My Lovely Wife

My Lovely Wife
1. Perjanjian



Delapan tahun yang lalu..


"Mas, apa yang di inginkan iblis itu atas bayi ini?" Gumam ibu Vanya sembari menggenggam erat bayinya.


"Darah dan ruhnya, sayang maafkan mas. Ini sudah hukumnya, keluarga kita terdahulu terikat janji dengan sang iblis." jawab Ayah Vanya menyesal sembari mengelus pipi sang anak.


"Lalu tak bisakah kita memutuskan perjanjian itu?, Aku tak ingin Vanya menjadi korban selanjutnya" ucap sang ibunda sembari meneteskan air mata pada pipinya.


Ayah Vanya yang kala itu muak dengan perjanjian kepada iblis tersebut atas karma keluarga terdahulunya sangat marah dan menghukum iblis tersebut dengan menguncinya dalam sebuah buku yang kemudian ia simpan di dalam lemari kuno dengan di tutupi mantra "kembali - Lahir dan Mati - Terkunci" , sang iblis hanya bisa berteriak menahan panasnya mantra yang dilontarkan oleh mulut ayah Vanya dan tanpa di sangka sang iblis menarik ruh ibu di kala mantra di ucapkan yang membuat ayah Vanya harus kehilangan sang istri untuk selamanya "Ta moteris turi būti mano vergė, prakeikiu ją eiti su manimi!" . [ Wanita itu harus menjadi budak ku, aku mengutuknya untuk pergi bersama ku! ] .


"Tidak!, jangan pergi aku mohon. Vanya akan sangat membutuhkan mu." Gumam ayah Vanya sembari memegang tangan istrinya.


"Aku tidak bisa sayang, iblis itu mengutuk jiwaku. Selamatkan Vanya jauhkan dia dari dunia seperti ini, bersihkan dia dan buat dia dekat dengan Tuhan. Aku pergi ya, mas tahu aku mencintai mu dan aku menantikan mu di alam kekal selanjutnya." Gumam ibu Vanya.


"Sayang buka mata mu, sayang!" Teriak ayah Vanya yang memenuhi seisi ruangan.


Kejadian delapan tahun yang lalu masih membekas di dalam ingatan ayah Vanya dan begitu pula dengan Vanya. "Maafkan ayah ya nak tidak bisa menyelamatkan Bunda." ucap ayah Vanya sedih. Vanya hanya menoleh dan mengangguk senyum ke arah ayahnya sembari mengelus foto sang bunda.


"Hanya satu yang bisa memusnahkan iblis itu, kalung Bunda mu ini." ucap ayah Vanya sembari memberi kalung sang bunda.


"Kenapa ini bisa memusnahkannya?" tanya Vanya.



"Kalung tersebut berisikan mantra kuat dan itu dapat memusnahkan iblis jahat yang akan mencelakai mu." jawab ayah Vanya.


"Baiklah ayah, aku bisa mengakhiri ini semua dan aku berjanji iblis itu tidak akan pernah menganggu keluarga kita lagi. Aku tidak ingin kehilangan ayah." pinta Vanya kepada ayahnya sembari memeluk erat.


"Baiklah sayang." jawab ayah Vanya.


"Ayah aku pergi berangkat sekolah ya, dah ayah!" gumam Vanya sembari menutup pintu rumahnya.


Menjadi berbeda itu berat, aku sedari kecil mampu melihat hal di luar nalar manusia. Aku pernah bermimpi melihat diri ku tertidur dan aku melihat dunia mereka. Disana aku hanya melihat bunda dengan senyum hangatnya sembari memelukku "Ayo nak, bunda antarkan pulang. Disini terlalu berbahaya." . Ayah selalu bilang bahwa dunia manusia dan dunia mereka itu berdampingan hanya dimensi saja yang berbeda dan kita harus menghargainya. Bukan karena mereka lebih mulia atau bagaimana, tapi setiap makhluk punya waktu dan tempat sendiri-sendiri. Sehingga ketika kita bersinggungan dengan mereka yang terjadi kemudian adalah hal-hal buruk.


