My partner

My partner
16 hari yg melelahkan



"Gue gx suka ikut campur urusan orang, tapi gue mau nasehatin kalian jangan sembarangan mengatai seseorang, karna sekolah yg didiriin daddy gue ngelarang yg namanya bullying. Dan kalo ada yg ngelanggar maka dia akan dikeluarkan"ucap El dengan nada penekanan


Saat akan melangkah ia kembali terdiam dan menoleh


"Dan loe Sana"


"Yana kx, bukan.."belum selesai Yana protes El langsung memotong nya


"Terserah apapun itu. Biarpun loe pacar adek gue si Aldo, jangan pernah panggil gue dengan nama akrab. Dan ini berlaku buat semua nya" lanjutnya santai dengan nada dinginnya


Disisi lain


"Oh beauty, loe kenapa?" Dian bertanya saat melihat Ruru kembali kedalam kelas dengan basah kuyup dan penampilan tampa kacamata dan make up cewek culun nya walau kepangannya belum terlepas, hanya sedikit berantakan


Ruru yg masih emosi tak menjawabnya, hanya terburu-buru mengambil barang2 nya kemudian pergi dari kelas.


Ia tak memperdulikan tatapan semua mata yg tertuju padanya saat ini, ia hanya ingin cepat pulang


"Dimana Ruhy?" tanya El yg baru tiba di kelas adiknya


"Dia keluar beberapa menit yg lalu, mungkin dia pulang" setelah mendengar jawaban dari siswa itu, El tidak jadi masuk dan malah pergi menuju parkiran


"jika terjadi sesuatu dengan princess kami, awas kalian" El kembali kekampus karna tak menemukan Ruru di parkiran


"hei sudah di kembalikan?" tanya Rey pada El yg menghampirinya, ia masih di kantin dan membaca buku


"Belum bang, kau masih ada jam?"


"Masih ada dua, kenapa?"


"Kalau begitu El duluan"


"Hah? Kau mau pulang sendiri tampa menunggu ke 2 bocah itu?"


"Aku akan ke rumah mbok Ina, tadi Ruru sudah pulang sebelum aku mengembalikan ini" sambil menunjukan ponsel ditangan nya


"Apa ada masalah? Mengapa Ruru sudah pulang? Jam pelajaran nya kan belum usai"


"Hanya ada masalah sedikit tadi, nanti aku cerita. Bye"


"WALAIKUMSALAM" teriak Rey yg hanya dibalas cengiran oleh adiknya itu


"Dasar" gumamnya sambil menggeleng pelan


Di kamar Ruru (rumah mbok Ina)


"huff, benar2 hari yg melelahkan" Ruru mendengus mengingat kejadian tadi


Tok.. Tok.. Tok


Kriieeeet..


"Apa kau tidur princess?"


"Ah bang El, masuk lah" Ruru bangun dan duduk di pinggiran ranjang


"Abang sudah tidak ada kelas?" tanyanya ketika El ikut duduk di ranjangnya


"Emm..kau sendiri, mengapa kau bolos?"


"Yah abang tadi melihat ketika kau disiram"


"Lalu kenapa abang tak membelaku?"


"Saat abang ingin maju, abang mendengar kau mengumpat jadi abang berhenti"


"Maaf, aku kelepasan"


"Apa yg mereka lakukan sampai kau kelepasan dan hampir mengeluarkan sifat brandalmu heh?" bukan nya marah, El malah terkekeh mengingat adik nya yg hampir kembali seperti dulu


"Kx Yana tiba2 menjambakku, dan kemudian yg kau lihat itu, Sisil menyiramku dan semua orang bukan nya membelaku tapi malah memojokkanku" Ruru memajukan bibirnya saat menceritakan itu


"Karna alasan apa?" kini El mengepalkan tangan nya


"Yah karna apa lagi kalau bukan menyangkut kalian, mereka tidak terima ketika melihat bang Al menggandeng tanganku tadi menuju kantin kampus, dan mereka juga melihatku duduk bersama kalian saat pertemuan tadi, ditambah kedatangan kedua sepupu kita itu. Mereka bilang aku sok cantik dan murahan, menipu kalian dengan berlagak polos untuk mendapat perhatian dari kalian, dan itu semua karna harta. Itu lucu bukan?" ujar Ruru yg kini tidak lagi bersandar


"Mereka hanya iri padamu princess, jika saja kau tak menyamar. Kejadian ini tak akan pernah terjadi bahkan kau malah memiliki banyak teman, mungkin... " belum selesai kata yg mengandung saran dari El, Ruru malah memotongnya


"Tidak tidak, justru itu yg aku hindari, mendapat teman yg munafik. Aku ingin ketulusan bang makanya aku begini"


"Yah dan kami yg harus susah payah menahan emosi setiap kali melihatmu ditindas"


"Hehehe, ayolah bang, inikan kebiasaanku menutupi kebenaran. Kalau aku sudah bosan menunggu harapanku yg tak kudapatkan aku akan menghentikan sandiwara ini"


"Ya ya, terserah apa keinginanmu princess" El mencubit hidung adiknya gemas


...


"Hah.. " El membuang kasar nafasnya sambil menghempaskan tubuhnya di sofa


"ada apa denganmu kx El, mengapa mukamu masam sendiri" tanya Dino yg dari tadi duduk di sofa yg kini diduduki El juga


"Ya El, cerita pada kami. Apa ini ada sangkut pautnya dengan masalah yg kau bahas tadi?" tanya Rey, El pun mengangguk dan bercerita tentang masalah yg menimpa princess mereka yg membuatnya sangat emosi


"Perincess terkena masalah dan kalian hanya melihat saja" Dino kelihatan marah setelah mendengar cerita El


"Itu kemauan princess, kita bisa apa?" lirih Aldo


"keinginan kakak princess? Apa maksudnya?" tanya Doni


Merekapun cerita tentang keadaannya dari awal hingga sampai kini


Dino "huh, ternyata dimana-mana princess sama saja"


Ron "yah kak Ruru gx mau ada kemunafikan dalam pertemanannya kelak


Di sisi lain


Arga "kira2 apa yg terjadi pada tu cewek??"


Basti "gue denger tadi dia di bully sama Sisil dan kx Yana"


"Hah!! ragara apa??" Dion yg mendengar sahabat sekaligus wanita yg disukainya ada sangkut pautnya pun berseru


"Yah apa lagi kalo bukan kx Aldo" jawab Basti


Sedangkan Rava hanya diam dengan pandangan kosong dan menggertakkan giginya