My Name Is Amel

My Name Is Amel
6



Sesampainya disana, sudah ada Nana, Tiwi, Nurul, Putri, dan teman-teman yang lain.'Kok nggak ada Wisnu ya, dia bilang nungguin aku disini. Tapi kok udah ilang sih' batinku sedikit kecewa sambil melihat sekitar.


Ternyata ada yang mengagetiku dari belakang.


“Mel, kayak anak ilang aja disini sendirian” kaget Wisnu saat aku kebingungan melihat sekitar.


Aku menoleh saat menyadari Wisnu berada di sebelahku. “Ih… kamu ini bikin orang jantungan aja” gerutuku.


“Habis kamu dari tadi emang kayak orang ilang sih, makanya lebih baik aku kagetin kamu aja” goda Wisnu dengan ekspresi tertawa.


“Huh… ternyata kamu usil juga ya” balasku sembari memukul pundaknya pelan dan mengumpat senyum.


“Jangan ngambek dong Mel, aku kan cuma bercanda doang” kata Wisnu merasa bersalah.


Aku tertawa,“Santai Wisnu, masa kayak gitu aja aku bisa ngambek ” ucapku masih merasa geli.


Wisnu hanya membalas dengan cengiran saja,


“Yaudah Mel, mari kita gabung sama yang lainnya” ajak Wisnu yang tanpa sadar memegang tanganku.


Mendapati itu, aku tidak bisa menahan salah tingkahku dan pastinya jantungku hampir saja meledak.


Saat menggabung semuanya, tiba-tiba Eko berseru."Iya sih Wisnu tadi nungguin Amel. Tapi nggak sampai digandeng juga tangan Amel, dia nggak bakal ilang."


Sadar akan hal itu, Wisnu langsung melepaskan tangannya dari tanganku. Langsung terlihat salah tingkah dan wajahnya merona. Yang lain langsung menertawakan kami.


"Ma..af ya Mel.." ucap Wisnu terdengar terbata saat melepaskan genggaman tangannya.


Terlihat wajah Wisnu memerah dan tampak salah tingkah.


"Ah iya Wisnu, nggak apa kok" jawabku dengan ekspresi salah tingkah juga.


Teman-teman masih saja meledek kami. Setelah mereda, aku dan Wisnu bersama teman-teman yang lain.


Tak berapa lama kemudian, bus pun datang. Bayangin aja itu bus yang tadinya sepi sekarang penuh anak-anak Speropitzu.


Kami semua berdesakan satu sama lain. Maklumlah di tempat pemberhentian bus kebanyakan anak-anak yang rumahnya blok M, trus belok dikitlah, hehehe………….


Saat didalam bus, aku terpaksa di belakang bersama teman-temanku yang cowok. Nggak taunya Wisnu ngajakin ngobrol lagi di dalam bus itu, tepatnya saat aku akan membayar ongkos bus pada kondektur.


“Ini Pak, uangnya” kataku saat memberi uang 700 rupiah pada kondektur bus.


“Mel, kamu nggak usah repot-repot ngluarin uang. Pake uang ini aja Pak, karena turunnya sama” terang Wisnu sambil mengembalikan uang 700 rupiah milikku tadi.


“Eh…..” balasku kaget.


“Udahlah Mel, nyantai aja kali. Biar aku yang bayarin kamu pulang” kata Wisnu dengan senyum.


“Tapi Wisnu, aku kan ngrepotin kamu jadinya” balasku tersipu-sipu.


“Nggak Mel, aku nggak merasa direpotin kok sama kamu. Udah ya diterima aja” pinta Wisnu.


“Kalo gitu makasih ya Wisnu” balasku penuh senyum.


“Oya Mel, di semester 2 nanti kan kita study tour ke Jakarta nih. Kita jalan yuk, tapi nggak usah ngajak teman-teman yang lain” pinta Wisnu tiba-tiba.


“Maksudmu kita jalan berdua gitu?” tanyaku.


Wisnu membalas dengan anggukan mantap.


“Iya deh aku mau, main kora-kora dan lain-lain kalo bareng sama kamu pasti makin asyik” anggukku senang.


“Makasih Amelia” ucap Wisnu sembari tersenyum manis padaku.


"Sama-sama Wisnu" anggukku penuh senyum juga.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Tak terasa sampai juga di perumahan tempat tinggalku. Aku turun bersama anak cewek yang kebetulan rumahnya satu perumahan denganku. Sambil berjalan pelan, tiba-tiba...


“Nana!!” panggilku saat melihat seorang cewek yang ku kenal.


Nana sontak kaget dan menoleh, kemudian dia membalas” Amel!!”


“Ternyata kita???“ seru kami berdua sambil menunjuk satu sama lain.


Kemudian. “Hahaha……………” tawa kami serentak.


“Tetanggan!!!!!!!!!!!” balas kami berdua dengan kompak disela tawa.


“Nggak nyangka ya udah sekolah SMP selama 1 setengah tahun baru sadar kalo kita tetanggan” gelak Nana.


“Hahaha… iya Na, nggak nyangka aja ternyata kita satu perumahan” jawabku dengan ekspresi geli.


“Wah… kalo gitu sering-sering aja deh main kerumahku Mel” balas Nana.


“Iya deh Na, nanti kapan-kapan aku main kerumahmu sekalian ngajak temen sekelasku yang kebetulan rumahnya di sebelah komplek kita” terangku.


“Oke deh, kalo begitu aku tunggu kehadiranmu dirumahku ya Mel” sambut Nana dengan senang.


“Siap, kamu juga ya sering-sering main kerumahku” balasku penuh senyum


“Aku pulang dulu ya Mel…..” pamit Nana.


“Oke deh Na, aku juga mau pulang nih” balasku juga.


“Bye Amel ” ucap Nana sambil melambaikan tangannya.


“Bye juga Nana, lain kali kita pulang bareng lagi ya” pintaku.


“Oke deh Mel ” angguk Nana dengan senyuman.


Dan kami pulang kerumah masing-masing.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