My partner

My partner
3 sekolah baru 1



Sila Briyani yg dikenal dengan Sisil adalah putri bungsu di keluarga Briyan dan dia salah satu perempuan populer di sekolah Tunas Bangsa


"Ni orang yg nabrak aku, kenapa jadi dia yg marah2. Yah walaupun aku jg salah, tapikan aku tidak fokus melihat jalan karna fokus melihat dimana letak ruang kepala sekolah


Ah sudahlah, daripada panjang urusan nya.. "


Ucap Ruru dalam hati, sebenarnya dia kesal tapi dia tidak mau buat masalah di hari pertamanya


"Maaf" Akhir nya Ruru mengalah dan meminta maaf


Sisil dan teman2 nya pun berjalan meninggalkan Ruru yg tertunduk meminta maaf


Ruru "untung cantik, coba jelek udh mirip nenek lampir" gumam nya masih kesal


Dan akhirnya Ruru menemukan ruang kepala sekolah yg dari tadi ia cari sampai terkena sedikit masalah dengan sisil


Dia mengetuk pintu sambil mengucap salam


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum" teriak nya


"Walaikumsalam, masuk" jawab kepala sekolah dari dalam


Ruru pun membuka pintu itu dan masuk


"Permisi Pak"


"Ah yah, ada perlu apa?? " tanya kepala sekolah sambil menatap Ruru dengan alis berkerut


"apa kau melupakan ku, paman?? " tanya Ruru membuat alis Darto, sang kepala sekolah makin berkerut


"Hufh, paman darto apa setelah kau menjadi kepala sekolah kini kau melupakan ku" tanya Ruru kembali sambil melepas kacamata nya, karna Darto yg dulu adalah asisten pribadi papa nya yg juga dekat dengan nya tidak mengenali penampilan Ruru


#ayolah Ruru, seharus nya kau menyadari penampilanmu sekarang yg jauh dari penampilan aslimu πŸ˜’


"Astaga princess itu kau nak" seru Darto setelah mengetahu siapa sebenar nya murud yg didepan nya ini


"Ayo sini-sini, duduklah. Sejak kapn kau pupang ha, tiba2 saja pindah sekolah?? " lanjut Darto


"Ya aku pulang paman, karna mommy selalu merindukanku sampai jatuh sakit. Lagipula keluarga om Farel juga sudah pulang ke australi, jadi kakek dan nenek sudah tidak sendirian" Ruru


"Ohya, bagaimana kabar nyonya dan tuan besar. Dan bagaimana tuan Farel juga?? " tanya Darto antusias, karna dia sudah lama tidak bekerja sebagai asisten pribadi Tama, ayah dari Ruru, dia malah di pekerjakan menjadi kepala sekolah di sekolah keluarga Agustin. Sehingga dia tidak bisa lagi ikut bila Tama pergi ke australi menjenguk keluarga nya


"Mereka semua baik paman, dan bisakah kita tidak membicarakan keluargaku terlebih dahulu, aku kesini ingin bertanya dimana kelasku dan menyerahkan ini.


Maaf, aku juga rindu bercerita dengan paman, tapi lain kali saja yah" jawab nya lembut agar tak menyinggung Darto yg sudah lama bekerja untuk ayah nya itu, walaupun itu dulu dan sekarang dia hanya bekerja untuk keluarga Agustin


"Ah yaya, maaf princess paman sampai lupa ini di sekolah dan kau kesini untuk itu, haha maafkan paman juga yah, baiklah lain kali kita bercerita nya, sekarang aku terima ini dan akan mengantar mu kekelas" setelah mengambil berkas2 yg di sodorkan Ruru dan di taruh di meja nya, Darto pun berdiri bersamaan dengan Ruru


Dia menunjukan kelas Ruru


Mereka menuju kelas sambil berbincang-bincang sedikit, dan beberapa kali Darto tersenyum saat ada siswa/siswi yg menyapa


