My partner

My partner
14 strategi



"Huh gue udah ngira bakal langsung diterima, hampir melayang semua kesayangan kita" ujar Arga kepada dua sahabat nya


Basti "Kita harus bertindak juga, tapi jangan ungkapin perasaan, karna bisa2 kita ketahuan kalo barengan ungkapin perasaan kek Dion tadi"


Rava "yah, tapi inget jangan sampe kalian jatuh hati beneran sama Ruhy" "karna jika kalian juga punya perasaan ke dia, gue bakal susah mengalah dan terjadi pentengkaran dalam persahabatan kita" lanjutnya dalam hati


Hari minggu di kediaman Agustin


"Gimana ini, baru seminggu dia mendekatiku dan baru kemarin dia mengungkapkan perasaan nya. Apa aki sudah jatuh cinta hanya dengan waktu sesingkat ini" gumam seorang gadis yg sedang berada di kamar nya


"Kak.. " panggil Ron membuka pintu kamar


"Kakak" teriaknya dengan nada manja karna Ruru tak menjawab panggilan nya


Ruru pun menengok kearah adik nya dengan tatapan yg sulit diartikan


"Kakak lagi mikirin apa sih, melihat langit2 kamar seperti menerawang masa depan" ucap Ron dengan muka ditekuk dan ia duduk diranjang kakaknya saat Ruru memberi ruang untuknya


"Teman2mu pasti tak akan percaya jika kau semanja ini" ucap Ruru tersenyum geli melihat tingkah adik nya


Ron "yah aku kan begini cuma ke kakak, memang salah kalau adik nya manja pada sang kakak. Ah jangan mengalihkan topik, dari kemaren saat kau pulang kemari, aku lihat kau sedang memikirkan sesuatu. Ceritakan apa itu?!!"


Ruru "Hahaha, apa seketara itu?”


Ron "yah, sangat kelihatan. Jadi apa itu?"


Ruru "apa harus diceritakan?"


Ron "kak, Ron gx mau kalo kakak banyak pikiran dan jadi sakit. Setelah kau cerita mungkin aku bisa bantu"


Ruru terdiam sejenak dan akhirnya berkata


"Sepertinya aku jatuh cinta" ia ingin melihat reaksi dari Ron


Ron "siapa orang nya? Kelas berapa? Dan apa dia tampan? Dia tidak playboy kan?"


Ruru "haha, satu2 sayang tanya nya"


Ron "jadi siapa orangnya?" ia masih menampilkan wajah datar saat bertanya


"Hai my princess... " kini ke tiga saudaranya yg lain ikut masuk kekamar Ruru


"Hy to my prince" jawab Ruru masih dengan posisi yg sama, tidur di tempat tidurnya


Mereka ikut duduk diranjang dan mengelilingi Ruru


"Bagaimana sekolah mu princess, apa lancar2 saja?" Ray yg duduk di samping kepalanya bertanya


Ruru "jangan pura2 bang, Ruru tau Uli itu mata2mu" ia jadi kesal mengingat ada mata2 dari kakak nya dikelas


Ray yg tadi bersikap santai jadi menggaruk tengkuk nya yg tak gatal


"Apa dia mengatakan nya langsung" gumamnya


Ruru "dia tidak mengatakan apa2, tapi aku peka pada orang yg terus mengawasiku" Ray yg melihat adik nya mengerucutkan bibir nya hanya nyengir seperti kuda


"Tolong lah, kalian jangan memata-mataiku, Ruru akan cerita jika terkena masalah yg berat" Ruru meminta pada saudara2nya agar tidak lagi mengawasinya


Ray "tapi abang hanya khawatir princess"


El "Sudahlah bang Ray, kau lupa siapa princess kita ini? Saat dia di australi bukankah ada orang yg masuk rumah sakit karna mengganggunya" seketika mereka tertawa mengingat itu


Al "ah yah hampir lupa, tadi Doni menelfon ku. Kata nya lusa dia akan ke indonesia bersama kx Dino"


Ruru "wah benarkah, tapi bukan nya mereka sibuk juga??"


