
"Pagi" sapa Dion pada Ruru yg barusaja memarkorkan sepedanya
Yah ia sengaja menunggu Ruru diparkiran untuk masuk bersama kekelas mereka dan untuk menjalan nya rencananya
Ruru mengerutkan kening lalu tertawa hambar dan berkata "ho, kebetulan sekali yah tuan" yg disindir malah memasang senyum yg manis "Gue memang sengaja nunggu loe kok" ucap Dion
Deg.. Deg.. Deg
"Ya Allah kenapa jantungku berdegup mendengar tuturan nya" Ruru yg salah tingkah semakin memperlebar senyuman Dion "Mulai terpancing"
Dion "Ayo masuk" ajak nya dan Ruru hanya mengangguk
Sesampai nya mereka dikelas, semua mata tertuju pada mereka
"Wah gila loe ndro, ngambil stan duluan" ucap Arga saat Dion duduk dibangkunya
"Gue itu gx suka ngulur waktu, gue pen liat aksi kalian selanjut nya" ujar Dion pada sahabatnya
"Dan inget kalian harus siap2 ngasih barang2 berharga kalian ke gue. Karna tentunya disini gue yg bakal menang"lanjut nya
"Cih, percaya diri banget nih anak, yah bukan cuma kita tapi loe juga siap2 ngelepas red buat kita" ucap Rava yg kemudian diangguki oleh Basti dan Arga
(Red, nama yg diberikan oleh Dion untuk mobil kesayangan nya)
Flass back on
"Loe nginget kejadian tadi pagi yah, yg Ruhy nyium loe" ucap Rava pada Dion
"Jangan bilang loe suka sama tuh cewek pada pandangan pertama?” kali ini Arga menatap Dion dengan tatapan menyelidik, pasal nya ia tahu bahwa sahabat nya ini sudah lama punya perasaan pada Sisil, apa mungkin secepat itu pindah hati
"Ya enggak lah ege, hati gue tetep untuk Sisil seorang, gue cuma ada ide cemerlang" ujar Dion sambil menyeringai
Basti "paan, sampe loe senyum2 begitu mending senyum manis, ini senyum loe serem bro, mirip dedemit tau gx"
Dion "anjir, muka bak pengeran begini dibilang mirip dedemin" ia pun menyonyor kepala sahabat nya itu
Rava "terus apa ide cemerlang yg loe maksud itu sonvlak"
"Gimana kalo kita tarohan" Dion melihat reaksi satu persatu sahabatnya itu yg tampak bingung
"siapa yg bisa buat dia jatuh cinta kemudian pacaran sama dia, dia berhak dapet benda kesayangan dari kita masing2 termasuk gue yg bakalan nyumbangin Red"lanjut nya
Arga "kalo kita beneran cinta sama dia gimana?"
Dion "yah gx mungkinlah, Kalian lupa status nya? Masa iya kalian turun level hanya karna dia cantik huh gx mungkin kan" ucapan nya mendapatkan anggukan setuju oleh para sahabat nya dan dimulailah masa taruhan mereka
Flash back off
...
"Makan sendiri nona" ucap seorang pria kepada gadis yg tengah asik memakan siomay nya
"Boleh gabung?" lanjutnya ketika gadis itu tak merespon perkataan nya tadi
"Ru, gue mau ngomong serius sama loe" Dion mulai menjalankan misinya
Ruru menghentikan acara makan nya dan melihat Dion dengan tatapan curiga
Pasal nya belakangan ini bukan hanya pria ini yg mulai mendekati nya tapi genk nya juga bersikap aneh pada nya, apa sebenarnya yg direncanakan para sahabat pria inj
#hohoho kau tidak tahu Ruru kalau ada rencana terselubung di balik sikap manis para pria tampan dikelasmu itu. Jagalah hatimu baik2 princess
Disini sekarang Ruru berada, diatap gedung sekolahnya
Ruru mengikuti ajakan Dion yg mengajaknya bertemu diatap gedung karna pria itu ingin mengatakan sesuatu
"Apa yg akan dia katakan, sepertinya serius sekali" batin nya
"Sudah lama menunggu nona? "Rurupun membalikkan badan nya menatap Dion yg baru saja tiba
Ruru "langsung pada intinya, mengapa anda mengajakku kemari tuan?"
Dion "hahaha santai Ru, apa loe gx liat wajah gugup gue ini" #huh author sama sekali gx ngeliatnya tuh Yon😒
"Kalau hanya lelucon yg kau lontarkan, cari saja orang lain tuan, aku tidak punya waktu untuk itu" ucap Ruru jengah dan berencana meninggalkan Dion sampai ungkapan dari pria itu menghentikan langkahnya yg sudah tidak jauh dari pintu
"GUE SUKA SAMA LOE RUHY FRANIA AGUSTINA" teriak Dion
Deg.. Rasanya jantung Ruru akan lompat dari tempatnya
Ketika menyadari bahwa Ruru menghentikan lamgkahnya Dion kembali berkata
"Gue cinta sama loe, dari waktu loe nyium gue, makanya gue ganggu loe dikolam renang supaya loe ngelirik gue" #tapi boong, dasar Dion ngibulnya😑
"Loe maukan jadi pacar gue" Dion tersenyum sinis melihat Ruhy, walaupun gadis itu memunggunginya ia tahu bahwa gadis itu gelagapan mendengar ungkapan cinta dari dirinya
Dion pun mengangkat bahu dengan angkuh pada para sahabat nya yg mengintip aksinya itu
"Ru, loe denger gue kan. Gue serius Ruhy sama perkataan gue tadi" lanjut Dion ketika Ruru hanya terdiam
Setelah mengatur nafas nya Rurupun memutar badan nya dan kembali menatap Dion
"Maaf Yon, aku belum bisa nerima kamu untuk sekarang ini. Kalau kamu itu memang tulus tolong bersabarlah, aku hanya ingin memastikan perasaan ku padamu itu seperti apa" Ruru bukan menolak tapi ia ingin memastikan apakah Dion itu bersungguh2 atau tidak, sekaligus dia ingin memastikan perasaan nya juga
"Huff gue kira ni cewek udah luluh, pake segala pen nguji ketulusan gue lagi dengan alasan mastiin perasaan dia. Bukan nya udah jelas kalo dia jatuh cinta sama gue" sebenarnya Dion sedikit kesal, namun dia mencoba bersabar untuk menunjukkan ketulusannya agar misinya berjalan lancar
Ia pun tersenyum paksa paska berkata
"Tapi ini bukan penolakan kan, ini hanya penantian. Kelak suatu hari loe nerima perasaan gue kn?? "
Ruru "yah insyaallah aku usahain" lalu tersenyum tipis
"Senyum nya walaupun tipis tetep manis" itu bukan dari batin Dion melainkan dari salah satu sahabat nya yg mengintip yaitu Rava