"Kau tidak mau berkeliling dulu princess, melihat-lihat sekolah ini?? Paman akan mengantarmu" tawar Darto


"Dan bisakah paman tidak memanggil ku princess didepan orang2, anggap aku sebagai murid seperti siswi yg lain nya dan aku akan memanggil paman dengan sebutan Pak didepan orang2. aku sedang menyembunyikan identitas asliku paman, bisakah kau membantuku" bisik nya


"Oh sebab itulah kau berdandan seperti ini? " tanya Darto berbisik juga dan di jawab anggukan oleh Ruru


"Baiklah paman akan tutup mulut, tapi mengapa harus dandan seperti ini? Bukankah walaupun kau tidak berdandan seperti ini tetap tidak ada yg mengenali mu?” tanya Darto kembali masih berbisik


Dia tau bahwa putri dari mantan bos nya ini tidak pernah mau tersorot media hingga tak ada orang lain yg tau bagaimana rupa putri satu2 nya di keluarga Agustin


Hanya keluarga dan pekerja di rumah2 keluarga Agustin lah yg mengetahui Ruru


Darto pun merasa tersanjung bisa kenal dekat dengan Ruru yg di sebut princess oleh keluarga kayaraya itu


Pasal nya orang2 kantor juga tidak ada yg tahu bagaimana rupa putri keluarga Agustin, bahkan asisten pribadi opa, kakek ataupun paman nya, dia sangat misterius.


"Ah ini dia kelasmu" Darto tidak melanjutkan pertanyaan nya yg tadi, karna mereka telah sampai di kelas 1 A


Yap Ruru bukan hanya cantik dan kaya, tapi dia juga pandai. Sempurna bukan hehe😁


"selamat pagi anak-anak" kelas yg tadi gaduh karna tak ada guru yg mengajar menjadi hening seketika saat Darto masuk dan menyapa mereka


"Pagi pak" jawab mereka serempak


"Oke, hari ini tidak akan ada jam pelajaran seperti kelas lainnya, dikarenakan semua guru dan bahkan dosen di kampus pun sedang rapat


Tapi bapak mohon jangan buat masalah okay, jangan rusuh" tega Darto


"Yes Paaaak" jawab para murid


"Dan bapak kemari ingin memerkenalkan teman baru pada kalian, ayo nak perkenalkan dirimu" Darto mempersilahkan Ruru untuk perkenalan


"Halo teman2,perkenalkan namaku Ruhy Frania Agustina, aku pindahan dari australi. Semoga kita bisa berteman baik, salam kenal semua" Ruru mperkenalkan diri dengan ramah dan senyuman nya mengembang


Tapi apa ini, seluruh teman kelas nya memandang tidak suka??


Ah yah mungkin karna penampilan nya yg sekarang


"Ah sabar Ruru,bukankah ini yg kau mau dengan berdandan seperti ini, berharap mendapatkan ketulusan, mendapat teman yg tidak memandang fisik dan status, yg menerimamu apa ada nya?? Ayo figthing Ru kau pasti bisa" Dia menyemangati diri nya dalam hati


Kalian mau tahu kenapa tidak ada yg curiga pada nya padahal dia memperkenalkan diri dengan nama lengkap yg asli nya??


Kalian pasti berpikir walupun wajah nya ditak diketahui tapi nama nya akan terkenal bukan??


Kalian salah, bukan hanya wajah tapi nama juga ia sembunyikan dari orang lain


Oleh sebab itu dia tidak tersorot, bahkan saat di Australi pun tidak ada yg mengenali nya


Dan yah nama lengkap nya walaupun diambil juga dari gelar keluarga kedua orang tua nya, tapi tak ada yg memperhatikan


Sebab yg tadi nya Agustin menjadi Agustina, itulah gelar yg diberikan oleh opa nya, karna dia satu2 nya perempuan yg berdarah Agustin


Sedangkan gelar Frania yg diberikan kakek nya itu bisa saja di pakai keluarga manapun, walaupun nama mama nya juga bergelar Frania