa.. ayo kita pergi.. aku sudah tidak sabar memakan ice cream ice cream manis itu.." ucap nada senang


"Cepat sekali mood nya berubah.." ucap batin richard


Richard pun melajukan mobilnya menuju kedai ice cream favorit nada, selama dijalan nada menunjukkan jalan menuju ke kedai ice cream.. setelah sampai mood nada kembali berubah...


"Kok tutup sih..?" Ucap nada sedih


"Mungkin karna hari ini hari libur.." ucap richard


"Baiklah ayo kita pergi, mencari kedai ice cream yang lain.." ucap richard berniat menenangkan


"Tidakk..(murung) aku hanya suka makan ice cream disini.." ucap nada


"Jadi bagaimana? Apa kah kita harus mengundur perayaannya?" Ucap richard


"Tidak tidak.. kita tetap merayakannya aku masih memiliki kedai ice cream cadangan.." ucap nada


"Baiklah ayo kita pergi.." ucap richard


Nada dan richard kembali masuk mobil dan segera pergi menuju kedai ice cream kedua yang dikatakan oleh nada.. setelah sampai nada cepat cepat keluar dari mobil disusul oleh richard dibelakangmya..


"Wah.. untung saja buka.." ucap nada


Mereka pun masuk kedalam kedai ice cream itu, kedatangan mereka disambut oleh satu pegawai yang bertugas berjaga di pintu masuk..


"Selamat datang, silahkan pesan.. wahh kaka datang lagi yahh.." menyapa nada


"Tentu saja, hari ini adalah hari liburku jadi bisa sempat kesini..." jawab nada


Richard masuk kedalam kedai..


"Woahh.. kaka apakah dia kekasih mu? Dia sangat tampan.." ucap rebeca


Rebeca adalah anak remaja usia 16 tahun, kedai ice cream itu adalah milik ayahnya dan rebeca sering membantu ayahnya walaupun hanya menyambut pelanggan yang datang atau mengantar pesanan.. rebeca dan nada sudah sangat akrab sejak nada pertama kali ke jerman.. rebeca sudah menganggap nada adalah kakanya begitupun sebaliknya..


"Tentu saja bu (terpotong).." ucap nada


"Iya aku kekasihnya.." ucap richard


"Kalau begitu.. kenalkan aku rebeca.. panggil aku beca, aku dan ka nada sudah berteman sejak lama.." ucap rebeca


"Benarkah..? Kalau begitu kau juga harus berteman dengan ku.." ucap richard dan tersenyum tampan


"Tentu saja, nama kaka siapa?" Ucap rebeca


"Namaku richard walden oscar.. salam kenal ya rebeca.." ucap richard dan lagi tersenyum tampan


"Woahh.. apa kaka adalah putra keluarga oscar? yang saat ini menjadi CEO tampan terkenal itu? Aku sering melihatnya di majalah.. pantas saja wajah kaka sangat familiar untuk ku.." ucap rebeca


"A..ah terima kasih pujiannya, orang orang sih banyak yang mengatakan seperti itu.." ucap richard dengan penyakit sombongnya.


"Woahh aku adalah penggemar mu ka.. bisakah aku minta tanda tangan mu? Kaka sangat tampan aslinya.." ucap rebeca


"Tentu saja akan kuberikan.. ya.. memang banyak yang bilang aku ini tampan.." ucap richard dengan kesombongan yang hakiki


Nada yang mendengar pembicaraan mereka pun sedikit kesal dengan kesombongan yang ditunjukan richard didepan rebeca.. " dasar laki laki sombong.." gerutu nada..


Rebeca memberikan majalah yang didalam nya ada foto richard dan meminta tanda tangan dari richard..


"Kaka, bisakah kau tanda tangani ini..?" Ucap rebeca memberikan majalah


"Tentu saja.." ucap richard dan langsung memberikan tanda tangannya diatas majalah itu


"Baiklah rebeca, apakah kami sudah bisa memesan ice creamnya?" Tanya nada


"Tentu saja ka, silahkan ka.." jawab rebeca mempersilahkan


Nada dan richard pun melangkah menuju meja pemesanan..


"Kau ingin ice cream rasa apa?" Tanya nada


"Mm.. aku ice cream yang waktu itu saja.." jawab richard


"Aa.. vanila ya.. baiklah aku akan memesannya, kau pergilah cari tempat kosong.." ucap nada


"Baiklah.." ucap richard


Richard pun meninggalkan nada yang sedang memesan untuk mencari tempat yang kosong.. richard menemukan tempat kosong yang berada di sudut ruangan tanpa berpikir panjang ia pun duduk dan menunggu nada..




Tak lama nada datang dengan membawa pesanan ice cream mereka dan segera duduk, saat ini mereka duduk berhadapan..


