my prince or my boss

my prince or my boss
episode 7



Pembuatan kontrak..


Seorang pria dengan gagahnya duduk dikursi kerja, dengan setelan jas mahal berwarna biru senada dengan celana panjang dan sepatu kulit berwarna hitam, rambut hitam tertata rapih serta jam mahal bermerek r*lex yang dipandangnya saat ini, siapa lagi kalau bukan sang boss tuan Richard Walden Oscar.


Richard memandangi jam tangannya menghitung setiap detik demi detik yang terlewati oleh jarum jam sambil tersenyum jahil, apalagi kalau bukan menunggu kedatangan mainan kecilnya itu sang sekretaris kecil.. waktu sudah hampir 10 menit tapi nada tak kunjung datang..


"Hmmm kau kalah gadis kecil... " ucap richard dengan senyum smirk nya.


"5...4...3....2..." lanjut richard.


Brakkkk...


Pintu ruangan terbuka, seorang gadis kecil masuk dengan penuh keringat, membawa tas serta sepatu higheels yang dijinjingnya, gadis itu terlihat lelah seperti habis lari maraton..


"Satu.." lanjut richard dengan hitungannya..


"Apa kau sekretaris ku..? Kau bahkan tak begitu rapih untuk posisi itu..." ucap richard tersenyum


"Sudah cukup....!" Ucap nada kesal memukul meja richard


"tuan richard, anda sangat keterlaluan.. jarak kampusku dari sini 30 menit dan anda menyuruh saya sampai disini dalam waktu 10 menit..apa anda ingin membuat saya mati muda..." ucap nada kesal


Richard mendengar itu bukannya kesal malah sebaliknya dia tersenyum sangat puas..


"Jadi.. apa mau mu nona nada?" Ucap richard yang mendekatkan wajahnya kepada nada


"Aku ingin kita buat kontrak..! " ucap nada tegas


"Baiklah... mari kita buat.." ucap richard tanpa bantahan


Nada mengambil dua kertas dan memberikan satu kepada richard, saat ini mereka duduk berhadapan..


"Oke.. sekarang kamu tulis apa saja yang harus aku lakukan dan tidak..!" Ucap nada


"Baiklahh..." jawab richard langsung menulis kan keinginanya.


Kedua manusia itu sangat serius membuat kontrak yang mereka inginkan, menuangkan pikiran mereka masing masing di sebuah kertas..


2 menit kemudian....


"Selesai..." ucap richard tersenyum


"Haa...? Apa? Kenapa bisa secepat itu?" Ucap nada


"Itu hal mudah bagiku, hanya membuat kontrak itu biasa ku lakukan sebagai CEO.." ucap sombong richard.


"Dasar sombong...Berikan padaku, biar aku membacanya..!" Ucap nada kesal


Richard memberikan kertasnya kepada nada..


Nada menerima kertas itu dan membaca nya, mata nada membulat besar ia terkejut dengan tulisan didalam kertas itu...


"Apa ini? Ini bukan kontrak..." ucap nada kesal


"Aku menuliskan apa yamg aku inginkan dalam kerja sama ini.. apa yang salah?" Jawab richard


"Tapi kamu hanya menuliskan satu kalimat tuan richard.." ucap nada kesal


"Ya.. aku hanya menginginkan itu.." jawab richard


"Apa ini.. bahkan kamu hanya menuliskan [nona nada satifa harus mengikuti perintah dari tuan richard walden oscar] " ucap nada membaca kontrak itu


"Ini tidak adil untuk ku... kesalahan ku hanya menumpahkan air dicelana mahalmu dan sebagai balasannya aku harus hidup dibawah perintah mu selama 3 bulan.. ini tidak adil..! Aku tidak setuju..! " ucap nada kesal


"Baiklah baiklah... aku akan memberikan toleransi untuk mu... (richard membalik kertas miliknya) silahkan kamu tulis apa saja yang tidak boleh kita lakukan dalam kerja sama ini.. tapi hanya 5 poin.." ucap richard tersenyum


"Bagaimana nona nada ?" Lanjut richard.


