
Tak terasa pagi pun datang lagi menyambut cerahnya hari keduaku dan teman-teman saat study tour di Jakarta. Semua murid-murid dan guru-guru mempersiapkan diri untuk melanjutkan aktifitas selanjutnya. Hari kedua study tour kami semua melanjutkan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yaitu Gedung MPR/DPR, Istana Bogor, dan terakhir Cibaduyut.
Wisata terakhir yaitu di Bandung tepatnya Cibaduyut, kami semua bisa belanja oleh-oleh untuk keluarga tercinta di rumah. Entah itu kaos, boneka, aneka makanan khas kota Bandung, atau lain-lain. Tapi sayang sewaktu piknik di Cibaduyut, cuacanya tidak mendukung kami semua yang akan berbelanja. Nggak apa-apa, tapi kami semua tetap semangat untuk mencari oleh-oleh untuk keluarga tercinta.
Saat itu aku, Fia, Shella, Tami, Fitria, dan Irul sedang belanja oleh-oleh di toko boneka dan pernak-pernik lain yang lucu. Karena aku akan membelikan boneka lucu untuk adikku yang berada di rumah. Tanpa disadari, aku tidak sengaja melihat Wisnu sedang melihat-lihat boneka juga yang kupikir untuk adiknya di rumah, tapi dugaanku melesat sewaktu dia langsung memberikan boneka tersebut untukku.
“Mel, ini boneka untukmu yah. Simpan baik-baik lho” pesan Wisnu sambil memberikan boneka LOVE berwarna pink itu untukku.
“Eh… tapi boneka ini kenapa tidak untuk adikmu aja Wisnu?” balasku kaget.
“Nggak apa-apa kali, lagian aku ingin kasih sesuatu untukmu. Soal adikku gampang deh nanti aku bisa beli lagi” terang Wisnu.
"Eh, serius ini?" tanyaku lagi pada Wisnu.
Wisnu mengangguk dan tersenyum kearahku.
“Udahlah nggak usah begitu. Terima ajalah Mel. Mungkin aja ini boneka sebagai pertanda bahwa dia beneran suka kamu” bisik Shella.
Tanpa berpikir panjang, aku segera menerima boneka itu yang dibelikan oleh Wisnu. Aku pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku saat itu. Bayangin aja, aku diberi boneka LOVE dari seseorang yang paling spesial dalam hidupku.
“Makasih ya Wisnu, udah beliin aku boneka LOVE” ucapku penuh senyum.
“Iya Mel, aku juga senang kok kamu bisa nerima pemberianku” balas Wisnu dengan tersenyum.
“Ehm… ehm… pasti nggak lama lagi pasti kalian jadian nih, hehehe” goda Shella.
Aku dan Wisnu saling menatap dan tersenyum malu. Entah kenapa aku jadi sering senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian barusan. Mungkin apa emang benar yang namanya jatuh cinta seperti ini? Aku merasakan sekali sewaktu awal PDKT itu, tapi entah kenapa aku akhir-akhir ini semakin dekat aja sama Wisnu. Udah gitu Wisnu semakin perhatian aja sama aku. Buktinya dia membelikan boneka love tadi sewaktu membeli oleh-oleh di Cibaduyut.
Hingga tak terasa perjalanan pulang ke Semarang, boneka tersebut aku dekap sampai aku larut dalam lamunan.
“Cie… dari tadi aku liatin kamu meluk bantal yang dari Wisnu mulu Mel” goda Shella.
“Habis yang ngasih ini bantal orang yang spesial sih” ucapku senang.
“Hahaha… kamu emang lebay deh Mel, untung aja itu boneka dari Wisnu. Coba aja dari Vian pasti boneka itu nggak akan kamu terima kan?” gelak Shella.
“Ihh, Shella ini deh” dengusku sebal sembari mengumpat salah tingkah.
Shella hanya bisa menertawakan kesalahtingkahanku sore menjelang malam ini.
Perjalanan pulang Semarang penuh dengan cerita.
“Optimis saja Mel, siapa tau dia jodohmu” doa Shella.
