
Malam minggu tiba. Sesuai dengan janji Wisnu, dia datang ke rumah untuk menemuiku.
Ternyata yang menyambut hangat adalah Ayahku dan Ardi yang kebetulan sedang bersantai ria di teras rumah.
"Sehat Om?" tanya Wisnu yang baru saja datang kesini kemudian menyalami Ayahku dengan hormat.
"Alhamdulillah sehat, Nak Wisnu sekeluarga sehat kan?" tanya Ayahku sembari menjabat tangan Wisnu.
"Alhamdulillah sehat-sehat juga Om" balas Wisnu dengan senyuman.
Lalu mengajak tos pada Ardi. Awalnya Ardi malu-malu tapi saat melihat senyuman Wisnu, Ardi langsung membalas tos Wisnu. Tak lama kemudian dia berlari sambil berteriak"Mbakk Amelll, dicariin Mas Wisnu......"
"Cieee...cieee...." ledek Ardi.
Aku yang dari tadi sedang chatting dengan Shella terhenti, segera membuka pintu kamar."Kenapa sih Dek teriak-teriak?" tanyaku.
Mia yang melihat Wisnu sedang berbincang dengan Ayah di teras, segera mengodeku."Tuh lho Mbak, diapelin Babang Tampanmu" ucap Mia sembari melirik kearah teras rumah.
"Oh, haha....kirain ada apaan?" responku dengan tertawa kemudian segera menemui tamu specialku malam ini.
Segera aku menemui Wisnu di teras rumah.
"Hy Sayang, lama nggak ketemu..." ucap Wisnu yang refleks memelukku.
Aku terkejut saat Wisnu tiba-tiba memelukku, terdengar deheman Ayah."Ehmm..."
Wisnu tersadar lalu melepaskan pelukannya, kami langsung salah tingkah.
"Maaf Om, Saya lancang" ucap Wisnu sembari tertunduk dan tidak berani menatap wajah Ayahku.
Sementara Ayahku hanya tersenyum geli,"Kalian ini mengingatkan Ayah saat PDKT sama Ibumu dulu" kata Ayah sembari menggodaku dan Wisnu,"yasudah ini waktu kalian bicara berdua" Ayah melanjutkan ucapannya sembari masuk ke dalam rumah.
Lalu aku dan Wisnu tiba-tiba menjadi canggung.
"Masuk ke ruang tamu aja yuk" ajakku memecahkan kecanggungan malam ini.
Wisnu menahan tanganku,"Di luar saja Sayang..." pintanya.
"Oke, kita di teras saja" anggukku dengan senyuman.
"Kangen tauk sama kamu, Mel..." ucap Wisnu langsung.
"Aku juga kangen kamu" balasku juga,"oh iya, waktu kamu kirim foto pas MOS itu aku ketawa nggak berhenti-henti" ceritaku geli yang membuat Wisnu tersipu malu.
Aku reflek tertawa saat cowokku bercerita demikian,"Terus waktu itu Fia sama Pandu juga nggak sengaja liat fotomu di ponsel, mereka ikut tertawa" ceritaku yang masih merasa geli.
"Yahh, aib dong" cengir Wisnu yang membuatku semakin tertawa.
"Puas amat liat cowoknya di dandanin model gitu" protes Wisnu sembari memanyunkan bibirnya.
Tawaku berhenti dan terganti oleh rasa geli,"Memang kamu nggak liat dandanan ala MOS ku seperti apa? Lebih parah dari kamu Sayang" ceritaku yang membuat Wisnu tertawa.
"Nggak apa-apa, kelak itu akan menjadi cerita anak cucu kita nantinya Sayang" ucap Wisnu dengan senyuman.
"Iya Sayang, pasti akan menjadi cerita lucu nantinya" responku dengan geli.
"Oh iya, gimana rasanya jadi anak SMA setelah seminggu ini?" tanya Wisnu padaku.
Saat akan menjawab pertanyaan Wisnu, ternyata Mia datang mengantarkan minuman untuk kami.
"Eh, kok repot-repot Mi. Makasih ya" ucap Wisnu yang membantu Mia menaruh cangkir di meja teras rumah.
Aku juga membantu Mia menaruh minuman dan snack di meja teras rumah.
"Thanks you adikku paling cantik" ucapku dengan tertawa yang membuat Mia mendengus.
"Ada maunya tuh bilang gitu, Mas" bisik Mia pada Wisnu yang membuat Wisnu tertawa.
Aku semakin tertawa saat Mia berbisik pada Wisnu seperti itu,"Cari pembelaan dia..." ucapku yang membuat Mia semakin mendengus kearahku.
"Punya Mbak satu-satunya, tapi nggak ada akhlak" balas Mia padaku sembari berlari masuk ke dalam rumah.
"Mia rese" gumamku sebal.
Wisnu tertawa saat melihat pemandangan ini
Setelah itu, banyak hal yang kami ceritakan saat memasuki awal sekolah. Bahkan aku sampai terpingkal-pingkal saat Wisnu bercerita ada teman sekelasnya cowok tapi kemayu.
Sementara aku gantian bercerita pada Wisnu jika di kelas ada temen cowok yang garang sekali hingga ditakutin satu kelas, giliran dibentak guru langsung nyali ciut.
Wisnu langsung tertawa saat mendengar ceritaku. Malam ini kami berdua hanya bertukar cerita tentang masing-masing sekolah.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