
Sisi lembut seorang richard..
Kring... (bunyi ponsel richard)
Kring..
Suara ponsel richard membuat fokus kedua sejoli itu buyar seketika.. mereka kembali ke posisi normal dan salah tingkah, nada merapikan bajunya dan richard langsung mengangkat telfonnya..
"Halo.." sapa richard pada bram ditelfon
"Ah akhirnya nyambung juga.. kau dimana? Apa tidak ke kantor?" Tanya bram
"Tidak aku tidak akan ke kantor hari ini.. " jawab richard
"Ada apa? Apa ada masalah? Haruskah aku ke apartemen mu?" Ucap bram
"Tidak tidak.. tidak perlu aku sedang diluar sekarang bersama nada.." ucap richard
"Woaahh.. benar benar.. apa kau sedang kencan..? Kenapa tidak mengajak ku?" Ucap bram
"Untuk apa mengajak mu.. kau ambil alih tugas dulu untuk hari ini.. aku tidak ingin diganggu soal pekerjaan hari ini.." ucap richard
"Baiklah baiklah tuan richard.." ucap bram
"Baiklah kalau begitu.." ucap richard
"Semoga sukses dengan kencannya yahh.. aku menantikan cerita dari mu sahabatku.." ucap bram menggoda
"Hentikan omong kosong mu itu bram.. " ucap richard
Richard pun mematikan telfonnya, dan segera masuk ke dalam mobil dan disusul oleh nada yang juga masuk kedalam mobil.. richard pun melajukan mobilnya menuju suatu tempat..
"Kita mau kemana?" Tanya nada
"Bertemu ibuku.." jawab richard
"I..i.ibu mu? Kenapa kau tak bilang? Kalau tau akan bertemu dengannya aku akan memakai pakaian yang lebih baik dari ini.." ucap nada
"Tenanglah dia tidak akan bisa melihat cara berpakaian mu.." ucap richard
"Ba..baiklah..." ucap nada
Percakapan mereka selama perjalanan pun terhenti sampai disitu dan mereka kembali terdiam dan fokus dengan fikiran masing masing..
Akhirnya sampai ditempat tujuan, nada terkejut dengan apa yang dilihatnya.. ternyata richard membawanya ke sebuah tempat pemakaman.. mereka pun keluar mobil, nada masih tak berani bertanya dan mengikuti richard yang dilihatnya sedang mengambil bunga mawar putih yang sangat cantik di kursi mobil belakang..
Richard pun memulai langkahnya di ikuti dengan nada yang berada disampingnya, tak ada satupun perkataan yang keluar dari mulut richard dan nada pun masih tetap takut untuk bertanya kepada richard sampai akhirnya... mereka sampai di salah satu makam yang bertuliskan nama Aloysia Bernadette Oscar.. richard pun memberi hormat dan nada hanya mengikuti setelah memberi hormat richard duduk disamping makam begitupun dengan nada..
"Hai.. ibu.. apa kabar? Maaf aku baru berkunjung.. seharusnya 2 hari yang lalu aku mengunjungi mu.. " ucap richard sambil mengelus nisan makam ibunya
"Ibu aku membawakan bunga kesukaan mu, apa kau suka? Aku akan menaruhnya disini.." ucap richard dan menaruh bunga di atas makam ibunya.
"Apakah ayah sudah mengunjungi mu bu? Ibu tak perlu memikirkan tentang orangtua itu lagi.. biarkan aku yang mengurusnya.." ucap richard
Nada yang melihat richard yang sedang berbicara dengan makam ibunya pun turut merasakan rasa sedih dan sakit dalam hatinya meskipun nada tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.. tapi dengan melihatnya saja semua orang pasti akan tahu bahwa richard sangat merindukan sosok ibunya dan bahkan sampai saat ini richard belum menerima kepergian ibunya..
"Oh iya.. ibu ini nada.. aku memperkenalkannya kepadamu.. " ucap nada
"Selamat pagi bibi, perkenalkan aku nada satifa panggil saja nada.. " ucap nada sambil mengelus nisan makam
"Dia adalah kekasih bu.. tolong restui kami.." ucap richard
"A..a.. richard bukannya sebaiknya kau jujur terhadap ibu mu ya... maaf bibi kami berpacaran hanya berpura pura saja agar richard terhindar dari perjodohan.. " ucap nada
"Sssttt... jangan mengatakannya! Ibu akan menghukum ku nanti..." ucap richard dengan nada yang pelan
"Hmm.. dengarlah bibi anakmu ingin berbohong kepadamu.. sepertinya bibi harus benar benar menghukumnya.. " ucap nada dengan tertawa
"Aku menyesal membawa mu kesini.. berhentilah mengoceh.." ucap richard kesal
"Hey richard, apakah hari ini adalah peringatan kematian ibu mu? " tanya nada
"Bukan.. hari kematian ibuku 2 hari yang lalu.. " jawab richard
"Kenapa kau baru datang sekarang? Dasar anak yang kejam.. " ucap nada
"Ibu lihat lah calon anak mantu mu, dia terus mengejek ku.. " rengek richard
"Tidak bibi.. aku hanya bercanda saja.. " ucap nada mengelak
Nada dan richard pun tertawa bersama kemudian mengirimkan doa kepada ibu richard..
