
Setelah beberapa hari dari acara perpindahan ke rumah mbok Ina dan masuk nya ia di sekolah baru, Ruru tiba2 saja mendapat surat di bawah meja nya
"Apa ini, pagi2 sudah dapat teror??"Batin nya setelah memebaca surat itu
Ia mengedarkan pandangan pada teman2 sekelas nya yg sudah datang, tapi ia tak menemukan orang bergelagat mencurigakan
Semua tampak biasa
"Mungkinkah dari kelas lain, atau tingkatan lain..?! " gumam Ruru kemudian merobek kertas itu
Ia tidak peduli dengan ancaman itu, untuk apa peduli, ia tidak bersalah
Isi surat :
Jangan genit2 dengan cowok di sekolah ini, apalagi dengan para pangeran kami
Tau diri dan bercerminlah
Kalau loe ngelanggar, gue yakin loe bakal menyesal
...
Setelah bel istirahat berbunyi, Ruru pun keluar menuju kantin.
Awal nya ia ingin mengajak Vivi menemani nya, namun sedari pagi ia merasa Vivi menjauhi nya dan saat pelajaran selesai dia langsung bergegas keluar tanpa menyapa Ruru
Ruru merasa sedih, pasal nya Vivi lah teman pertama yg ia dapatkan.
Vivi adalah siswi kutu buku dikelas nya, dia ramah dan dialah yg lebih dulu mengajak bicara Ruru di hari ke 2 nya bersekolah
Tapi apa yg terjadi sekarang, jangankan menyapa memandandang Ruru saja tidak
Bahkan saat tadi masuk kelas Ruru menyapa nya dia tidak membalas, seakan-akan dia tidak mendengar
"Sudahlah mungkin dia ada masalah" batin Ruru menenangkan pikirannya
Ruru makan sendiri di kantin SMA, dan ia sedikit melamun memikirkan Vivi
Ia merasa kehilangan, sebenarnya Sinta dan ke 4 saudara nya itu akan selalu siap menemani nya, tapi ia menolak dengan alasan ingin mandiri
Lagipula mereka beda tingkatan, ia tidak mau kalau 5 orang itu harus susah2 menghampirinya ke kantin SMA apalagi kalau ia yg harus kekantin sekolah mereka
Jadi ia memilih mencari teman yg lain saja, toh ia akan bertemu Sinta setelah pulang sekolah
Dan untuk ke 4 saudara nya itu, ia akan bertemu setiap akhir pekan
Yup Ruru akan pulang setiap hari libur
Saat sedang tenggelam dalam pikiran nya, sebuah tangan kekar menutup matanya
Ruru kaget, tapi setelah mencium aroma dari tangan tersebut ia pun tenang dan berkata sedikit berbisik
"hampir saja tangan mu patah, mengapa kau mengagetkanku bang"
"Hehehe, ternyata kau sangat mengenaliku" jawab Aldo cengengesan
"Untuk apa kau kemari? Kau tidak lihat, semua mata melihat tajam kearahku!!! " Ruru risih dengan pandangan sinis dari para siswi
"Tenang saja, tak akan ada yg berani macam2 pada macan betina" Aldo malah duduk di samping adiknya dan mencomot makanan dipiring Ruru dengan santuy๐
"Lagipula, mengapa tadi kau melamun padahal kau sedang makan" lanjut nya
"Aku mendapatkan teman baru, tapi hari ini aku merasa dia menghindariku" ada nada sedih di ucapan Ruru
Ruru melanjutkan makan siomay nya dibantu oleh abang nya itu, tak ada obrolan diantara mereka tidak seperti biasa nya yg penuh canda
Ruru menatap piring siomay nya sedangkan Aldo menatap adiknya
"Em?? "Ruru menengok ke arah kakak nya sambil memicingkan mata "ternyata dari tadi kau memperhatikan ku hanya untuk menilai penampilanku"ucapan nya yg membuat Aldo tertawa dan mengundang lebih banyak perhatian
Ruru sudah tidak peduli pada pandangan orang2 terhadap nya, yg penting untuk sekarang ini identitas nya masih aman
Saat kakak adik itu asik bersenda gurau tiba2 seorang wanita datang dan berkata "loe ninggalin gue cuma buat nemuin ni anak baru?! " nada nya sedikit meninggi karna kesal
"Yah" jawab aldo sinkat tanpa menoleh, dia malah menyomot siomay Ruru kembali dan memakn nya
