
Aku terkejut karena siang ini Wisnu tiba-tiba menjemputku di sekolahan.
"Ciee, udah di jemput Ayang Wisnu..." ledek Fia heboh.
"Ciee Ameelll...." sambung Pandu ikut meledekku.
"Ihh Fia, Pandu...." balasku pada mereka dengan wajah tersipu.
Sementara Wisnu tersenyum sembari menyalami Fia dan Pandu.
"Hallo Wisnu, apa kabar?" Pandu membalas menyalami Wisnu.
"Hallo Wisnu...." sapa Fia juga.
"Hy Pandu...Fia..." balas Wisnu juga,"gimana kabar kalian?" tanya Wisnu pada mereka lagi.
"Alhamdulillah baik..." balas Pandu yang mendapatkan anggukkan dari Fia juga.
"Udah lama banget nggak ketemu kamu" ucap Pandu pada Wisnu.
"Udah mulai sibuk dia" aku menimpali sembari berbisik pada Pandu dan melirik cowokku.
Wisnu tertawa,"Maaf ya Pan, kalo aku jarang balas chatt kamu. Chatt Amel aja kadang nggak aku balas" ucap Wisnu membalas melirikku.
"Nggak apa, asal kalian jangan baku hantam aja habis ini" ledek Pandu dengan tertawa.
"Aku yakin Amel sabar kok Wisnu" tawa Fia juga sembari meyakinkanku.
"Udah deh udah, nggak usah ngeledekin kami ya" dengusku yang membuat mereka tertawa.
Setelah itu, aku dan Wisnu berpamitan terlebih dahulu pada Fia dan Pandu.
"Aku sama Wisnu duluan ya Gaes..." pamitku pada Fia dan Pandu.
"Bye Amel, hati-hati yaa kalian" balas Fia dengan melambaikan tangan,"Wisnu jangan ngebut, temenku ini limited edition lhoh" sambung Fia dengan tertawa.
"Hati-hati Wisnu sama Amel..." ucap Pandu juga sembari melambaikan tangan pada kami.
Aku dan Wisnu mengangguk serentak.
"Kalian kalo pulang juga hati-hati" balas Wisnu.
Setelah kami berpamitan pada Pandu dan Fia, kami segera meninggalkan sekolahku.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Kita mau kemana sih?" tanyaku dengan nada berteriak.
"Kebiasaan deh kamu..." omelku yang membuat laju motor Wisnu dipercepat.
"Kan aku mau bikin kejutan kamu. Udah ikutin aja" balas Wisnu sembari tertawa.
"Oke deh, aku ikuti kamu saja" jawabku pasrah.
Wisnu tersenyum dan dengan iseng mengerlingkan mata dari spion motor. Sementara aku langsung memalingkan wajah yang membuat Wisnu terpingkal-pingkal.
Sesampainya di tempat yang Wisnu maksud, kami segera turun dari motor.
Aku langsung bercedak kagum saat melihat view tempat kafe yang menurutku sangat keren ini.
Wisnu tersenyum saat melihatku langsung bercedak kagum melihat kafe pilihannya.
"Sayang suka tempatnya?" tanya Wisnu yang membuatku refleks menoleh kearahnya.
Aku mengangguk dan tersenyum,"Sangat suka Sayang" ucapku yang masih merasakan kagum tempat ini.
"Happy anniversarry ya Amel..." bisik Wisnu tiba-tiba.
Aku tersenyum mereka saat Wisnu berbisik ucapan Anniversarry pertama hubungan kami,"Sweet amat cowokku. Happy anniversarry juga Wisnu" balasku malu-malu.
"Maaf ya baru Sayang, baru ngerayain ini" ucap Wisnu merasa bersalah.
Aku geli saat Wisnu berkata demikian,"Nggak apa-apa Sayang. Kita masih barengan gini aja sudah lebih dari cukup kok" balasku .
"Terima kasih Amelia..." ucap Wisnu dengan mengembangkan senyumnya.
"Sama-sama Wisnutama..." anggukku dengan tersenyum .
Ternyata Wisnu mempersiapkan tart kecil untuk merayakan Anniversarry kami.
"Semoga kita selalu sama-sama yaa" ucap Wisnu.
"Aamiin" balasku mengaminkan doa Wisnu.
Lalu serentak meniup lilin di kue tart kecil tersebut.
Aku berdoa dalam hati semoga hubungan ini akan selalu bersama. Setelah berdoa, aku dan Wisnu membahas masa depan kita berdua kelak.
"Semoga akan seperti ini terus ya Sayang" doa Wisnu.
"Iya Sayang..." anggukku padanya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