my prince or my boss

my prince or my boss
episode 24



SALAH PAHAM^


Setelah selesai berkeliling taman akhirnya waktu tak terasa sudah pukul 8 malam richard memutuskan untuk mengantar nada pulang, tidak ada hal yang terjadi saat perjalanan menuju rumah nada, mereka berdua hanya diam dan fokus dengan fikiran mereka masing masing. Ketika sampai pun nada pamit kepada richard dan masuk kedalam rumah sementara richard langsung pergi dari rumah nada..


Dikamar nada


Nada merasakan jantungnya berdetak dengan cepat, ia merasa aneh kenapa hari ini begitu sering jantungnya berdetak dengan cepat..


"Ada apa dengan diriku? Kenapa jantungku berdetak dengan cepat? Apaa? Karna perlakuan richard kepada ku hari ini?" Tanya nada pada diri sendiri


Seketika bayangan malam itu melintas difikiran nada, ya.. bayangan richard menciumnya dengan sangat tiba tiba... nada pun menepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tak memikirkan kejadian malam itu..



"Tidak..aku harus tidur..." ucap nada


Nada pun bersiap tidur, tetapi kejadian itu terus melintas difikiran nada membuat nada gelisah dan terjaga sepanjang malam, mata nada pun tak kunjung terlelap.. hingga tak terasa matahari sudah menunjukan sinarnya.. dengan frustasi nada bangun dari posisi tidurnya ...


"Aaaaaaa.... kenapa kejadian itu terus muncul... itu hanya sebuah ciuman saja... tapi..tapi.. dia telah mendapatkan first kiss ku.. huwaaaaaa" ucap nada frustasi





Disisi lain..


Seorang pria sedang berdiri memperbaiki dasinya dengan gagahnya, siapa lagi kalau bukan richard lelaki tampan dan mapan idaman para wanita... richard keluar dari kamarnya tetapi saat ingin keluar apartemen langkanya terhenti melihat juno sangat lesu dan tak bergerak..



"Ada apa dengannya? Apa dia sakit?" Ucap richard dan mengambil juno


"Dia sangat lemas.. apa dia benar benar sakit? Aku harus membawanya kedokter.." ucap richard sambil mengelus juno


Richard pun membawa juno ke dokter hewan, karna dokter hewan memberikan beberapa obat kepada juno dan juno harus di observasi terlebih dahulu, richard memutuskan untuk menitipkan juno di klinik hewan itu dan pergi ke kantor...


Richard pun telah sampai di kantor dan segera menemui bram untuk memulai rapat, sementara nada juga sedang sibuk dengan tugasnya.. pagi ini mereka berdua belum bertemu karna kesibukan dan jadwal padat richard..




Waktu menunjukan pukul 13.00 waktu istirahat makan siang telah habis, nada kembali bekerja sementara richard baru kembali dari ruang rapat dan berjalan menuju ruangannya.. tentu saja semua pegawai memberinya hormat begitupun dengan nada..


Ruangan richard


"Bram aku mendengar beberapa hari ini saham sedang turun.. bisakah kau mengeceknya untuk ku!" Ucap richard


"Tentu aku akan mengeceknya sekarang.." ucap bram


Ya.. hari ini richard sangatlah sibuk akibat kemarin ia tak masuk kantor dan mengcancel semua jadwal rapat dan hal lainnya kemarin.. itulah sebabnya richard sangat sibuk hari ini.. sampai ia lupa untuk menyapa gadis kecilnya itu..


"Bram apa dokumen pembangunan perumahan ada dengan mu?" Tanya richard


"Ah..kalau itu ada dengan nada, suruh saja dia membawanya.." jawab bram


Richard pun menelfon nada untuk membawakan dokumen yang diinginkannya ke ruangan.. tak lama nada pun mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan richard..


"Tuan.. ini dokumennya.." ucap nada meletakkan dokumen diatas meja


Fokus richard yang sedang menatap layar leptopnya pun teralihkan ke wajah nada..


