
Liburan kenaikan kelas IX ini lumayan lama, karena sampai 3 minggu lamanya.
Pagi ini sudah free dan tidak memikirkan pelajaran, aku yang akan melanjutkan bacaan novelku terhenti saat layar ponsel jadulku berbunyi pertanda ada notifikasi panggilan masuk yang ternyata dari Shella.
Aku segera mengangkatnya,"Kenapa Shel?" sahutku langsung.
Terdengar isakkan tangis dari Shella yang langsung membuatku panik.
"Shel, are you oke?" tanyaku dengan hati-hati.
Terdengar Shella masih menangis dan belum menjawab sahutanku. Aku masih terdiam sembari menunggu Shella bersuara.
Beberapa menit kemudian, terdengar Shella memanggilku yang masih terisak. "Mel...."
"Iya Shel, kamu kenapa?" sahutku.
"Aku berantem sama Nugroho..." cerita Shella.
"What??" responku dengan terkejut.
Terdengar Shella menangis lagi.
"Shel, kamu kenapa? Sini cerita gih sama aku" ucapku pada Shella.
Beberapa menit kemudian, Shella bersuara lagi dan menceritakan kejadian yang dia alami walau masih ada suara isakkan tangisnya.
"Mel..." panggil Shella lagi,"aku hanya ingin memastikan hubunganku dengan Nugroho. Dia ngajakin PDKT tapi tidak ada kepastian untuk meresmikan hubungan ini" cerita Shella yang membuatku kena dihati.
Aku menghembuskan nafas berat karena mengingat hubunganku dengan Wisnu hampir sama. Tanpa status. Kemudian aku bertanya pada Shella untuk merespon ceritanya,"Shel, waktu kamu tanyain si Nugroho tentang hubungan ini. Reaksi dia gimana?" tanyaku penasaran.
"Nugroho nggak menjawab Mel, bahkan dia mengalihkan pembicaraan" ucap Shella dengan suara yang masih serak.
"Harusnya kamu desak aja Shel, kalo perlu jauhin juga nggak masalah" saranku,"hubungan kalian seperti hubunganku dengan Wisnu, tanpa ada kejelasan yang pasti" ceritaku juga.
"Serius Mel? Bukannya kalian udah pacaran ya?" kejut Shella bergantian.
"Nggak ada Shel" jawabku sembari tersenyum
getir,"tapi tingkahnya dia selalu aneh kenapa ya? Masa harus aku yang memulai dulu" ucapku lagi.
"Benar-benar mereka berdua harus di kasih pelajaran" ucap Shella sembari mengepalkan tangannya,"harusnya kita sebagai cewek jangan mau diajakin jalan tanpa ada status yang jelas. Kalo memang ada rasa, coba bilang. Bukan malah kita didiemin gini" Shella melanjutkan ucapannya sembari mendengus kesal.
"Iya Shel, aku setuju dengan ucapanmu" anggukku dari sini,"apa kita salah jatuh cinta pada orang?" tanyaku pada Shella.
"Bukan salah kita Mel, justru perasaan juga nggak bisa ditebak harus kemana mereka berlabuh" ucap Shella.
Banyak hal yang kami bahas pagi ini mengenai perasaan tidak pasti. Sejujurnya, aku juga bimbang dengan kelanjutan hubunganku dengan Wisnu.
"Yasudah Mel, perasaaku sudah jauh lebih lega dari kemarin-kemarin. Semoga kita bisa menemukan titik terang untuk hubungan ini" ucap Shella optimis,"btw, makasih Amel yang selalu dengerin curhatanku" Shella berucap lagi dan mengakhiri panggilan telepon.
"Sama-sama Shel, aku juga senang kalo kamu sudah merasa lebih baik dari kemarin-kemarin" balasku.
Telepon segera berakhir, lalu aku melanjutkan membaca novelku.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Mel, aku main ke rumahmu yaa"
"Mel, kok nggak jawab sih?"
"Mel, jalan yuk..."
"Ameeeellllll......"
