My partner

My partner
11 kembali sekolah



Akhirnya selama sepekan ia izin, Ruru kembali kesekolah hari ini


"Sudah hampir sebulan ternyata" batin nya saat sampai disekolah


Selama ia melangkahkan kaki nya menuju kelas, ia mendapatkan tatapan sinis dan merendahkan dari penduduk sekolah itu


Bukan hanya siswa/siswi, bahkan ada jg guru yg menatap nya seperti itu


"Apakah paman sembarangan menerima orang sebagai disekolah ini?? Bagaimana mungkin seorang guru ikut serta merendahkan murid nya, huh. Menyebalkan" batin Ruru


"Wah masih berani rupanya kau ke sekolah ini, nyali yg cukup besar" Ruru tak menghiraukan perkataan Fani yg berdiri di depan pintu, ia tetap berjalan menuju mejanya


Ia terus melangkah dan...


Dug.. Cup


Ruru membelalakkan mata nya, jantungnya mendadak ingin keluar, darah nya seperti berhenti mengalir


"Hahaha cinderella mencium pangeran nya" perkataan Basti membuat Rava dan arga tertawa terbahak-bahak


"I_itu ma.. " belum selesai Ruru meminta maaf


Dion langsung membentak nya


"Heh, loe sengajakan mau nyium gue, pake akting jatoh lagi" Dion tak terima Ruru mencium nya


Ruru menganga "hah?? Apa dia bilang tadi?? Aku? Sengaja mencium nya? Ya Allah, yg benar saja. Ini ciuman pertamaku dan orang yg mendapatkan nya malah mencaciku"


"Hah, dasar. Diem kalian, ketawa lagi gue gantung di tiang bendera" Dion masih kesal


"Dan loe.. "Tunjuk nya ke Ruru "mimpi apa gue semalem sampe bisa ciuman sama itik buruk rupa, asal loe tau yah. memang banyak yg mau nyentuh bibir gue, tapi gue juga milih2 kali" lanjut nya sambil marah2


"Dia memang gx tau diri, gx dapet pangeran idola kita di embat" teman sekelas nya berbisik mencibir Ruru bagai wanita murahan


Ruru masih takpercaya dan kini rasanya ia ingin ngobrak-abrik isi kelas ini


"*Sabar Ru sabar!! *” batin Ruru berarti saha menenangkan dirinya dan ia pun akhirnya angkat bicara "maaf tuan, itu tadi ke-ce-la-ka-an tidak di-se-nga-ja. Saya tidak bermaksud mengbil kesempatan dari tuan, itu tadi karna kaki saya tersandung oleh SAMPAH" sambil melirik ke arah Fina yg tadi menyelengkat kaki nya


Sedangkan orang yg dilihat dengan tatapan yg menusuk dari Ruru, dia tiba2 menjadi tegang dan mengurungkan niat nya membantah perkataan Ruru yg menyebut nya sampah "kenapa gue jadi merinding ditatap kayak gitu sama si cupu" batin Fina


"Heh gx usah ngeles loe, masa ada sampah dikelas ini" Dion tak percaya dengan penjelasan Ruru


"Bukan nya loe yg jadi sampah nya" timpal Fani mengejek Ruru yg membuat satu kelas kecuali Vivi, dia hanya melihat Ruru dengan tatapan iba


"Terserah" Ruru tak ingin memperpanjang masalah nya dan ia memilih melanjutkan duduk di bangku nya


...


Kring..


"Oke anak2 sampai sini pelajaran Ibu hari ini, kalian boleh ke kolam renang sekarang" Bu Guru


"iya buu.. " jawab murid serempak


Priiiitt..


Suara piluit dari guru renang mengintrupsi


"Oke anak2,sudah ganti baju semua" tanya guru renang


"Sudah pak" jawab para murid


"Pak dia belum mengganti pakaian nya" Dion menunjuk Ruru


"Ah Ruhy, kau boleh duduk di kursi. Lihat teman2 mu" ucap Pak Hito dan diangguki oleh Ruru


"entah mengapa kepala sekolah berpesan padaku untuk membiarkan nya tidak ikut dalam pelajaran ku. Apa dia tidak bisa berenang? Tapi kan disini aku untuk mengajar, atau dia punya trauma? Entahlah, ikuti saja perintah kepala sekolah" batin Pak Hito


"Kenapa pak Hito ngebiarin dia, apa si culun itu gak bisa berenang?? Kalo gitu bagus, hari ini gue bisa ngasih pelajaran buat dia, toh entar juga ada yg nolongin kalo memang dia gx bisa renang" Dion menyeringai saat mendapat akal untuk mengerjai Ruru


Ruru melihat teman2nya berenang, dia duduk dikursi yg agak jauh dari kolam, sebenarnya dia ingin sekali ikut serta, tapi kalau begitu penyamaran nya akan terbongkar. Ia tak mau ambil resiko


"Hei kau, tolong berikan ini pada Rava. Tadi dia meminta nya padaku tapi aku ingin sekali ketoilet" seorang siswi memberikan kaca mata renang dan segera berlari ke toilet


"Aku belum menjawab nya, tapi dia langsung pergi huh" Ruru pun pergi mendekati teman2 nya yg berada dipinggir kolam


"Siapa disini yg bernama Rava?? " teriaknya dan ada satu siswa yg mengangkat tangan nya "ini punyamu bukan, tadi seorang siswi memintaku mengantarnya padamu" lanjut nya


"Ah ya, itu punya gue" kata Rava yg langsung mengambil barang nya itu


"Huh, tidak tau berterima kasih" gumam Ruru


"Loe bilang apa tadi" Rava ingin memastikan yg didengarnya


"Enggak" elak Ruru


Saat Ruru hendak kembali ke kursi yg tadi diduduki nya, tiba2 saja


Dug.. Byur..