"Ma..matamu kenapa matamu seperti itu? Apa kau tidak tidur semalaman?" Tanya richard terkejut



"Apakah sangat terlihat?" Tanya nada


"Tentu, kau sekarang sangat mirip panda sayangnya kau tidak selucu panda.." ejek richard


"Tidak bisakah kau tidak mengejek ku sehari saja.. dasar menyebalkan.." ucap nada


Karna sebal dengan richard nada pun pergi meninggalkan ruangan richard, sementara richard tertawa bahagia karna membuat nada kesal padanya..


"Kalian benar benar seperti kucing dan ******.. selalu tak pernah akur.." ucap bram


"Bicara soal kucing dan ******, sepertinya ada yang ku lupakan... " ucap richard


"Ada apa?" Tanya bram


"Entahlah.. oh iya bukannya nenek greta bilang akan kesini?" Ucap richard


"Iya tapi sepertinya nenek greta tak jadi datang.. karna aku tak mendapatkan kabar dari asistennya.." ucap bram


"Baiklah lebih bagus jika nenek tidak datang..." ucap richard


Richard dan bram pun melanjutkan pekerjaan mereka memeriksa beberapa dokumen dan merencanakan proyek baru untuk perusahaan..


"Richard aku ingin ke toilet dulu.. "ucap bram


"Pergilah..!" Ucap richard yang fokus dengan dokumen


"Apa kau tidak mau ikut denganku?" Ucap bram


"Ck.. jika kau tidak mau ke toilet, maka duduklah dan lihat dokumen itu.." ucap richard


"Tidak,tidak.. aku akan ke toilet sekarang.." ucap bram


Bram pun pergi ke toilet, dan richard tetap fokus dengan pekerjaannya hingga sesuatu melintas di pikirannya yang membuat dia mengingat bahwa dia telah meninggalkan juno di klinik sejak pagi dan lagi dia tidak memberitahu nada soal juno..


"juno.." ucap kaget richard yang telah mengingat juno



"Astaga.. aku lupa memberitahunya soal juno.. aku akan memanggilnya keruangan ku.. "ucap richard


Richard pun memanggil nada lewat telfon, tak berapa lama nada pun masuk dan menghampiri richard yang sedang berdiri melihat ke arah jendela..


"Ada apa kau memanggilku?" Tanya nada


"Ah.. i..itu aku lupa memberitahumu.." jawab richard


"Apa itu?" Tanya nada


"Juno masuk klinik tadi pagi.." ucap richard


"Apaa.? Kenapa bisa? "Tanya nada kawatir


"Aku melihatnya lemas tadi pagi.. sepertinya aku lupa memberinya makan..." jawab richard


Tanpa mereka berdua sadari nenek greta masuk kedalam ruangan richard dan sengaja tak menyapa, nenek greta hanya mendengar pembicaraan mereka..


"Kau ayah yang jahat richard.. "ucap nada


"Aku..aku sudah berusaha semampuku.. tapi aku pikir apakah kita harus memberikan junior kepada orang lain ? " ucap richard


"Tidak richard.. kau harus bertanggung jawab kepada junior.." ucap nada


"Apa kau tau betapa sulitnya itu untuk ku.." ucap richard


"Tapi semuanya kan salah kita, dan kita harus bertanggung jawab dengan junior.." ucap nada


"Aku akan memikirkan jalan keluarnya, bagaimana kalau kita ke klinik bersama sekarang ? " ucap richard


"Baiklah kalau begitu.." ucap nada


"Apa yang sedang kalian rahasiakan dari nenek?" Ucap nenek greta



Perkataan nenek greta membuat nada dan richard terkejut dan segera melihat ke arah nenek greta yang berada dibelakang mereka, sementara bram yang baru saja masuk ke dalam ruangan pun terkejut dengan kedatangan nenek greta..