"Baiklah.. ayo pergi.. " ajak richard yang berdiri dan langsung melangkah menuju mobil.
"Hey tunggu aku..! Aisshh anak ini.. mm bibi sampai jumpa nanti.. " ucap nada kemudian berlari menyusul richard
Mereka berdua telah berada dalam mobil dan richard pun melajukan mobilnya..
"Setelah ini kita kemana?" Tanya nada
"Entah.. " jawab singkat richard
"Apa? Kau bahkan tidak tau kita harus kemana.." ucap nada
"Apa kau lapar?" Tanya richard
"Tentu saja.. ayo kita makan.." jawab nada senang
"Cihh.. dasar gadis kecil rakus.." ejek richard dan tersenyum
"Berhentilah mengejek ku..!" Ucap kesal nada
Wajah kesal nada membuat richard semakin gemas terhadapnya, richard pun berusaha tetap cool dihadapan nada tapi sepertinya satu senyuman lolos dari bibirnya..
●
●
●
Setelah 20 menit dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai disebuah restoran, richard dan nada keluar dari mobil dan segera masuk ke restoran..
Richard dan nada mengambil tempat duduk disamping jendela, semua itu atas permintaan nada yang terus merengek kepada richard ingin duduk disamping jendela untuk melihat pemandangan taman yang berada di sebrang restoran itu. Setelah menuruti permintaan nada, mereka pun duduk dan segera memesan makanan..
"Woaahh.. lihatlah pemandangannya.. sangat indah.. danau dan taman bunga itu.." ucap nada sambil melihat ke jendela
"Apa kau tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya..?" Ucap richard santai
"Hmm.. pernah sih tapi berbeda dengan taman ini... semenjak pindah ke jerman aku sangat jarang untuk berjalan jalan ditaman.." ucap nada
Tak berepa lama makanan yang mereka pesan pun datang dan sudah tersaji dihadapan mereka..
"Makanlah.. jangan terus melihat kearah jendela..! " ucap richard
"Tapi.. diluar sana sangat indah.." ucap nada
"Berhentilah bersikap kampungan..." ucap richard sambil menyantap makanannya.
"Cihhh.. menyebalkan.. " ucap nada kesal
Nada pun menyantap makanannya dengan wajah yang murung membuat richard yang sesekali memperhatikannya pun semakin gemas, disela makannya richard pun tersenyum melihat wajah kesal gadis kecil dihadapannya itu..
"Kenapa kau masih disitu?" Tanya richard
Pertanyaan richard tidak dijawab oleh nada, nada masih tetap diam dan kesal..
"Baiklah jika kau tak ingin berjalan jalan ditaman itu, duduklah disini sampai aku kembali.." ucap richard dan pergi
Perkataan richard membuat nada senang dan segera menyusulnya..
"Benarkah? Benarkah kita akan ke taman itu?" Tanya nada senang
"Iya kita akan kesana.." jawab richard santai
"Asikkkk...." ucap bahagia nada
Mereka pun pergi ke taman itu dan berjalan jalan.. nada yang berjalan berada dibelakang richardpun sedikit kesusahan mengimbangi langkah richard yang sedikit cepat..
Nada pun berlari dan memegang tangan richard agar richard mau berjalan perlahan dengannya..
"Hei tunggu aku, langkah mu cepat sekali.. kaki ku tak mampu mengimbanginya.." ucap nada dan memegang lengan richard
Perlakuan nada kepada richard membuat richard merasa senang dalam hati, richard tak mampu mengekspresikan kebahagiaannya karna harus tetap cool dan santai dihadapan nada.. richard membiarkan nada memegang tangannya sambil mereka berkeliling taman..
"Bisakah kau fotokan aku di pohon sana? Itu sangat indah.." tanya nada
"Mm.. foto? Baiklah.." jawab richard
"Ini ponselku, pakai ini.." ucap nada memberikan ponselnya
"Tidak perlu, pake ponsel ku saja.. aku tidak bisa memakai ponsel orang lain.." ucap richard
"Baiklah kalau begitu...nanti kirimkan padaku yah.." ucap nada
"Tentu saja, aku tak ingin ponselku eror karna fotomu..." ucap richard
Richard pun mulai mengambil foto nada dengan ponselnya sementara nada berpose cantik layaknya seorang model yang manis.. seketika richard terpesona dengan senyuman manis nada ia tak mampu berkedip..
