
Kesibukan beberapa hari menjelang ujian nasional sangat padat. Jadwal kami penuh dengan tambahan pelajaran.
Sesekali aku masih meluangkan waktu berdua dengan Wisnu atau teman-teman dekat.
Tapi untuk sore ini, aku dan Wisnu benar-benar berdua.
"Yanggg..." panggil Wisnu.
Aku menoleh kearahnya,"Iya, ada apa?" jawabku dengan nada lembut.
"Seandainya kita tidak satu sekolah, apa kamu tidak apa-apa Sayang?" tanya Wisnu tiba-tiba sembari menatap langit sunset.
Aku menoleh kearahnya,"Ya nggak apa-apalah, asal kamu bisa jaga hati saja di sekolahmu nanti" jawabku santai.
"Kamu dukung aku buat lanjut sekolah SMK?" tanya Wisnu lagi yang kini menoleh kearahku.
Aku tertawa,"Aku juga nggak bisa memaksa kamu nantinya akan sekolah atau kuliah dan kerja dimana pun" jawabku yang masih merasa geli,"dan jangan pernah lupakan aku" aku melanjutkan ucapanku.
"Tapi aku sedih seandainya itu terjadi..." ucap Wisnu dengan ekspresi menunduk.
"Ihh Wisnu apaan sih? Aku sama kamu akan baik-baik saja. Ya aku juga sedih, tapi demi masa depan kita why not?" jawabku meyakinkan cowokku,"sekolah SMA ataupun SMK juga sama saja kan?" tanyaku sembari tersenyum kearahnya.
Wisnu membalas senyumanku,"Terima kasih Amel, kamu selalu meyakinkan hatiku. Aku akan buktikan kalo aku sungguh-sungguh kejar impianku" tekad Wisnu akhirnya.
"Tetap semangat ya, apapun itu nantinya aku akan selalu mendukungmu Sayang" ucapku,"dan ingat ya, hatimu harus dijaga baik-baik. Kalo kamu berubah atau sampai selingkuh, jangan harap aku akan berbaik hati padamu" ancamku tak main-main, bahkan Wisnu langsung tertawa.
"Okee, aku akan buktikan semuanya" angguk Wisnu.
"Cowok yang kupercaya akan selalu kupegang janjinya!" ucapku tegas yang pasti sembari mengumpat rasa geliku.
"Meeellll....." panggil Wisnu dengan nada lirih dan pasti wajah tampannya tidak pudar.
Aku membalas dengan mencubit gemas pipinya,"Tolong yaa Wisnutamaaa, tampangmu jangan sok imut gitu!!" ucapku dengan nada sebal.
Wisnu hanya membalas dengan tertawa,"Tenang...hatiku sudah tertulis namamu. Aku nggak berani macam-macam padamu" ucap Wisnu yang membuatku semakin salah tingkah.
"Resiko kali punya cowok yang jadi idola gini" gumamku yang ternyata membuat Wisnu semakin terpingkal-pingkal.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Seminggu kemudian, rangkaian kegiatan ujian kelas IX di mulai.
Mulai dari Ujian Nasional, Ujian Praktik dan berakhir dengan Ujian Sekolah.
Kami semakin sibuk untuk mempersiapkan kelulusan.
Pagi ini setelah menyelesaikan Ujian Sekolah, seperti biasa kami berkumpul di koridor depan kelas IX G.
"Akhirnyaaa, ujian selesai jugaa...." ucap Shella sembari meregangkan otot-ototnya.
"Iyaaa, legaaaa....." sambung Fia juga melakukan hal yang sama seperti Shella.
"Tapi belum 100% lega jika belum pengumuman" ucapku yang mendapatkan anggukkan setuju dari Tami dan Irul.
"Dan jangan lupa, mendaftar sekolah juga" sambung Wisnu.
"Oh iya, kalian mau daftar SMA mana?" tanya Eko pada kami semua.
Lalu kami satu persatu menyebutkan nama SMA impian.
"Semoga kita diterima di sekolah yang sesuai dengan cita-cita ya Gaes..." doa Pandu.
"Aamiin....." ucap kami serentak.
"Yang penting kita lulus dulu dong..." sambung Nugroho,"semoga kita semua lulus 100% ya" doa Nugroho juga.
"Aamiin...." ucap kami lagi.
"Yuk kita kemana gitu, masih jam segini juga. Lagi males pulang rumah" ucap Eko tiba-tiba.
"Persewaan komik lagi yuk Gaes..." usul Fia yang mendapatkan anggukkan setuju dari kami.
"Let's goo...." ajakku penuh semangat.
Kami segera meninggalkan sekolah dan berjalan menuju persewaan komik langganan Fia.