"Kau richard, sejak kapan nenek mengajarkan mu menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab... lalu kau nada apa benar kau sedang hamil anaknya richard..?" Ucap kesal nenek greta


"Hamilll..." ucap richard dan nada terkejut


"Sudahlah, kalian terlalu berbelit.. nenek akan mengurus pernikahan kalian secepatnya.. sungguh memalukan sekali richard.. kau berani berbuat seharusnya juga berani bertanggung jawab... nenek kecewa dengan mu.." ucap nenek greta


"Pe..pernikahan.. "ucap nada terkejut


"Tidak nek, nenek salah paham sebenarnya junior itu..."ucapan richard terpotong



"Sudah cukup nenek sudah mengetahuinya, sekarang rawatlah janin yang ada didalam perut nada... nenek akan menerima cucu pertama nenek dengan senang hati.."ucap nenek greta senang


"Tapi nekk..." ucap richard


"Tapi apa? Sudah sudah.. jangan buat nada kelelahan jangan suruh dia bekerja.. dan malam ini datanglah kerumah utama untuk menginap beberapa hari.. " ucap nenek greta


"Apa? Menginap? Tap tapi nek.." ucap nada


"Tenang saja nenek berada dipihak mu sekarang.. bilang kepada nenek kalau richard membuat mu kelelahan yah.." ucap nenek greta dan mengelus kepala nada


Nenek greta pun pergi meninggalkan ruangan diantar oleh bram, sementara richard dan nada pun masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi..


"Bagaimana ini richard? Nenek greta menyangka aku hamil.." ucap nada


"Aku akan memikirkan cara untuk menjelaskan kepada nenek.." ucap richard


"Jadi bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya nada


"Kita ikuti saja perkataan nenek greta untuk menginap dirumah utama malam ini.." ucap richard


"Apaa.? Tidak..tidak.." ucap nada


"Tenang lah aku akan menjagamu.."ucap richard


"Hmmm baiklah terserah saja.." ucap nada


"Ayo kita pergi untuk melihat juno dan aku akan mengantar mu kerumah untuk mengambil pakaian dan hal lainnya.." ucap richard


"Baiklah.. tapi sebelum itu aku harus menyelesaikan beberapa tugas lagi.. tunggu lah sebentar.." ucap nada


"Baiklah.. selesaikan saja dulu.." ucap richard


Nada pun meninggalkan ruangan richard dan melanjutkan beberapa tugas nya sementara richard pusing memikirkan cara dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada nenek greta.. ia takut nenek greta kecewa dan penyakit jantungnya kambuh..


Tak lama bram pun kembali dan segera duduk dihadapan richard yang sedang berfikir keras..


"Bagaimana bisa nenek greta salah paham?" Tanya bram


"Aku juga tidak tau, padahal aku hanya membicarakan junior si kucing.." jawab richard


"Sepertinya kau akan kesulitan menjelaskan kepada nenek greta... beliau sangat senang tadi.." ucap bram


"Ya..itu yang ku fikirkan.. aku hanya tak ingin nenek greta kecewa hingga pehyakitnya kambuh.." ucap richard yang semakin berfikir


"Apa maksudmu baik untuk ku?" Tanya richard heran


"Coba kau fikirkan.. kau akan cepat menikah dengan nada..." ucap bram


"Apa? Bisa bisanya kau punya fikiran seperti itu bram.. aku tidak ingin mendapatkan nada dengan cara yang salah.. saat ini nada belum mencintai ku.. jadi aku akan berusaha agar dia mencintaiku dan menerima ku tanpa paksaan.." ucap richard


"Wooaahh.... sejak kapan sahabat ku ini dewasa seperti ini... aku semakin bangga dengan mu bung... baiklah aku akan membantu mu mendapatkan hatinya.." ucap bram sambil menepuk pundak richard


Tak lama nada mengetuk pintu ruangan richard dan masuk untuk memberitahu bahwa pekerjaannya telah selesai..


