My partner

My partner
5 Sinta



Kring.. Kring


"Huff, akhirnya bunyi juga" Ruru tersenyum saat bel istirahat berbunyi, dan ia segera keluar dari kelas nya menuju bangunan SMP mencari Sinta.


"Kira-kira dimana kelas sinta yah" gumam nya sambil melihat sekeliling, berharap dia bertemu teman kecil nya yg sudah 4 tahun tidak bertemu.


Sinta anak dari mbo ina, mantan pengasuh di rumah Ruru itu adalah teman dari kecil


Dia sudah seperti adik Ruru, karna dia juga seumuran dengan Ronald


Ruru itu ramah terhadap semua orang tak terkecuali para pekerja di rumah nya


Walaupun dia adalah seorang nona, tapi dia tidak semena-mena terhadap para pekerja keluarga nya


Dia tidak membedakan status mereka dan hanya melihat mereka semua itu sama dengan nya


Dia hanya berprinsip "jika kau menghormatiku, aku akan lebih menghormatimu"


Sesampai nya dia di Depan kelas2 SMP, dia bertanya pada orang yg berpapasan dengan nya


"Apakah kau kenal Sinta, dimana kelasnya? " tanya nya pada seorang siswa yg dia temui


Siswa itupun menjawab dengan pertanyaan "Sinta siapa tepat nya, karna di sekolah ini banyak yg bernama Sinta"


"Dia kelas 2 SMP, nama nya hanya Sinta" ujar Ruru


"Em aku tidak tahu, tidak hanya seorang yg hanya bernama Sinta, coba saja kau cari2 di kelas dua. Setiap ruangan pasti ada tertera kelas berapa di depan pintu nya" kemudian siswa itu pergi


"Huft, aku tidak tahu dimana dia. Aku jg sudah tidak menyimpan nope nya, karna hp ku rusak dan aku tidak hafal nope Sinta. Ayolah aku harus apa" Ruru cemberut karna kecewa tidak bisa menemukan satu2 nya teman dia


Tanpa ia sadari, sedari tadi dia menuju SMP ada sepasang mata yg melihat intens diri nya dari salah satu bangku depan kelas


"Aku ingin lihat sejauh mana kau mampu tak meminta bantuanku" pria itu tersenyum sambil tetap menatap Ruru


"Woy, dari tadi gue lihat loe ngeliatin tuh cewek mulu. Loe suka ya sama dia" seru seorang teman nya bernama Riyan


Tepukan Riyan pada bahu nya membuat ia menoleh sebentar"Yep, gua suka sama dia. Bahkan dari pertama gua liat dia, gua uda cinta sama dia" ujar nya sambil memperlebar senyuman nya membuat Riyan menganga


"Haaa, he bro dia itu kakak kelas kita. Dan loe liat apa nya sih dari dia yg astajim, gx ada apa2 nya" Riyan tak percaya dengan teman nya yg turun level terhadap seorang gadis


Seketika senyuman Ronald luntur, yup dia Ronald sang adik dari Ruru.


Ronald menoleh ke arah Riyan dengan tatapan dingin "jaga ucapan loe, sekali lagi gua denger loe berkata jelek soal dia, habis loe" Ronald meninggalkan Riyan yg mematung dan menghampiri kakak nya tercinta


"Butuh bantuan nona?? " bisik Ronald dari belakang tepat di telinga Ruru yg membuat sang empunya terlonjak kaget


"Astagfirullahhal'adzim" pekik Ruru


"Ron, yaampun. Kau suka sekali mengagetkan ku yah" lanjut nya setelah meredakan rasa kaget nya


"Hehehe, lagian kau juga. Kalau butuh bantuan itu yah ngomong, jangan sok jual mahal" Ucap Ronald sambil mencubit pipi cubby kakak nya gemas


"Jangan terus mencubit pipi ku Ron, kau bisa membuat para fans mu membunuhku jika kau bersikap seperti ini" Ruru


"Sebelum mereka menyentuhmu, akan kuhabisi mereka lebih dulu" ucap Ronald dingin


Ruru tau, keluarga nya sangat menyayangi nya. Dan Ruru bersyukur untuk itu


"Hmm dimana kelas Sinta, aku ingin menemuinya" Ruru mengalihkan pembicaraan mereka


"Huh, lau mencari temanmu dan kau mengabaikan ku. Itu tidak adil untukku" Ronal cemberut, dia tidak suka diabaikan oleh keluarga nya apa lagi kakak perempuan nya ini