"Ini ice cream mu.." ucap nada sambil memberikan ice cream vanila kepada richard


"Terima kasih.." jawab richard dan mengambil ice cream itu.


Dengan wajah yang sangat gembira nada memakan ice cream yang telah dipesannya itu.. richard hanya menggelengkan kepalanya saat melihat 5 ice cream yang sedang disantap gadis kecil dihadapan nya itu..


"Apa kau akan memakan semua itu? " tanya richard


"Tentu saja aku akan memakan semuanya.." jawab nada yakin


"Ck.. gadis kecil yang rakus.." ucap richard mengejek


"Terserah.. daripada kau, kau adalah lelaki sombong.." ucap nada


"Haa? Apa kata mu? Lelaki sombong? Aku adalah lelaki yang selalu rendah hati.. camkan itu..!" ucap richard mengelak


"Ck.. lalu apa yang kau lakukan tadi pada rebeca.. kalau bukan menyombongkan dirimu.." ucap nada


"Aku hanya mengatakan fakta saja.. semua orang memang mengatakan jika aku ini tampan.. " ucap richard percaya diri


"Hmm.. tampan darimana.." ucap nada


"Apa kau tidak melihatnya? Sekarang lihatlah lebih manis mana ice cream ini atau aku..? Mana yang lebih menggoda mu?" Tanya richard


Richard melihat dengan tatapan maut nya ke arah nada sambil memegang ice cream, tatapan maut richard mampu menyihir semua wanita yang melihatnya.. hanya dengan hitungan detik para wanita akan langsung jatuh cinta kepadanya...



Nada yang saat ini melihat pria didepannya pun menelan ludahnya, nada tak mampu mengontrol matanya, matanya kini tak dapat tertutup karna pesona yang diberikan richard.. "jujur saja.. dia memang sangat tampan dan manis.. jika lebih lama melihatnya aku akan tergoda dengan wajahnya... bahkan ketampanannya adalah kejahatan..." ucap batin nada


"Bagaimana? Sudah mengakui jika aku tampan?" Tanya richard


"Ck.. hentikan wajah menjijikan mu itu.. aku benar benar tidak tertarik.." ucap nada yang langsung mengalihkan pandangannya, ia takut jika lama dia akan menjadi penggemar richard.


"Dasar tidak normal.." ucap richard kesal


"Hey., aku ini normal... hanya saja kau bukanlah tipe ku.." ucap nada


"Terserah.." ucap kesal richard dan melanjutkan memakan ice creamnya.


Tiba tiba hp nada berdering, tanda pesan masuk.. nada melihatnya ternyata dari nomor yang tidak dikenal.. nada membuka pesan itu..


Isi pesan:


"Hey gadis barbar.. apa kau sudah mendapatkan jawabannya? Besok temui aku di cafe xx jam 7 malam!!! Jika kau tidak datang, aku akan melakukan sesuatu yang lebih parah lagi.. seperti memberitahu nilai eror mu itu pada nenek greta.. ku dengar kau baru saja menemuinya, entah apa yang dilakukannya jika mengetahui kekasih cucunya memiliki pendidikan yang buruk..


Setelah membaca pesan mata nada mebulat besar karna terkejut dengan isi pesan itu, meski nomor tak dikenal nada sudah mengetahui siapa yang mengirimkannya pesan.. ya.. dialah sang pangeran albert.


Seketika mood nada berubah menjadi kesal dan sedih, entah apa yang harus dilakukannya kini.. "dasar mahkluk astral, cuman bisanya mengancam.. sangat menjengkelkan.." ucap batin nada kesal.


Nada pun melihat richard yang sedang menikmati ice creamnya..


"Hey.."panggil nada pada richard


"Hmmm.." jawab richard


"Apakah nilai sekolah mu pernah eror?" Tanya nada


"Tidak pernah, aku selalu mendapat A+ .. bahkan jika bisa diberikan A+++ mungkin aku mendapatkannya.." jawab richard


"Ck.. mulai kambuh lagi sifat sombongnya.." ucap nada


"Ada apa? Kenapa kau menanyakan nilai sekolah ku?"


"Ah..tidak aku.. aku ingin menanyakan sesuatu, tapi aku yakin kau tidak tau jawabannya.." ucap nada


"Ck.. apa kau tidak lihat..? Aku ini CEO Grup Oscar, lelaki tampan dan cerdas yang dimiliki negara ini.. " ucap richard sombong


"Ck.. dasar sombong..." ucap nada kesal


"Tanyakan saja padaku..!" Ucap richard


"Itu mudah.. " ucap richard dengan percaya diri


"Benarkah? Apa kau tau jawabannya?" Tanya nada antusias


"Oksigen.." jawab richard


"O..oksigen?" Tanya nada bingung


"Kau memang sangat bodoh.. kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa bernafas bukan? Dan semua manusia didunia ini mendapatkannya tidak peduli memiliki kekuasaan atau tidak.." jawab richard


