My Lovely Wife

My Lovely Wife
12. Aku ini apa?



"Kak aku mau istirahat saja, sakit sekali kepala ku." gumam Vanya.


"Istirahat dikamar kakak ya, biar kakak bisa mengawasi mu." gumam Andy.


"Iya kakak." gumam Vanya.


Vanya maafkan kakak yang membuat mu akhirnya terlibat atas kenyataan yang memang nantinya kau harus hadapi.


"Ayo tidur, biar kakak tidur di sofa kamar." gumam Andy.


"Iya kak, selamat tidur." ucap Vanya.


"Ya, kamu juga." gumam Andy.


Aku ini siapa? kenapa sering kali bermimpi tentang diriku yang mengenakan mahkota? bukan kah aku ini manusia biasa? Kenapa tadi vampire tersebut bilang "Akan ku bantu ingat masa lalu mu." memang masa lalu sejak kapan? Ah sudah lah tidur saja.


Dalam tidur Vanya, ia melihat dirinya sendiri berada di tengah salju yang lebat. Tengah mencari sesuatu yang penting.


Aku? dalam salju? dan kenapa aku berteriak "Putraku" memang siapa putraku? lalu aku sendiri ini apa? vampire kah?. Sebentar itukan raja Daniel, mau apa dia?. ASTAGA! dia memukul kepala ku dan melukai kuda ku?.


Tetapi mimpi tersebut kemudian berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, ia melihat Cleo pulang dari tempat kerjanya dan mendapati Cleo digigit oleh sebuah Vampire.


"Lepaskan aku!" teriak Cleo.


"Tidak!, aku butuh pasukan lebih!" gumam seseorang dalam bayangan kegelapan.


"Aku hanya ingin pulang ke rumah, lepaskan aku!" pinta Cleo.


"Tidak! gigit dia" gumam bayangan tersebut.


Cleo pun hanya berteriak kesakitan saat lehernya digigit oleh vampire tersebut.


"CLEO!" teriak Vanya yang terbangun.


Ah kakak masih tertidur, aku harus menyelamatkan Cleo. Pasti sesuatu yang buruk terjadi padanya, kak aku pergi dulu.


Vanya pun bergegas keluar dari kamarnya Andy dan mengambil berbagai macam makanan, obat-obatan, minum dan pakaian tebalnya. Setelah itu ia pun bergegas keluar rumah diam-diam.


"Menurut penglihatan ku, Cleo ada daerah ini." gumam Vanya sembari melihat jalanan.


Vanya pun berteriak memanggil nama Cleo, tetapi tidak ada jawabannya yang ia dapatkan.


"Itu Vanya!" gumam Cleo.


"Jangan berteriak, kalau kau berteriak leher mu akan hilang. Dua orang dibelakang mu akan siap untuk menghabiskan nyawa mu." gumam Daniel.


"B-baiklah." ucap Cleo.


Andy yang terbangun dari tidurnya mendapati Vanya yang tidak ada di atas tempat tidurnya tersentak terkejut dan kebingungan.


Vanya kemana?kok menghilang? apa ini karena ulah Daniel? Mungkin dia tidur di kamarnya sudahlah aku akan tidur kembali.


"Cleo!" teriak Vanya memenuhi jalan setapak tersebut.


Aku punya perasaan tidak enak mengenai ini, jalan disini terlalu gelap dan juga mengerikan.



"Lihat ada manusia!" gumam salah satu vampire dari atas bangunan tua terbengkalai.


Tiba-tiba Vanya merasa tidak enak pada tubuhnya, tubuhnya terangkat ke atas tanah dan tubuhnya berubah menjadi sosok yang mengerikan. Aku kenapa? tangan ku kenapa pucat sekali? kuku ku!?.


"Hahaha, aku tahu kau di atas sana! aku akan menemukan mu dan memangsa vampire tidak berguna seperti mu." gumam Vanya yang melirik kearah atas bangunan dengan muka yang mengerikan.


"D-dia anaknya dewan lima Vampire Rose la guela!, Irene!" teriak salah satu vampire yang ketakutan melihat Vanya.


Vanya pun mulai menjelajahi waktu untuk melihat secara pasti posisi kedua vampire tersebut dan begitu juga dengan Cleo.



Mereka ada di atas gedung tersebut dan Cleo berada di tengah aula bangunan? ini aneh. Untuk apa dia berada di tengah ruangan tersebut. Sebaiknya aku bergegas.


"Dua vampire yang manis, jika kalian tidak ingin aku menghabisi kalian. Berhenti lah untuk mengigit manusia disini atau aku akan penggal kepala kalian." gumam Vanya yang kemudian bergegas ke tengah aula sebuah ruangan tua.


Dua vampire tersebut pun hanya mengangguk ketakutan melihat Vanya yang berubah wujud dari paras cantik menjadi wanita mengerikan. Vampire tersebut pun berjanji agar bersahabat baik dengan manusia.


