
Setelah Reno pulang dari rumah Vanya, Vanya melanjutkan istirahatnya dan pergi untuk tidur. Di saat ia hendak pergi tidur , Vanya tidak sengaja melihat sesosok arwah yang sangat aneh di sudut kamarnya.
"Kamu tidak takut kepada ku?" Gumam arwah tersebut.
"Kamu siapa?" Tanya Vanya.
"Aku ini arwah pengantin wanita yang paling ditakuti di daerah sini." Ucap arwah tersebut heran.
"Oh, aku lelah. Bisa kah kau pergi sebentar?" Ucap Vanya.
"Kamu sama sekali tidak takut kepada ku?" Tanya heran sang arwah gadis pengantin tersebut.
"Tidak, aku sudah terbiasa melihat seperti mu." Gumam Vanya dengan logat santai.
"Kamu bisa membantu ku?" tanya arwah tersebut.
"Membantu untuk apa?" tanya balik Vanya heran.
"Sini kemarikan tangan mu." ucap arwah wanita tersebut.
"Tangan?" gumam Vanya sembari menjulurkan tangannya yang dipenuhi oleh banyak luka.
Saat tanganya bersentuhan dengan tangan arwah pengantin tersebut, Vanya merasakan dirinya berada dimensi yang lain. Ia melihat kejadian pada masa lalu dan berakhir dengan dunia yang gelap gulita.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" gumam Vanya keheranan lantaran dunia yang ia lihat begitu gelap.
"Kau tahu, kenapa aku mengenakan pakaian pernikahan ini?" tanya arwah tersebut.
"Apa karena kau di jodohkan? tetapi sebetulnya mereka menjadikan mu bahan persembahan kepada iblis?" tanya Vanya.
"Iya betul, aku minta tolong kepada mu untuk membebaskan ku." ucap arwah tersebut.
"Di bebaskan dari apa? apa yang membuat dirimu masih terbelenggu?" tanya Vanya.
"Dia iblis yang ada di sudut ruangan ini." gumam arwah tersebut.
Vanya pun menoleh ngeri ke arah iblis yang di tunjuk oleh arwah pengantin wanita tersebut.
Kenapa aku ditakdirkan untuk terlahir seperti ini? melihat dunia mereka yang sebenarnya aku tidak ingin jelajahi. Aku hanya ingin hidup normal layaknya anak remaja lain, bukan hidup dengan bayangan hitam yang mengikuti ku jika ia dapat kamu lihat.
"Baiklah, aku minta kepada mu untuk lepaskan belenggu yang ada di arwah tersebut." ucap Vanya.
"Tidak!, apa yang ingin kamu tukar jiwa mu?" gumam iblis tersebut.
"Tidak!, aku hanya ingin kau melepaskan arwah ini." ucap Vanya.
"Wanita tersebut telah menjadi persembahan untuk ku, maka ia akan tetap menjadi budak ku untuk selamanya." gumam iblis tersebut sembari mendorong Vanya kuat.
"Jika kamu tidak melepaskan belenggunya aku akan mengutuk mu!" bentak Vanya.
"Yakh!, lepaskan" gumam Vanya dengan tubuhnya yang terangkat ke udara.
"Neska honen arima madarikatzen dut, itsua izan dadin, min egin dezan!" ucap iblis tersebut sembari menghentakkan tubuh Vanya kebawah secara kasar. [Aku mengutuk jiwa gadis ini , agar ia buta sehingga aku dapat melukainya!].
Mata ku? kenapa buram ada apa ini? apakah iblis itu mampu membuat penglihatan terganggu?. Pantas saja arwah pengantin wanita tersebut matanya begitu aneh.
"Hahaha, aku bisa menyerang mu sekarang!" teriak iblis tersebut.
"Kenapa kau membuat buta korban mu?" tanya Vanya heran.
"Karena aku suka melihat mereka didalam kesengsaraan yang dalam." jawab iblis tersebut.
"Kesengsaraan?" gumam Vanya.
"Pilihan mu ada dua, ikut bersama ku dan akan ku buatkan tahta untuk mu agar semua ruh tidak berguna itu menjadi pengikut mu atau mati dan menjadi pecundang bersama ruh yang tak berdaya." gumam iblis tersebut.
"Aku memilih tidak!" bentak Vanya.
"Manusia bodoh!" bentak sang iblis.
Kemudian arwah pengantin wanita itu kembali dan mengatakan bahwa kelemahan iblis itu tepat berada dimatanya, jika matanya buta maka iblis tersebut pun akan kehilangan kekuatannya. Vanya pun mengangguk paham dan mengikuti instruksi dari arwah pengantin tersebut untuk melawan sang iblis.
Sang iblis menyerang dari arah kanan dan kiri silih berganti, membuat Vanya kehabisan energi. "Telinga ayolah, buat peka dirimu." ucap Vanya dengan lembut.
Astaga! iblis ini sungguh kuat, aku tidak boleh menyerah dan kalah pada keadaan, Vanya ini adalah sebuah takdir. Tuhan memilih mu karena kamu spesial. Sekuat apapun energi jahat ia akan kalah dengan kekuatan positif.
Vanya pun menyerang iblis tersebut dengan beberapa mantra yang ia telah kuasai, walaupun bisa membuat iblis itu lemah sesaat tetap saja iblis itu masih terlihat kuat.
"Mantra itu dapat membuat iblis yang menganggu mu dapat hancur." ucap ayah Vanya.
Kalung bunda dan mantra itu saling berkaitan, benar aku harus mengucapkan mantra itu agar iblis ini terkunci.
"Kembali - Lahir dan Mati - terkunci." gumam Vanya.
Iblis tersebut pun merasa sangat kepanasan dan tidak berdaya seluruh badannya habis di telan kegelapan abadi. Vanya yang kehilangan penglihatan nya kembali dapat melihat karena mantra sang iblis berhasil di patahkan.
"Sekarang kamu telah bebas, izinkan aku kembali ke dunia ku. Jika terlalu lama disini hal buruk akan terjadi kepada ku." gumam Vanya panik.
"Terima kasih." gumam arwah pengantin wanita tersebut sembari menghilang di dalam kegelapan.
Vanya pun terbangun dari tidurnya dengan tersentak terkejut, ayah Vanya yang sedari tadi berada di kamar Vanya di buat tidak heran lagi dengan kelakuan Vanya.
"Nak, kamu melihat dunia mereka lagi?" tanya ayah Vanya serius.
"I..iya ayah, dunia mereka sangat lah gelap." gumam Vanya.
"Itulah dunia ruh dan jiwa - jiwa jahat yang terbelenggu. Jangan terlalu sering berada disana, kamu nanti tidak akan kembali. Ayah tidak ingin kamu terluka, cukup satu luka besar saja jangan di tambah lagi." gumam ayah Vanya sembari memeluk lembut sang anak tercinta.
"Iya maaf ayah, aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Vanya.
Ayah Vanya hanya terdiam membeku karena ucapan Vanya, "Nak sebetulnya, iblis yang seharusnya kamu musnahkan adalah iblis yang menculik ruh bunda mu itu." ucap ayah Vanya dalam hati.