"Woaahhh.. kau benar... kau benar.. jawabannya adalah oksigen.. terima kasih.." ucap nada senang


"Hmm .. bagaimana kau sudah bisa mengakui kepintaran ku..?" Ucap richard


"Ya..ya..ya kau memang sangat pintar.." ucap nada


Akhirnya mereka berdua melanjutkan memakan ice cream, sampai waktu tak terasa sudah hampir malam.. richard berinisiatif untuk mengajak pulang nada dan nada menyetujuinya.. akhirnya mereka berdua pun bergegas pulang, namun ditengah jalan mereka dikejutkan dengan anak kucing tanpa induk yang hampir mereka tabrak.. mereka segera keluar dari mobil dan melihat keadaan anak kucing itu,.


"Apakah dia baik baik saja?" Tanya nada kawatir


"Iya dia baik baik saja.. " jawab richard dan mengambil anak kucing itu


"Kasiahan sekali, dia tidak memiliki induk.. dia hanya sendiri.. bagaimana jika kau merawatnya.." ucap nada


"Apa? Yang benar saja.. dia sangat kotor dan aku juga tak bisa merawat hewan.." ucap richard


"Tapi apa kau tidak lihat? Dia sangat menyukai mu.. dia menganggap mu induk nya.. lihatlah dia bahkan tenang di pelukanmu.." ucap nada


"Tidak ..tidak.. kau saja yang merawatnya.." ucap richard


"Aku sudah memiliki anjing dirumah ku, tidak mungkin jika aku merawatnya... dia akan dimakan oleh anjing ku.." ucap nada


"Kalau begitu tinggalkan saja dia disini.." ucap richad


"Hey.. apa kau tidak punya hati.. bagaimana jika kita merawatnya bersama..? Aku akan sering datang untuk memandikannya atau memberinya makan.. kau hanya perlu menjaganya saja.." ucap nada


"Baiklah jika itu maumu.." ucap richard


"Kalau begitu kita harus bersihkan dia tapi sebelum itu kita beli makanannya dulu.." ucap nada


"Terserah kau saja.. " ucap richard yang masuk kedalam mobil dengan membawa kucing itu


Nada yang melihat richard menuruti permintaannya pun menjadi sangat senang dan nad amenyusul masuk kedalam mobil.. mereka pun melanjutkan perjalanan tak lupa mampir ke petshop untuk membeli kandang dan peralatam lainnya untuk kucing yang baru saja mereka adopsi.. setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan.. akhirnya mereka sampai namun bukan dirumah mewah richard yang terakhir kali didatanginya.. kali ini adalah sebuah apartemen..


"Apa ini tempat tinggal mu juga?" Tanya nada terkejut


" iya ini apartemen ku, aku tinggal disini lebih sering dibanding rumah yang kau tiduri waktu itu.." jawab richard santai sambil membuka pintu apartemennya tak lupa ia menggendong kucing kecilnya.


"Masuklah.. " ucap richard


Richard dan nada pun masuk ke dalam apartemen, betapa terkejutnya nada melihat isi apartemen richard yang sangat terlihat bersih dan sangat mewah..


"Bersihkan lah dia..( memaruh kucing kelantai) kamar mandi ada disebelah sana.. aku ingin mandi dan mengganti baju ku yang kotor ini.."ucap richard


"Baiklah.." jawab nada tersenyum


Richard pun pergi kekamarnya untuk membersihkan diri, nada mengambil kucing itu dan segera memandikannya.. kucing itu kini terlihat sangat bersih, serelah mengeringkan tubuh kucing, nada menggendong kucing itu ke ruang santai.. nada memberi makan kucing itu ditempat makannya, tanpa menolak kucing itu segera menyantap lahap makanan dihadapannya..


"Kau pasti sangat lapar dan kesepian.." ucap nada kepada kucing sambil mengelus kepalanya


Setelah itu nada melihat sekelilingnya, mata nada tertuju pada satu foto seorang wanita dan seorang anak laki laki.. nada pun melangkah mendekati foto itu dan melihatnya..


"Siapa wanita ini? Dia sangat cantik.. apakah dia ibunya richard dan lelaki kecil ini adalah richard.. wahhh.. richard sangat menggemaskan waktu kecil..." ucap nada pada diri sendiri.


"Apa yang sedang kau lakukan.." ucap richard tiba tiba


"Aishh.. kau mengejutkan ku.." ucap nada terkejut


Richard melangkah mendekati nada, dilihatnya nada memegang foto mendiang ibunya..


