
Happy Reading guys❤️.
Jangan lupa Vote & Like, itu berarti bagi aku karena cari ide untuk sebuah cerita itu susah:( .
Bantu share cerita ku ya dan jangan lupa, supaya membangun karya ku ini❤️🖤.
Terima kasih💚.
.
.
.
.
.
"Eh, Vanya maafkan kakak." gumam Andy.
"Irene siapa kak? pacar kakak ya? ngaku!" gumam Vanya sembari tertawa.
"Haish!, bukan." gumam Andy yang mendorong Vanya keluar ruangan.
"Aku kira pacar kakak, ayo turun kebawah kita makan malam. Kakak itu dari tadi tertidur terus teriak - teriak nama "Irene jangan tinggalkan aku" . Ada hubungan spesial kah dengan Irene?" tanya Vanya heran.
"Sebetulnya kamu itu..." gumam Andy.
"Iya kak? apa!?" tanya Irene bimbang.
"Kamu itu cebol." gumam Andy.
"Kakak!" gumam Vanya yang kesal dengan Andy.
Sebetulnya kamu adalah Irene, hanya saja jika aku bilang seperti itu kamu tidak akan percaya. Aku akan memberi tahu mu jika putra kita telah ketemu. Tenang lah Irene, Kita akan bersama seperti dulu lagi.
"Vanya, kamu sudah mendingan?" gumam Andy.
"Sudah kak, kak besok kan teman wanita ku Cleo ulang tahun. Kakak nanti malam mau temani aku pergi ke toko aksesoris?" gumam Vanya.
"Iya, nanti kakak temani." gumam Andy.
"Asik, sayang kakak." gumam Vanya.
Mereka berdua pun turun dari lantai dua dan pergi ke ruang makan, sesampainya mereka disana. Mereka berdua di marahi karena telat untuk makan.
"Vanya! Andy!, kenapa kalian telat turun? lihat ini sudah lewat 5 menit dari waktu makan" gumam ibu tiri Vanya.
"Maaf bu, kak Andy tadi tertidur makanya sedikit terlambat." gumam Vanya.
"Benar kah itu Andy?" tanya ibunya.
"Iya bu, maaf." gumam Andy.
"Yasudah, cepatlah makan." gumam ibu.
"Ayah, sehabis makan malam aku izin pergi ke toko aksesoris ya. Boleh?" gumam Vanya.
"Harus malam ini?" tanya Ayah Vanya.
"Iya ayah." gumam Vanya.
"Yasudah, Andy temani Vanya ya." gumam ayah Vanya.
"Iya ayah." gumam Andy.
Mereka sekeluarga akhirnya makan malam bersama, hingga waktu menunjukkan pukul 8 malam. "Vanya siap - siap sana katanya kita akan pergi." gumam Andy sembari membersihkan kotoran di atas meja.
"Iya kak, aku siap-siap dulu." gumam Vanya yang kemudian berlari ke kamarnya.
"Andy ikut ibu yu sebentar." gumam ibu Andy.
"Iya Bu." gumam Andy.
"Ok ayah akan pergi ke perpustakaan rumah." gumam ayah Vanya.
Ibu Andy dan Andy pun pergi agak jauh dari ruang makan menuju gudang rumah.
"Andy, apakah kau bermimpi mengenai Irene?" gumam ibu Andy.
"Iya bu, aku merasa bahwa Vanya itu adalah Irene. Ketika aku melihat matanya, aku merasakan masa lalu ku disana. Aku melihat sang iblis mengutuk Irene agar ia terlahir kembali setelah 1000 tahun lamanya dan menyiksa perasaanku selama itu." gumam Andy.
"Tidak mungkin, Irene telah mati 1000 tahun yang lalu." gumam ibu Andy.
"Tidak Bu, Irene ada di rumah ini dia menyamar menjadi Vanya dan melupakan ingatannya mengenai diriku." gumam Andy.
"Nak, dia itu manusia bukan vampire seperti kita. Jika memang kamu yakin Vanya itu adalah Irene, apa buktinya?" gumam ibu Andy.
"Di keningnya ada bekas luka yang sama seperti Irene dan cara ia hidup pun sama seperti Irene bu." gumam Andy.
"Nak, mungkin saja itu hanya kebetulan." gumam ibu Andy.
"Sebentar ibu lihat dulu." gumam ibu Andy.
Ibu Andy pun melihat masa lalu Vanya dari 3 helai rambut tersebut, ia melihat Vanya semasa bayi , orang tua Vanya , sang iblis dan bahkan tragedi 1000 tahun yang lalu.
"Leluhur kita ada sangkut pautnya dengan iblis ini, aku harus menyelamatkan Vanya!. Orang tua mu penyihir!, Ratu ku Irene"
Astaga! masa lalu Vanya dia adalah anak dari dewan lima Vampire Rose La guela. Selama ini Vanya ternyata di kutuk iblis tersebut agar terlahir kembali.