Deretan pesan dari Wisnu yang masih kuabaikan. Setelah beberapa hari Shella curhat tentang hubungan tanpa status dengan Nugroho, aku juga berada di fase ini bersama Wisnu.
Lama-lama aku juga jenuh sendiri dengan status yang nggak jelas seperti ini.
"Dia itu sadar nggak sih kalo selama ini kami nggak ada status dalam hubungan" gumamku sembari melihat deretan pesan dari Wisnu.
Tapi aku lebih terkejut lagi saat ada seseorang sudah ada di depan teras rumahku.
"Wisnuuuuu!!!" kejutku sembari kalang kabut melihat Wisnu sudah ada di depan teras rumahku.
"Kenapa sih Mbak?" tanya Mia saat melihatku dengan ekspresi tegang.
Mia langsung mengintip dari luar,"Eh, ada cowok ganteng Mbak" seru Mia,"temenmu yaa?" tanya Mia sembari mencecarku pertanyaan padaku.
"Ssstttt...." ucapku sembari membekap mulut Mia.
"Cieee Mbak Amel disamperin cowok ganteng..." ledek Mia habis-habisan.
"Miiii, bisa diem nggak?" tegurku sembari mengumpat rasa salah tingkah.
Bukannya Mia ketakutan, tapi malah menertawakan kesalahtingkahanku.
"Gih sana Mbak, samperin deh. Kasian cowok gantengmu" ledek Mia sembari berlari masuk kamar.
"Adik nggak akhlak..." umpatku sembari mengatur detak jantung yang sudah tak karuan.
Karena tidak enak hati, akhirnya aku keluar rumah untuk menemuinya.
"Meeelll" panggil Wisnu sembari memegang kedua tanganku.
"Kenapa?" tanyaku to the point.
"Kenapa nggak pernah respon chatt aku?" tanya Wisnu dengan memasang ekspresi sedih.
Aku menghembuskan nafas panjang, lalu bertanya"Wisnu, hubungan kita ini apa sih?" tanyaku balik yang membuat wajah Wisnu langsung merona.
Wisnu masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaanku.
"Me..l sebenarnya..." ucap Wisnu terlihat gugup.
"Maksudmu apa sih?" tanyaku semakin penasaran dengan sikap Wisnu.
"Mel, aku suka kamu..." ucap Wisnu spontan lalu membekap mulutnya sendiri.
Aku terkejut sekaligus mengumpat senyum saat se pagi ini Wisnu datang untuk menyatakan perasaannya padaku.
"Boleh ulangi tadi kamu bilang apa Wisnu?" aku sengaja menanyakan ulang pernyataan dari Wisnu sembari mengumpat senyum.
Dengan gugup dan ekspresi salah tingkah, Wisnu mengulangi ucapannya dengan suara lantang."AMELIA MARETA. AKU SUKA KAMU!! MAU NGGAK KAMU JADI PACARKU?"
Aku tidak bisa menahan tawaku pagi ini melihat ekspresi Wisnu benar-benar sangat gugup.
"Jawab apa ya.." ucapku sembari menggoda Wisnu yang terlihat semakin gugup.
"Nggak harus dijawab sekarang kok Mel" kata Wisnu dengan wajah masih tegang.
Tawaku berganti dengan senyuman untuk orang yang ada di depanku ini,"Dijawab nggak nih?" aku masih menggoda Wisnu.
"Dijawab dong..." pinta Wisnu dengan memohon.
"Kalo aku jawab IYA gimana?" jawabku dengan ekspresi tersenyum merekah.
"Serius Mel?" balas Wisnu dengan terkejut.
Aku mengangguk dan tersenyum,"Aku serius lah" jawabku mantab,"menurutmu, selama ini aku tidak pernah menyimpan rasa juga dengan cowok idola sepertimu Wisnutamaaa" aku melirik Wisnu yang ternyata mendapat balasan cengiran darinya.
Belum sempat Wisnu berucap, aku sudah berceloteh lagi."Lagian kenapa sih sampe di bela-belain kesini se pagi ini."
