
Semua menengok kearahnya
Ada yg panik mengira Ruru tak bisa berenang, namun ada juga yg senang termasuk orang yg tadi sengaja menyenggol Ruru hingga terjatuh ke kolam, yg tak lain adalah Dion
Namun beberapa detik kemudian Dion tercengang melihat Ruru yg timbul kepermukaan tanpa bantuan
"Dia bisa renang? " batin Dion tak percaya misi nya gagal
Ruru masih menundukkan kepala nya, dia kaget karna tiba2 ia terjatuh
"Siapa tadi yg mendorongku? " ia pun melepas kacamata nya dan melihat ditempat ia berdiri tadi dan disana dia melihat Dion
Seketika Dion terpaku saat bersitatap dengan
Ruru dan semua orang ikut terdiam saat melihat wajah Ruru sekarang ini
"Oh shit, siapa dia? Perasaan tadi yg gue dorong seekor itik buruk rupa, kenapa yg nongol malah angsa? " Dion tak percaya dengan apa yg dilihat nya
Ruru berenang menepi dan kemudian naik di tepi kolam itu
"Ya ampun, kau tak apa? " Pak hito menghampirinya sambil memberikan handuk
"Emm.. " Ruru hanya bergumam dan mengambil handuk itu
Ia mengelap muka nya kemudian memakai kembali kacamata nya sedangkan semua orang masih memperhatikan
...
Saat diruang ganti ia membuka kacamata nya kembali dan melepas almamatter yg basah kucup, tersisalah seragam yg melekat sempurna ditubuh nya
"Huh, hari yg menyenangkan bukan Ru" ia menghembuskan nafas lelah menghadapi hari sial ini
Saat Ruru membalikan badan ia terlonjak
"Sedang apa kau disini? " tanyanya pada Basti yg berdiri dipintu ruang ganti
"Gue cuma lewat dan menangkap sosok bidadari, jadi gue mampir" Basti tersenyum nakal melihat tubuh Ruru dari atas kebawah
merasa Risih dengan tatapan pria itu, Ruru kembali memakai almamatter nya yg basah
"Mengapa kau pakai, itu basah. Lepaskan saja" Basti belum puas melihat bentuk tubuh nya
"Kau pikir aku bodoh tuan, tolong singkirkan tatapan mesum itu sebelum ku cungkil kedua bola matamu" emosi Ruru benar2 sedang diuji hari ini
Ruru segera mengambil kacamata nya dan berlalu meninggalkan Basti
"Gadis yg unik" gumam Basti dan kembali ke kelas nya juga
Sampai dikelas, dia tak melihat Ruru
"Dia tak kekelas? Lalu kemana? "
"Hai, loe ngeliat dia tadi di ruang ganti" tanya Dion pada temannya yg baru kembali itu
"Siapa?? " Basti mengerutkan kening
"Si itik yg berubah jadi angsa" Dion
"Yah, tapi dia udah pergi. Gue kira kekelas tapi malah gx ada" Basti
"Eh sumpah gue masih gx percaya, kayak mimpi coy.. Ouch kenapa loe nyubit gue" Rava
"Buat mastiin kita lagi gx mimpi" ujar Arga yg mencubit Rava
"tai lah loe, eh tapi gue gx nyangka kalo tuh cewek sebenarnya angsa yg nyamar" Rava
"kenapa loe senyum2 Yon" Arga
"ternyata hari ini bukan hari sial gue" Dion
"Tadi gue juga beruntung, gue niat nya mau ngambil baju yg ketinggalan, tapi gue malah ngeliat bentuk tubuh tu cewek" Basti ikut tersenyum
"Maksud nya loe ngeliat dia telanjang" Rava
"Ye enggak sih, gue cuma liat dia lepas almamatter dan seragam sekolahnya kan basah kuyup, jadi tuh bodi jiplak deh" jelas Basti
"Kenapa gx di foto kupret, loe ngeliat nya ndirian bae" Arga
"Gue kaga bawa hp oon" Basti
...
"Assalamu'alaikum" Ruru pulang ke tempat mbok Ina
"Walaikumsalam.. masyaallah princess kenapa jadi basah-basahan gini" mbok Ina kaget melihat Ruru yg pulang dengan baju basah nya
"Kejebur tadi mbok" Ruru
"Em, yasudah ganti baju sana, nanti masuk angin lagi" mbo Ina
"Iya mbok" Ruru masuk kekamar dan mengganti baju nya
Keesokan hari disekolah
"Pagi, makasih buat kemaren yah" Rava menyapa Ruru saat papasan di koridor gedung SMA
Ruru mengerutkan kening
"Itu soal kacamata renang gue" jelas Rava
"Hem" Ruru mengangguk dan membatin "kenapa gx bulan depan aja"
"BTW, kenapa loe masih berpenampilan kayak gini" perkataan Rava sukses membuat Ruru menghentikan langkah nya dan menatap Rava lalu berkata
"Memang ada masalah dengan itu tuan?"
”lagian kan yg melihat ku seperti kemaren hanya anak2 di kelas, belum satu sekolah, jadi untuk apa aku merubah penampilanku"
"Ah enggak enggak, malah gue seneng lhu nutupin wajah asli loe, dengan begitu kan gue gx terlalu banyak saingan" Rava tersenyum manis pada Ruru namun gadis itu malah memutar bola matanya malas kemudian lanjut melangkah kekelas nya
Sampai di kelas "pagi semua" sapa Rava agar semua melihat kearah nya
"Pagi juga bebeb Rava" Fani menjawab
"Napa musti loe yg jawab sih" Rava
Sedangkan Dion malah menyapa Ruru dengan senyum diwajah nya
"Pagi Ruhy"
"Pagi" jawab Ruru seada nya
"Ru, ntar ke kantin bareng yah" teriak Rava pada Ruru yg telah duduk di kursinya
Bangku mereka di barisan depan, sedangkan Ruru di deret paling belakang
yg dimaksud tak mengubris ajakan Rava
"Loe kok bisa bareng dia" bisik Arga pada Rava
"Ketemu di koridor tadi" jawab Rava
Sebenarnya ada yg di rencanakan dengan 4 pria yg bersahabat ini, tapi entah lah
Ntar aja author bongkar saat waktu nya tiba😜