
Gadis kecil bodoh..
Sepulangnya dari kerumah sakit, nada memutuskan untuk kembali ke perusahaan.. dengan perasaan sedih dan sangat bersalah..
Karna tadi nada pergi kerumah sakit menggunakan taxi, kali ini dia memilih untuk berjalan kaki saja sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya..
"Apa aku harus datang dan membawakannya bubur? Atau aku datang untuk minta maaf dan membawakannya coklat... tapi ini kan bukan perayaan valintine... apa yang harus ku lakukan...?"Ucap nada yang berbicara pada dirinya sendiri.
"Baiklah.. aku sudah putuskan nanti malam aku akan membawakannya bubur..." lanjut nada yang bicara pada diri sendiri lagi..
"Fighting nada..!" Ucap nada bersemangat
Nada memanggil taxi agar cepat sampai ke perusahaan dan menyelesaikan pekerjaannya agar bisa membawakan bossnya itu bubur..
●
●
●
Nada yang sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya langsung bergegas pulang, sesampai dirumah nada langsung membuat bubur ayam untuk bossnya setelah selesai memasak, nada segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit...
Saat ini nada berpakaian santai, nada memakai celana pendek, kaos polos putih dan long jaket berwarma coklat serta sepatu hitam senada dengan tas yang dibawanya. Nada bergegas pergi tak lupa membawa bubur yang sudah disiapkannya tadi, dengan cepat ia melajukan kendaraannya menuju rumah sakit.
Ilustrasi style nada.
●●●
Sesampai dirumah sakit nada langsung menuju ruangan bossnya itu, karna waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dan jam besuk rumah sakit sudah hampir habis.
Nada membuka pintu kamar rawat boss nya, nada melihat boss nya yang sedang tidur namun nada melihat wajah richard yang begitu gelisah seperti sedang bermimpi buruk tanpa berpikir panjang nada menaruh bubur buatannya itu diatas meja dan mendekati boss nya yang sedang gelisah karna mimpinya.
Nada melihat richard yang begitu gelisah pun mengusap lembut pipi richard dan sedikit menepuknya agar richard terbangun dari mimpinya.
"Tuan richard.." panggil nada lembut dan dilakukannya berulang kali.
Richard pun terbangun dari tidurnya, matanya membuka dan menjatuhkan beberapa tetes air mata, wajahnya ketakutan seakan habis dikejar penjahat, pandangan nada pun tertuju pada richard begitupun richard, tanpa sadar nada masih membiarkan tangannya berada di pipi richard.
"Aku akan ambilkan minum.." ucap nada yang telah tersadar dan langsung cepat menarik tangannya dari pipi richard.
Ketika nada berdiri dan ingin pergi, richard menahan tangan nada membuat tubuh nada tak stabil dan akhirnya duduk di pinggir kasur.
"Disini lah sebentar..! Aku mohon.." ucap richard lembut
Nada tidak menjawab, ia hanya mengangguk.. richard pun terus memegang tangan nada dan menaruhnya di pipi.. nada membiarkan hal ini terjadi, ia tak melawan seperti biasanya, ia tahu bahwa boss nya itu sedang butuh seseorang saat ini.
Tak lama richard pun kembali tenang dan tertidur, nada hanya memandangi wajah tampan richard yang sedang tidur, sesekali nada menyentuh mata, hidung ataupun bibirnya, ia melihat bahwa richard sangat lucu seperti bayi.. dengan tersenyum nada menikmati apa yang dilihatnya saat ini.
Tok..tok..tok.. (pintu kamar diketuk)
Seorang perawat masuk..
