
"Sayang, bagaimana ini?" Gumam Irene.
"Aku antar kamu ke kamar ya, kita bicarakan ini disana. Robert tolong ambil alih acara, kamu sudah paham kan dengan taktik yang tadi?" Tanya Shownu.
"Iya yang mulia." Gumam Robert.
Shownu pun mengajak istrinya pergi ke kamar dan membiarkan pikirannya tenang.
"Ratu ku, percaya padaku aku akan membawa putra kita kembali. Jangan bersedih." Gumam Shownu.
"Aku tidak bisa hidup tanpa putraku, senyumnya, suaranya, saat dia bersekolah. Aku sangat merindukannya, bagaimana kalau dia sudah dibunuh? Atau di celakai?" Tanya Irene.
"Tidak, sudah ya sayang lebih baik kamu istirahat. Putra kita akan aman." Gumam Shownu.
"Benarkah?" Ucap Irene.
"Iya sayang." Gumam Shownu Sembari mengecup kening Irene.
Aku tidak tega melihat ratuku menderita karena kehilangan anaknya, aku harus merebutnya kembali dari sang iblis. Lihat saja nanti!
Shownu pun kembali dalam perjamuan tersebut dan menyusun strategi yang matang untuk melawan sang iblis dan mendapatkan kembali putranya.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua dalam perjamuan ini, saya harap masing - masing kerajaan mempersiapkan pasukannya dengan baik. Untuk memulai perang akan di mulai tiga hari dari sekarang." Gumam Shownu.
"Baiklah, yang mulia dewan agung raja Shownu." Gumam para raja yang hadir di perjamuan tersebut sembari meninggalkan istana Shwonu.
Sebaiknya aku menemani ratuku beristirahat agar perasaannya menjadi tenang. Yang pasti di butuhkan ratu ku adalah sesosok aku yang menyemangatinya.
Shownu pun bergegas kembali ke kamar istirahat dan mendapat Irene yang tertidur pulas dengan sembab pada matanya. Shownu mengecup kening istrinya dan bergegas istirahat di samping istrinya.
"Sayang, anak ku. Ini Bunda jangan lari nak." Gumam Irene dari dalam mimpinya
"Bunda harus pergi dari sini, yang diinginkan iblis itu adalah bunda. Oleh sebab itu aku ingin menyelamatkan bunda." Gumam putranya.
"Tidak nak, kamu harus selamat." Gumam Irene.
"Maaf bunda, aku harus pergi." Gumam putranya yang kemudian hilang di tengah salju yang putih.
"Nak, kamu dimana? Putraku!" Teriak Irene di tengah salju yang menebal.
Irene pun mencari kesana kemari putranya hingga akhirnya ia menemukan sebuah halaman yang sangat luas di pakai untuk tempat ritual.
"Putra ku!, astaga nak. Sadarlah!" gumam Irene.
"Hahaha!, Bodohnya putramu mengorbankan nyawanya demi dirimu. Aku akan tetap mengincar mu Irene, Vampire dengan kekuatan yang sulit dikalahkan" gumam sang iblis.
"Putraku!, bunda mohon sadar lah" ucap Irene yang menghiraukan sang iblis.
"Anak mu akan menjadi budak ku, Putra Shownu bunuh bunda mu sekarang!" bentak sang iblis.
"Permintaan mu adalah perintah untuk ku!" gumam putra Irene.
Irene yang tidak bisa lagi menahan emosinya, mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghancurkannya sang iblis.
"Aku hanya bisa hancur dengan satu mantra dan mantra itu yang bisa hanya orang tertentu." gumam sang iblis dengan sombongnya.
Ratuku? iya Irene yang sekarang menjadi Vanya tidak bisa menahan emosinya, tetapi di balik emosinya ia akan menghancurkan segalanya.
Tiba - tiba tubuh Irene berubah menjadi vampire yang mengerikan, matanya berubah menjadi warna merah dan kekuatannya menjadi bertambah.
"Aku mengutuk mu, kembali lah kau ketempat awal dirimu lahir dan mati lah dirimu sehingga jiwa mu terkunci pada tempat awal kamu lahir. Kembali - lahir dan mati - terkunci." ucap Irene sembari mengangkat tangannya.
Sang iblis pun merasa sangat kepanasan dan tidak berdaya "Irene!" yang terucap dari mulut sang iblis saat dirinya di kutuk.
Irene pun terbangun dari tidurnya dan membuat suaminya Shownu terkejut atas teriakannya memanggil nama putranya.
"Sayang, kenapa?" gumam Shownu yang memeluk istrinya dari belakang.
