
"Kakak orang tadi siapa?" tanya Vanya
"Bukan siapa - siapa. Ayo cepat masuk ke dalam rumah, kita bikin kado handmade saja. Supaya dia senang karena kamu bikinnya tulus." ucap Shownu sembari melirik kanan kiri.
"Iya kak." gumam Vanya.
Ayah Vanya yang melihat mereka berdua dengan penuh panik dan keringat, menanyakan mereka apa yang terjadi.
"Andy, apa yang terjadi?" gumam ayah Vanya.
"Itu ayah, kami di kejar - kejar anjing." gumam Andy.
"Ya sudah sana minum dulu, lalu istirahat." gumam ayah Vanya.
"Iya ayah." gumam Andy.
Astaga! mereka itu siapa ya?. Menjahati kakak, sepertinya mereka saling kenal dulu. Pembicaraan mereka juga terlihat serius, mereka berdua ini apa? kenapa kakak di panggil Shownu? nama Kakakan Andy.
"Kakak aku mau tanya, boleh?" gumam Vanya.
"Tanya saja." gumam Andy.
"Kenapa pas tadi kakak berantem, orang itu memanggil nama Kaka dengan sebutan Shownu?" tanya Vanya.
Aku harus jawab apa? kalau ku kasih tahu sekarang ia pasti mentertawakan aku.
"Itu nama panggilan kakak waktu kakak di sekolah dulu, dia itu teman yang iri dengan Kakak." gumam Andy.
"iri? kenapa?" tanya Vanya.
"Iri karena kakak paling ganteng di sekolah." gumam Andy.
"Haish, kakak nyebelin banget." gumam Vanya.
"Vanya, tunggu." gumam Andy.
"Tidak, aku tidak mau dengar omongan kakak!" teriak Vanya.
"Kakak memang ganteng, buktinya temen-temen kamu banyak yang suka." gumam Andy.
"Hilih, 1 kata 4 huruf 1000 kebahagiaan. HALU!" teriak Vanya.
"Haish, dasar!" gumam Andy.
"Sstt, karena Cleo ngefans dengan kakak. Kakak besok ikut ke taman, aku hadiahi kakak untuk Cleo. Jalan - jalan sehari dengannya mau?" gumam Vanya memelas.
"Tidak!, bagaimana kalau Cleo baper dengan kakak?" tanya Andy.
"Ya betul juga, yaudah aku bikin kado. Terus ada tulisan kakak disana. Biar lucu." gumam Vanya sembari berjalan ke kamarnya.
"Haish, dasar adik ku." gumam Andy.
Vanya pun bergegas menuju kamarnya dan mengambil seuntai karton beserta barang miliknya yang ia jaga sedari kecil.
Baiklah aku akan menuju kamar ku, sudah waktunya istirahat biarkan Vanya dengan dunianya. Good night Irene.
1000 tahun yang lalu..
"Sayang ku Shownu, putra kita.." gumam Irene.
"Apa sayang?" gumam Shownu sembari menopang tubuh Irene yang dipenuhi luka.
"Dia akan terlahir kembali dan menjadi rival mu." gumam Irene.
"Rival? rival apa?" tanya Shownu.
"Rival untuk..." gumam Irene yang terputus.
"Irene! bangun. Jangan tinggalkan aku, aku tidak punya apa-apa lagi sekarang selain dirimu. Irene buka mata mu" gumam Shownu yang menahan air matanya turun.
Langit pun berubah tampak bersedih melihat Irene pergi dari dunia, mereka membanjiri bumi dengan tangisan. Pada raja , prajurit dan penasihat kerajaan yang menjadi saksi atas perginya Irene turut berduka cita. Hari jtu berubah menjadi hari kesedihan, tangisan dan ketidak relaan berkumpul menjadi satu.
"Aku tidak akan mengampuni mu lagi iblis, aku akan mengutuk tempat ini beserta pasukan mu." gumam Andy.
Andy pun mengutuk tempat sang iblis dan menancapkan pedangnya ke batu lima berlian.
"Pedang itu tidak ada yang bisa melepasnya kecuali diriku atau pewaris asli tahta ku." gumam Shownu.
Perpisahan bukan berarti berhenti menyatukan hati meski tidak ada disatu tempat. Hati kita tetap satu hanya dimensi saja yang berubah, kamu harus bertahan walaupun tanpa aku.
Cinta raja kepada rakyatnya jangan berhenti karena orang yang paling ia cintai pergi, tapi temukanlah kebahagiaan lain dengan mencintai rakyat mu.
