My partner

My partner
21 pertengkaran



Kantin SMA


Siswi "Eh loe tau gx, Ruhy kelas 1 A itu. Dia itu sok cantik banget"


Siswi "Iya iya, jijik tau gua liat nya"


Siswa "Emang cantik sih kalo dia dandan, kan lumayan tuh jadi sangkar buat burung kita"


Siswa "Hahaha, iyah iyah bener tuh"


Siswi "ya ampun kalian ini, mikir nya mesum. Tapi gx papa kalo sama dia, jalang sih mau berebut sama kx Yana dan Sisil"


Saat mereka asik membicarakan Ruru, tiba-tiba


Bugh.. Bugh


Siswi "AHHH TOLONG, ADA YG BERKELAHI"


"Cepat2 lapor guru BP, atau langsung ke pak kepala"


Ruru yg baru datang yg di susul dengan rombongan Dion pun heran


"Kenapa ini rame2?? " tanya Dion yg berada dibelakang Ruru entah sejak kapan


"Ah,, entah lahh?! Aku juga belum tahu" jawab Ruru


"Ayo kita kesana saja" ajak Rava yg saat ini berdiri di samping Ruru


"Tunggu, ada apa ini,? Mengapa ramai sekali kerumunan disana?" tanya Ruru pada siswa yg lewat


"Ada yg berkelahi, dan ku dengar tuan muda Ron memukuli Budi anak SMA 2" jawab siswa tersebut


"APA???!!... ahh,, baiklah dan terimakasih"


Ketika siswa itu pergi, Ruru juga yg lain (Dio dan kawan2) terburu-buru menghampiri kerumunan


"Permisi permisi, biar aku lewat" setelah melewati kerumunan yg ramai itu, Ruru tak percaya dengan apa yg dilihat nya


Disana terlihat Ron yg sedang memukuli seorang siswa, dan disisi Ron ada Sinta yg sudah menangis


"Hiks,, Ron kumohon.. Hiks.. berhentilah, kau bisa membunuh nya.. Hiks.." bujuk Sinta yg masih menangis tersedu-sedu


"Lihat lah, dia berusaha membujuk tuan muda tapi tidak berhasil"


"Huh, dia pikir dia siapa sampai tuan muda Ron mau mendengar nya"


"Bukan nya melerai, mereka malah membicarakan orang" batin Ruru


"Sinta ada apa?? Mengapa kau menangis, dan apa yg sedang terjadi??" tanya Ruru saat menghampirinya


"Kak Ruru.. Hiks.. Ron.. Ron.. Dia tak mau mendengarku.. Hiks.. Dia bisa membunuhnya.. Hiks.. Kalau tidak berhenti"


"Ada apa ini, ASTAGA ROOONNN,, BERHENTI BERHENTI" bu Tina dan kepala sekolah yg baru saja tiba berusaha melerai, tapi tak di hiraukan oleh tuan muda kita😌


Kepala sekolah "Ayo cepat hentikan mereka, kenapa kalian hanya menonton"


"Maaf pak, kami juga takut akan kena imbas nya seperti Rudi"


"Oh astaga, lalu bagaimana ini pak" bu Tina yg melihat Rin hilang kembali jadi histeris


Bugh.. Bugh.. Bugh


Serangan bertubi-tubi diberikan Ron untuk siswa yg bernama Budi itu


Saat akan memukulnya lebih keras, tiba-tiba dia berhenti saat seseorang meneriakinya


"RONALD FRANS AGUSTIN, BERHENTI"


dia menatap orang yg meneriaki nama lengkapnya itu dengan nafas yg terengah karna amarah


"Dia pasti cari mati meneriaki nama lengkap tuan muda"


"Lihat saja, dia maju untuk berlutut, pasti dia menyesal"


Cibiran para murid tak dihiraukan oleh Ruru, dia terus berjalan dan ketika sampai tepat depan Ron


"Hah? Dia memampar tuan muda?"


"Bla.. Bla.. Bla"


"Beraninya kau.. "


"Riyan, jika loe maju selangkah lagi, gue bakal lupa kalo kita sahabat dan gue pastiin kaki loe bakal patah detik ini juga" tanpa melepas tatapan nya dari sang kakak, Ron memperingati sahabat baik nya yg ingin ikut campur


Semua orang terdiam, suasana tegang dan hening seketika


"Bu, pak, saya sudah menghentikan perkelahian ini, sisanya saya serahkan pada yg wajib, saya permisi"


"Kak Ru... " Sinta hanya bisa melihat punggung seorang gadis yg penuh kekecewaan


"Dia meneriaki nama lengkap tuan muda bungsu, bahkan menamparnya. Tapi tak ada reaksi marah dari yg berkesangkutan?" batin Dion


"Segitu besarnya kah, cintanya pada Ruhy sampai2 dia gak marah, malah berwajah sedih?? " batin Rava


"Apa ini, gw gx pernah liat Ronald selemah ini sama cewe yg salah sama dia?? " batin Riyan


di ruang kepala sekolah


"Bu Tina boleh kembali, biar saya yg menangani masalah tuan muda"


"Baik pak, saya permisi. Tuan muda semangat, tanggung jawab perbuatan mu"


"Apa paman akan menghukumku??" tanya Ron yg bersikap seolah tak terjadi apa-apa


"Huh, kau anak bodoh, apa yg kau lakukan? Walaupun kau anak pemilik sekolah ini, paman juga harus menghukummu jika bersalah"


"Emm yasudah, apa hukuman nya?? Membersihkan wc? keliling lapangan? Atau di skors?? "


"Kau.. Benar2 anak nakal yg tak pernah berubah. Tunggu abang-abangmu datang baru kita lihat"


Tok.. Tok.. Tok


Pak kepala "Masuk"


"Anda memanggil kami paman??" tanya Rey mewakili yg lain


Pak kepala"Yah, ini soal adik kalian ini"


"Apa yg terjadi Ron??" tanya El pada adik nya


Tok.. Tok..


Pak kepala "yah masuk"


"Astaga, apa yg terjadi padanya??" kali ini Al yg bertanya ketika melihat kondisi Budi


"Dia dipukuli, dan pelakunya adalah adik kalian" tunjuk pak kepala pada Ron yg masih bersikap santai


"APA??ROONN!!!? " merekapun terkejoed dan melihat kearah sang bungsu


"Apa yg kau lakukan Ron? Apa masalahmu padanya sampai kau memukulinya seperti itu?" Rey yg merasa anak tertua marah pada Ron dan pada dirinya sendiri karna gagal mendidik adiknya hingga sembarang memukul orang, sampai Ron berkata


"Aku memukulnya karna dia berkata tidak sopan tentang kak princess"


Ketiga saudara yg tadinya menatap Ron dengan marah kini berbalik pada Budi dan ingin memukulnya jika saja suara diambang pintu tak menghentikan nya


"HEI"


Semua terdiam dan menatap pada sumber suara yg tak lain adalah Ruru


"Apa yg akan kalian lakukan? Apa kalian ingin memukul seorang pasien?" tanya Ruru pada nada tinggi


"tapi princess, dia.. "Belum sempat Aldo berkomentar, Ruru kembali berucap


"Aku kan sudah bilang, aku bisa melindungi diriku sendiri. Tapi apa, Ron. Kau mau membunuhnya hanya karna perkataan nya, dan kalian. Kalian mau menambah penderitaan yg di berikan Ron padanya??"


"Tidak princess" jawab mereka serempak