My partner

My partner
15 datang nya mereka



Ting..


Notifikasi pesan dari ponsel Ruru saat masih jam pelajaran


"ponsel siapa yg berbunyi" teriak guru didepan


Semua murid saling memandang satu sama lain


"Saya bu, maaf" aku Ruru


Guru "ok, ganti mode silent Ru, jangan mengganggu temanmu yg lain" Ruru hanya mengangguk


Dion, Basti, Rava dan Arga pun melihat ke arahnya tapi Ruru malah kembali fokus pada buku nya setelah mengganti mode ponselnya


"Pake lupa ganti ke mode silent duh, jadi perhatian sekelas kan. Tapi siapa yg chat sih, gx tepat banget waktunya" batin Ruru


Setelah pelajaran pertama usai, Ruru melihat pesan diponsel nya sebelum guru jam kedua datang


"Ternyata notifikasi grup" gumamnya


Beloved Princess👸


Brother Didi💕 : kami sudah sampai. Setelah mandi akan kekampus kalian🚗


My boy💞 : yayaya, kami akan menemui kalian, dimana? dimana? 🙄


Litle Son💕 : kami datang bukan untukmu😏, tapi untuk princess kami🤗


My brother El : ketemuan di kantin kampus saat istirahat


My : okey😘


Setelah membalasnya Ruru menaruh ponselnya kembali kemudian melihat kedepan dan ternyata guru sudah datang


Kring.. Kring


"Oke anak2,pelajaran hari ini cukup sampai sini dan kalian boleh istirahat, bapak permisi" ucap guru menutup jam pelajarannya


"Iya pak, selamat siang" murid2 menjawab dan membungkuk


"Ruhy ayo kekantin" ajak Arga ketika menghampiri Ruru dimejanya


"Maaf Ga, aku udah ada janji" tolak Ruru disertai senyuman


"RU.. AYOOOK" teriak Aldo di depan pintu


Ruru "aku duluan yah Ga, bye" ia pun menghampiri abang nya itu dan mereka pergi bersama menuju ketempat perjanjian mereka dan yg lain


Arga "wah gawat gawat, kayaknya kita musti lebih giat lagi bray" Basti yg sebangku dengan Arga pun menjitak kepala sahabatnya itu


Basti "paan sih loe, loe lupa Ruhy tuh siapa nya kx Aldo, mungkin dia lagi butuhin tuh babunya"


Arga "yee, gue kan cuma ngingetin aja. Kalo sampe tuh majikan bener suka sama pembokat nya gimana, secara Ruhy kan CANTUEEEK"


Sementara di sisi lain


"dimana princess, kenapa hanya kalian?" tanya Dino yg baru saja sampai bersama Doni


"dia akan datang bersama Aldo" jawab El setelah mereka berpelukan sebagai sesama laki2


"Kalian tak melupakan kami bukan" ucap Aldo yg masih menggandeng Ruru


Menggandeng??!!! Yah kalian pasti bisa menebak gimana reaksi siswa/siswi di sekolah itu karna Aldo yg menggandeng tangan Ruru sepanjang jalan


"KAKAK PRIN...emp..emp " Ron membungkam mulut Doni yg akan berteriak


Ron " jangan teriak2,loe bakal buat kx princess malu plus ketahuan. Ngarti kagak" bisiknya


"Is loe tuh iri yak, ragara gue gx seantusias ini pas ketemu loe" ucap Doni jengkel karna bukan hanya membekap mulutnya, bahkan Ron juga berusaha memahan ia agar tak memeluk Ruru


"Yee najis banget gue loe antusiasin, ogah tau gax. Gue masih normal yak, dan kalo soal kx Ruru mah gue tiap hari yak di manja2 sama dia wlee" ucap Ron sambil menjulurkan lidahnya


"Loe.. "


"Udah2,kok malah berantem sih baru ketemu gini. Ron kamu itu yah selalu cari gara2 kalo ketemu Doni, sepupu sendiri. Dan untuk Doni pelak-peluk nya ntar aja di rumah ya sayang, jangan disini" ujar Ruru setengah berbisik


