
Setelah kejadian hari itu, Ruru tidak masuk sekolah.
Di kediaman Agustin
"Huh sepih sekali tak ada Princess ya pah" ucap Sarah pada suaminya yg sedang asik membaca koran pagi
"Iya mah, gx ada yg berisik lagi. Lihat putra2 kita malah pada asik sendiri, padahal jika ada Ruru mana mungkin mereka seperti ini" Tama pun menyeruput kopi yg dibuatkan sang istri tercinta
Di australi
"Omah, opah, Ruru pergi dlu yah.. Muuaachh"
Pamit Ruru kepada Satri dan Ellen
"Mau kemana sayang?" tanya Ellen pada cucunya itu
"Mau jalan2 dong omah.. Dadah"
"Hati2 dijalan sayang" teriak Satri pada Cucunya
"Oke opah"
...
"Huh bosan nya, gx kerasa gue udh seminggu disini semenjak kejadian itu" Ruru yg duduk di salah satu bangku kafe bergumam
"Ahh telfon kx Dino ahh" lanjutnya
Di lain sisi
"Bagaimana perkembangan nya??" tanya Dino pada orang2 yg berada di ruang rapat
"Kami akan membangun mall di tanah lapang dekat penginapan yg kita dirikan tahun lalu pak"
"Lalu.. "
"Dan juga membangun butick di... " belum sempat orang itu menyelesaikan ucapan nya, ponsel sang bos berbunyi
Tring.. Tring
Setelah melihat nama yg tertera Dino langsung berdiri
"Lanjutkan" ucap nya pada seckertaris nya itu dan ia pun keluar
"Baik pak"
"Hallo"
"Halo kakak ku yg tertampan, hehe ada dimana, dan sedang apa??"
"Masih di kantor bawel, tadi ada rapat"
"Ha? Ruru ganggu yah, maaf kx Dino. Habisnya Ruru bosan jalan2 sendirian"
"Baiklah, kau diman? Biar kakak jemput"
"Tidak tidak.. Tidak usah kak, kau lanjutkan saja rapatnya, lain kali baru temani Ruru"
"Tak apa, lagi pula ada Axel disini yg mengurusnya"
"Kau itu bos yg tak bertanggung jawab"
"Hahaha, kenapa tidak. Akupun rela bangkrut demi keluarga ku"
"Ya ya ya, mulai lagi. Yasudah Ruru tunggu di kafe****"
"Okay" panggilan pun terputus
Segeralah Dino menjemput adik sepupunya itu, setelah itu mereka jalan2
"Kemana perginya Ruhy, sejak kejadian itu ia tak masuk sekolah selama seminggu" batin Rava
"Dia benar2 pergi? Huh baguslah. Tapi kenapa gue merasa ada yg hilang yah" Dion
"Dion, Rava. Apa yg kalian pikirkan sampai di pelajaran bapak kalian melamun"
"Ah, iya pak?" jawab mereka berdua
Semua mata tertuju pada mereka
"Ah tidak pak, saya hanya sedikit tak enak badan" ucap Mereka sama
"Pergi ke UKS kalau kalian sakit"
"Baik pak"
Jam istirahat di kantin
"Eh eh guys, kok Ruhy udah gx masuk seminggu gx di absen2 yah sama guru2"tanya Basti
"Entah, peduli amat. Mungkin dia dikeluarin ragara buat onar" jawab fani yg diangguki fina
sebulan pun berlalu
Kring.. Kring.. Kring
"Hallo"
"Princess, kau belum bangun?"
"Ada apa bang, pagi2 kau sudah menelfon?"
"Hei apa kau lupa, hari ini kau akan pulang ke Indonesia. Kau tak melupakan janjimu bukan?! โ
"Huh iyh2 bang El, Ruru ingat. Baiklah sekarang aku akan bersiap untuk pulang, nanti ku kabari"
"Baiklah,, see you my princess"
Tuttutt
"Huh apa ini, dia lupa mengucap salam. Dan mengapa dia jadi bawel seperti bang Al?"
Ruru hanya menggelengkan kepala mengingat kebawelan para saudaranya itu
...
Di bandara
Ruru akhirnya sampai di bandara Soekarno Hatta, ia melihat papan nama yg mungkin akan ia kenali daaannn.....
"Huft, lebih buruk dari perkiraan ku" Ruru menutup mukanya melihat papan nama yg dibawa oleh saudara2 nya itu
Untung saja ia sudah menyiapkan segala sesuatunya, memakai masker, kacamata hitam dan sebuah topi untuk melindungi wajahnya dari sorot media karna ulah abang2 dan adik nya itu
"Wel... " belum sempat Ron berteriak, Ruru lebih dulu membekap mulut adik nya itu
"Lebih baik kita segera pulang" inilah mengapa Ruru tak ingin dijemput para saudara nya, bagaimna tidak, semua orang berkumpul ketika melihat anak dari Pratama Nando Agustin, apalagi jika menyangkut putrinya yg misterius itu (Ruru)
....
Di kediaman Agustin
"Assalamu'alaikum, Ruru pulang" teriaknya
"WELCOM BEACK TO HOUS MY PRINCESS" kini Ron melanjutkan teriakannya yg tertunda itu๐