Ruru tidak mau ikut campur dengan urusan saudara nya, dia tahu kakak nya yg satu ini suka gonta-ganti pacar mungkin perempuan ini pacar kakak nya, karna kakak nya tidak akan mau berjanji apa lagi menyentuh lawan jenis selain pacar nya yah terkecuali keluarga nya
Ya tadi Ruru melihat kakak nya merayu wanita ini sambil memegang tangan nya
Saat Ruru akan makan siomay penghabisan, tiba2 ia merasa ada cairan yg mengalir dari kepala nya
"Oh my good, apa ini. Ya Allah rasa nya aku ingin.. Akhh" batin nya tak percaya
"Astagfirullahhal'adzim" Ruru istifar dengan bergumam untuk meredakan emosi nya
"Yana, apa-apaan kau" bentak Aldo
Yah Yana yg baru sebulan jadi pacar Aldo menuangkan juice alpukat yg tadi di pesan Ruru di kepala Ruru, gadis ini putri satu2 nya dari keluarga Vian yg terkenal kekayaan nya di kota Paris
Dia salah satu gadis tercantik di sekolah SMA Tunas Bangsa, dia sekelas dengan aldo dikelas yg sama yaitu kelas 3 A
"Loe ngebentak gue cuma gara2 cewek cupu ini" tanya Yana pada sang pacar
Aldo yg tidak terima adik nya diperlakukan begitu, dia maju mendekati Yana dan berniat menampar nya, tapi dengan cepat Ruru menghentikan nya dengan dekheman
"Ekhem.. "
Seketika Aldo terdiam, ia tau bahwa Ruru ingin menyampaikan jangan memukul wanita jika kau seorang pria sejati, dan aku tidak suka pria kasar terhdap wanita dengan dingin dan tatapan tajam Aldo berkata
"Cepat minta maaf" tangan nya mengepal dan rahangnya mengeras memahan amarah
"Tidak mau dan tidak akan" jawab Yana angkuh
"Kau.. " Aldo menunjuk ke muka Yana dengan geram, semua orang di kantin itu memperhatikan mereka
"Sudahlah tidak apa2,jangan di perpanjang masalah nya. Aku akan membersihkan diri dan ganti baju, tapi kx Yana tetap harus mengganti juice ku yg belum sempat ku minum" kini Ruru angkat bicara, ia tidak mau kakak nya semakin emosi
"Huh, kalau gue gak mau.. " belum sempat Yana menyelesaikan penolakan nya Ruru kembali berkata
"Jika kakak tidak mau, berarti rumor bahwa keluargamu kaya itu semua bohong. Bukti nya mengganti juice ku saja tidak mampu" ejek Ruru dengan nada sopan sebagai adik kelas
"Kau.. "Yana geram dengan perkataan Ruru, jadi ia mengeluarkan beberapa ratus ribu rupiah karna ia tidak mau kehilangan muka di depan teman2 yg sedang menonton
"Ini beli sebanyak yg kau mau" ia menyodor kan uang itu pada Ruru tapi tidak di sambut oleh Ruru "mengapa, apa kurang?. Cih ternyata kau orang yg mata duitan" ia kembali ingin mengambil beberapa uang lagi tapi berhenti saat Ruru berkata dengan santai nya
"Aku meminta juice ku kembali, bukan uang"
Kini Aldo sudah tak marah lagi, melainkan ia ingin tertawa "puft.. "
"Kau,, baiklah Susi pergi belikan dia 5 juice alpukad" ucap Yana memerintah salah satu teman nya
"Kau yg menumpahkan juice di kepalaku, tapi kau meminta orang lain yg pergi membelikan nya?? Dan aku tidak ingin 5,tapi cukup satu. Jika kau keberatan kau boleh memberikan sisa nya pada yg lain" ucap Ruru dingin karna ia tak suka dengan orang yg sok berkuasa, memerintah seenak nya padahal dia bisa melakukan nya sendiri
Belum sempat Yana menjawab, bel berbunyi pertanda istirahat telah usai
"Sudah lah permasalahan ini tidak akan ku perpanjang" Ruru meninggalkan kantin dan semua pun bubar
#Jeng.. Jeng.. Jeng, itu khayalan author ajh yhh teman2
Kalau ada yg salah dalam karangan atau ada yg keberatan silakan komen#
*jangan lupa like nya kalo suka cerita ngaur ini๐๐ ๐