My Name Is Amel

My Name Is Amel
24



Seiring berjalannya waktu, hubungan kami semakin erat. Walau sekolah kami berbeda tidak masalah buat Wisnu, bahkan aku mulai sering berangkat dan pulang diantar jemput olehnya.


Belum lagi Wisnu semakin dekat dengan keluargaky dan aku juga sudah mulai akrab dengan keluarga Wisnu.


Wisnu sering main ke rumahku walau hanya bertemu dengan Ayahku atau mengajak Ardi bermain.


"Gimana aku nggak semakin cinta sama dia yang selalu bisa mengambil hati orang-orang di rumahku" gumamku saat mengamatinya sedang bermain dengan Ardi.


"Mas Wisnu, apa nanti setelah dewasa akan mengambil Mbak Amel untuk jadi istrinya?" tanya Ardi tiba-tiba yang membuat Wisnu tersedak saat sedang minum teh hangat.


Aku segera berlari menuju dapur untuk mengambilkan air putih, setelah itu aku berikan pada Wisnu.


"Minum dulu Sayang" kataku sembari memberikan air putih pada Wisnu.


"Terima kasih..." ucap Wisnu segera mengambil air putih dingin yang kuberikan tadi.


Aku mengangguk dan tersenyum,"Sama-sama Sayang" balasku.


"Ardi, kamu tadi tanya apa sama Mas Wisnu sampe bikin tersedak?" tanyaku pada Ardi.


Bukannya menjawab, Ardi berlari ke belakang kemudian terdengar suara tangisan.


"Kamu itu Yang, jangan begitu" tegur Wisnu padaku dengan ekspresi menahan tawa.


"Aku cuman nanya doang Sayang" ucapku juga tak bisa menahan tawa juga.


Beberapa detik kemudian, tawa kami pecah.


"Ardi benar-benar lucu..." ucap Wisnu disela-sela tawanya.


Aku semakin tertawa karena ucapan Wisnu,"Tauk tuh, punya adik cowok dikit-dikit suka nangisan."


"Namanya juga masih kecil Yang" balas Wisnu.


"Udah kelas 4 SD ya sudah besar dong" sanggahku dengan ekspresi geli.


Wisnu mengangguk dengan ekspresi geli,"Baru kali ini ada adik cowok suka kepoin pacar kakaknya" ucap Wisnu yang masih merasa geli.


"Dia itu kepo maksimal..." ucapku dengan tertawa.


"Namanya juga bocil, keponya masih selangit" ucap Wisnu, "nggak terasa kita udah mau kenaikan kelas lagi Sayang" ucap Wisnu mengganti topik pembicaraan.


Aku mengangguk,"Waktu cepat berlalu, terima kasih kamu selalu ada buatku sampai saat ini. Semoga akan selalu begini ya Sayang" ucapku penuh harap, "kelas XI terus kelas XII lalu kuliah terus kerja, aku semakin tidak sabar sampai tahap itu" aku melanjutkan ucapanku.


Wajahku rasanya memanas,"Aku tak butuh semua janjimu, tapi kelak kamu buktikan ya" ucapku yang langsung mengangguk mantab.


"Akan kubuktikan suatu saat nanti" janji Wisnu terdengar tidak main-main.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Aku tersenyum melihat deretan frame foto yang berjajar rapi di meja belajar. Foto berdua bersama Wisnu, foto bersama gank semasa SMP, foto keluarga.


"Shella apa kabar ya?" gumamku sembari menatap foto bersama gank.


Aku terkejut saat ponselku berdering dan kulihat layar ponsel ternyata ada yang menelepon. Senyumku melebar saat siapa yang meneleponku malam ini, segera kuangkat teleponnya.


"Aaaa...Shellaaaaaa" girangku berteriak di telepon.


Terdengar Shella tertawa,"Astaga Mel, udah berapa lama nggak kontak kamu ya" ucap Shella tak kalah hebohnya.


"Baru juga di kangenin, udah telepon aja" kekehku sembari membalas ucapan Shella.


"Kamu ya Mel, bener-bener!!!" sungut Shella,"kalo nggak di telepon nggak bakal telepon" omel Shella yang membuatku semakin tertawa.


"Iya iya. Maaf ya Shel, aku udah mulai sibuk dengan tugas. Mana guru-guruku pada killer pula" ceritaku yang membuat Shella bergantian tertawa.


"Iya juga ya Mel, mana sebentar lagi juga kenaikan kelas" balas Shella,"sama kalik, di sekolahku ini guru-gurunya serem banget" cerita Shella.


"Kapan-kapan kumpul sama gank SMP dong" pinta Shella.


"Iya nih, sepertinya kita udah lama nggak ketemu satu gank" responku,"semoga libur semesteran kita bisa kumpul ya Shel" ucapku penuh harap.


"Iya Mel, semoga saja" respon Shella.


Kemudian kami bertelepon ria dengan durasi yang cukup panjang karena membahas tentang kisah asmara masing-masing.


Sampe tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 . Setelah itu kami segera mengakhiri obrolan di telepon.


Setelah bertelepon ria dengan Shella, aku yang sebelum tidur segera menata jadwal untuk keesokan hari dan membalas pesan Wisnu yang sempat terabaikan.


"Good night cowok ganteng...." ucapku sembari mengecup ponsel yang kutaruh lagi di meja belajar, kemudian tidur.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