My Lovely Wife

My Lovely Wife
5. Celaka?



Keesokan harinya setelah Vanya mengalami astral Projection, ayah Vanya meminta izin kepada Vanya untuk menikahi wanita lain.


"Vanya, ayah meminta izin kepada mu boleh?" tanya ayah Vanya.


"Minta izin apa ayah? sepertinya terlihat serius" gumam Vanya.


"Ayah ingin menikahi, wanita muda yang berada di desa sebelah." gumam ayah Vanya.


"Menikah?, kenapa ayah tidak bilang dari dulu jika ayah menumpuk rasa dengan wanita lain" ucap Vanya heran.


"Ayah takut kamu tidak akan menerimanya, makanya ayah merahasiakan ini dari mu." gumam ayah Vanya.


"Tapi bolehkah aku melihat wanita itu?, ayah bisa aja dia kerumah kan?" tanya Vanya.


"Boleh nak, nanti sore ayah akan ajak berkunjung kerumah." gumam ayah Vanya.


"Tapi setelah menikah apakah ayah akan meninggal kan ku?" tanya Vanya serius.


"Tidak sayang, ayah akan selalu berada di samping mu." gumam ayah Vanya.


"Hmm, baiklah ayah. Aku pergi ke kamar ku sebentar ya." gumam Vanya yang kemudian pergi dari taman rumah menuju kamarnya.



"Iya nak." gumam ayah Vanya.


Vanya bergegas untuk pergi ke kamarnya, ia merasa sangat bahagia karena ayahnya ingin menikah lagi tetapi di satu sisi ia sangat mengkhawatirkan wanita tersebut apakah ia mampu bertahan dengan dunia ruh atau justru wanita tersebut meninggalkan ayahnya karena dunia ruh ini.


Sore harinya ayah Vanya pulang dan membawa wanita yang ia suka, Vanya pun beranjak turun dari kamarnya menuju ruang tamu.


"Minnie ini anak ku namanya Vanya, Vanya ini Minnie wanita yang ingin ayah nikahi." gumam ayah Vanya.


"Hai." gumam Vanya.


"Kamu pasti Vanya kan?, saya dengar kamu sangat menyukai boneka. Ini saya bawakan boneka Teddy bear ini." ucap Minnie.


"Terima kasih." gumam Vanya.


"Saya harap kita akan cepat akrab." gumam Minnie.


"Saya juga." gumam Vanya.


"Kamu cantik sekali dan perkenalkan ini anak saya Andy. Andy ini adalah Vanya." gumam Minnie.



"Hai Andy." gumam Vanya.


"Hai, boleh aku berkeliling rumah mu?" gumam Andy.


"Tentu." ucap Vanya.


Vanya dan Andy pun bergegas untuk berkeliling rumah sedangkan ayah Vanya dan wanita yang ingin ia lamar berada di ruang tamu.


"Aku dengar kamu bisa melihat mereka?" tanya Andy.


"Darimana kamu tahu?" gumam Vanya.


"Aku tahu karena melihat mata mu." ucap Andy.


"Mata ku?" gumam Vanya.


"Iya, cara lihat mu dengan orang lain berbeda. Walaupun aku tidak bisa melihat dunia mereka, tapi aku tahu kalau kamu dapat melihatnya. Jangan terlalu baik pada mereka, aku bisa melindungi mu. Sebagai kakak yang baik nantinya." gumam Andy.


"Hm, baiklah." ucap Vanya.


Andy dan Vanya pun bergegas pergi menuju ruang tamu untuk menemui Minnie dan juga ayah Vanya.


"Sayang, pernikahan ayah akan di laksanakan Minggu depan. Ayah harap kamu menyetujuinya." ucap ayah Vanya.


"Iya ayah, aku menyetujuinya." gumam Vanya.


"Baiklah, terima kasih Vanya." gumam Minnie.


Satu Minggu setelah ayah ku dan ibu tiri ku Menikah kehidupan keluarga ku menjadi berwarna, aku mempunyai kakak yang selalu melindungi ku kemana pun aku pergi. Ia menjaga ku dari orang yang ingin membully ku.


"Kak, aku pergi berangkat sekolah ya." gumam Vanya.


"Kakak antar ya Van." gumam Andy.


"Iya kak." gumam Vanya.


"Hai Van, mau jalan ke kelas bareng?" gumam Reno.