Vanya kemudian bergegas pergi mengitari aula ruangan dan mencium sesuatu yang janggal. Ia mendapati Cleo diam mematung di tengah aula dengan menghisapi darah manusia yang masih segar.


Apakah Cleo diubah menjadi vampire?Sesosok manusia yang dingin dan juga kesepian? tapi kenapa dan untuk apa? Dia akan kehilangan segalanya.


"Cleo!, ini aku Vanya" gumam Vanya.


"Kau apakan Cleo!" bentak Vanya.



"Aku mengubahnya menjadi makhluk kesepian, kedinginan dan menakutkan." gumam Daniel.


"Kurang ajar!" bentak Vanya.


"Cleo, permaisuri ku bunuh Vanya sekarang juga" bentak Daniel.


"Tidak semudah itu Cleo, sadarlah ini aku." gumam Vanya.


Daniel yang melihat perubahan wujud Vanya merasa ngeri saat mengetahui bahwa di dalam tubuh Vanya terdapat ruh vampire ibu Vanya yaitu vampire Rose La guela. Vampire yang terkenal galak, bengis dan juga kejam pada saat pemerintahannya.


"Sial!, kenapa manusia itu selalu dilindungi oleh ibunya." gumam Daniel.


"Bagaimana ini yang mulia raja?" tanya penasihat Daniel.


"Apa kita bisa melawannya?" tanya Daniel.


"Tidak bisa yang mulia, sebaiknya kita mundur dan membiarkan Cleo yang melawannya." gumam penasihat tersebut.


"Baiklah, kita mundur." gumam Daniel yang kemudian pergi kedalam kegelapan.


"Cleo sadarlah ini aku." gumam Vanya.


Apa yang bisa membuatnya sadar agar tidak melawannya, apakah lagu yang biasa aku nyanyikan dengan Cleo?. Haruskah? agar dia kembali menjadi normal?. Baiklah aku akan bernyanyi.


"Policeman says "son you can't stay here~" gumam Vanya sembari menahan sakit karena Cleo mengcengkram kerah baju Vanya.


"I said, "there's someone I'm waiting for


If it's a day, a month, a year"" gumam Cleo yang sedikit melanjutkan perkataan Vanya.


"Gotta stand my ground even if it rains or snows~" gumam Vanya agar Cleo melepaskan kerah bajunya.


"If she changes her mind this is the first place she will go~" Jawab Cleo.


Cleo pun melepaskan cengkraman tangannya dari leher Vanya.


"Vanya, maafkan aku menyerang mu. Aku tidak sadar dan hanya menunggu perintah. KYA!" Teriak Cleo yang mengejutkan Vanya.



"Kenapa? apa yang salah dengan ku?" tanya Vanya.


"Tidak, kamu terlihat sangat cantik." gumam Cleo yang menahan rasa ngerinya.


"Baiklah, mari kita pulang." gumam Vanya.


"Baiklah, terima kasih telah menyelamatkan ku. Vanya hati-hati yang diincar oleh vampire tersebut adalah dirimu." gumam Cleo.


"Iya baiklah, Aku akan mengutuk tempat ini. Sebaiknya kamu menjauh dari sini atau pulang lah duluan." gumam Vanya.


"Baiklah, aku akan pulang duluan." gumam Cleo.


"Hati-hati, jangan pernah menatap saat suara memanggil. Mereka arwah penasaran yang ingin mengambil alih raga mu." gumam Vanya dengan peringatan.


"Baiklah Vanya, aku akan berlari menuju ke rumah. Terima kasih dan hati-hati juga." gumam Cleo.


"Ya." jawab Vanya.


Vanya pun kemudian mulai bergegas mengutuk tempat ini dalam keadaan tidak sadar. Jiwa merasa sedang tertidur tetapi raganya merasa hidup, itulah kekuatannya.


Setelah mengutuk tempat tersebut Vanya pun kembali pulang ke rumah dan mendapati Andy yang sudah diam mematung di kamarnya menunggu Vanya.


"Shownu!" bentak Vanya.


"Yang mulia ibunda, ada apa?" tanya Andy.


"Apakah kau sudah membuat Irene sadar akan dirinya di masa lalu?" tanya ibunda Vanya melalui perantara tubuh Vanya.


"Belum ibunda, aku sedang menunggu waktu yang tepat." gumam Andy.


"Jika tidak cepat, maka peradaban kita akan punah dan vampire jahat hasil rekayasa genetika penasihat raja Daniel akan semakin menjadi - jadi. Mereka menginfeksi manusia dan merubahnya menjadi sosok mengerikan sesuatu yang jahat dan itu bertujuan untuk memusnahkan manusia, contohnya pada temannya Vanya yaitu Cleo dalam 24 jam ia akan berubah menjadi mengerikan." gumam ibunda Vanya.


"Baiklah secepatnya aku akan membuat Irene sadar." gumam Andy.


Vanya pun kemudian jatuh tersungkur ke lantai dan pingsan. Sementara itu Andy menggotongnya ke atas kasur.