"Sang iblis? tidak mungkin dia masuk kedalam mimpi seseorang." ucap Shownu.
"Aku melihatnya, aku melihat putra kita dan aku disana mengalahkannya." ucap Irene.
"Tidak mungkin, bagaimana cara mu melakukannya?" tanya Shownu.
"Aku berubah menjadi vampire yang mengerikan sesuatu yang bukan diriku, sesuatu yang jahat. Raja ku tahu? cerita mengenai dewi Parwati yang berubah saat anaknya dibunuh oleh dewa Siwa?" gumam Irene.
"Iya, apakah dirimu berubah menjadi mengerikan?" ucap Shownu.
"Iya, aku berubah menjadi mengerikan karena putra kita telah tiada." gumam Irene.
"Putra kita tiada karena apa?" tanya balik Shownu heran.
"Karena dijadikan jiwanya untuk ritual agar sang iblis semakin kuat, ia beranggapan bahwa anak yang lahir dari rahim ku memiliki kekuatan yang sama seperti ku." gumam Irene.
"Astaga!, lalu di mimpi itu kau melihat apa lagi sayang ku?" tanya Shownu.
"Iya, disana aku mengucapkan mantra "Kembali - lahir dan Mati - Terkunci" itu adalah mantra yang mampu mengalahkannya tapi sang iblis itu bilang bahwa dia hanya bisa dikalahkan oleh orang yang bisa membunuhnya yaitu aku." gumam Irene.
"Tidak - tidak, aku tidak akan membiarkan mu ikut berperang. Hanya kau yang aku punya jika aku kehilanganmu mu, maka hidup ku akan hampa." gumam Shownu.
"Tapi menurut penglihatan ku, hanya aku yang bisa mengalahkannya." gumam Irene
"Tidak!, aku tidak ingin kehilangan sebagian dari hidup ku." gumam Shownu.
"Baiklah, aku percaya kalau dirimu bisa membawa putra kita." gumam Irene.
"Apapun yang terjadi, putra kita akan selamat." gumam Shownu.
"Baiklah." gumam Irene yang menangis.
Shownu pun memeluk istrinya tersebut seraya menenangkan hatinya agar perperangan dapat terjadi tidak di bawah tekanan.
Hari demi hari dan berbagai pelatihan telah di lalui, tiba saatnya para raja beserta prajurit bertarung untuk melawan sang iblis.
"Ratuku, berkati aku agar perperangan ini lancar." gumam Shownu.
"Iya Rajaku, semoga putra kita kembali."
"Iya, aku pergi."
Shownu pun kemudian beranjak pergi dari istananya bersama para pasukannya untuk melakukan peperangan. Sementara itu Irene diam - diam mengikuti suami berperang.
"Yang mulia ratu, hendak pergi kemana?" gumam penasihat kerajaan wanita.
"Aku harus menyelamatkan anak ku, aku mendapat penglihatan bahwa aku yang hanya bisa mengalahkan sang iblis." gumam Irene.
"Boleh ku lihat tangan mu yang mulia?" gumam penasihat tersebut.
Penasihat tersebut kemudian melihat tangan sang ratu dan iya membenarkan perkataan sang ratu.
"Aku harus pergi untuk menyelamatkan suamiku dan menyelesaikan ini semua." gumam Irene.
"Tidak ratu, raja menyuruh kami untuk tidak membiarkan yang mulia pergi." gumam penasihat tersebut.
"Ratu, permintaan raja adalah perintah untuk kami." gumam penasihat tersebut.
Irene pun hanya mengangguk sedih mendengar perkataan semua penasihat kerajaan kepadanya.
Baiklah jika aku tak diizinkan keluar maka aku sendiri yang akan keluar dari istana ini untuk membantu suami ku. Justru aku yang tidak bisa kehilangan suami ku, lelaki terbaik yang selalu melindungi kemana pun aku pergi. Karena bagi ku kemenangan suami ku adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan. Saat di mana kita dapat mengatasi musibah. Saat di mana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan. Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu. Cintaku kepada suami ku selalu mampu memaksa diriku untuk berkorban demi keselamatan suamiku.
"Aku hanya butuh pedang, makanan dan kuda. Aku akan menyelamatkan suami ku dan juga putra ku, aku tidak perduli jika harus aku Korbannya atau aku yang diinginkannya karena aku percaya bahwa An eye for an eye. Aku harus membalas sang iblis tersebut seperti ia menyakiti perasaan ku, Jika memang aku yang diinginkannya maka aku datang." gumam Irene.