"Maaf nona saya mengganggu, apa nona yang akan menjaga tuan richard malam ini?" Ucap si perawat
"Ah, iya aku yang akan menjaganya, ada apa?" Jawab nada
"Baiklah jika nona yang menjaga tuan richard malam ini, saya akan memberika kartu tanda penjaga pasien berhubung jam besuk rumah sakit sudah habis.." ucap perawat dan memberikan kartu itu pada nada
"Baik, terima kasih.." ucap nada
"Anda harus membawa kartu itu jika keluar ruangan ini nona agar nanti anda tidak ditahan oleh petugas keamanan.." ucap perawat dan membungkukan sedikit badanya yang berarti memberi hormat lalu pergi.
Setelah perawat itu pergi, nada melanjutkan memandangi wajah bossnya itu... wajah richard sangat terlihat polos ketika sedang tidur beda dengan ketika ia sadar.
Tanpa disadari nada pun tertidur dengan posisi kepala yang sudah diatas perut richard karna tangan nada yang masih belum dilepas richard.
tak lama richard terbangun dari tidurnya, tenggorokannya terasa serak dan berniat untuk minum, richard yang baru membuka matanya melihat nada yang sudah tertidur didekatnya dan ia pun sadar bahwa sedari tadi ia memegang tangannya nada, ia melepas perlahan tangan nada dan memindahkan kepala nada di atas kasur.
Richard beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil air minum, richard minum di sofa yang talah tersedia diruang rawatnya. Richard melihat sebuah bungkusan diatas meja dan diambilnya kemudian ia memakannya berhubung saat ini perutnya telah terasa lapar, richard menghabiskan bubur itu tak bersisah..
"Aku kenyang.." ucap richard yang telah selesai makan
Richard beranjak dari sofa dan mendekati nada yang tengah tertidur pulas, richard menyingkirkan rambut yang saat ini menutupi wajah nada, dilihatnya wajah gadis yang selalu ia jahili tampak cantik dan sangat manis dalam tidur nya.
"Kau sangat manis gadis kecil.. tetap lah disisiku.."ucap batin richard
Nada menggerakkan tubuhnya tanda bahwa ia akan bangun, richard segera bergegas duduk kembali di sofa, ia tidak ingin nada mengetahui bahawa sedari tadi ia memandang wajah nada..
Nada yang terbangun, telah sadar dan terkejut melihat tempat tidur dan tak nampak boss nya disana, nada panik seketika dan mencari keberadaan boss nya..
"Apa kamu mencari ku?" Ucap richard yang sedang duduk di sofa
Mendengar ucapan richard nada langsung membalikkan badanya dan dilihatnya richard yang tengah duduk santai di sofa.
"Apa anda sudah baikan tuan?" Ucap nada
"Ah, aku lupa.. aku membawakan mu bubur ayam tadi...semoga saja belum basi.." ucap nada yang beranjak dari kursi dan menuju meja yang berada dihadapan richard saat ini.
Nada terkejut melihat bungkusan yang ia bawa sudah terbuka dan isinya telah habis dimakan..
"Apa anda sudah memakannya?" Tanya nada
"Ya aku memakannya.." jawab richard
"Apakah rasanya enak? Apakah bubur itu belum basi?" Tanya nada sekali lagi
"Mana aku tau bubur itu basi atau tidak..." jawab richard yang masih terlihat santai
"Apa anda tidak bisa merasakan yang mana basi dan tidak?" Tanya nada
"Sepertinya.. " jawab richard yang masih santai
"Aku membuat bubur itu jam 6 sore tadi dan sekarang sudah jam 9 malam, berarti bubur itu sudah basi.." ucap nada
"Apaaaaa??? Bagaimana bisa kau membawakanku bubur basi!! " ucap richard terkejut
"aku tidak membawakan mu bubur basi tuan, bubur itu awalnya belum basi..Lagipula anda sudah memakannya sampai habis tuan.." ucap nada menahan tawanya
"Keluarkan! Cepat keluarkan bubur sialan itu dari dalam perut ku..!! Cepaatt! " ucap richard kesal yang saat ini posisi nya sudah berdiri dan gelisah
"Bagaimana caranya tuan? Bubur itu sekarang sudah di olah di dalam perut mu..." ucap nada yang semakin menahan tawanya
"Yang benar saja, kau hampir membunuh ku 2 kali... " ucap richard kesal
"Sudahlah, makanan basi tidak akan membunuh mu tuan richard.. itu hanya membuat mu sakit perut nanti.." ucap nada menahan tawa nya karna melihat sang boss yang tampak gelisah.