"Nak penglihatan mu benar, Vanya adalah Irene. Ibu Vanya merupakan dewan lima Vampire Rose la guela. Dia hidup selama 1000 tahun hanya untuk menitipkan anak pada orang yang tepat.
Ibunya mengorbankan jiwanya kepada sang iblis hanya untuk menyelamatkan Vanya, tetapi ingatan Vanya sengaja dibuat lupa oleh ibu hanya agar ia tidak sedih.
Vanya hidup dalam kesendirian dan kesepian selama ini, orang tuanya dicap sebagai penyihir.
Ibu melihat tragedi 1000 tahun yang lalu, mengenai putra kalian dan Irene. Di saat diri mu debat dengan sang iblis Irene melihat anaknya sudah menjadi mayat.
Ada satu hal yang tidak bisa hilang dari Irene adalah kekuatannya, kekuatannya hingga saat ini masih ada. Tapi ia tidak bisa mengontrolnya. " gumam ibu Andy.
"Ibu tahu dimana letak putra ku?" tanya Andy.
"Tidak, ibu hanya tau mayat putra mu." gumam ibu Andy.
"Baiklah Bu, aku akan mencarinya." gumam Andy.
Jika cinta tak bisa mengembalikanmu padaku didalam kehidupanku ini. Aku sangatlah yakin, pasti cinta akan menyatukan kita pada kehidupan yang selanjutnya.
"Kakak! ayo berangkat!, kakak dimana?" ucap Vanya.
"Bu aku pergi dulu." gumam Andy.
Andy pun bergegas pergi menemui Vanya, seraya membawa jaket kulit berwarna hitamnya.
"Ayo kita pergi, keburu malam nanti." gumam Andy.
Mereka berdua pun bergegas pergi menuju toko aksesoris, sesampainya di sana mereka mendapati toko telah tutup.
"Yah, tutup kak." gumam Vanya.
"Bagaimana kalau kita beli bahan sendiri saja lalu kita buat sendiri?" tanya Andy.
"Boleh kak." gumam Vanya.
"Ayo kita jalan kesana." gumam Vanya.
Mereka pun masuk kedalam gang jalan yang sepi untuk sampai ke toko yang mereka tuju.
"Kak, disini gelap." gumam Vanya sembari mencari tangan kakanya untuk ia pegang.
Kakak? kok tidak ada? ia kemana? Kak kembali aku ketakutan di sini gelap. Aku takut ada sesuatu yang melihat ku. Kakak!.
"Kakak!" teriak Vanya risau.
Sebaiknya aku pulang, kakak hilang!. Aku akan memberi tahu ayah dan ibu kalau kakak hilang, baiklah Vanya jangan takut itu hanya kegelapan dan tidak ada hantu sekalipun atau hal lainnya.
Sementara itu disisi lain dari gang, terdapat Shownu beserta lelaki aneh yang memegang kerah Shownu.
"Raja Shownu, akhirnya aku bertemu dengan mu. Dimana Irene?" tanya lelaki aneh tersebut.
"Dimana pun ia aku tidak akan memberitahu mu." gumam Andy.
"Baiklah, Peach dan Tris cari Irene. Aku butuh kekuatannya." gumam lelaki tersebut sembari memegang kerah Andy.
"Tidak!" bentak Andy.
"Sudah lama tidak bertemu, kau ingat aku raja Daniel yang dikutuk oleh istrimu." gumam Daniel.
"Bukan kah kau tidak bisa keluar!" bentak Shownu.
"Ya, aku mengorbankan keluarga ku untuk membalaskan dendam ku kepada istri mu." gumam Daniel.
"Kau tidak akan bisa membalasnya, dia itu evil vampire." gumam Andy.
"Tenang saja, aku akan meminta kekuatan ku lagi kepada sang iblis. Kau tahu kenapa Irene yang kau sembunyikan peka terhadap iblis tersebut? karena aku yang membebaskannya kembali." gumam Daniel.
Sialan! sama saja kau membuat dirimu dalam bahaya, untuk Irene mungkin tidak akan berpengaruh tapi pada orang yang di sekelilingnya yang terkena dampaknya.
"Kau bodoh! sama saja membuat dirimu sendiri dalam bahaya" bentak Andy.
"Tentu saja tidak, ia baik kepada pengikutnya." gumam Daniel.
"Memang awalnya baik, tapi setelahnya kau akan jadi tumbal. Sadarlah dan pulang lah, keluarga mu menunggu." gumam Andy.
"Kau bukan raja lagi!" bentak Daniel.
Vanya yang dari kejauhan melihat kakaknya di ganggu ia pun lantas mengambil besi yang berada di ujung jalan dan memukuli lelaki tersebut.
"Berhentilah!" bentak Vanya.
Shownu pun langsung mengajak Vanya pergi dari tempat tersebut.