"Apakah wanita ini ibu mu?" Tanya nada


"Iya .. dia adalah ibu ku.." ucap richard yang melihat foto ibunya


"Ibu mu sangat cantik.." ucap nada


"Tentu saja.. tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikannya di dunia ini.." ucap richard yang sangat fokus melihat foto ibunya


Pandangan nada tak luput dari richard yang saat ini menatap foto ibunya, richard sangat dalam menatap foto ibunya, tatapan richard yang sangat dalam membuat nada merasakan apa yang dirasakan richard saat ini.. "dia sangat menyayangi ibunya.. bahkan dia sepertinya belum merelakan kepergian ibunya.. aku merasakan jika dia sangat kesepian saat ini.." ucap batin nada..


"Apakah kau sudah melihat kucing kita? Dia sangat cantik dan lucu.. " ucap nada mengalihkan


Perkataan nada membuat fokus richard teralihkan, richard menaruh foto itu ditempat semula dan melangkah mendekati anak kucing itu..


"Kita harus memberinya nama.. menurutmu nama apa yang cocok untuknya?" Tanya nada


"Terserah kau saja.. " jawab santai richard


"Bagaimana jika monkey..? " ucap nada


"Hey.. apa kau gila? Dia ini seekor kucing apa kau akan mendoktrin nya untuk menjadi seekor monyet.?" Ucap richard


"Aku pikir nama itu lucu.. lalu nama apa yang cocok untuknya.." ucap nada


"Juno.. dia kan seekor kucing jantan,," ucap richard


"Juno? Hmm.. boleh juga.. nama panjangnya junior.." ucap nada senang


" ya terserah kau saja.." ucap richard


Disela sela mereka berdiskusi soal nama kucing tiba tiba terdengar bunyi..


Brrrggghhh...(suara perut lapar)


"Apakah itu suara perutmu?" Tanya richard terkejut


"Maafkan aku.. mungkin perutku butuh asupan.. hehehe" jawab nada malu


"Baiklah kalau begitu makanlah dulu disini, setelah itu aku akan mengantar mu pulang.." ucap richard


"Benarkah? Baiklah.. makanan apa yang kau punya?" Ucap nada


"Tidak ada, aku akan memesan pizza untuk kita.." ucap richard santai


"Yang benar saja, kupikir di apartemen mewah ini ada makanan yang banyak ternyata tidak ada.." ucap nada


"Aku jarang makan disini.." ucap richard sambil memesan pizza di ponselnya..


Sambil menunggu pizza datang, nada bermain dengan juno sementara richard duduk santai di sofa sambil melihat ponselnya tetapi sesekali richard memperhatikan nada yang sangat senang bermain dengan juno..


Tidak beberapa lama bel pintu berbunyi, richard beranjak dari duduknya dan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang..


"Tuan, ini pizza pesanan anda.." ucap pengantar pizza


"Baiklah, terima kasih dan ini uangnya.." ucap richard


Richard mengambil pizza dan kembali menutup pintu apartemenny, richard pun menuju ruang santai sambil membawa pizza dan menaruhnya diatas meja..


"Hey.. makan lah.. pizza nya sudah ada.." ucap richard kepada nada


"Benarkahh? (Melangkah menuju sofa dan duduk di sebelah richard) woaahh aku sangat lapar..(hendak mengambil potongan pizza)" ucap nada


Plakk.. tangan nada dipukul pelan oleh richard.


"Hey..kenapa kau memukul ku?" Ucap nada


"Cuci tangan mu, kau baru saja bermain dengan juno.." ucap richard


"Hmm.. baiklah.." ucap nada menurut


Nada pergi mencuci tangannya dan kembali duduk di sebelah richard


"Baiklah ayo kita makan.." ucap nada senang


"Ck.. dasar gadis kecil rakus.." ucap richard mengejek


Nada hanya membalas dengan menjulurkan lidahnya untuk mengejek kembali richard.. mereka berdua pun makan bersama ..


Nada yang sangat senang saat memakan pizza pun tidak memperdulikan keberadaan richard disampingnya, nada memakan pizza itu dengan sangat lahap.. richard yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya..


"Hey.. pelan pelan lah makan..! Tidak akan ada yang mengambil pizza mu.. lihatlah wajahmu sudah sangat kotor.." ucap richard


"Hmm.. benarkah? " tanya nada melihat kearah richard


"Ck.. wajahmu seperti **** yang sedang makan.. sangat kotor.." ejek richard


"Hey.. hentikan ejekan mu itu.." ucap nada sambil membersihkan wajahnya


"Bukan disitu, tapi di dekat bibirmu.." ucap richard


"Apakah disini..?" Tanya nada yang membersihkan wajahnya


Richard pun spontan membersihkan wajah nada, nada terkejut dengan perlakuan richard.. wajah mereka sangat dekat saat ini dan mata mereka bertemu dan tak mampu untuk berkedip..



Bersambung...


Terima kasih telah membaca novel ini... terima kasih atas like dan komentarnya, dan jangan lupa untuk like dan komen juga yahh...


Dan..


HAPPY NEW YEAR SEMUA... !!!