Tiba-tiba terdengar seseorang memanggilku, aku dan yang lain kompak menoleh ke sumber suara tersebut.
Aku dan Wisnu langsung memutar bola mata malas saat yang memanggilku adalah...."Viannn!!!" seruku dan Wisnu serentak.
Wisnu tampak mendengus kesal dan menahan rasa cemburunya.
"Apa?" jawabku singkat.
Vian masih terdiam, sementara aku segera menarik tangan yang digenggamnya.
"Okee, waktumu sudah habis Vian" ucapku pada Vian sembari melirik jam tangan,"come on Gaes, kita akan bersenang-senang kali ini" ucapku pada mereka.
Tapi nyatanya, tanganku di tahan lagi oleh Vian. Sementara Wisnu yang melihat langsung menampik tangan Vian yang memegang tanganku.
"Kamu nggak denger tadi Amel bilang apa?" ucap Wisnu terdengar sangat emosi saat menyingkirkan tangan Vian yang memegang tanganku.
Terlihat Vian hanya tersenyum meremehkan,"Buktinya dia mau aku genggam tangannya" balas Vian terlihat santai.
"Kamu nggak liat tadi Amel menampik tanganmu!!!" ucap Wisnu sembari mendorong tubuh Vian hingga hampir terjatuh.
Aku terkejut karena Wisnu mulai emosi pada Vian, segera kulerai mereka.
"Yangg, udah. Aku malas melihatmu berantem sama Vian" ucapku sembari menahan tubuh Wisnu.
Terlihat Vian tersenyum penuh kemenangan.
"Viannnn!!!!! Kalo kamu tidak ada urusan lagi, sebaiknya pergi dari sini!!!!" marahku pada Vian sembari mengusirnya.
Ekspresi Vian berubah menjadi masam, karena aku memarahinya.
"Dengerin dulu Mel..." pinta Vian masih tak mau menyerah.
"Aku nggak mau mendengarkan semua yang kamu katakan Viaaaannnnnnn!!!!!!!!" ucapku tegas sembari mengajak mereka untuk meninggalkan sekolah.
"Okeeee Meeel, aku nggak akan nyerah dapetin kamu lagi" teriak Vian sembari melemparkan jari tengah kearah Wisnu.
Bahkan saat Vian mengatakan hal itu, aku menutup telinganya. Wisnu langsung merangkulku dengan posesif.
Sementara teman-teman dekatku hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Vian yang sudah kelewatan.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Tak terasa, hari kelulusan tiba. Aku dan teman-teman yang lain bersorak gembira saat di nyatakan LULUS 100% oleh pihak sekolah.
Kami berpelukkan satu sama lain.
"Alhamdulillah, kita lulus Gaes...." ucap Fia pertama kali sembari memelukku, Shella, Tami dan Irul.
"Alhamdulillah Fi, welcome to Putih Abu-Abu Gaes...." sambungku penuh haru siang ini.
"Alhamdulillah....." ucap Irul, Shella dan Tami serentak.
Sementara para cowok-cowok secara refleks saling memeluk satu sama lain.
"Alhamdulillah, akhirnya angkatan kita lulus 100%" ucap Pandu.
"Alhamdulillah, Bro" sambung Wisnu mengucap syukur juga.
"Makasih ya buat persahabatannya, aku senang kenal kalian semua" ucap Nugroho pada Pandu, Wisnu dan Eko.
"Sama-sama Mas Bro, semoga kita tetap jadi sahabatan sampai tua nanti" doa Eko.
"Aamiin...." ucap Pandu, Wisnu dan Nugroho serentak.
"Gaes, selamat yaa udah lulus" ucapku menyalami para cowok-cowok yang sedang mengobrol.
"Makasih Mel, selamat juga ya buat kamu" balas Pandu menyalamiku.
"Sama-sama ya Mel, selamat juga udah lulus" balas Eko juga.
"Ameelll, Ya Allah. Temen dari SD ini" ucap Nugroho menyalamiku sembari tertawa, "selamat juga ya.." ucap Nugroho lagi.
Aku refleks tertawa,"Iya, sama-sama Nug..."
"Selamat Sayangku...." ucapku untuk Wisnu.
"Sama-sama, selamat juga buat kamu. Semoga apa yang dicita-citakan terkabul. Aamiin" balas Wisnu yang refleks memelukku.
Melihat itu, mereka langsung bersorak jahil padaku dan Wisnu.
"Cieee, kalian ini so sweet banget yaa" ucap Irul menggodaku dan Wisnu.
"Pasangan depan kita ini diem-diem juga mesra lho" balasku sembari melirik Shella dan Nugroho.
Mereka langsung salah tingkah, kami langsung tertawa.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