"Apakah kau sudah memfotonya?" Tanya nada
"Sudah.. " jawab richard
"Benarkah? Aku ingin lihat.." ucap nada menghampiri richard
"Kenapa wajah mu merah richard?" Tanya nada
Tanpa menjawab richard memberikan ponselnya dan segera pergi untuk menyembunyikan wajah merah itu akibat terpesona oleh nada...
"Hey mau kemana? Tunggu aku..!" Ucap nada mengejar richard
Mereka berdua pun berjalan bersama melihat lihat taman yang indah, sesuatu membuat pandangan nada teralihkan..
"Oooo... itu itu..." ucap nada
"Ada apa?" Tanya richard heran
Tanpa menjawab pertanyaan richard, nada berlari dengan gembira menuju penjual yang menjual arum manis ya... nada sangat menyukai arum manis dan sudah beberapa tahun ia tak memakannya itulah sebabnya saat melihat arum manis dia sangat senang..
"Hey... mau kemana?" Teriak richard pada nada
Nada tak memperdulikan teriakan richard, ia tetap berlari dengan senangnya sampai ia tak melihat batu yang cukup besar dihadapannya dan....
BRUKKK....
Nada tersungkur membuat kaki nya kesakitandan terluka, richard yang melihat dibelakang segera menghampiri nada..
"Dasar ceroboh.. lihatlah.. kau sampai terjatuh begini.." oceh richard
"Ma..maaf.." ucap nada sedih
"Ayo kubantu berdiri, kita duduk disini saja.." ucap richard sambil menopang nada berdiri
Mereka berdua pun duduk, richard pun melihat nada yang begitu kesakitan serta airmata yang tertahan di ujung mata nada.. "gadis ini.. sudah tau sakit tapi tetap berpurapura kuat..." ucap batin richard
"Kenapa kau berlari tadi? Apakah ada sesuatu yang kau kejar?" Tanya richard
"A..aku ingin membeli itu..." ucap nada dan menunjuk penjual arum manis
"Ck.. karna itu kau bisa seceroboh ini... lihatlah kaki mu ini akan bengkak nanti.." ucap richard
"Aku..aku baik baik saja..." ucap nada
"Ck.. tunggu disini..." ucap richard dan berdiri
"Kau mau kemana?" Tanya nada
"Aku akan membeli minum dan beberapa obat untuk kaki mu.. tunggu saja disini..!" Ucap richard
"Ba..baiklah.." jawab nada menundukkan kepalanya
Richard pun pergi membeli minuman dan beberapa obat, tak lupa ia juga membelikan arum manis untuk gadis kecilnya itu.. "Ck..gadis kecil itu.. aku tak menyangka akan membelikan ini untuk dia juga.." ucap richard pada diri sendiri..
Richard pun menghampiri nada yang tengah menundukan kepalanya, richard duduk disamping nada...
"Hey.. tidak perlu seperti itu.. ini untuk mu.." ucap richard
Perkataan richard membuat nada mengangkat kepalanya dan melihat kearah richard, betapa terkejut dan senangnya nada melihat richard memnerikan dia arum manis...
"Apakah ini untuk ku? Benarkah untuk ku?" Ucap nada senang dan tersenyum
"Iya.. ini untuk mu.." jawab richard yang berusaha tetap cool didepan nada
"Wahhh... terima kasih richard.." ucap nada dengan senyuman manisnya..
"Ambil lah.. aku akan memakaikan obat dikaki mu..
Nada mengambil arum manis itu dan memakannya dengan penuh rasa bahagia, sementara richard mengonati kaki nada yang terluka..
Sambil memakan arum manis sesekali nada melihat richard yang sedang mengibati lukanya, hari ini membuat nada berfikir bahwa richard tidak seburuk yang dia pikir selama ini.. "apakah ini sisi lembut seorang richard?.." ucap batin nada...
"aku seperti tak ingin hari ini berlalu begitu saja..." ucap batin nada
senyuman terukir diwajah cantik nada yang sedang melihat richard mengobati kakinya..
Bersambung..
terima kasih telah membaca novel ini, dan maaf untuk segala macam kesalahan penulisan ataupun hal lainnya..
jangan lupa tinggalkan komentar dan saran serta like nya yahhh.. supaya author semangat apdet novel ini....
TERIMA KASIH.....
Tiyachan