Meskipun tak terlihat, tapi kita pun harus menaruh rasa hormat kepada para makhluk gaib. Bukan karena takut, tapi memang seperti inilah harusnya. "Kaka melihat aku kan?" tanya anak lelaki kecil.


Vanya berusaha membuang muka agar anak lelaki tersebut mengira ia tidak melihatnya. "kakak, itu dompet mu jatuh." ucap anak tersebut. Vanya pun menoleh ke arah trotoar jalan dan mendapatkan dompetnya terjatuh di disisi kanan jalan tersebut. "Terima kasih ya." jawab Vanya sembari berjalan pergi kembali.


"Kakak, bisa melihat ku?" tanya anak lelaki itu heran.


"Aku kira kakak tidak bisa melihat ku. Kak boleh aku minta tolong?, aku di tinggalkan oleh ibuku di jalan ini. Aku ingin sekali bisa melihat ibu ku, tapi dia tidak ingin melepas ku dari belenggu ini. bisakah kaka melepaskannya?" tanya anak lelaki tersebut.


"Siapa yang membuat mu terbelenggu seperti ini?" jawab Vanya aneh.


"Dia punya tanduk, tinggi dan suka berada di sekitaran hutan. Dia berada disini karena mayoritas jalan ini adalah hutan dan aku ada korban darinya daging diriku dimakan olehnya." ucap anak lelaki tersebut.


"Wendigo?, dia memiliki ciri seperti itu dan ia berasal dari manusia yang melakukan praktik untuk menjadi kanibalisme" gumam Vanya.


"Kak dia datang, ayo kita kerumah yang ada di dalam hutan sana. Aku takut sekali." ucap anak tersebut yang kemudian bersembunyi di belakang tubuh Vanya.


"Siapa?, wendigo itu?" tanya Vanya.


"Iya kak." jawab anak lelaki tersebut.


Derap langkah kaki seorang wendigo pun terdengar beberapa langkah dari jalan dimana ruh anak lelaki itu terbelenggu. Vanya pun berlari ke arah rumah tua tersebut untuk bersembunyi agar dirinya tidak ikut di mangsa oleh kanibal bertanduk tajam.


"Hm wangi manusia, daging manusia seperti mu akan membuat ku lebih kuat karena diri mu mempunyai kekuatan yang ingin sekali aku punya." Gumam wendigos tersebut dengan nada jahat sembari memainkan kuku tangannya yang panjang.


Vanya mengintip takut ke arah wendigos tersebut sembari mencari mantra yang terdapat di dalam buku pemberian ayahnya dan melepaskan belenggu yang ada di kaki anak laki-laki tersebut.


"Namamu Vanya, aku tahu dari wangi mu itu." gumam wendigo itu.


Vanya yang mendengar wendigo tersebut menyebut namanya tersentak terkejut karena seharusnya ia tidak mengetahui namanya. "Vanya anak dari penyihir ternama dan manusia biasa, aku telah lama mengincar daging mu. Jangan bermain petak umpat dengan ku gadis manis." ucap wendigo tersebut sembari mencium bau Vanya.


"Oh, Tuhan! , dia ini apa? aku harus lari, tapi nanti dia akan mengetahui keberadaan ku" tanya Vanya dalam hatinya ketika ia melihat bentuk asli dari wendigo tersebut.


Wendigos itu akhirnya mengetahui keberadaan Vanya dan menghancurkan tempat persembunyiannya yang membuat Vanya tersentak jatuh ke arah wendigo tersebut dan membuat luka pada kakinya.


"Argh! kaki ku" teriak Vanya merintih kesakitan.


NOTE :


Wendigo adalah makhluk setengah binatang yang berasal dari legenda suku Indian di Amerika. Seseorang bisa berubah menjadi wendigo jika dia melakukan praktik kanibalisme. Mereka tidak pernah puas dengan membunuh dan memakan satu orang, wendigos terus-menerus mencari korban baru. Biasanya mereka mengisi daerah pedesaan, hutan, dan daerah pegunungan.


Sumber : Selipan.com & Leviathan-mystery.blogsopt.com