My partner

My partner
6 Kantin



Sesampai nya di kantin SMP mereka duduk di bangku kosong


"Saya akan memesan makanan, anda mau apa nona, dan aden jg? " tanya sinta


"Jangan memanggilku nona.. "Belum sampai protes yg diajukan Ruru, Ronal memotong


"Dan juga sudah berapa kali gua bilang jangan manggil gua aden lagi" protes Ronald


"Kamu ituyah, suka sekali motong omongan orang" Ruru menggeplak pelan kepala adik nya


"Aku tidak suka kak, dia selalu memanggilku aden. Dia tidak mau mendengarkanku, padahal aku bilang panggil aku Ron" bisik Ronald pada kakak nya dan menatap Sinta sambil menyipitkan mata nya dan memajukan bibir nya


"Maaf, saya tidak terbiasa den" cicit Sinta sambil menundukkan kepala setelah mendengar bisakan Ronald pada Ruru


"loe harus biasain dengan panggilan yg gua suruh, dan jangan terlalu formal. Loe bisa manggil aku kamu sama gua" titah Ronald


"Sudahlah, gua yg pesan makan. Loe di sini ajah.. "Sambung nya lalu berbisik "temenin princess kita" sebelum menuju antrian, Ronald mangacak rambut Sinta


Itu yg dia lakukan jika Sinta gugup


Ruru tersenyum melihat tingkah lembut adik nya pada Sinta


Dia tahu kalau Sinta menyukai Ronald, dan dia setuju jika nanti Sinta yg menjadi adik ipar nya


Tapi entah dengan Ronald, bagaimana perasaan adik nya itu


Setahu nya adik satu2 nya itu walaupun ramah tapi dia juga cuek, apalagi soal perhatian atau bersikap lembut terhadap seorang gadis


Hanya terhadap Sinta lah dia kadang lembut dan perhatian


"Apa dia sering begitu Sin? ” tanya Ruru


"Baru kali ini Ron mau mengantri non, biasa nya dia hanya duduk mentraktir dan teman nya yg memesankan, apalagi kalau dia sedang tidak mood, dia hanya memanggilku kekelas nya dan menyuruhku membeli makan" jawab Sinta


"Aku kan sudah bilang Sin, jangan panggil aku nona. Panggil saja aku kakak" ujar Ruru


"Err, iya non.. ehh kx" Sinta tak biasa


...


Setelah makan sambil bercengkrama dan sesekali bercanda, mereka akhir nya pulang kekelas masing2


"Em Sin, pulang nanti bareng gua yah" kata Ronald saat mereka pisah dengan Ruru


"Eh? Aku bawa sepeda Ron, bagaimana dengan sepedaku kalau aku ikut kamu" ujar Sinta


Ronald senang dengan Sinta yg kini tidak kikuk pada nya lagi, bahkan panggilan nya pun berubah menjadi panggilan yg ia suruh


Sebenar nya Ronald sudah mengetahui perasaan Sinta terhadap nya, karna ia pernah membaca diary Sinta waktu kelas 1 SMP saat dulu Sinta masih tinggal dirumah nya


Awal nya memang dia biasa saja terhadap Sinta, tapi semenjak ia tahu perasaan gadisnya itu gadisnya? Yah sekarang ia sudah melabel Sinta sebagai gadis nya, ia mempertimbangkan Sinta. Maka nya dia lembut dan perhatian pada Sinta tidak seperti sikap nya terhadap gadis lain


Sebenarnya Sinta tidaklah cantik seperti kakak nya, tapi dia gadis yg manis sama seperti kakak nya.


Hingga akhir nya ia pun membalas perasaan gadisnya, tapi belun diutarakan. Karna Ronald mau memantapkan hati nya terlebih dahulu


"Ya udah, aku masuk dulu ya" Pamit Sinta


Ronald hanya membalas dengan senyum manis nya dan dia pun ikut kembali kekelas nya juga


...


Kring.. Kring.. Kring


"Oke anak2,semua boleh pulang cepat hari ini karna kami para guru masih rapat" ucap Kepala sekolah melalui mikrofon dikantor nya


"Hufft, akhirnya pulang juga, samperin Sinta ah biar pulang bareng" gumam Ruru sambil tersenyum


Dia sedikit berlari menuju pintu kelas untuk keluar tanpa tahu ada orang yg malah ingin masuk kekelas nya dan


Dugh.. Brukh


"Auu.. "Ringis kedua nya karna kening mereka bertabrakan


Karna suara tabrakan yg cukup terdengar keras, anak2 yg belum keluar dari kelas pun menoleh termasuk genk Dion dan Sisil


"Sial banget sih aku hari pertama udah 2x nubruk orang" batin Ruru


"OMG, kx Aldo gx papa" teriak Fani histeris melihat salah seorang pangeran sekolah nya yg jatuh sambil memegang dahi


"Heh cupu, loe tuh liat2 dong kalo jalan. Percuma udah mata empat" kini Fina memarahi Ruru


Sedangkan yg lain hanya diam sambil bertanya dalam hati "kenapa seorang Aldo yg notabane salah satu pangeran sekolah masuk kekelas mereka di jam pulang? ”


Ruru masih tak bergeming dari tempat nya dengan posisi duduk sambil memegangi dahi nya yg terbentur, ia meresa sedikit pusing


Beda hal nya dengan Aldo yg sudah berdiri dengan tatapan dingin pada Fina


Fina yg menyadari itu bertanya dalam hati "apa salah gua, gua kan cuma khawatir sama dia"


"Jaga ucapan loe" hanya itu yg dikatakan Aldo, setelah itu ia menggendong Ruru


Ruru yg tau itu adalah kakak nya, dia hanya diam masih memegang dahi nya


Selama di koridor, semua mata tertuju pada mereka. Bahkan banyak siswi yg iri pada Ruru


Karna yg mereka tahu, ke 4 pangeran keluarga Agustin memang ramah, tapi mereka tidak suka bersentuhan dengan lawan jenis


"Apa sangat sakit princess?? Maaf" bisik Aldo khawatir


"Sudahlah bang, ini juga salah Ruru tidak lihat kedepan" ucap Ruru berbisik juga dan menyandarkan kepala nya di dada bidang milik kakak nya


Dia tidak peduli apa yg akan dikatakan orang2,dia hanya ingin bersandar karna kepala nya benar2 pusing


Sesampai nya di UKS SMA, aldo membaringkan tubuh adik nya di kasur


"Sebentar abang panggilkan Lina yg piket kesehatan hari ini" ujar Aldo berlari keluar UKS