
Para Raja vampire yang tengah sibuk rapat, mendapatkan informasi bahwa raja Daniel mengubah manusia menjadi vampire untuk memusnahkan bangsa vampire sendiri. Mendengar hal itu, mereka pun akhirnya mengutus pasukan untuk menangkap Raja Daniel.
"Kita harus mengirim pesan kepada Raja Shownu bahwa sebetulnya negri kita membutuhkan bantuannya." gumam raja Jackson.
"Betul sekali yang mulia, Setelah 1000 tahun lamanya raja Shownu menghilang. Kehidupan di negri kita semakin tidak terkontrol, Raja Daniel terus saja mengirimkan pasukannya dan menyerang kita secara membabi-buta." gumam penasihat kerajaan Raja Kevin.
"Baiklah, apa boleh buat. Kirim surat dan ikatkan pada burung hantu tersebut." gumam raja Kevin.
Sementara itu Andy mencoba membujuk Vanya untuk pulang kerumah dan mengamankan Vanya dari serangan Daniel.
"Vanya ayo pulang. Sangat berbahaya disini." gumam Andy.
"Sebenarnya kakak ini siapa? aku tahu kakak berbohong" tanya Vanya.
"Kakak akan jelaskan saat dirumah!" teriak Andy.
"Benarkah kak?" jawab Vanya disertai langkah kaki yang ragu.
Tetapi sesuatu menghentikan langkah Vanya dan menariknya sehingga membuatnya tak berkutik. "Vanya ckck, sebenarnya didepan sana itu bukan kakak mu!. Dia hanya menyamar" ketus Daniel. Daniel yang entah muncul dari arah mana datang dengan alasan untuk mengambil Vanya. Ia hanya menginginkan inti sari Vanya yang merupakan kekuatan Vanya.
"Daniel!!!" bentak Andy.
"Kak Andy ckckck, dasar raja Shownu pembohong!" bentak Daniel.
"Raja Shownu!?" tanya Vanya.
"Dia itu Raja vampire Shownu dan kau itu istrinya. Dasar bodoh!" bentak Daniel.
"Tidak Vanya, vampire ini berbohong. Kakak ini bukan seorang raja, percaya pada kakak." gumam Andy.
"A-aku bingung kak, karena hampir setiap hari aku bermimpi tentang kakak." gumam Vanya.
"Jika ingin Irene, temui aku besok atau dia akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan!" teriak Daniel yang mencengkram kuat Vanya.
"Lepaskan!!! KAKAK!" teriak Vanya.
"Sial!" gerutu Andy.
Andy pun pergi ke rumah dan menceritakan mengenai hal ini kepada ibunya. Sang ibu yang dulunya merupakan petinggi di dunia vampire merasa sangat tidak terima dan menyuruh Andy untuk kembali kedunia vampire.
"Sebaiknya dirimu pergi kedunia vampire, kelakuan Daniel semakin menjadi-jadi. Sang iblis akan menggunakan Daniel untuk pion setelah itu dia akan menyerang Vanya maksud ibu Irene istri mu." gumam ibu Andy.
"Tapi bagaimana dengan ayah?" tanya Andy.
"Tenang, ibu akan buat ayah tidak sadar. Setelah itu kau harus pergi nyawa istri mu dalam bahaya. Cepat atau lambat sang iblis akan membunuh istri mu." gumam ibu Andy.
"Baiklah Bu, aku akan pergi. Ibu jaga ayah." gumam Andy.
"Hati-hati nak." gumam ibu Andy.
Aku tidak bisa kehilangan istri ku untuk yang kedua kalinya, aku hanya ingin bisa hidup bahagia dengan istri dan juga anak ku. Cukup kegagalan ku sebagai suami yang tidak bisa melindungi mereka. Sekarang aku harus menebus dosa ku, cepat atau lambat Vanya harus tahu bahwa dirinya adalah Irene. Cinta ku dan kesayangan ku.
"Lepaskan aku!!" bentak Vanya.
"Diam! dasar wanita bodoh. Sebentar lagi kau akan sampai ditempat seharusnya kau berada." ketus Daniel.
"Lepaskan!!" ketus Vanya.
