
Saat Aldo kembali ternyata bukan hanya ia dan Lina yg datang
Dia juga membawa Reyhan, Elvareza, Ronald dan Sinta
Melihat itu Ruru menepuk dahinya dan membuang nafas lelah, ia tahu pasti akan seheboh ini
Lina yg di tarik paksa dengan Aldo meresa senang, walaupun hanya lengan baju nya yg di tarik tapi itu jarang terjadi. Dan dia di buat terheran-heran dengan kedatangan 3 pangeran lain nya dan, pelayan pribadi mereka. Yah semua mengira Sinta itu pelayan pribadi 4 pangeran dan ada rumor juga mengatakan bahwa ada seorang lagi yg akan menjadi pelayan pribadi mereka
Lina pun berpikir mungkin yg ad di atas kasur ruang UKS itu lah orang nya, tapi untuk menjadi pelayan diperhatikan seperti ini, bukankah itu sebuah keberuntungan
"Ah gue juga mau jadi pelayan mereka kalau di perhatiin begini" batin Lina
"Kau tidak apa2,Al bilang kau masuk UKS" Reyhan memperlihatkan wajah khawatir nya yg membuat Lina makin membulatkan mata nya, pasal nya diantara 4 pangeran, anak pertama dari keluarga Agustin ini adalah orang yg paling cuek terhadap wanita
"Hei kenapa kau malah bengong, cepat periksa dia" Reyhan marah melihat Lina malah diam
"Ah_ha i_iya"Lina pun memeriksa Ruru, dan dia bilang hanya memar sedikit di dahi akibat benturan. Dia memberikan salep untuk dahi Ruru dan di terimaoleh Ronald
"Terimakasih, sekarang kau boleh pergi" Ujar Ronald sambil mengantar Lina keluar dan mengunci pintu rapat2 setelah nya. Yah ruangan itu kedap suara, jadi apapun yg dibicarakan mereka didalam, tak akan ada yg mendengar dari luar
Ruru memicingkan mata nya menatap satu persatu orang di hadapan nya ini yg sekarang mengelus dada masing2 dan bernafas lega
"Kalian kemari saat benar2 sudah tidak ada urusan kan?? " tanya Ruru membuat beberapa dari orang itu menegang
"Ron dan kau sinta, kalian sudah pulang, benar? " Ruru
"Yah, kami sudah pulang dan menunggumu di parkiran, tapi malah bang Aldo menelfon dan mengatakan kau masuk UKS, jadi kami berlari kemari" ucap Ronadl dan di angguki Sinta dengan antusias
"Oke, kalo bang Al memang sudah pulang dan menjemputku tadi dikelas tetapi malah jadi seperti ini. Tapi bagaimana dengan kalian" tanya Ruru menatap Reyhan dan Elvareza
"Ah.. " yg di tanya malah tersentak secara bersamaan hingga membuat Ruru curiga
"Bang El.. " Ruru menatap Elvareza untuk menjawab
"Aku.. Aku.. Hanya ada sedikit tugas yg kukerjakan" ucap nya pelan berharap Ruru tak mendengarnya
"Huft,, dan kau bang Rey" kali ini pandangan Ruru beralih ke Reyhan setelah membuang nafas kasar atas jawaban kakak ke 2 nya tadi
"Maaf, abang khawatir padamu jadi abang tak menghiraukan apapun lagi, bagi abang kaulah yg terpenting" Reyhan menjawab dengan perasaan masih khawatir
"Bang Al, ini semua karena kau. hanya dahiku yg memar dan aku sedikit pusing, tapi kau mengabari mereka seperti aku tertabrak mobil. Lihat, mereka berdua akhirnya meninggalkan tugas mereka" ujar Ruru sedikit ngedumel sambil menunjuk ke arah Rey dan El
"Yah maaf, aku hanya panik tadi" Aldo malah nyengir
Sinta sudah biasa melihat kakak beradik ini, apalagi menyangkut tentang princess mereka
Apapun akan di lupakan dan hanya terfokus pada Ruru
Tapi Ruru malah marah2, apalagi jika hanya hal sepele. Sebenarnya dia marah bukan karna tak suka, dia sangat bersyukur diperhatikan tapi dia tidak mau secara berlebihan. Dia tidak mau hanya gara2 dia keluarga nya salah langkah
Tapi tidak dengan keluarga nya, bagi mereka Ruru adalah segala nya, tidak ada yg sepele jika menyangkut dirinya atau tidak ada yg lebih penting selain diri nya
"Baiklah tunggu kami" ucap Reyhan mencium dahi adik nya di ikuti Elvareza
"Kalian hati2,jaga princess dengan baik" El keluar setelah mengucapkan itu dan menyusul Rey
...
Di perjalanan suasana hening dalam mobil Ronald, dia hanya berdua dengan Sinta
Karna Ruru di bawa oleh Aldo memakai mobil Aldo
Jangan tanya mengapa mereka tiba2 naik mobil masing2
Karna kemarin mereka berencana ikut tauran, jadi mommy nya menyuruh supir keluarga menjemput mereka, alhasil mobil mereka ditinggal di garasi sekolah
Sesampai nya mereka di rumah Sinta
"Assalamu'alaikum bu.. Ibu, ini kita kedatangan tamu" seru Sinta agar sang obu keluar
"Walaikumsalam, siapa yg da.. Eh den Ronald dan den Aldo toh. Mari silakan duduk den"mbo Ina terkejut sekaligus merasa senang melihat anak2 dari majikan nya itu bertamu
"Ini siapa? "Tanya mbok Ina yg melihat gadis yg menunduk dekat Ronald tak lain adalah Ruru
Kemudian Ruru mengangkat kepala nya dan menatap pengasuh nya itu dan tersenyum tidak mengatakan apa2
"Masyaallah, non princess" seru mbo Ina kembali dan langsung memeluk anak majikan yg pernah ia asuh
Ruru pun membalas pelukan hangat mbo Inah dengan erat
"Kamu kapan datang dari australi? , ya ampun mbok kangen banget” mbo Ina segera mempersilahkan semua nya duduk, tak lupa ia mengambilkan camilan juga minuman dingin untuk semua
Mereka berbincang-bincang layak nya keluarga, yah seperti itulah jika keluarga Agustin bertemu keluarga mbo Ina yg telah banyak membantu. Hingga mereka menganggap keluarga mbo Ina seperti keluarga
Ruru pun bercerita dan menjelaskan rencana nya yg ingin tinggal bersama mbo Ina
Selang beberapa waktu datang lah Rey dan El
"Assalamu'alaikum" ucap kedua nya
"Walaikumsalam" jawab mereka bersamaan
"Hai mbok, apa kabar? bagaimana rumah makan Ramah Tamah nya? " sapa Rey sedikit basa-basi
"Alhamdulillah den mbok sehat, dan berkat bantuan bapak rumah makan yg mbok impikan berjalan lancar" ujar mbo Ina penuh syukur, karna telah dipertemukan majikan baik hati yg mau membantu nya membangun bisnis rumah makan yg sejak dulu ia impikan
"Apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Elvareza dengan wajah lelah nya
"Haha baiklah bang El kita pulang sekarang, kami pamit mbok Ina dan Ronald pinjam Sinta dulu yah nanti diantar pulang dengan nya sekalin bareng princess" ucap Aldo sukses membuat Ronald geram pada nya dan semua menahan tawa, sedangkan Sinta bingung dengan perkataan Aldo
"Wassalamu'alaikum wr.wb" salam mereka bersama untuk pamit