“Aamiin Shel, semoga aja dia jadi cinta sejatiku kelak” ucapku penuh harap juga.
“Eh Mel, aku mau ke tempat Fia dulu ya. Biasalah pinjem headset, hehehe….” pamit Shella tiba-tiba sambil beranjak dari tempat duduknya.
“Oke deh Shel, tapi jangan lama-lama ya” pintaku.
“Iya Mel, nggak akan kok” angguk Shella.
Aku merasa jenuh saat Shella sedang pinjam headset milik Fia dan tidak kembali di sebelahku. Untungnya aku membawa mp3 bluetooth dari rumah, jadi rasa jenuhku sedikit hilang. Saat aku sedang asyik mendengarkan lagu diwalkman, tiba-tiba Wisnu sudah duduk di tempat duduk Shella.
Saat itu pula Wisnu memanggilku terus, tapi saking asyiknya nggak ada respon dariku.
Akhirnya Wisnu menyerah dengan posisi masih duduk disebelahku, kemudian saat mematikan mp3 bluetooth aku baru sadar bahwa disebelahku ternyata adalah Wisnu.
“Ya Allah, maaf Wisnu kalo ada kamu disini” kejutku merasa bersalah.
“Iya Mel, nggak apa-apa kali santai aja. Sebenarnya tadi aku panggil-panggil kamu terus, eh malah kamu nggak ada respon. Ya udah aku akhirnya milih diem aja” terang Wisnu sambil tersenyum.
“Aduh Wisnu!!! Maafin aku ya, aku tadi asyik banget dengerin walkman jadi lupa depan belakang dan kanan kiri deh. Hehehe……” balasku sambil meringis.
“Iya Mel nggak apa-apa kok. Lagian aku yang gangguin kamu” jawab Wisnu tiba-tiba merasa kikuk.
“Kamu nggak pernah ganggu kok, tadi itu aku cuma ngusir BT aja dengerin walkman. Habis Shella katanya mau pinjem mp3nya Fia tapi nggak balik-balik” ceritaku.
“Yasudah Mel, mungkin mereka juga lagi asyik ngobrol jadi lupa kalo ditungguin” ucap Wisnu,"kan ini sudah aku temenin" Wisnu melanjutkan ucapannya.
Aku meringis kearahnya,“Iya Wisnu. Makasih banget ya udah nemenin aku” balasku senang.
“Iya Mel sama-sama. Apa sih yang nggak buat Amel” ucap Wisnu menggombal.
Wisnu tertawa saat aku memprotesnya.
Akhirnya aku ditemani oleh Wisnu, kita ngobrol-ngobrol banyak mulai dari kebiasaan di rumah sampai keluarganya. Dan tidak disangka ternyata dia anak pertama sama sepertiku.
Jujur, semakin kesini aku semakin nyaman sekali deket dengan Wisnu, ditambah orangnya humoris lagi. Sampai nggak terasa sudah larut malam, dan kamipun sudah mulai mengantuk.
Aku kesal sekali, ternyata Shella sudah tidur di tempat duduk sebelah Fia."Huh! Shella ngebetein deh" gumamku kesal.
Belum lagi, Wisnu juga sudah tertidur pulas. Aduh nyebelin banget, gimana aku bisa tidur orang ngebangunin Wisnu susahnya minta ampun.
Beberapa menit kemudian aku menyerah, karena saking ngantuknya jadi terpaksa tidur disebelah Wisnu.
Pagi menjelang, semua siswa sudah bangun termasuk Wisnu yang terkejut karena semalam tidur disebelahku.
"Kok bisa aku tidur disebelah Amel sih?" kejut Wisnu sembari mengumpulkan nyawa dan pastinya sedang mengatur deguban jantung yang sudah tidak beraturan.
Wisnu merasa dipundaknya merasakan beban berat. Ternyata Amel tidur dipundaknya Wisnu dan saking pulasnya Wisnu pun kualahan membangunkan Amel.
Akhirnya Wisnu memanggilkan Shella untuk membangunkanku. Shella segera menghampiri Wisnu dan membangunkanku.