"Baiklah.."jawab nada langsung menulis di kertas yang diberikan richard.


"Selesai.." ucap nada sambil tersenyum bangga dengan mengangkat kertas itu.


"Sebutkan..! " ucap richard


"Poin 1. Tidak boleh mencampuri dan mengganggu urusan pribadi masing masing"


"Poin 2. Tidak boleh membawa hubungan pura pura ini di dalam kantor"


"Poin 3. Tidak boleh hubungan ini diketahui oleh media massa, kampusku dan perusahaan"


"Poin 4. Tidak boleh memaksa apalagi mengancam untuk keinginan pribadi"


"Poin 5. Tidak boleh melakukan ciuman, pelukan atau pun hal lain diluar batas."


"Bagaimana mungkin? Sepasang kekasih tidak bemesraan? " ucap richard


"Ya mungkin saja... kita kan hanya berpura pura..." jawab nada santai


"Bagaimana jika terjadi sesuatu yang mengharuskan kita melakukan hal seperti itu? Siapa yang harus disalahkan ? Pastinya juga kita tak bisa menolak untuk berpura pura jika kondisi yang meminta.." ucap richard yang membuat nada semakin kesal dan bingung


"Ba..baiklah kalau begitu... aku akan buat pengecualian untuk itu.. jika kondisi yang memaksa kita melakukannya maka itu tidak akan melanggar kontrak.. tapi jika salah satu dari kita berinisiatif melakukannya untuk kepentingan pribadi maka itu melanggar kontrak..." ucap nada


"Maksimal berciuman, aku tak ingin melakukan yang lebih dari itu...!" Lanjut nada


"Baiklah aku setuju... lagipula dengan tubuh kecil mu itu aku bisa jamin tak akan tergoda.." ucap richard.


"Aku juga tidak akan tergoda dengan orang menjengkelkan seperti mu...!" Ucap nada kesal.


"Benarkah?" Tanya richard


Richard mendekatkan wajahnya, sangat dekat dengan wajah nada membuat mata nada terbuka lebar dan membulat sempurna serta menelan ludahnya, siapa yang tahan melihat wajah tampan dan seksi dari seorang Richard Oscar, bahkan wanita tua pun tak akan kuat menahan godaannya..


"Ya ampun tuhan, bahkan wajahnya seperti tak memiliki pori pori, mulus dan begituu tampan.. apakah ini yang namanya bibir seksi.. rahang yang keras tampak begitu seksi..." ucap batin nada


"Tidak nada... kau tak boleh tergoda.. ayo sadar nada....!!!! " ucap batin nada


Nada mendorong richard dan bergegas untuk berdiri...


"Hentikan...! Kau melanggar kontrak..." ucap nada


Richard kembali ke posisi duduknya dan tersenyum puas..


"Baiklah kita selesaikan kontrak ini.. ayo kita tanda tangan.." ucap nada kembali duduk


"Baiklah aku akan menulis di lembaran satu lagi, agar kita punya masing masing..." ucap richard dan langsung menyalin kontrak yang sudah terbuat..


□□□


"Oke selesai... ayo kita tanda tangan.." ucap richard


Kedua manusia itu pun melakukan tanda tangan pada dua lembar kontrak yang sama dan masing masing menyimpan satu..


"Sudah selesai.. baiklah kalau begitu.." ucap nada langsung berdiri dan mengulurkan tangannya.


Richard yang melihat pun langsung berdiri dan menjabat tangan nada.


"Senang bekerja sama dengan anda nona nada.." ucap richard tersenyum


"Sama-sama tuan richard, kalau begitu saya pamit ingin kembali ke tempat saya.." ucap nada tersenyum


"Baik, silahkan sekretarisku.." ucap richard tersenyum


Nada pun keluar dari ruangan richard.. richard masih tetap memperhatikan nada yang berjalan keluar dari ruangannya..


"Gadis kecil.. mainanku.." ucap batin richard


Bersambung....