
Siang ini saat istirahat, aku terkejut karena ada yang tiba-tiba menarik tanganku saat sedang beristirahat dengan Wisnu di kelas.
Ternyata yang menarik tanganku Nugroho. Segera aku melepaskan dari tangannya.
"Woyy, santai dong. Pake tarik-tarik segala tangan Amel" ucap Wisnu sembari menyusulku yang sedang bersama Nugroho.
"Sorry Wisnu, aku ada urusan sama Amel" ucap Nugroho pada Wisnu.
"Hihh, apaan sih Nug??" protesku kesal.
Wisnu ada dibelakangku.
"Mel, Shella masih marah sama aku ya?" tanya Nugroho langsung.
Aku terkejut,"Kalian masih berantem sampe sekarang?" tanyaku pada Nugroho.
Nugroho mengangguk lirih.
"Sampai selama itu?" kini Wisnu yang bertanya.
Nugroho mengangguk lirih lagi.
"Kok bisa??" tanyaku dan Wisnu serentak.
"Iya, Shella menanyakan tentang hubungan kami" cerita Nugroho.
"Cewek butuh kepastian kali, Bro" ucap Wisnu sembari menepuk pundak Nugroho,"jelas Shella ngambek karena selama ini hubungan kalian tidak ada kepastian" Wisnu melanjutkan ucapannya.
Nugroho terdiam cukup lama, lalu...
"Aku masih suka dia. Hanya saja aku bingung untuk mengungkapkan perasaanku gimana" ucap Nugroho.
Wisnu tampak mengangguk paham dengan apa yang dialami Nugroho.
"Coba deh kamu ungkapin perasaanmu ke Shella" ucap Wisnu,"dulu hubunganku dengan Amel juga seperti itu. Tapi akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya ke dia" cerita Wisnu sembari melirikku.
Aku tersenyum tersipu malu saat Wisnu berkata demikian lalu mengangguk untuk membenarkan ucapan Wisnu yang sekarang menjadi kekasihku.
"Jelaslah Shella marah padamu Nugroho, kamu kasih harapan yang membuat Shella menjadi berharap lebih" aku akhirnya bersuara,"kalian harus ngomong empat mata, biar masalahnya lekas selesai" aku melanjutkan ucapanku.
Nugroho hanya manggut-manggut saja.
"Oke, besok aku harus ngomong sama Shella" angguk Nugroho mantab.
"Nah gitu, cowok harus berani mengungkapkan perasaan" senyum Wisnu sembari mengacungkan jempol,"keburu nanti Shella kepincut sama yang lain" Wisnu melanjutkan ucapannya sembari tertawa.
Aku juga ikut tertawa saat Wisnu menggoda Nugroho.
"Jangan dong, Shella kepunyaanku" jawab Nugroho cepat-cepat.
Aku dan Wisnu semakin tertawa saat melihat wajah Nugroho tampak merona.
"Good luck, Bro..." support Wisnu.
"Semoga lekas nyusul kami ya" support ku juga.
Nugroho tersenyum lalu mengangguk,"Thanks Wisnu, Amel..." ucap Nugroho tulus.
"Sama-sama..." jawabku dan Wisnu dengan anggukkan.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Beberapa hari kemudian, Nugroho meminta tolong padaku dan Wisnu untuk menyatakan perasaannya pada Shella.
"Duhh, aku gugup nih..." ucap Nugroho terlihat tegang.
"Semangat Bro..." bisik Wisnu sembari menepuk ringan punggung Nugroho.
"Pastilah Shella akan menerimamu..." ucapku optimis juga.
"Doakan ya Guys..." balas Nugroho penuh harap.
Aku dan Wisnu mengangguk kompak. Lalu kami bersembunyi saat Nugroho akan memulai aksinya.
Shella menoleh ke sumber suara, dia tampak terkejut dan salah tingkah saat seseorang tersebut memanggilnya.