"Hai juga, iya." ucap Vanya.


"Dia siapa?" gumam Reno.


"Itu kakak tiri ku, namanya Andy." gumam Vanya.


"Oh, Hai kak." gumam Reno.


"Hai juga, kamu teman baik Vanya?" tanya Andy.


"Iya kak." gumam Reno.


"Jaga Vanya ya." ucap Andy.


"Iya kak." gumam Reno.


Reno dan Vanya pun pergi kedalam sekolah menuju kelas, Andy pun tidak langsung pulang ia menunggu Vanya masuk ke dalam sekolah memastikan tidak ada yang melukainya.


"Lo tahu Vanya kan?" ucap Bramasta.


"Iya, gadis paling pintar dan cantik satu angkatan." gumam Louis.


"Lo ga ada keinginan buat deketin dia?" ucap Bramasta.


Andy yang tidak sengaja menguping pembicaraan dua orang laki - laki tersebut, terdiam mendengar mereka ingin melakukan suatu hal aneh kepada adiknya.


"Ada, tapi gua jadiin bahan mainan sih. Ga mungkin lah gua pacaran sama wanita sinting kaya gitu." gumam Louis.


"Dia cantik loh." gumam Bramasta.


"Iya, tenang habis gua pakai gua tinggalin." gumam Louis.


"Serius lo?, di kutuk nanti sama bapaknya.". gumam Bramasta heran.


"Tenang, nanti Vanya gua bikin tidak sadarkan diri habis itu gua pakai deh. Nanti sisanya terserah lo." gumam Louis.


"Memang lo mau ngelakuin apa ke dia?" tanya Bramasta.


"Ya gua ambil lah apa yang selama ini dia jaga." ucap Louis.


Andy yang tidak sengaja mendengar Percakapan kedua laki - laki tersebut, dibuat naik pitam karena lelaki tersebut ingin mencelakai adiknya.



"Jadi lo mau ngelakuin sesuatu ke Adik gua?" gumam Andy sembari memukul kedua lelaki tersebut.


"Santai dong bro, lo siapanya Vanya?" ucap Louis.


"Gua kakaknya, kenapa?. Gua ingetin jangan macam - macam sama adik gua atau lo bakal dalam bahaya." gumam Andy.


"Oh gitu, apa yang bakal lo lakuin ,bunuh gua ya bunuh aja?" gumam Louis.


"Lo jangan kaya gitu dong Louis, udah lah cari wanita lain aja." gumam Bramasta.


"Liat aja, kalau adik gua terluka sedikit aja. Lo bakal ada dalam masalah besar." ucap Andy yang kemudian meninggalkan mereka.


Mereka berdua pun lanjut jalan menuju ke kelas masing - masing. Aku berharap pagi ini tidak ada yang menghina ku dengan sebutan "Wanita gila." , kata - kata tersebut masih membekas di ingatan ku.


"Vanya, aku dengar kakak mu ganteng ya?" gumam Cleo.


"Iya, darimana kamu tahu?" ucap Vanya.


"Tadi pagi, aku melihat dirimu di antar oleh kakak mu. Kakak mu itu ganteng sekali, namanya siapa?" ucap Cleo.


"Andy, nama lengkapnya Andy Shownu." gumam Vanya.


"Wah, dada bidangnya keren sekali. Terima kasih Vanya." gumam Cleo.


Aku heran, kenapa banyak sekali siswi perempuan yang datang menghampiri ku hanya ingin menanyakan keberadaan kakak tiriku. Apa gantengnya dia hingga membuat wanita tergila-gila kepada? aneh.


Pelajaran di kelas dimulai, hari ini adalah mata pelajaran mengenai seni. "Bapak tahu kalian akhir - akhir ini pusing karena banyak tugas, jadi bapak akan membuat kelas stand up comedy. Silahkan Hao kamu maju kedepan kelas dan tunjukan bakat mu." gumam pak Hendra.


Hao pun memulai menghibur anak kelasnya, ia melakukan berbagai gerakan lucu beserta materi komedi yang membuat seisi kelas tertawa karenanya.



Akhirnya setelah aku melihat mu murung, ini pertama kalinya aku melihat senyum mu. Ternyata benar kamu cantik jika tersenyum, tetaplah seperti itu Vanya hingga waktu dimana aku akan melamar mu.