My partner

My partner
24 awal dan akhir



Seminggupun berlalu


"Ruhy, ini ada kiriman untukmu" ucap seorang siswa memberikan coklat dan sebatang bunga mawar


"Lagi? Hah Dion ini benar2,membuatku luluh saja. Apa sudah saat nya aku mengungkapkan perasaanku juga?" batin Ruru


"Ah aku melupakan buku fisika ku di taman, lewat belakang saja biar tidak mutar lagi"


Saat ia berjalan tiba2 ia mendengar beberapa orang yg ia kenal berbicara di belakang sekolah


"Apa-apaan ini?" teriak seorang wanita


Ruru pun berhenti, bukan nya ingin menguping, tapi entah mengapa langkahnya begitu saja berhenti saat mendengar teriakan orang yg ia kenal itu


"Tenanglah, ada apa sebenarnya loe manggil kita orang kesini dan tiba2 marah gx jelas?" tanya seorang laki2


"Kalian gak tahu apa kesalahan yg kalian buat? Mengapa kalian makin hari semakin baik sama itu pelayan para pangeran?"


"Jadi mereka sedang membicarakanku, tapi mengapa?" batin Ruru


"Ya elah, loe marah2 kek gini ragara kita orang baikin tuh cewek miskin" ujar lelaki lainnya


"Ya ampun, kalian itu gimana sih kita kan udah ngomong ini cuma sandiwara" lelaki lain nya pun menimpali


"Sandiwara sih sandiwara, tpi gx gini2 juga kali" ucap wanita lainnya


"Iyah iyah, jadi besar kepala nanti tuh si cupu" timpal yg lain


"Dion, pokoknya gue gx mau liat loe deket2 lagi sama tuh pelayan, kalo gx gw gx bakal mau ngomong sama loe lagi" ucap Sisil


Yeps mereka adalah kedua genk yg sok berkuasa itu😌


"Tapi Sil, gue belom dpt pernyataan dari dia. Loe tenang aja, selama dia udah ungkapin perasaan nya ke gue dan gue yg menang tarohannya, loe gx bakal liat gue negur dia lagi. Gue juga ogah deket2 sama dia, dihati gue kan cuma ada loe" ujar Dion


Mereka tidak tahu kalau orang yg mereka bicarakan mendengar semuanya


"Jadi selama ini, mereka cuma mempermainkanku dengan menjadikanku bahan taruhan?" batin Ruru, ia sangat2 sakit hati. Laki2 pertama yg mampu membuatnya jatuh hati malah mempermainkan nya


Ruru segera menghapus air matanya yg sempat terjatuh, lalu ia melangkah mendekati rombongan itu


"Ruhy.... " ucap Rava terkejut yg sedari tadi terdiam


Seketika mereka menengok ke arah yg dilihat Rava, dan..


"Hai, saya kebetulan lewat dan mendengar kalian sedang asik mengobrol jadi saya mampir" sambil tersenyum getir Ruru menahan emosinya


"Se.. Sejak kapan kau.. Kau disini?" tanya Dion terbata


"Cukup untuk mendengar semua percakapan kalian" setelah tersenyum dan mengatakan itu, Rurupun pergi entah kemana


Tring.. Tring..


Akhirnya bel istirahat memecahkan keheningan di kelas 1 SMA A itu


nggggggg.... Dugh.. Dugh


"Tes tes.. Ekhem.. Halo semua, kalian sudah istirahat bukan. Jadi aku ingin mengambil sedikit perhatian kalian dengan cara mendengarkan ucapanku" terdengar dari ruang mikrofon, Ruru yg sejak jam pertama tidak mengikuti pelajaran berkata


"Aku Ruhy Frania Agustina mengakui bahwa, aku menyukai seorang siswa di sekolah ini yg bernama... Dion Pradana dari kelas 1 A SMA. Sekian terimakasih untuk waktunya"


Seketika suasana di sekolah Tunas Bangsa menjadi gaduh


Banyak yg mencaci, memaki dan memuji keberanian Ruru itu


Saat Ruru berjalan keluar dari ruang siaran, ternyata ada yg menunggu di depan sana


"Hai, kalian disini? Baru saja aku ingin mencari kalian, tapi malah kalian yg mendatangiku" ucap Ruru ramah


Tapi tiba2 Sisil mendekatinya dan...


Plak..


"Sisil.. " bukan hanya Dion yg terkejut, tapi semua yg berada di tempat kejadian pun terkejut pada perlakuan Sisil pada Ruru, yup seketika ditempat itu jadi ramai, bahkan ke 4 pangeran ada disana #tapi dia gx gabung dengan yg lain yah, hanya memantau, kalau2 ada apa2 sama Ruru baru mereka maju


"Dia pantes ngedapetinnya Yon, dia udah permaluin loe dengan ungkapannya tadi" ujar Sisil masih emosi


"Tapi loe gx gitu juga, loe ntar di cap jelek disekolah main nampar anak orang" ucap Dion


"Loe gak papa?" tanya Rava yg mendekati Ruru untuk melihat keadaannya


"cih.."


"Loe.. Loe berani ngeludah didepan gue ha??" Sisil bertambah murka mendengar decihan Ruru


"Huh.. Plak plak... seharus nya loe berterimakasih karna gue gak ngeludah kemuka loe" semua tertegun mendengar tuturan kata Ruru yg berbeda, bahkan ia membalas duble tamparan Sisil


"Bang, bahasa nya Princess.." ucap Aldo pada Rey


"Dia hanya sudah sangat melewati batasnya, biarkan" jawab Rey


"Wow, kak Princess keren" ujar Ron takjub pada sang kakak


"Oyah, loe tadi nampar gue karna ungkapan perasaan gue itu kan? Loe lupa dengan perkataan sahabat kecil loe itu? Ini semua kan mau genk nya dia, jadi gue penuhin" ujar Ruru dengan tatapan dingin


"Dan buat kalian, Dion menang. Jadi kalian harus ngasih barang yg udah kalian pertaruhkan, dan mulai sekarang anggap kita gx pernah kenal seperti kesepakatannya" lanjutnya menatap Dion dan kawan2 lalu pergi