"Baiklah, ayo kita pergi.. bram aku pergi dulu.." ucap richard


"Baiklah hati hati, aku akan mengurus perusahaan saat kau pergi.." jawab bram


Richard dan nada pergi menuju klinik tempat dimana juno dititipkan oleh richard, sesampai di klinik nada sangat bahagia melihat junior yang sudah sehat dan bergerak aktif, karna malam ini richard dan nada harus ke rumah utama mereka memutuskan untuk menitipkan kembali junior di klinik hingga mereka telah meyelesaikan permasalahn dengan nenek greta..


Setelah selesai bermain bersama junior, richard mengajak nada untuk pergi kerumah nada mengambil beberapa pakaian dan hal yang akan dibutuhkan nada sewaktu menginap dirumah utama..


Selama perjalanan richard dan nada hanya terdiam dan hanyut dalam fikiran mereka masing masing, tak ada satu pun yang memulai pembicaraan.. hingga tak terasa mereka telah sampai di rumah nada..


"Aku akan tunggu disini.. kau pergilah ambil pakaian dan lainnya.. dan cepatlah kembali..!! " ucap richard


"Cihh.. padahal aku belum pergi, kau sudah menyuruhku cepat kembali.. dasar aneh.." ucap nada


"Berhentilah mengoceh..! Atau tidak kau akan menginap dirumah utama tanpa membawa pakaian..!" Ancam richard


"Dasar tukang mengancam.. baiklah baiklah... aku pergi.." ucap nada


Nada pun keluar dari mobil dan masuk kedalam rumahnya untuk mengambil pakaian dan hal lainnya.. sementara richard menunggu di mobil sambil melanjutkan mencari cara meghentikan kesalah pahaman nenek greta..


Tak berapa lama, nada keluar dari dalam rumah sambil membawa satu tas ransel.. nada pun masuk kedalam mobil sambil memangku tas punggung nya..


"Apa kau yakin semua yang kau butuhkan ada didalam tas itu?" Tanya richard yang heran melihat nada hanya membawa satu tas ransel


"Tentu saja.. memangnya ada apa?" Jawab nada


"Tidak.. aku hanya aneh saja dengan mu.. biasanya wanita sangat banyak yang akan dia bawa ketika menginap diluar.. tapi.. sepertinya kau sama sekali bukan wanita..." ucap richard


"Apa maksudmu aku bukan wanita..? Aku.. aku hanya membawa seperlunya saja.. lagipula nanti akan berat dan menyusahkan ku jika membawa banyak barang.." ucap nada


"Baiklah kalau begitu.. kita akan segera kerumah utama.. kau harus ingat bahwa kita sedang bersandiwara.." ucap richard


"Iya iya aku inget..." jawab nada


Richard pun melajukan mobilnya menuju rumah utama.. selama perjalanan suasana hening tidak satupun dari mereka berdua berbicara.. bahkan saat ini nada telah tertidur nyenyak di kursi mobil yang empuk itu.. hingga mereka akhirnya sampai dirumah utama dan richard baru menyadari sejak tadi gadis kecilnya itu telah tertidur..


"Dasar gadis bodoh.." ucap richard tersenyum sambil melihat nada yang terlelap..


Richard keluar dari mobilnya dan memberitahu salah satu pelayan untuk membawa barang barang mereka ke kamar, richard pun menggendong nada ala bride style memasuki rumah utama hingga membuat semua pelayan terkejut dengan kedatangan majikan nya yang menggendong seorang wanita..


●kamar richard●


Richard membaringkan tubuh mungil nada diatas kasur mewah dan besar miliknya, nada tak kunjung bangun dari tidurnya dan membuat richard memutuskan untuk mandi karna badannya sudah sangat kotor hari ini..





15 menit berlalu sejak richard masuk kedalam kamar mandi, nada terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling yang sangat berbeda dari kamarnya..



“dimana ini?”


“bukankah tadi aku berada dalam mobil Richard?”


“kenapa aku berada dikamar mewah ini? Apa Richard telah menjual ku?”


Beberapa pertanyaan selalu muncul dalam benak nada, yang membuatnya semakin tak terkendali.. rasa takut yang tak terbendung lagi membuat nada beranjak dari tempat tidur mewah itu dan dengan cepat ia menuju pintu keluar..


