
Ruru menunggu para saudara nya di kamar nya, ditemani Sinta
Ruru dan Sinta pulang ke rumah utama keluarga Agustin menggunakan taxi
Sedangkan ke 4 saudara nya menggunakan mobil merekabmasing masing
Sinta "ada apa Ruru, apa yg terjadi tadi. Dan mengapa kau memanggil kami?? "
Ruru "diamlah, kita tunggu para pangeran"
Sedangkan di luar rumah masuk lah 4 mobil bermerk yg kini berjejer di garasi rumah besar tersebut
"Ada apa?? Mengapa kalian terburu-buru" Sarah bingung dengan ke 4 putra nya yg kelihatan bingung saat memasuki rumah
"Dimana Ruru mom?? " Rey
"Hah?? Ruru?? Mommy tadi di kamar, dan tidak tahu kalau Ruru ada disini, apa dia pulang" Sarah kelihatan bahagia
"Ayo kita kekamar nya" ujar Aldo
Sesampai nya mereka di kamar Ruru, Sarah segera memeluk putri nya dan berkata
"Oh princess, mengapa kau pulang tak menyapa mommy terlebih dahulu huh??..
Eh ada Sinta juga disini" setelah mengurai pelukan dari Ruru, Sarah membelai rambut Sinta penuh kasih dan tersenyum lembut dan tulus
"Princess, jelaskan pada kami mengapa tadi kau memanggil kami. Dan apa kejadian yg kami lihat tadi di sekolah" El mewakili semua yg minta penjelasan dari Ruru
Sedangkan Sarah, apa yg terjadi pada anakw nya itu
"Ruru akan jelaskan, tapi kalian harus jawab dulu pertanyaan ku dengan jujur, dan yah.. Jangan marah. Okay?? " Ucap Ruru
Semua pun mengangguk dan Sarah hanya memperhatikan, dia tidak mau ikut campur dengan masalah anak2 nya, kecuali mereka dalam bahaya baru dia dan suami nya turun tangan
"apa kalian memperlakukan Sinta seperti babu disekolah?? Apakah kalian membiarkan nya di perintah sesuka hati oleh orang lain?? Dan apa kalian diam saja ketika kalian melihat seseorang di bully?? Mungkinkah jika aku bukan adik kalian, kalian hanya akan melihat kejadian yg menimpa ku tadi?? " Ruru merasa dada nya sesak saat mengatakan yg terakhir, bagaimana jika ia memang bukan bagian keluarga Agustin, dan penampilan nya memang asli seperti sekarang. Apakah ada yg mau menolong nya, atau malah mengabaikan nya seperti tidak terjadi apa2??
"Tidak Ru, itu murni aku yg menginginkan nya, aku senang jika kx Reyhan, kx Reza, kx Aldo dan Ronald meminta bantuan ku. Walaupun terkadang mereka menolak bantuan ku tetapi ketika Ronald memintaku membelikan makanan aku sangat senang, itu berarti aku masih di butuhkan di hidup kalian" timpal Sinta "aku menawarkan bantuan dengan ikhlas seperti mereka menawarkan mu bantuan" lanjut nya
"Oh begitu, tapi mengapa kau juga mau2 nya di perintah orang lain Sin. Aku tidak terima, kau itu sama seperti kita sama2 manusia, jadi ketika ada yg meminta bantuan mu maka mereka harus sopan saat meminta nya bukan memerintah seenak nya...
Kau pernah mengalami nya kan?? " Ruru
"Memang siapa yg memerintah Sinta seenak nya dek?? " El bertanya
"Yana.. " jawab Ruru sambil menengok ke arah Aldo
"Yana yg mengaku-ngaku sebagai pacar Al, gadis itu?? " Rey tak percaya
"Yah dia memang pacar bang Al, dia pernah menyiramku dengan juice alpukat yg belum aku minum" Ruru jadi kesal mengingat kejadian itu, sangat di sayangkan juice nya
"Dan dia hari ini mendatangiku ke kelas, dia mengancamku untuk jauh2 dari kalian, padahal kan kalian yg dekat2 padaku, dan dia memintaku jadi babu nya karna dia pikir aku ini pelayan kalian, ah bukan hanya dia, sama seperti Sinta, satu sekolah juga menganggap ku pelayan kalian. Yana berpikir dengan menjadi pacar bang Al, dia juga berhak memerintah pelayan nya. Huh aku saat marah saat dia bilang dia pernah melakukan itu pada Sinta" Ruru mendengus dan memanyunkan bibir nya dan dia kembali berkata " dan aku memanggil kalian tadi karna mau memperlihatkan pada semua orang yg ada disekolah itu kalau.. " belum selesai Ron memotong nya
"Kalau kau adalah princess kami, putri dari keluarga agustin dan kau akan membongkar kedokmu kak. Oh astaga, Ron bersyukur, kalau begitu ayo kita kembali ke sekolah" Ron sangat bersemangat sebelum Ruru angkat bicara lagi sambil menempeleng kepala adik nya dengan pelan
"Kau ini, sudah berapa kali ku katakan, jangan memotong omongan orang"
Lalu ia melanjutkan kata2 nya yg tadi terpotong "aku ingin semua orang tahu kalau kita itu teman, tidak ada yg menjadi babu. Dan aku ingin memperingati mereka nahwa jangan seenak nya memerintah orang yg lemah"
"Dan sekarang aku ingin meminta kalian jangan ada yg ungkin masalah yg terjadi hari ini, dan jangan bongkar penyamaran ku.
Aku akan menjaga diri baik2 sampai aku benar2 lelah dengan hal2 yg akan terjadi padaku karna penampilanku ini, barulah aku membongkar semua nya. Oke" lanjut nya lagi sambil meminta persetujuan dari semua
"Baiklah kami janji, tapi jika ada sesuatu terjadi padamu jangan larang kami untuk membela" ucap Aldo yg dari tadi diam karna kesal bahwa wanita yg ia pacari malah yg menyakiti adik nya. Demi permintaan permintaan princess merekapun akhir nya mengangguk setuju
"Ah ya satu lagi, jangan terlalu dekat dengan ku. Karena kalian aku jadi musuh semua orang di sekolah daddy, jadi mungkin sedikit jarak dari kalian bisa mengurangi musuhku. oh ya, aku akan libur seminggu ini dan kalian tetap sekolah, ingat jangan buat masalah biar aku yg memperi pelajaran pada mereka yg menyakiti ku" tegas Ruru dan di angguki lagi semua orang disitu
Sedangkan Sarah malah geleng2 dan tersenyum melihat putra nya menunduk karna dimarahi saudari mereka satu2 nya
"Seperti anak TK yg bandel dimarahi sang guru" batin nya