"Nugroho...." sahut Shella sembari menghentikan langkah.
Nugroho semakin gugup sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Shel, maafin aku ya..." ucap Nugroho.
"Minta maaf kenapa?" jawab Shella dengan ekspresi bingung.
"Maaf, karena aku membawa hubungan yang tidak jelas ini" ucap Nugroho yang tidak berani menatap Shella.
"Aku sudah memaafkanmu jauh-jauh hari, bahkan aku lupa pernah ngambek sama kamu" ucap Shella terlihat santai, "Lalu??" jawab Shella sembari mengumpat rasa salah tingkah.
"Hmm," ucap Nugroho kehabisan kata-kata,"Shel, pacaran yuk..." Nugroho melanjutkan ucapannya.
"Hahh??" respon Shella dengan terkejut.
Nugroho mengangguk dan tersenyum sembari menutupi rasa kegugupannya.
"Iya, kamu mau nggak jadi pacarku" Nugroho mengulangi ucapannya.
Terlihat mata Shella langsung berkaca-kaca saat Nugroho menyatakan perasaannya, dengan malu-malu Shella langsung mengangguk.
"Iya, aku mau Nugroho..." angguk Shella menerima perasaan Nugroho.
"Mau apa?" jawab Nugroho iseng sembari mengumpat senyumnya.
Terlihat Shella langsung melirik kesal kearah Nugroho, sementara aku dan Wisnu dari tadi tampak menahan tawa.
"Yasudah aku masuk kelas nih" ucap Shella langsung berjalan menuju kelas.
Nugroho menahan tangan Shella,"Jangan marah. Aku bercanda" ucap Nugroho sembari tersenyum geli.
"Ihhhh, Nugroho nyebelin" ucap Shella sembari mengumpat senyum dan memukul ringan lengan Nugroho.
Yang dipukul hanya tertawa meledek saja kearah Shella.
"Jadi gimana, mau nggak jadi pacarku?" tanya Nugroho lagi.
"Nggak...." jawab Shella sembari menahan tawa.
"Nggak salah maksudnya" tebak Nugroho tepat sasaran
Dengan malu-malu, Shella mengangguk. Lalu Nugroho spontan memeluk Shella dan berbisik,"Makasih Shella..."
"Sama-sama Nug..." angguk Shella dalam pelukkan Nugroho.
Aku yang tak tahan untuk tertawa, akhirnya pecah juga tawanya. Sementara Wisnu melihatku sembari menggelengkan kepala dan tersenyum geli.
"Cieeee, ada yang barusan jadian" ledekku heboh untuk Shella.
Langsung Nugroho cepat-cepat melepaskan pelukannya, sementara Shella tampak salah tingkah.
"Ihhh Ameelllll....Wisnuuuuuuu....." dengus Shella saat mendapati kami bersembunyi di dekat pintu keluar kelas,"jadi kalian memantauku dan Nugroho diam-diam yaa" omel Shella yang tidak bisa menyembunyikan kesalahtingkahannya pada kami.
Aku dan Wisnu langsung terpingkal-pingkal melihat wajah Shella berubah merona. Lalu Nugroho melempar cengiran kearah Shella.
"Aku yang meminta tolong mereka untuk menyatakan perasaanku padamu" ungkap Nugroho.
Shella hanya menggelengkan kepala saja.
"Kamu sih cemen" cibir Shella tapi ikut geli,"makanya kalo deket sama cewek jangan di PHP dong. Cowok ngomong suka apa susahnya sih, cewek itu butuh kepastian" ucap Shella sembari menyindir Nugroho dan tak lupa melirik tajam kearah Wisnu.
Aku terpingkal-pingkal melihat dua cowok tersebut tersipu malu.
"Aku akan selalu dipihakmu kok" bisikku pada Wisnu yang ternyata mendapat gelitikkan gratis darinya.
Aku semakin tertawa melihat wajah Wisnu merona.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