Perpisahan mengajarkan kita untuk menghargai sebuah pertemuan, Jangan ketika kita di sadarkan oleh perpisahan baru menyesal.
"Yang mulia raja, upacara pemakaman yang mulia ratu dan pangeran telah siap." gumam penjaga istana.
"Baiklah, aku akan ke tempat upacara pemakaman." gumam Shownu.
Shownu pun bergegas menuju ruang upacara sembari di temani oleh pengawal istana.
8 tahun yang lalu..
"Sayang lihat lah putra kita, sangat tampan mirip seperti mu." gumam Irene.
"Suatu hari, putra kita yang akan meneruskan kerajaan ini semoga dia menjadi raja yang adil dan baik." gumam Shownu.
"Yang aku harapkan, semoga dia memiliki sifat seperti mu." gumam Irene.
"Kenapa ingin seperti ku?" tanya Shownu.
"Karena dirimu mau berjuang demi keluarga apapun yang terjadi." gumam Irene.
"Irene." gumam Shownu.
"Iya raja ku?" gumam Irene.
"Aku berjanji kepadamu, Aku akan berjuang demi putra kita dan dirimu hingga nafas dan darah terakhir ku." gumam Shownu.
"Terima kasih rajaku." gumam Irene.
Shownu hanya membalas senyum kepada Irene, sembari menyentuh hangat putranya.
"Selamat jalan putra ku dan juga ratuku, di kehidupan selanjutnya aku akan mencari mu dan kita akan bahagia bersama." gumam Shownu.
Astaga! aku bermimpi tragedi 1000 tahun yang lalu. Berhentilah menghantui ku, dada ku sesak. Kehilangan Irene dan putraku sudah cukup membuat ku terluka, aku tidak ingin siapapun terluka lagi Sekarang.
"Halo Vanya!" gumam sesuatu dibalik kegelapan.
"Kau siapa?" tanya Vanya.
"Aku raja Daniel." gumam Daniel.
"Raja?" gumam Vanya.
"Ah iya, kau terlahir kembali. Kemari aku akan membuat mu ingat." gumam Daniel yang berjalan menuju Vanya dan memegang kepala Vanya.
"Kau vampire!" gumam Vanya.
"Hahaha, akhirnya kau tahu. Sekarang setelah aku membuat mu ingat aku akan mengigit leher mu." gumam Daniel.
"Tidak!, KAKAK!" teriak Vanya.
Adik ku? berteriak? ada apa?. Bau Daniel tidak dia pasti ingin menyelakai adik ku. Aku harus menolongnya.
"Panggil saja dia, tapi semua itu terlambat." gumam Daniel.
Daniel pun memegang kepala Vanya dan membuat Vanya menjelajah waktu, kekuatan Vanya di setiap malamnya yang membuat ruh jahat tertarik dengan raganya.
Shownu pun mendobrak pintu kamar Vanya, dan menemukan Daniel didalam kamar Vanya.
"Daniel! menjauh lah dari adik ku." gumam Andy.
"Uhh, adik bukan lagi istri?" tanya Daniel sembari mengolok Andy.
"Lepaskan!" gumam Andy.
"Biarkan dia mengingat masa lalunya." gumam Daniel.
Andy pun langsung mendorong Daniel keluar melalui jendela kamar Vanya dan menolong Vanya untuk sadar.
"Vanya sadarlah!" gumam Andy.
"Kakak, aku takut sekali." gumam Vanya yang memeluk Andy dengan kencang.
"Kenapa? apa yang kau lihat?". tanya Andy.
"Aku melihat sekeliling ku gelap, kemudian aku melihat arwah arwah yang ini masuk kedalam tubuh ku ternyata mereka sangat banyak. Aku takut!. Setelah itu aku melihat diriku tetapi memakai mahkota dan namaku Irene." gumam Vanya.
"Jangan takut, kakak akan melindungi mu." gumam Andy memeluk balik Vanya.
"Aku takut dengan arwah itu kak, mereka menginginkan tubuhku!" ucap Vanya.
"Tidak Vanya, tidak mereka akan kakak bunuh. Ingat kakak selalu melindungi mu dimana pun kau berada." gumam Andy.
Dimensi lain..
"Aku dimana? siapa mereka." gumam Vanya.
Itu aku? kenapa memakai mahkota dan kenapa namaku menjadi Irene. Lalu kenapa ini berubah menjadi gelap? astaga itu iblis? banyak sekali mereka ingin tubuh ku?. TOLONG! PERGI DARI SANA!.