Daniel pun melempar Vanya dari ketinggian sehingga membuat sebagian tubuh Vanya terluka. "Argh! sakit!" bentak Vanya.
"Lihat Vanya, mereka adalah manusia yang akan berubah menjadi vampire yang mengerikan." gumam Daniel.
"Vampire?" gumam Vanya.
"Vampire yang mengerikan. Tidak akan pernah bisa kau bayangkan!" bentak Daniel.
"Aku mencium raja Shownu dalam perjalanan menuju kemari, nanti malam saat bulan purnama dia akan tiba." gumam salah satu petinggi kerjaan Shownu.
"Baiklah, siapkan jamuan untuk raja Shownu. Bagaimana pun dia merupakan pemimpin dari para raja vampire. Kedatangannya harus kita sambut." gumam raja Kevin.
Aku tidak pernah menyangka kehilangan Irene membuat ku terluka siang dan malam. Hanya berada di dekatnya menyaksikannya dengan lupa ingatan sangat membuat ku menderita. Aku tidak tahan! aku harus membuat Irene mengingat kembali memorinya.
Argh kepala ku sakit, kenapa setiap kepala ku sakit. Aku selalu melihat wajah seorang pria dan aku selalu memanggilnya dengan sebutan suami ku. Memang pria itu siapa, apakah ada kaitannya dengan semua ini?. "Vanya!, apakah kau tidak lihat bagaimana aku mengubah manusia menjadi makhluk mengerikan?" tanya Daniel.
"Oh iya, aku melihatnya. Bisakah kau menghentikannya?" tanya Vanya.
"Kenapa?" gumam Daniel.
"Aku rasa ini sudah terlalu kejam, jika kamu melakukan hal itu kepada manusia. Maka populasi manusia akan berkurang." gumam Vanya.
"Sekarang kamu memihak manusia?" tanya Daniel.
"Iya, karena aku juga manusia." gumam Vanya.
"Vanya, Vanya. Mau saja kau ditipu oleh lelaki yang menyamar jadi kakak mu. Sebetulnya kau itu vampire!" bentak Daniel.
"Vampire?" tanya Vanya.
"Iya, kamu adalah vampire. Oleh karenanya aku sangat menyukai mu, itu alasan kenapa aku menculik mu!" bentak Daniel.
"Lepaskan aku! aku tidak ingin mempunyai suami pembunuh seperti mu" bentak Vanya.
"Tidak! sebelum pangeran kesiangan mu datang" ketus Daniel.
Argh, sepertinya aku sudah lama tidak kembali ke dunia ku. Jadi saat aku melewati pembatas antara dunia manusia dan vampire rasa sakitnya begitu menusuk. Tidak seperti seribu tahun yang lalu, rasanya biasa saja saat melewati pembatas tersebut. Tapi bukan kah disini pertama kali aku bertemu dengan Irene dan kemudian jatuh cinta padanya.
Seribu tahun yang lalu..
"Permisi." gumam Shownu.
"Iya?" tanya Irene.
"Apa yang sedang kau lakukan di perbatasan antara dunia manusia dan vampire?" tanya Shownu.
"Aku tinggal disini, kau tahu yang menjaga perbatasan itu ayah ku." gumam Irene.
"Bukan kah sangat berbahaya tinggal di perbatasan seperti ini? Kenapa tidak tinggal di desa?" gumam Shownu.
"Sebetulnya kakek ku adalah seorang manusia, ayah ku terlalu takut apabila jika kita tinggal di desa. Peraturan raja sekarang melarang manusia tinggal di desa." gumam Irene.
"Kakek mu manusia? lalu kau ini apa?" tanya Shownu.
"Aku setengah manusia dan vampire." gumam Irene.
"Bukan kah kau ada darah vampire, kenapa tinggal dengan bersembunyi?" gumam Shownu.
"Ada alasan tertentu, saat ibu sudah menjadi orang penting. Kami akan tinggal di desa." gumam Irene.
"Kau ini setengah manusia dan vampire, apakah kau abadi seperti vampire lain?" tanya Shownu keheranan.
"Aku sama seperti vampire lain, gen pada diriku saja yang ada manusia." gumam Irene.
"Ohh." jawab Shownu.
Rumah itu sepertinya sudah tidak ada, sebaiknya aku harus cepat. Demi Irene.