Belum sempat sampai langkah nada terhenti dengan pemandangan yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.. tubuh tinggi putih, serta perut berkotak kotak dan lengan yang cukup kekar dan… kaki yang sangat indah dan.. handuk putih yang menyelimuti bagian intim itu.. mata nada tak mampu lagi berkedip, nada menelan salifanya seakan terpesona dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, ia tak mampu mengontrol ekspresinya lagi..



“cihh.. berhentilah melihatku.. air liur mu sudah hampir keluar..!” ucap Richard dan melangkah menuju lemarinya.


Nada yang telah sadar pun mengelap bibirnya memastikan bahwa air liurnya tak benar benar keluar namun kenyataan berkata lain.. air liurnya memang telah keluar.. nada merasa dirinya sangat bodoh saat ini dan sangat malu..


“ka..kauu… kenapa kau ada disini?” Tanya nada


“ini kamarku.. tentu saja aku ada disini..” jawab Richard


“Ka..kamarmu.. jadi aku sekarang ada dikamarmu?? (melihat sekeliling)” ucap nada


“hmm…” respon singkat Richard


“apa..apa yang sudah kau lakukan terhadapku?? (memeluk dirinya sendiri)” ucap nada


“cihh.. hentikan pikiran liar mu itu.. aku sudah bilang aku tidak tertarik dengan wanita berdada rata seperti mu..” ucap Richard


“cihh… dasar menyebalkan..” ucap kesal nada


“mandi lah..!” ucap Richard


“ck.. nanti saja..” ucap nada ketus


“baiklah.. jika kau tidak ingin masuk kamar mandi sekarang.. aku akan mengganti bajuku dihadapan mu..” ancam richard dan memgang handuknya


“hei..heii.. hentikan hentikan…!! Baiklah baiklah.. aku akan segera mandi..” ucap nada


Nada segera berlari masuk kedalam kamar mandi sementara Richard tertawa puas karna telah mengerjai gadis kecil nya itu..


“gadis bodoh..” ucap Richard


Richard pun segera memakai pakaiannya dan keluar kamar untuk menemui nenek greta, Richard meninggalkan nada yang sedang mandi..




Tak berapa lama nada selesai mandi dan melihat sekitar kamar melalui pintu kamar mandi yang hanya mengeluarkan kepalanya saja.. nada melihat Richard tak berada dikamar, ia segera keluar kamar mandi dan mengambil tas ranselnya mengeluarkan pakaian dan segera memakainya..


“apa kau sudah selesai?” ucap Richard yang tiba tiba masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu..


Nada yang sedang memakai pakaian dalamnya (bra/bh) pun terkejut dan langsung menutupi tubuh atas nya dengan kedua tangan mungilnya..


“dasar cabul.. menyebalkan..”ucap nada kesal


Richard yang juga terkejut melihat pemandangan dihadapannya pun spontan membalikkan tubuhnya dan sedikit tersenyum jahil.. nada segera memakai pakaiannya secepat mungkin..


“heii.. apa kau tidak mau meminta maaf atas ulahmu..?” ucap kesal nada


“untuk apa? Sebentar lagi kau akan menjadi istriku..” ucap Richard


“apaa?? Hentikan omongan konyol mu itu.. kita cuman bersandiwara dan cepatlah selesaikan kesalah pahaman ini..!” ucap kesal nada


“ayo keluar.. nenek greta sedang menunggu kita..” ucap Richard


Richard segera keluar kamar dan nada mengikutinya dari belakang.. nada melihat sekelilingnya rumah yang sangat mewah pikir nada yang takjub dengan kemewahan rumah yang saat ini dipijaknya, kakinya menuruni tangga yang mewah dan melihat tampilan lantai bawah rumah itu yang sangat sangat mewah.



mata nada tak luput dari foto keluarga yang terpajang di dinding serta beberapa foto foto yang juga terpajang, ada satu foto yang menghentikan mata nada yaitu foto seorang wanita yang sangat cantik dengan rambutnya yang tergerai serta serta senyuman yang sangat cantik, foto yang sama seperti di apartemen Richard waktu itu.. “sepertinya itu foto ibu Richard..” ucap batin nada..



