
Tak terasa kami menduduki kelas IX sudah satu semester. Semester depan kemungkinan akan semakin sibuk mempersiapkan materi menyambut ujian nasional.
Seperti siang ini, kami selesai jam tambahan untuk persiapan menjelang ujian nasional yang tinggal beberapa bulan lagi.
"Kita semakin fokus Gaes, sebentar lagi ujian nasional" ucap Pandu saat kami sedang istirahat bersama di kelas.
"Iya bener, bahkan katanya soal-soal kita berbeda dengan tahun-tahun lalu" sambung Fia juga.
"Yasudah, gimana kalo kita agendakan belajar kelompok saja" saranku pada mereka.
"Boleh tuh Mel...." angguk Shella dengan antusias.
Mereka juga menyetujui saranku, termasuk Wisnu.
"Dimana belajar kelompoknya?" tanyaku pada mereka.
"Di rumahmu aja Yang" jawab Wisnu yang mendapatkan anggukkan mereka serentak.
"Bolehhhh...." anggukku menyetujui usulan Wisnu.
"Asyik, ke rumah Amel lagi" ucap Shella girang.
"Kapan?" tanya Tami dengan semangat.
"Sabtu sehabis pulang sekolah gimana?" saranku pada mereka.
"Siappp Meeelll" jawab mereka serentak.
"Makan ke kantin, sebelum pulang ke rumah" ajak Wisnu pada kami semua.
"Ayolah, dari tadi dong. Aku udah laper" respon Eko.
"Kamu sih laper terus Ko" aku menimpali responan Eko.
"Maklum Sayang, Eko hobinya makan sih..." sahut Wisnu padaku yang membuat kami tertawa serentak.
"Padahal tadi waktu istirahat kedua, dia habis 2 mangkok soto" gelak Pandu sembari melirik Eko.
"Pantesan tadi waktu istirahat jam kedua, soto di kantin tengah habis" sambung Shella yang mendapatkan anggukkan setuju Nugroho.
Mendengar ucapan Shella, kami menertawakan Eko.
Langkah kami berhenti di kantin sekolah dan segera memesan makanan yang masih tersedia di kantin.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Sabtu siang ini setelah pulang sekolah, kami semua kumpul di rumahku untuk belajar kelompok. Banyak lembar kerja yang masih belum terisi, kemudian kami berdiskusi satu sama lain.
"Materi buat ujian dong, banyak yang sudah lupa" ucap Fia.
"Iya, materi dari kelas VII soalnya" ucapku.
Setelah itu, kami berdiskusi dengan pelajaran Bahasa Inggris.
"Ini nih, Fia jago banget dalam pelajaran Bahasa Inggris nya" timpal Shella sembari melirik kearah Fia.
Fia langsung menjawab,"Ahh Shella ini berlebihan, aku juga masih banyak yang harus dipelajari kok."
"Tapi nilaimu selalu bagus Fi" sambungku menyetujui ucapan Shella.
"Yang keren Irul dong, dia kan pinter" ucap Fia melirik kearah Irul.
Irul tampak membalas dengan senyuman malu-malu kearah Fia,"Ahh kalian ini deh, aku juga nggak begitu pinter" ucap Irul dengan nada merendah.
Siang ini banyak yang kami bahas tentang materi yang akan di ujikan, sesekali terdengar Eko berdebat dengan Pandu dan Wisnu lalu diakhiri dengan tawa dari kami.
"Kagak kelar-kelar ini mereka debatnya, kalian ini pada bahas tim mana sih?" respon Nugroho ikut menimbrung obrolan Wisnu, Eko dan Pandu.
"Seru tentunya..." balas Pandu yang antusias menceritakan idolanya bisa mencetak goal.
Sementara dari tadi Wisnu dan Eko masih saja asyik mengobrol tanpa menoleh ke arah kami.
Aku tersenyum geli saat mendengarkan Wisnu berpendapat, sementara Eko dengan menggebu-gebu membalas ucapan Wisnu.
"Untungnya ya, Nugroho nggak sekelas sama kita Shel. Kalo nggak bisa lebih waras dari ini" ucapku yang masih merasa geli karena perdebatan sengit Wisnu, Eko dan Pandu karena bercerita tentang pertandingan sepak bola semalam kemarin.
"Mel, makannya sudah siap. Kalo kamu mau makan dan teman-temanmu juga" ucap Ibu sembari berteriak dari dapur.
"Ya Bu....." aku menjawab panggilan Ibuku dari dalam dapur,"sebentar ya Gaes..."ucapku pada mereka.
Aku segera menuju dapur yang ternyata disusul Shella, Irul, Tami dan Fia.
Setelah makanan tersaji di ruang tamu, kami segera makan siang menjelang sore ini.
"Btw, sebelum kalian ke rumahku sudah pada izin masing-masing ortu kan?" tanyaku pada mereka.
"Sudahlah Mel, bahkan mamaku aja sampe hafal namamu" ucap Shella dengan ekspresi geli.
"Iya Mel, sudah dapet izin juga" sambung Fia yang dapat anggukkan dari Irul dan Tami.
Setelah itu kami makan bersama sembari membahas materi selanjutnya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