
Setelah sarapan, akhir nya mereka berangkat menuju ke sekolah
"Ayo masuk, kenapa kau malah berdiri di situ princess?? " kali ini kakak kedua nya Elvareza Frans Agustin yg bertanya, karna bukan nya masuk ke mobil Ruru malah mundur beberapa langkah kebelakang
"Err dad, dimana sepeda ku?? Ruru akan kesekolah naik sepeda" Ruru malah bertanya pada sang ayah
"What??!! Mengapa harus begitu kak, kakak tidak mau berangkat bersama dengan kami begitu?? " kini adik nya lah yang berseru, seorang Ronald Frans Agustin yg awal nya tetap diam meliat kakak cantik nya berubah penampilan, kini ia tidak terima jika kakak nya harus capek dengan menaiki sepeda menuju sekolah mereka
"Walaupun kita itu beda angkatan tapi kita tetap satu lapangan kak, jadi kita bisa berangkat ke sekolah bersama. Kau tahu, dari rumah menuju sekolah itu jauh kx" sambung sang adik
Yap, mereka beda angkatan. Ruhy kini kelas 1 SMA dikala umur nya yg 17 th, Ray sang putra pertama kini umur nya sudah menginjak 22 th dan El yg putra kedua sudah menginjak umur 20 th, mereka berdua sama2 berkuliah hanya beda tingkatan sedangkan Al yg berumur 19 th masih kelas 3 SMA dan si bontot itu Ronald masih SMP di kelas 2 di umur nya yg masih 13 th
Walaupun demikian, mereka tetap bisa bersama, karna mereka menjadi pelajar di Tunas Bangsa
Yg terdiri dari Kampus, SMA, SMP, SD bahkan teka nya pun digabung menjadi satu lapangan.
"Ya ya aku tahu jarak nya itu sangat jauh, maka nya kalau orang belum selesai bicara itu jangan di potong Ron"jawab Ruru gemas pada sang adik karna bicara nya di potong
"Aku akan tinggal bersama mbok ina dan Sinta, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi jika aku akan naik sepeda kesekolah karna rumah mereka kan sangat dekat dengan sekolah.
Aku akan ikut kalian hari ini, tapi setelah pulang sekolah aku akan pindah ke sana"
Sambung nya menjelaskan
"Mengapa harus begitu sayang, bukankah di dekat sekolah juga ada apartemen kita yg sederhana. Kau boleh tinggal disana seperti saudara2 mu yg tinggal di Apartemen mereka" Sarah tidak mengerti mengapa putri nya harus memilih tinggal di rumah orang lain
"Sudah2,kalau begini terus kalian bisa terlambat. Dan kau princess, terserah kau mau apa, daddy hanya bisa mendukung mu.
Tapi ingatlah jika kau merasa susah kau boleh mengandalkan kami" walaupun dia tidak mengerti jalan pikir putri nya, tapi Tama selalu menuruti apapun yg ingin dilakukan ruru dan hanya bisa mendukung nya sebagai seorang ayah
"Bisakah kita berangkat sekarang?? " Rey sudah khawatir jika adik2 nya terlambat
Perjalanan yg mereka tempuh seperti biasa, penuh dengan canda tawa
Yah walaupun putra dari keluarga Agustin itu terkenal cuek dan dingin, tapi tidak dengan keluarga mereka
Mereka akan menunjukan sikap hangat dan bahkan menunjukan sikap manja mereka yg tidak pernah di ketahui orang lai
Kini sampailah mereka di gerbang sekolah paling elit di Indonesia
"Ayo turun, mengapa kau malah celingak-celinguk kiri dan kanan" ajak Aldo pada Ruru
"Err iya bang, kalian turunlah duluan. Nanti Ruru akan menyusul" jawab nya sambil memperhatikan sekeliling
"Huh baiklah princess, senyamanmu saja". Aldo
Saat ke 4 pangeran itu turun, saat itu jugalah suasana sekitar sekolah menjadi lebih riuh
para siswi histeris "ah pangeran"
"Heh ke 4 saudara ku itu memang populer" Ruru memutar bola mata nya malas melihat kegaduhan akibat ketampanan saudara2 nya itu
Dia tidak tahu ada 4 pasang mata yg melihat nya keluar dari mobil keluarga Agustin yg terkenal itu
"Siapa dia, bisa2 nya ke sekolah bersama ke 4 pria populer itu?? " salah satu pria bertanya
"Entahlah, mungkin dia pelayan pribadi baru mereka. Kau ingat dulu Sinta jg turun dari mobil yg di tumpangi ke 4 orang itu kan" jawab seorang pria lain nya
"Yayaya, kemungkinan besar begitu. Lihat saja penampilan nya, huh sangat masuk kategori pelayan. Hahaha" seru yg lain nya
Dan merekapun tertawa bersama
"Sudahlah, ayo sekarang giliran kita yg membuat riuh suasana" ajak pria yg diketahui ketua mereka
Yah mereka adalah 4 pria yg juga populer di sekolah Tunas Bangsa dan yg paling tampan pastinya yg menjadi ketua , mereka satu kelas yaitu kelas 1 SMA, sma dengan Ruru
Mereka terkenal dari keluarga terpandang di Indonesia, yah walaupun tidak sebanding dengan keluarga ke 4 pangeran sekolah itu. Mereka tampan dan juga pembalab motor, maka nya meraka sering sekali membawa motor, bukan nya mobil.
diantara mereka adalah Dion Pradana sang ketua, pewaris satu2 nya keluarga Pradana, yg terkenal paling kaya di Indonesia
Rava Saputra dari keluarga Putra
Basti Samuel dari keluarga Sam
Dan Arga Bramasta dari keluarga Bram
Mereka sahabat sejak kecil
.......
Setelah memasuki sekolah baru nya, Ruru langsung menuju ruang kepala sekolah
Sedikit kebingungan, karna dia pertama kali datang kesini
Tapi dia tidak mau bertanya pada saudara2 nya itu
Karna fokus mencari ruangan kepala sekolah, dia tidak melihat sekeliling nya
Saat masih berjalan tiba-tiba
Brugh
"Auu.. "Ringis nya saat terjatuh
"Woy loe kalo jalan tuh liat-liat donk, kacamata doank di tebelin" teriak seorang perempuan yg tadi menubruk nya
Ruru pun mendongak dan melihat wanita cantik, berambut kecoklatan sebatas punggung, hidung mancung dan bibir kecil sedikit tipis serta bola mata yg berwarna senada dengan rambut nya
Dia adalah Sila Briyani