
Masih dalam ruangan kepala sekolah
"Kau.." Budi yg masih susah bicara kini mengerti apa yg mereka bicarakan
Ron "Yah gue mukul loe gara2 omongan loe tadi tentang dia, inget??"
"Jadi dia.. " tunjuk Budi pada Ruru
"Yah dia adik kami dan kakak Ronald, satu2 nya cucu perempuan dari keluarga agustin. RUHY FRANIA AGUSTINA yg biasa disebut sebagai PRINCESS RURU"
"Ma..maafkan aku princess, omonganku lancang. Aku tak akan mengulanginya"
"Sudahlah kau sudah babak belur oleh Ron, jadi aku sudah memaafkanmu. Tapi ingat jangan macam-macam, kalau sampai identitasku terbongkar karnamu, bukan adik atau abang2 ku yg memukulmu, tapi aku sendiri yg akan melakukan nya. MENGERTI!!!?" Ruru memperingati dengan penuh penekanan
Budi "Ya ya, aku mengerti, aku mengerti. Tidak akan ada yg tau dari mulutku sampai aku matipun"
"Bagus, kau boleh pulang sekarang. Aku akan memberimu tanda permintaan maaf" ucap Ruru dengan terseenyum manis
"Tidak tidak, tidak perlu repot-repot princess" Budi menolaknya dengan sopan
Ruru "tak usah sungkan, itu tak merepotkan sama sekali, jadi terimalah kalau kau masih menghargai keluarga Agustin"
Budi "baiklah, terimakasih princess"
Setelah siswa itu keluar
"Kalian juga boleh kembali ke kelas masing2" ucap Ruru pada ke 4 saudaranya
"Kau tak ikut kami kak??"
"Apa kau mau aku dicaci lagi dengan orang2 dan kau melakukan kesalahan seperti tadi lagi?"
"Huh tidak tidak, princess. Jika kau masih ingin disini silahkan, kami akan pergi. Permisi paman, Assalamu'alaikum" ucap El yg diikuti ke 3 saudaranya
"Wa'alaikumsalam" jawab Ruru dan paman Darto
"Hahaha, princess kau luar biasa. Disini terlihat seperti kau anak tertua dikeluarga agustin"
"Sudahlah paman, mereka begitu karna sayang padaku"
"Dan juga takut, benar?"
"Apa maksud paman?"
"Hayoyo, paman tahu kau pernah mengalahkan mereka dalam ilmu bela diri"
"Huh, itu sudah lama sekali"
"Kau memang hebat princess ku"
....
Keesokan harinya
"Hei, apa kalian sudah dengar berita?"
"Apa? Soal Budi yg pindah sekolah??"
"Iya iya, mengapa dia harus pindah sekolah?"
"Mungkin dia takut dengan para pangeran"
Begitulah perbincangan yg didengar Ruru saat berjalan sepanjang jalan disekolah nya
Semua membicarakan masalah kemarin
"Hai Ru" sapa Dion saat Ruru melintasi mejanya
"Walaikumsalam" ucap Ruru
"Hehe, maaf lupa. Assalamu'alaikum" Dion mengulangi sapaan nya sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal
"Walaikumsalam" jawab Ruru sambil tersenyum dan melanjutkan jalan nya menuju tempat duduk yg ia tempati
Pelajaranpun berlangsung ketika guru telah memasuki kelas
Semua tenang termasuk Ruru, sebenarnya ia menyadari ada yg menatap benci padanya dari tadi. Tapi tidak dihiraukannya
"Huh, kau masih bisa tenang saat ini. Kita lihat saja nanti" batin seseorang yg sejak tadi menatap Ruru
...
Pulang sekolah Ruru akan pulang kerumahnya dikarenakan besok hari libur
Ia pulang sendiri karna ke 4 saudaranya sedang sibuk dengan urusan masing2
Ron sedang di skors, Al sedang mengurus pesta tahun baru, sedangkan Rey dan El sedang study toor
Saat sedang asyik berjalan, tiba2 ia di bekap dari belakang oleh seseorang sampai hilang kesadaran
Ketika Ruru terbangun, ia berada disebuah bangunan lama semacam gudang
"Apa-apaan ini? Apa aku diculik?" Ruru berkata pada dirinya sendiri
"hahaha, apa kau bodoh manis. Kau sudah lihat tangan dan kakimu diikat tapi kau masih bertanya?" tiba2 beberapa pria masuk
"mau apa orang2 ini, apa mereka mau uang? Tapi tak ada yg tahu aku cucu Agustin bukan, lalu apa maksud mereka menculikku?" batin Ruru sambil memperhatikan sekitar
"Siapa kalian, dan apa mau kalian?" tanya nya
"Ha,, untuk apa kami menjelaskan padamu. Nanti kau juga bakal tahu" kata salah seorang dari penculik itu dan ketua penculik itu memberikan isyarat dan
Plak.. Plak..
Ruru tercengang dengan apa yg terjadi
Dia ditampar oleh orang asing??
Dan 2x tamparan??
OMG!!! Apa yg akan diperbuat keluarganya jika mereka tahu kejadian ini??
Dengan kata2 kasar tentang dirinya saja, adiknya hampir membunuh orang, apalagi kalau ini??
"Oh may good, astagfirullah. Jangan sampai ada yg tahu kejadian ini, jika tidak bisa2 terjadi membantaian" batin Ruru
"Siapa yg menyuruh kalian?" Ruru langsung menebak mereka adalah orang suruhan salah satu teman sekolah nya, tapi siapa ia belum tahu, karna banyak yg memusuhinya
"AKU!!! "
Hayo siapa??!!! 😁