Wisnu langsung terpingkal-pingkal,"Salah sendiri kamu nggak ada kabar. Udah tau di spam chatt banyak gitu nggak ada balasan satupun" omel Wisnu.
"Aku mikirin hubungan kita yang tidak tau arahnya mau kemana. Cewek kan harus meminta kepastian dong. Dikira aku ngilang mau PHPin kamu apa??" aku mendengus sebal.
Menyadari hal tersebut, Wisnu langsung minta maaf padaku."Iya Mel, aku minta maaf. Aku nggak tau caranya untuk PDKT sama cewek seperti apa. Deket kamu aja udah gugup, gimana mau nyatain perasaan ke kamu."
Aku tertawa saat melihat ekspresi Wisnu merah merona.
"Jadi sekarang kita resmi jadian?" tanya Wisnu bersemangat.
"Iya dong..." ucapku sembari tersenyum malu-malu.
"Makasih Amel..." balas Wisnu dengan berbisik yang pasti sudah membuat jantungku hampir meledak.
"Sama-sama Wisnu...." anggukku dengan ekspresi salah tingkah.
Tampak terdengar sorakan dari dalam rumah,"Cieee Mbak Amel...." ledek Mia dan Ardi yang ternyata menguping pembicaraanku dan Wisnu.
Aku melirik tajam kearah mereka yang membuat mereka tertawa dan langsung lari menyelamatkan diri. Sementara Wisnu hanya tersenyum tersipu malu.
Senang? Pastinya sangat karena pada akhirnya hubunganku dengan Wisnu ada kejelasan. Tapi berbanding terbalik dengan hubungan Shella dan Nugroho masih belum ada titik terang.
"Aku senang akhirnya hubungan kita ada kejelasan Wisnu" ucapku dengan senyuman,"tapi aku sedih karena Shella sampai sekarang masih menunggu kepastian Nugroho" ceritaku sembari bernafas panjang.
"Serumit itu ya hubungan mereka?" tanya Wisnu merespon ceritaku.
Aku hanya mengendikkan bahu saja,"No comment deh..." jawabku yang pasti ikut merasakan apa yang Shella rasakan.
Lalu kami terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing.
Beberapa menit kemudian...
"Wisnu!Amel!" panggil kami serentak yang ternyata langsung membuat kami tertawa.
"Ihh, kamu ya nyebelin banget..." ucapku sembari memukul ringan lengannya.
Wisnu masih saja tertawa geli,"Kamu sih Mel..." balas Wisnu sembari menoyor ringan lenganku.
"Dihh, kok aku?" jawabku disela-sela tawa.
"Kamu nggak ada pikiran untuk membantu sahabatmu gitu?" ucap Wisnu tiba-tiba.
"Ya bantu dong, cuman terakhir aku kontak Nugroho nomernya nggak aktif" ceritaku.
"Boleh aku minta nomernya. Siapa tau kemarin memang tidak aktif karena di off in" ucap Wisnu ber positive thinking.
"Boleh lah.." anggukku sembari mencari nomer Nugroho lalu mengirim SMS ke Wisnu.
"Udah aku kirim ya..." ucapku.
Wisnu mengangguk lalu segera menyimpan nomer Nugroho.
"Mel..." panggil Wisnu.
"Iya, kenapa Sayang?" sahutku tanpa sadar yang membuat Wisnu langsung menoleh kearahku.
"Apa Mel?" tanya Wisnu memintaku mengulangi panggilannya tadi.
"Hahh? Aku bilang apa?" jawabku masih belum sadar.
Wisnu langsung tersenyum geli,"Makasih ya.." ucapnya,"sudah manggil aku dengan sebutan Sayang" sembari melanjutkan ucapannya dengan tertawa penuh kemenangan.
Setelah sadar beberapa detik, aku membekap mulutku sendiri. Sementara Wisnu sendiri langsung terpingkal-pingkal,"Cieee, keceplosan langsung didepan cowoknya. Sweet sekali manggilnya Sayang" ucap Wisnu yang terus-terusan meledekku.
"Wisnuuuu" teriakku kesal,"puas ya kamu" dengusku sebal tapi ikut tertawa.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