
Mendengar pengakuan itu Ruru langsung menoleh melihat siapa sumber suara itu dan
"Kau... " ucap Ruru dengan nada tak percaya
"Yah gue, kenapa? Tamparan itu belum apa2 buat jalang kayak loe" ucap Sisil
Yak, dia Sisil yg menculik Ruru
Ruru "Apa maumu Sila? Mengapa kau menculikku??"
"Ha, loe gx tau apa kesalahan loe haa? Yg pertama, loe deket2 sama kx Aldo tanpa tahu status loe yg cuma pelayan dan yg kedua, loe mau rebut sahabat gue dari kecil dan orang yg cinta ama gue. Itu salah loe, kenapa loe gx buruk rupa aja sih?! Kenapa malah berubah?" ucap Sisil dengan memegang wajah Ruru
"Jadi gue mau ngerusak muka loe dan ngambil sesuatu yg berharga dari loe.. Hahahha" lanjutnya diikuti tawa para penculik
"Jangan main2 Sila, kau bakal menyesal nantinya" Ruru memperingati
"Hah apa?? Loe ngasih gue peringatan? Apa gue gx salah denger?" Sisil kembali tertawa
"Oke, kau tak mau mendengarku? Baiklah, ini kau yg mulai" batin Ruru
"Ayo tunggu apa lagi? Kalian boleh puas bermain dengannya" suruh Sisil pada ke 4 preman itu
Merekapun mendekati Ruru tanpa menyadari jika tali yg diikat ditangan Ruru berhasil lepas
#lagian ikat princess pake tali😌
Saat mereka sudah mendekat dan ingin menyentuhnya Ruru pun beraksi
Bugh.. Bugh
Ketika ada kesempatan Ruru langsung membuka tali dikakinya dan menghajar ke 4 pria kurang ajar itu tak butuh waktu yg lama untuknya
Setelah ke 4 orang itu jatuh pingsan, Rurupun mengejar Sisil, dibalikkan badan Sisil dan
Plak..
Ia menampar Sisil, walau hanya satu kali, tapi itu sebuah tamparan yg sangat keras sampai2 Sisil terkulai dilantai
"Gue udah peringatin jangan main2,tapi loe gx mau dengerin. Maaf, kesabaran gue kelewat bates" ucap Ruru mencekram wajah Sisil
Sisil tercengang saat melihat orang2 suruhan nya tergeletak
"Apa ini, belum gue keluar pintu dan tuh preman udah pada pingsan aja? Siapa dia sebenarnya??" batin Sisil sambil menatap horor Ruru
....
Ruru "shhh..."
"Kenapa bisa begini sih kx?" ucap Sinta khawatir sambil mengobati luka Ruru
"Gx papa kok, cuma masalah kecil" Ruru menenangkan dengan cara tersenyum
"Selalu begini, kx Ruru sebenarnya terbuat dari apa sih. Coba lapor keluarganya, pasti orang yg cari masalah langsung di beresin sampai ke akar-akarnya" batin Sinta
"Sinta,, please jangan bilang kesiapa-siapa tentang kejadian ini yah, apalagi keluarga aku"
Ucap Ruru memohon
"Tapi luka kakak gak bisa bohong kak" jawab Sinta
"Yah bilang ajah jatuh saat menolong kucing atau.. apalah" ujar Ruru
"Huh, baiklah" akhirnya Sinta setuju
.....
"Ada apa dengan mukamu??!!" tanya Aldo saat tak sengaja bertemu Ruru di koridor sekolah
"Ah tak apa2,hanya terjatuh saat menolong kucing" jawab Ruru tanpa ragu
"Ohh, kalau begitu berhati-hatilah lain kali" Aldo percaya begitu saja karna melihat jejujuran dimata adiknya itu
#kau pandai sekali berbohong princess😪
"Baiklah, terimakasih atas perhatian nya"
Mereka berbicara seperti itu karna masih ada siswa dan siswi yg berlalu-lalang di sekitar mereka
Setelah masuk ke dalam kelas
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Dion dan Rava serempak
"Hanya terjatuh" jawab Ruru singkat