Dan berakhirlah mereka dengan makan bersama yg dipenuhi dengan canda tawa


Siswi lain yg melihat Ruru merasa iri karna dia berada di tengah2 para pria tampan bak pangeran yg keluar dari komik


(Sinta gx ikut yah guys, ini hanya keluarga😁)


Saat ini Ruru berjalan kembali kekelas nya dengan senyuman diwajahnya, yah itu setelah dia mengantar sepupunya ke parkiran, ia tah kembali bersama Aldo karna abang nya itu sedang ada urusan di ruang OSIS


Tiba-tiba


"Heh loe cupu, berenti" teriak seseorang


"Kx Yana manggil saya?" tanyanya dengan masih tersenyum


"Akhh.. Sakit kak" teriaknya karna Yana tiba2 menjambak rambutnya dibelakang


Semua mata tertuju pada mereka


"Ada apa ini? ”


"Katanya dia gandengan tangan sama kx Aldo tadi"


"Bukan hanya itu, dia juga ngumpul bareng para pangeran lainnya dan ada 2 cogan lain ikut bersama mereka"


"Wah tamat sudah riwayat tuh bocah"


"Biar aja, siapa suru dia genit2 sama pangeran kita"


"Eh denger2 dia juga godain Dion and the genk nya"


"Heh nyari masalah"


Itulah para pelajar yg bergosip😒


Fani "hajar aja kx, dia emang pantas digituin"


Fina "yayaya, dia itu sok cantik pake nyembunyiin wajah asli nya"


"Maksud kalian?" jawab Sira, salah satu pengikut Yana


Yana yg masih menjambak Ruru juga tak mengerti dengan yg di maksud Fina.


Bagaimana tidak, cewek cupu ini dibilang sok cantik padahal dengan pembantunya saja masih cantikan pembantunya


Sisil "biar gue tunjukin apa maksud Fina" ia berjalan setelah mengambil ember berisi air yg baru saja dibawakan salah seorang siswa sekelasnya dan...


Byuurr...


Ia menyiramkan nya ke arah Ruru, tentu saja setelah Yana sedikit menjauh


Tak..


Suara kacamata Ruru yg dibuang kelantai oleh Sisil


Kini terlihatlah wajah asli Ruru dengan keadaan seperti pertma, yaitu basah kuyup


El yg bermaksud mengembalikan ponsel adikny yg tadi ia pinjam pun melihat kejadian tersebut


Ia membelalakkan mata nya dan tersulutlah emosinya, saat ia ingin berlari dan membela sang adik tiba2 ia mendengar umpatan


"Shiiiitt!! " yak Ruru yg sudah lama tidak mengumpat kini tak bisa menahan nya lagi


"LOE.. " ia mencoba meredam emosinya


Mereka yg mendengar umpatan Ruru hanya terdiam dan berbisik


"Berani2 nya dia mengumpat Sisil dan kx Yana"


"Ternyata selama ini hanya topeng"


Dan lain sebagainya😁


"Hah jadi semua itu cuma kedok, sebenarnya loe itu cewek yg gx tahu malukan. Buat apa? Buat menarik perhatian cowok2 populer disekolah ini? Dasar jalang" ocehan Yana tak dihiraukan nya, akhirnya Ruru pergi tampa melanjutkan kata2 nya, ia tak mau emosinya benar2 meledak. Ia susah payah merubah dirinya masa ia harus menyerah hanya karna para siswi yg arogant itu


Ketika Yana ingin mengejar Ruru karna kesal, ia urungkan saat suara berat seseorang


"Ada apa ini?"


Seketika siswi2 hisetris


"Ah. Itu kx Reza"


"oh my gost gue gx mimpi kan"


"Oh pangeranku"


"Kyaa,, suami idaman guee"


Begitulah pekik mereka


"Emm kx El kenapa disini, Aldo belum pulang kekelas mungkin.. " belum selesai Yana berbicara dengan nada sok akrabnya, Elvareza kembali bertanya


"Ada apa ini? Mengapa kalian berkumpul disini?”


"Ahh hanya mengajari jalang kecil kx" kini Sisil yg bicara


"Emm" El hanya manggut2 sambil bergumam.