“Mel, bangun dong. Wisnu keberatan lhoh pundaknya kamu tidurin” bisik Shella dengan pelan-pelan membangunkanku.
Mendengar samar-samar suara Shella, aku bangun dan terkejut saat menyadari aku tidur dipundak Wisnu. Rasa kantukku hilang seketika dan berganti dengan rasa salah tingkah.
“Wisnu, maafin aku ya semalem tidur dipundak kamu. Habis aku udah ngantuk banget semaleman ” ucapku merasa tidak enak hati.
Wisnu membalas senyum dan berkata”Nggak apa-apa kali Mel, lagian kamu kelihatan cape banget jadi aku nggak berani ngebangunin kamu. Takut ganggu.”
“Ehem...ehem... enak tuh semalaman tidur dipundaknya Wisnu. Aku mau dong seperti itu, tapi sama Nugroho” sindir Shella sambil tergelak.
Lagi dan lagi Wisnu hanya tersenyum untukku, kemudian dia beranjak dari tempat duduk Shella dan berpindah ke tempat duduknya yang di belakang.
"Aku pindah tempat duduk dulu ya, mau kemas-kemas barang bawaan" pamit Wisnu pada kami dengan ekspresi salah tingkah.
Aku dan Shella mengangguk.
"Wisnuuu, makasih ya. Amel udah dipinjemin pundaknya untuk tidur" teriak Shella iseng yang ternyata mendapatkan sorakan dari teman-teman yang lain beserta guru.
Aku cepat-cepat membungkam mulut Shella dengan tanganku.
“Ye… apaan sih orang nggak sengaja juga kok, lagian kamu sih pake acara pindah tempat duduk sama Fia. Jadi aku sendirian deh nggak ada temennya. Huh!” gerutuku.
Shella bukannya merasa bersalah, malah semakin terpingkal-pingkal melihat wajahku sudah merah merona.
“Tapi kamu juga kepingin tambah lagi kan tidur dipundak Wisnu?” bisik Shella jahil.
“Shellaaaaa” aku melirik kesal kearah Shella,"nggak usah mancing keributan disini ya..." ucapku semakin kesal dengan ulah Shella.
Shella hanya membalas dengan melempar tanda V dan meringis tanpa dosa kearahku. Sementara aku langsung menggelengkan kepala melihat sahabatku ter unik ini.
“Kalo pingin nambah lagi juga nggak apa-apa kok Mel, aku sedia menjadi bantal kamu” ucap Wisnu sambil menggodaku.
Shella yang akan membalas dengan tertawa tidak jadi karena aku sudah meliriknya.
“Apaan sih Wisnu, aku malu tau” balasku sambil mengumpat senyum.
“Cieee, ditawarin tuh sama Wisnu. Yakin kamu nolak?” goda Shella lagi.
“Shellaaaaa, diem deh. Jangan bikin huru-hara di bus” dengusku sebal.
“Peace Mel, peace” ucap Shella yang masih terlihat geli.
Perjalanan menuju Semarang semakin dekat, semua murid-murid segera membereskan barang-barang bawaannya yang ada di dalam bus.
Tidak lupa pula oleh-oleh yang mereka beli untuk keluarga tercinta dibawa juga.
Tanpa disadari, bawaanku menjadi tambah banyak karena membeli oleh-oleh untuk keluarga dirumah juga dan tak ketinggalan lagi aku membawa boneka LOVE spesial dari Wisnu buatku. Berat sih, tapi bagiku sangat berarti sekali karena itu boneka diperoleh dari orang yang paling spesial.
Tak lama kemudian akhirnya semua rombongan bus pariwisata murid-murid Speropiztu tiba di sekolah, di depan gerbang sekolah para orang tua menanti kedatangan rombongan bus tersebut untuk menjemput anak-anaknya yang pulang dari study tour ke Jakarta, Bandung, dan Bogor. Pengalaman yang tak pernah aku lupakan, ya walaupun melelahkan tapi mengasyikkan.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