“heii.. kenapa kau melamun? Cepat sapa nenek greta..!” bisik Richard membuyarkan fokus nada


“selamat malam nenek..” sapa nada kepada nenek greta dan memberi hormat


“kemarilah.. dan duduk!” ucap nenek greta


Richard dan nada segera duduk dihadapan nenek greta, perasaan campur aduk kini menyerang mereka berdua antara takut dan khawatir sama sama kuat saat ini, yang membuat mereka kini sangat canggung dan tegang dihadapan nenek greta..


“ada apa dengan kalian? Kenapa wajah kalian tegang seperti itu?” tegur nenek greta yang menyadari suasana


“aa.. ti..tidak apa apa nek..” jawab nada dengan sigap


“tidak usah merasa bersalah.. kehamilan mu bukanlah kesalahan, nenek memang saat ini menginginkan seorang cucu..” ucap nenek greta


“ba..baiklah..” jawab nada pasrah


“nenek sudah bicarakan tentang pernikahan kalian pada semua anggota keluarga..” ucap nenek greta


“emm…nenek bukankah pernikahan itu terlalu terburu buru?” ucap Richard


“apa maksudmu? Apa kau ingin anakmu lahir dengan hubungan kalian yang belum resmi.?” Tanya nenek greta dengan nada sedikit kesal


“bukan begitu nek.. hanya saja aku dan nada masih memerlukan waktu untuk memikirkan soal pernikahan..” ucap Richard dan berkedip kearah nada


“i..iya nek, aku bahkan belum memberitahukan hal ini kepada orangtuaku..” ucap nada meyakinkan


“ohh.. soal itu.. tentu saja nenek sudah mengabari kedua orangtua mu dan tampaknya mereka sangat senang dengan kabar kehamilan mu..” ucap nenek greta


“apaa??? (terkejut) kedua orangtuaku sudah tahu.. ba bagaimana bias?” ucap nada


“sudah..sudah kalian tidak perlu memikirkan pernikahan kalian.. pergilah istirahat! “ ucap nenek greta


“ba..baiklah nek..” ucap nada dan Richard


Kali ini usaha mereka untuk membatalkan pernikahan gagal, Richard dan nada beranjak dari tempat duduk mereka, memberi hormat kepada nenek greta dan segera menuju ke kamar Richard.


Kamar Richard >


Setelah mereka berdua masuk kedalam kamar, kini suasana berganti menjadi sangat canggung dan menegangkan, Richard dan nada hanya bias duduk diam di atas tempat tidur, mata mereka hanya menghadap ke tv yang berada didepan mereka.. sungguh sangat aneh kedua manusia ini melihat tv yang tak menyala..


“apakah kau mau nonton tv?” Tanya Richard


“ten..tentu saja..” jawab nada canggung


Richard mengambil remot tv yang berada di atas meja yang tepat berada disebelahnya, ketika tv menyala dan menampilkan sebuah film yang sepertinya berasal dari chanell favorit Richard..


Nada dan Richard benar benar terkejut dengan film yang ditampilkan tv dihadapan mereka.. adegan panas diatas ranjang serta suara desahan yang bersautan mengisi ruangan yang sejak tadi sepi tak bersuara.. kali ini tv benar benar menunjukan kinerjanya..



Mata nada dan Richard terbuka lebar melihat adegan dalam film itu dan tak menyadari mereka menelan salifanya secara bersamaan.. apakah ini salah satu tanda bahwa mereka berjodoh..? berjodoh atau tidaknya mereka, bagaimana jika kita melihat cara mereka melewati malam ini..


Bersambung..


salam hangat dari penulis.. maaf jarang up.. krna lagi sibuk banget hwhwh... untuk episode ini moga kalian enjoy... selamat membaca.. jangan lupa like dan komentarnya..


tiyachan^