"Apakah enak? Bubur itu aku yang buat.." ucap nada sekali lagi pada richard sambil tersenyum
Richard langsung melihat sinis ke arah nada dan berjalan mendekati nada, nada yang sadar bahwa boss nya sangat marah saat ini hanya berjalan mundur untuk menghindari boss nya itu tapi richard tidak berhenti dengan langkahnya yang terus mendekati nada.
"Ma..maafkan aku.. ma..maaf maaf..." ucap nada yang saat ini ketakutan dan terus berjalan mundur menghindari bossnya
Nada yang kini sudah tak bisa menghindar dari boss nya itu karna telah tersandar di dinding, richard terus mendekati nada, matanya sinis seakan ia akan melahap gadis kecil dihadapannya itu..
"La..lagipula anda kan CEO group Oscar, masa untuk membedakan makanan basi atau tidak saja anda tidak tahu..." ucap nada yang semakin ketakutan
Richard menaruh kedua tangan nya di dinding tepatnya disamping kanan dan kiri kepala nada.
"Aku memang CEO, tapi yang ku kerjakan setiap hari adalah kertas bukan makanan..!"ucap richard kesal
"Kau harus di hukum, gadis kecil.." ucap richard sekali lagi.
"Ba..baiklah aku akui, tadi aku hanya membohongi mu.. bubur itu tidak basi, aku.. aku hanya ingin menjahili mu tadi.. maaf kan aku.. aku mohon.. jangan hukum aku..!" Ucap nada takut dan menyatukan kedua tangannya untuk memohon sembari ia menutup mata karna takut melihat tatapan sinis bossnya itu.
Richard tersenyum smirk kendengar pengakuan dari gadis kecil nya itu.
"Terlambat..! Bubur itu basi ataupun tidak aku tak peduli, karna kenyataan nya kau membohongiku.. kau tetap di hukum malam ini..!" Ucap richard
Richard pun beranjak dari hadapan nada dan pergi menuju tempat tidur nya.., nada yang merasakan richard sudah beranjak darinya pun membuka mata, dilihatnya richard yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.
"Tidurlah denganku..! Itu hukuman mu" ucap richard
"Apaa?" Ucap nada terkejut
"Kenapa? Jangan berfikiran aneh, aku tidak berselera denganmu.." ucap richard
"Baiklah aku akan tidur disini, aku akan tidur disofa..." ucap nada yang langsung mengambil posisi tidur di sofa
"Aku tidak menyuruhmu tidur di sofa.." ucap richard
"Lalu? Aku harud tidur dimana? " ucap nada yang langsung duduk mendengar perkataan richard
"Disamping ku..!" Ucap richard santai sembari melihat hape nya
"A..aapa? Disamping mu?" Ucap nada terkejut
"Aku sudah bilang kau bukan tipe ku.." ucap richard
"Dasar sombong..."- gerutu nada
"Kenapa aku harus tidur disamping mu?" Tanya nada
"Kau akan tau alasannya besok.. tidurlah.. aku sangat lelah berhadapan dengan wanita seperti mu.." ucap richard
Nada pun beranjak dari sofa menuju tempat tidur dan langsung mengambil posisi tidur disamping richard dan menarik selimut tak lupa ia langsung membelakangi bos nya itu.., Richard hanya tersenyum saat ini melihat gadis kecilnya itu dan bergegas untuk tidur..
"Dia sangat lucu dan menggemaskan.. dasar gadis kecil yang bodoh.." ucap batin richard yang saat ini melihat wajah nada yang sedang tidur.
Bersambung...