Ruru "adik perempuan ku"


"Hahahaha" mereka tertawa mengingat sikap Doni yg seperti wanita jika bersama Ruru.


Ron "oh iya, saat mereka datang kita juga akan izin untuk membuat acara bersama"


"Ya ya ya, Sinta juga akan ikut" ujar Ruru dan yg lain juga setuju


Ron "kakak ku yg cantik, sepertinya tadi kau berjanji ingin memceritakan sesuatu pada ku, ayo cerita mumpung abang2 ada disini juga" Ruru jadi salah tingkah melihat tatapan jahil adik nya, sedangkan kakak2 nya sudah menatap Ruru bergantian dengan Ron untuk meminta penjelasan


Ray "hayo ada apa princess, abang berjanji tidak akanengawasimu lagi asal kau juga menepati janji mu untu bercerita apapun yg terjadi"


"Seperti nya Ruru jatuh cinta" Ruru cepat2 menutup mukanya yg sudah memerah karna perkataan nya sendiri


"What? Who this men?" tanya ketiga kakak nya, sedangkan Ron hanya menahan tawa melihat kakaknya yg malu2 itu


"Dia sekelas denganku dan... " belum selesai Ruru menjelaskan ibu mereka berteriak


"ANAK-ANAK AYO TURUN, WAKTUNYA MAKAN SIANG"


"YES MOM, WE COME" teriak mereka serempak


Hari senin


"Kira2 siapa pria yg bisa membuat princess kita jatuh cinta bang?" tanya El pada Ray ketika mereka memasuki kampus


Ray "Abang juga kurang tahu, kalau yg dikatakan mata2 abang, Ruru sedang didekati 4 pria yg satu genk. Mungkin salah satu dari mereka. Pria2 itu terkenal setelah kita pastinya"


El "bang Rey masih memata-matai princess?"


Rey "yah tidak lah, bisa2 princess mengamuk sama abang. Kalau mengamuk seperti gajah liar sih masih mending, tapi kalau dia mendiamkan abang, itu yg menyeramkan"


El "hahaha, yayaya El setuju. Kita turuti saja apa maunya, tapi apakah kau tak merasa aneh bang, pria populer mendekatinya dan yg lebih anehnya lagi mereka satu genk?"


Rey "sudahlah kita hanya perlu mendukung nya, dia sudah besar. Sudah sepantasnya dia jatuh cinta bukan?" "tapi jika mereka menyakiti hati princess kita, abang tidak akan tinggal diam" lanjutnya dalam hati


Di kantin SMA


"gimana kemajuan kalian? Dan loe Dion, gimana, apa gx ada tanda2 target mau nerima loe?" tanya Arga


Dion "entahlah, tapi kalian santai ajah. Ini juga baru 2 hari dari pas gue nembak dia, jangan buru2"


Basti "kalo gue tadi ngajak dia keluar sepulang sekolah, katanya insyaallah kalo gx sibuk"


Arga "yah gx jadi dong gue ngajak dia keluar, rencana nya ntar pulang sekolah langsung gue ajak ke taman bermain tapi karna loe duluan Bas yg ngajak berarti gua ganti besok hari"


Basti "kalo loe gimana Rav??" Rava yg sedari tadi diam menatap minuman nya yg sibuk ia aduk pun menengok ke arah sahabat nya kemudian mengangkat bahu


"Entahlah, gue juga masih bingung mau ngerencanain apa" ucap nya


Arga "pss pss arah jam 4.. " ia mengode para sahabatnya dan mereka menoleh kearah yg dimaksud Arga


Disana seorang gadis yg dari tadi mereka bicarakan sedang berjalan melihat-lihat tempat duduk yg kosong


"RU... " baru Dion akan berteriak ternyata ia keduluan dengan pria yg berdiri didepan gadis tersebut


"Kayak nya kita harus bertindak cepet deh, kalo gx, bisa2 kita keduluan kx Aldo dan taruhan kita akan sia2" ujar Basti dan para sahabat nya mengangguk setuju


"Kayak nya saingan gue berat buat dapetin loe Ru"


#hayo batin siapa itu yg berbicara??