My partner

My partner
20 muak



#hai hai pembaca setiaku author kembali lagi🤗, pertama-tama author mau ngucapin makasih buat kalian yg setia membaca bahkan menunggu episode2 selanjutnya. Dan author minta maaf kalo up nya lama🙏 mohon jangan muak menunggu seperti judul capter ini yah😁 insyaallah diusahakan tetap berlanjut kok ceritanya😊😘


Tak butuh waktu lama untuk Sisil kembali bersama bu Tina (yg tentunya sudah berganti pakaian)


Bu Tina "ok anak2, kejadian yg tadi anggap sebuah kecelakaan, ibu akan memaafkan kalian yg bersangkutan kali ini, tapi tidak untuk lain kali. Mengerti? "


Siswa/siswi "mengerti bu..!!!! "


Ruru "heh, mudah sekali. Apa jika aku yg terlibat juga akan semudah ini?"


Kring.. Kring..


"baiklah waktu istirahat telah tiba, begitupula waktu mengajar ibu hari ini berakhir, terimakasih atas kerjasamanya. Ibu pamit" ucap bu Tina sebelum meninggalkan kelas


Murid "ya bu, terimakasih kembali"


"Loe gx papa kan?? " tanya Dion pada Sisil saat mereka keluar dari kelas


"Yah kyak loe gx tau bu Tina aja" jawab Sisil remeh


"Lagian kenapa sih loe tuh mau ngasih jebakan ini ke Ruhy" kali ini Rava yg bertanya dengan nada yg sedikit kesal


"Aw aw aw, apa ini? Apa sekarang pahlawan Rava jatuh cinta pada seorang pelayan? " Sisil menimpali dengan geli


"Kita itu lagi bertaruh buat dapetin si pelayan itu Sil" ucap Basti


Sisil "Bertaruh? Buat apa kalian buangw tenaga!! "


"yah buat seru-seruan ajah" jawab Arga yg diangguki para sahabat nya kecuali Rava


Disisi lain


"Ruru.. "


"Emm..., mengapa kau memanggilku ketaman sekolah?" tanya Ruru pada seseorang


Flashback


Saat Ruru hendak berdiri dari mejanya untuk mengikuti yg lain nya istirahat, tiba-tiba


Ting.. (Tanda pesan masuk)


Ruru membuka ponselnya dan melihat ada satu pesan masuk


"Datang ketaman sekolah sekarang, ada yg ingin aku sampaikan"


Flashback off


"Err, itu.. Itu.. Ah ini aku bawakan kau bekal dari rumah, makanlah dulu"


Rurupun menerimanya


setelah makan


"Aku sudah selesai, sekarang kau bisa bilang apa yg ingin kau sampaikan"


"ambillah(memberikan air mineral)... Aku ingin kau menjadi pasanganku untuk pesta malam tahun baru"


Puuufffffsss.....


Ukhuk.. Ukhuk


"Minum pelan-pelan bodoh, sampai tersedak seperti itu apa kau mau mati tersedak"


"Kau yg membuatku tersedak lalu sekarang kau memarahiku??"


"Ah? Maaf. "Ucap orang itu penuh sesal


"Kau mengajakku ke pesta sebagai pasanganmu? " tanya Ruru yg diangguki dengan antusias oleh orang itu


"Dan pesta itu adalah pesta yg akan diadakan sekolah kita pada malam tahun baru?" tanya Ruru yg kembali diangguki orang tersebut


"Tidak, abang mana yg tega membunuh adiknya sendiri??"


Yah orang yg dari tadi author bilang orang itu adalah Aldo, abang dari Ruru😊


"Hah, begini abangku tersayang. Kau ingat apa identitasku saat ini kan? Dan banyak yg tidak menyukaiku di sekolah ini. Bagaimana reaksi mereka jika melihatku berpasangan denganmu di pesta malam tahun baru? Bisa-bisa aku mati berdiri karna tatapan mereka"


"Tapi aku ingin kau pergi bersamaku malam itu" ucap Aldo memelas


"Uh.. Baiklah akan aku usahakan"


Setelah berbicara pada Aldo, Ruru pergi menuju kantin


Ketika ia sedang makan tiba2 Dion menghampirinya


"Hai, apa gue boleh gabung? "


"Emm, boleh" ucap Ruru dengan hati bahagia


Dari jarak yg tidak terlalu jauh, Sisil melihat mereka yg sedang makan bersama


"Huh, Dion kenapa malah milih makan sama tuh jalang sih daripada sama gue?"


....


Kring.. Kring.. Kring


Bel pulang berbunyi


"Hai"


"Loh Dion, sedang apa kamu disini? "Tanya Ruru ketika Dion menghampirinya yg sedang berjalan pulang menuju rumah mbok Ina


"Nganter loe pulang sekalian biar tau rumah loe dimana"


"Terus mobil kamu?"


"Ada disekolahan"


Disisi lain, dalam mobil Dion


"Ish, Dion mana sih katanya cuma sebentar"


Kesal Sisil


"SISIL.. SISIL.. huh.. Huh.. Huh" teriak Fina dan Fani


"Apaan sih kalian teriak2"


"Itu.. Itu.. " ucap Fani yg masih terengah-engah


"Tenang tenang, atur nafas dulu baru ngomong" ucap Sisil pada kedua sahabatnya itu


"Loe nungguin Dion disini, tapi dia malah pulang bareng cewek miskin itu tau gx sih?!! "


Fina yg sudah mengatur nafas nya berseru


"APAAAA?!!! " Sisil terkejut


"Gx, ini gx bisa dibiarin terus. Bisa-bisa Dion beneran jatuh cinta sama tuh hama" lanjutnya


"Iya iya bener tuh, gua juga muak liat tu hama sok cantik padahal dia cuma buat taruhan" ucap Fina


"He'e, lama-lama gue juga muak liat my bebebz Rava deket sama dia" timpal Fani


"oke, kita lihat aja apa kelanjutan nya" Sisil bicara seolah-olah telah menyiapkan sesuatu


#hayoo, apa yg akan terjadi selanjutnya


#jangan lupa like and comen sayang2ku😘