Walau seluruh dunia mengabaikan nya, ia tak masalah asal kakak princess nya ini tetap ada untuk nya


"Sudahlah kau boleh dekat denganku, asal jangan bicara tentang jati diriku. Ayo antar aku bertemu sinta lalu kita pergi makan, aku lapar" lanjut Ruru


"Baiklah aku setuju, tapi kau tidak boleh menutupi nya jika ada yv menyakiti mu, kau harus bilang padaku atau ke 3 abang" Ronald menggandeng lengan Ruru dan membawa nya bertemu sinta


...


"Sinta.. " teriak Ronald sesampai nya di pintu kelas Sinta


Kelas nya dan kelas Sinta bersebelahan, Ronald di kelas 2 B dan Sinta 2 C kedua nya samaw peringkat satu dikelas mereka masing2


Sinta yg sedang membaca pun menoleh setelah nama nya di panggil


Saat tau siapa yg memanggil nya dia berdiri


"Den Ronald? " Sinta heran mengapa seorang Ronald menghampiri nya ke kelas, biasa nya Ronald yg memanggil Sinta jika dia butuh sesuatu


Sinta terus menatap Ronald yg mendekati nya


Sebenar nya dia sudah menyukai Ronald sejak dia di bawa ibu nya ke rumah besar keluarga Agustin, tapi dia tidak pernah mengungkapkan nya sampai sekarang


Karna dia ingat status nya, dia hanya anak pembantu sedangkan Ronald majikan nya, salah satu putra dari keluarga terkaya di Dunia


Dengan dekat dengan Ronald dan bisa membantunya itu sudah cukup bagi Sinta


Tatapan yg berbinar seketika menjadi sendu melihat ternyata Ronald sedang mengandeng seorang gadis


"Apakah dia kesini hanya untuk mengenalkan pacar nya? " batin Sinta, ia sakit melihat Ronald menggandeng seorang gadis begitu lembut, pasal nya pria yg di cintai nya ini memang ramah terhadap semua orang baik pria maupun wanita. Tapi ia tidak suka bersentuhan, apalagi seorang wanita yg menyentuh nya dengan sengaja. Dia pasti berubah jadi dingin


Tapi yg sekarang Sinta lihat adalah senyum sumringah yg di tunjukan wajah Ronald yg berarti dia sedang bahagia


Sesampai nya Ronald didepan Sinta, kini gadis yg digandeng Ronald pun bisa terlihat dengan jelas


Alis Sinta berkerut "dia siswi SMA?? " batin nya, Sinta tak mempersalahkan penampilan gadis itu karna dia pun tak secantik wanita2 kaya yg ada di sekolah nya, tapi seragam gadis itu yg membuat ia bertanya-tanya


Dia melihat Ruru dengan intens masih dengan alis menyatu


Ronald yg melihat tatapan intimidasi dari beberapa siswa/siswi di kelas itu terhadap kakak nya pun merubah wajah nya yg tersenyum menjadi datar dan berkata dingin "jangan menatap nya seperti itu"


Sinta tersentak dan melihat tatapan tajam dari Ronald


"Ma_maaf den, sa_sa_saya tidak bermaksud lancang pada kekasih aden" ucap Sinta terbata


Ruru pun yg mengerti mengapa Sinta seperti itu mencubit perut adik nya


"Aukh, mengapa kau mencubitku?? ” ringis Ronald sambil mengelus perut nya


"Aku kamu??! " hati Sinta makin teriris karna seorang Ronald yg tidak pernah menyebut aku atas dirinya sendiri selain keluarga nya, kini menyebut nya untuk gadis lain


"Ron jika kau dingin seperti ini aku akan pergi bersama Sinta ke kantin dan mengabaikan mu" ucap Ruru memperingati


"Kau jahat, aku hanya membelamu. Aku tak suka ada yg memandangmu dengan tatapan tak bersahabat" protes Ronald


Kini Sinta yg telah mendengar suara Ruru pun tercengang, itu suara yg sangat dikenali nya dan yg sangat iya rindukan


"Kau... " belum sempat Sinta menyelesaikan kalimat nya, Ruru memotong


"Ayo kita kekantin, aku lapar"


Ruru mengandeng tangan Sinta menuju arah kantin yg di ikuti Ronald di belakang mereka