My Name Is Amel

My Name Is Amel
13



Hubunganku dengan Wisnu masih berjalan mulus, tapi ada yang membuatku risih yakni Vian masih saja menggangguku. Dengan alasan hingga saat ini masih ada rasa untukku.


Aku semakin berjaga jarak dan bahkan tidak pernah menanggapi perasaannya.


Seperti hari ini setelah jam olahraga, aku yang sedang di kelas dengan beberapa teman yang lainnya termasuk Vian.


"Shella sama Tami kemana sih?" gumamku sembari melihat sekitar tidak menemukan mereka sama sekali.


Aku yang sedang uring-uringan mencari mereka, tiba-tiba Vian membuat ulah lagi.


"Hy Mel, kamu ngapain?" tanya Vian sembari mendekatiku.


Aku langsung mundur saat mengetahui Vian mendekatiku. Bertepatan Wisnu sudah kembali di kelas.


Aku langsung bersembunyi dibalik tubuhnya yang tinggi.


"Kamu kenapa Mel?" tanya Wisnu terheran-heran.


"Ah, nggak apa Wisnu. Aku mau nyusul Shella sama Tami di perpustakaan" jawabku langsung gugup kemudian berlari keluar kelas.


Sesampainya di perpus, aku segera menghampiri Shella dan Tami.


"Dicariin juga .." dengusku sembari pura-pura cemberut,"ternyata disini kalian" aku melanjutkan ucapanku untuk mereka.


"Hay Mel.." sapa Tami sembari menoleh kearahku.


Shella melakukan hal yang sama. "Hay Amel...."


"Kamu tadi habis olahraga ngilang kemana? Kita nyariin kamu lho" sewot Shella.


"Tadi habis olahraga, aku duduk di sebelah Wisnu eh ternyata dia disuruh Guru Penjaskes ngembaliin matras sama Eko dan Pandu juga. Yasudah deh aku balik kelas dulu, eh kalian ilang" aku menjelaskan pada mereka panjang lebar dan ternyata hanya mendapat respon"Ohhhh...." ucap mereka serentak.


"Aku diganggu Vian lagi" ceritaku pada mereka.


"Kok bisa?" sahut Shella dan Tami serentak.


Sementara di kelas....


"Sepertinya tadi Amel ketakutan liat kamu. Ada apa?" tanya Wisnu sembari menghampiri Vian.


"Bukan urusanmu!!" jawab Vian dengan nada dingin.


"Aku tanya baik-baik.." ucap Wisnu masih menjawab dengan santai.


"Yasudah, apa urusanmu sekarang?" jawab Vian masih terdengar tidak mengenakkan.


Wisnu menatap tajam kearah Vian,"Amel..cewekku!!" ucap Wisnu dengan penekanan,"jadi kalo ada apa-apa sama Amel, sudah menjadi urusanku" Wisnu melanjutkan ucapannya lagi dengan tegas.


Vian langsung tertawa,"Ohh, pantesan dulu nolak aku. Ternyata memang kepincutnya sama kamu" jawab Vian sembari menyindir.


"Kan sudah menjadi masa lalumu, buat apa diungkit lagi?" jawab Wisnu mulai emosi,"lagian jika sudah ditolak jangan memaksanya untuk kembali lagi" Wisnu membalas dengan menyindir balik sembari meninggalkan Vian.


"Kita akan tetap saingan Wisnuuu!!!" ucap Vian menantang.


Wisnu tak menghiraukan ucapan Vian, dia memilih untuk kembali ke tempat duduk lagi.


Sementara aku, Shella dan Tami yang baru saja kembali ke kelas. Tidak sengaja melihat ekspresi benci Vian kearah Wisnu.


'Vian kenapa sih, liatin Wisnu segitunya' batinku sembari menggelengkan kepala.


"Mel, yuk ganti baju seragam" ajak Shella yang suaranya membuyarkan lamunanku.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Sore ini, aku dan Wisnu baru saja keluar dari sekolah. Karena menunggu dia selesai ekstrakulikuler catur.


"Hy Sayangku...." sapa Wisnu saat menghampiriku yang sedang duduk di buk depan kelas VIII E, tempat dimana Wisnu melakukan ekstrakulikuler catur.


"Hy Yang, kamu sudah selesai ekstrakulikulernya?" sambutku penuh senyum.


"Sudah dong...." balas Wisnu dengan senyuman juga,"makan yuk, aku laparrr" ajak Wisnu.


Aku mengangguk tanda menyetujui ajakkan Wisnu.


Langkah kami segera meninggalkan sekolah yang masih rame dengan kegiatan ekstrakulikuler.


"Makan apa?" tanyaku dan Wisnu serentak.


Sadar hal itu, lalu aku dan Wisnu tertawa.


"Pengen yang seger-seger deh.." ucapku.


Wisnu langsung mengangguk,"Yaudah makan bakso aja ya" saran Wisnu sembari menunjuk warung bakso yang ada di seberang sekolah.


"Okee..." anggukku setuju juga.


Sesampainya di warung bakso yang di maksud Wisnu, aku dan Wisnu terkejut saat mendapati...


"Shellaa...Nugrohoo..." kejutku dan Wisnu serentak.


Shella dan Nugroho juga terkejut saat mendapatiku dan Wisnu tiba di warung bakso ini.


"Ameeelll...Wisnuu...." kejut mereka juga.


Kami saling tertawa menjadi kejadian lucu ini.


"Yang, kita doubledate di warung bakso nih" gelak Wisnu yang membuatku tergelak juga.


"Dunia terlalu luas, sampai-sampai kita dipertemukan disini juga" ucap Nugroho tampak geli.


Shella juga mengangguk dan ikut tertawa,"Mau gimana lagi, resiko satu sekolah ya begini ini" timpal Shella disela-sela tawanya,"kok kalian baru pulang sih?" tanya Shella.


"Iya, nunggu Wisnu ekstrakulikuler tadi" jawabku sembari melirik kearahnya yang ternyata mendapat balasan cengiran.


"Ohh, pantesan" respon Nugroho sembari manggut-manggut.


"Kalo kalian?" tanyaku dan Wisnu serentak.


"Dari rumahku..." jawab Nugroho sembari tertawa.


"Wahh, Shella udah dikenalin sama camer nih" aku meledek mereka.


Terlihat keduanya tampak salah tingkah.


"Baru pertama kali kok Mel" ucap Nugroho malu-malu.


Aku dan Wisnu tersenyum geli melihat mereka yang masih salah tingkah.


Kemudian bakso komplit plus es teh pesanan kami datang, lalu segera makan sembari bercanda ria.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